Laboratorium Sociopreneur Fakultas Psikologi Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) sukses menggelar ajang Innovation and Creation Week (ICW) Part 5 pada Selasa (14/7/2026). Bertepatan dengan Ujian Akhir Semester (UAS) mata kuliah Psychopreneur di Kampus 1 UMBY, acara ini menampilkan 10 produk inovasi psikologi siap pakai untuk menjawab tantangan kesehatan mental lintas generasi.
Mengusung tema "Create Your Mind, Build Your Impact", kegiatan ini menjadi panggung bagi mahasiswa pendidikan profesi psikolog untuk memaparkan karya aplikatif berbasis bukti (evidence-based). Kesepuluh inovasi tersebut dirancang khusus guna menyasar berbagai kelompok usia dan permasalahan sosial yang ada di masyarakat.
Inovasi yang dipamerkan terbagi ke dalam beberapa segmen usia dan kebutuhan psikologis. Untuk kelompok usia anak-anak, hadir inovasi bernama Emo Spin yang menggunakan pendekatan game-based learning interaktif berupa roda emosi visual serta Pop-Up Book (Mengenal Emosiku) berupa buku cerita 3D interaktif berbasis teori Paul Ekman. Kedua produk ini dirancang khusus untuk membantu anak-anak mengenali serta meregulasi emosi dasar mereka dengan cara yang menyenangkan. Selain itu, ada pula Kido Kit (Play and Grow) yang menawarkan kotak permainan all-in-one seperti play-doh dan manik-manik, dengan kewajiban pendampingan orang tua, sebagai solusi alternatif yang efektif untuk menstimulasi tumbuh kembang anak sekaligus mengurangi ketergantungan pada gawai.

Kemudian fase remaja dan dewasa awal yang rentan terhadap dinamika hubungan dan tekanan emosional, para mahasiswa meluncurkan Love Talk Card yang berisi 15 pertanyaan mendalam (deep talk) berbasis teori Joseph DeVito untuk meningkatkan intimasi emosional antarpasangan. Di sisi lain, isu kekerasan dalam pacaran dijawab melalui platform Sadarasa, sebuah layanan website psikoedukasi yang menyediakan fitur screening hubungan yang tervalidasi, jurnaling digital, hingga akses langsung ke bantuan profesional.
Sedangkan bagi generasi muda yang kerap mengalami kecemasan akibat tekanan akademik maupun transisi kehidupan, beberapa solusi praktis turut dipaparkan. Di antaranya adalah Welly Chain, gantungan kunci terintegrasi QR Code yang menyediakan playlist audio regulasi emosi, serta Anxiety Toolkit Box yang mengombinasikan lilin aromaterapi lavender, panduan napas 4-7-8, dan pop it motorik sebagai paket pertolongan pertama saat merasa cemas. Tekanan psikologis berupa burnout pada mahasiswa pekerja juga diintervensi melalui Remind, sebuah toples dukungan psikologis yang berisi gulungan afirmasi dan teknik relaksasi cepat. Sementara itu, teknik expressive writing terstruktur diwadahi melalui produk Feelings Jar untuk membantu mengurai kecemasan terkait masa depan. Melengkapi seluruh intervensi mandiri tersebut, program Healing and Nature hadir menawarkan alternatif pemulihan kelompok melalui trip di alam terbuka yang dipadukan dengan latihan grounding dan mindfulness.
Dekan Fakultas Psikologi UMBY sekaligus juri utama, Reny Yuniasanti, M.Psi., Ph.D., Psikolog, mengapresiasi langsung seluruh karya purwarupa mahasiswa yang dikembangkan dalam kelompok.
Koordinator Laboratorium Sociopreneur UMBY, Nanda Yunika Wulandari, M.Psi., Psikolog, menjelaskan bahwa ajang ini merupakan bentuk implementasi nyata dari bangku kuliah.
"Selain memiliki kompetensi praktis sebagai calon psikolog umum, mahasiswa diharapkan memiliki kesempatan untuk mengimplementasikan ide-ide inovatifnya melalui kolaborasi dengan Lab Sociopreneur," ujar Nanda.
Senada dengan hal tersebut, salah satu peserta mahasiswa, Verdi, mengungkapkan bahwa ICW memberikan wawasan luas mengenai kewirausahaan sosial.
"Kegiatan ini mendorong saya dan rekan-rekan untuk lebih kreatif, berani berkolaborasi, dan berpikir solutif dalam melihat permasalahan sosial di masyarakat," ungkap Verdi.
Pihak laboratorium mencatat bahwa kesepuluh produk yang dipamerkan saat ini masih berupa purwarupa (prototipe) dan belum diproduksi massal. Sebagai langkah lanjutan, Laboratorium Sociopreneur UMBY tengah memproses pengajuan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) untuk produk-produk terpilih.
Karya-karya inovatif ini juga dikompilasi dan dipublikasikan melalui laman resmi laboratorium bagi kelompok yang ingin melanjutkan tahap produksi. Melalui ICW Part 5, UMBY berharap ekosistem sociopreneurship di lingkungan kampus terus menguat guna melahirkan inisiatif pembangunan masyarakat yang lebih sehat, inklusif, dan berkelanjutan.