Tim Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) Kemendiktisaintek Tahun 2026 sukses menggelar pelatihan pemberdayaan ekonomi di Padukuhan Pasekan Lor, Kalurahan Balecatur, Kapanewon Gamping, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Minggu (26/07/2026). Kegiatan ini diikuti oleh 24 anggota PKK RT 04 Padukuhan Pasekan Lor dengan fokus utama pada peningkatan kapasitas manajemen keuangan usaha dan diversifikasi produk olahan ikan lele.
Program pengabdian ini dimotori oleh tiga dosen UMBY yang terdiri dari Ika Wulandari, S.E., M.M., selaku Ketua Tim, serta didukung oleh Endang Sri Utami, S.E., M.Si., Ak., CA, dan Eno Casmi, S.E., M.B.A., sebagai anggota tim.
Pelatihan dirancang secara komprehensif untuk membekali masyarakat agar mampu membangun dan mengelola usaha mikro yang berkelanjutan. Pada sesi awal, Endang Sri Utami memaparkan materi penting terkait literasi dan manajemen keuangan usaha. Dalam pemaparannya, peserta ditekankan untuk disiplin memisahkan keuangan rumah tangga dan keuangan usaha, rutin mencatat transaksi, menyusun laporan arus kas sederhana, serta menghitung Harga Pokok Produksi (HPP) guna menentukan harga jual yang kompetitif.
"Peserta juga diajak memahami penyusunan anggaran, pengendalian biaya operasional, dan evaluasi berkala agar usaha kecil dapat berkembang secara sehat," jelas Endang.
Memasuki sesi praktik, suasana pelatihan semakin semarak saat Ika Wulandari memandu warga mengolah ikan lele menjadi produk bernilai jual tinggi, yakni bakso lele dan siomay lele. Warga diajarkan teknik memisahkan daging lele (fillet), menggiling daging hingga halus bersama garam dan gula, kemudian mencampurkannya dengan tepung sagu, putih telur, baking powder, bawang goreng, merica, kaldu jamur, dan air es hingga menghasilkan adonan yang kenyal. Adonan dibentuk menjadi bulatan, direndam dalam air es untuk memperoleh tekstur yang padat, kemudian direbus hingga mengapung sebagai tanda bakso telah matang dan siap dipasarkan maupun dikonsumsi.

Selanjutnya, peserta mempraktikkan pembuatan siomay lele dengan mencampurkan daging lele giling bersama bawang merah, bawang putih, lemak ayam, labu siam parut, daun bawang tumis, tepung sagu, putih telur, kecap ikan, serta bumbu pelengkap hingga menjadi adonan yang homogen. Adonan kemudian dibentuk sesuai selera dan dikukus selama kurang lebih 30 menit hingga matang. Pelatihan ini memberikan pengalaman langsung kepada peserta mengenai teknik pengolahan yang higienis sekaligus menghasilkan produk dengan cita rasa yang menarik dan berpotensi menjadi peluang usaha rumahan.
Sebagai wujud dukungan nyata terhadap kemandirian ekonomi warga, Tim PKM UMBY juga menyerahkan sejumlah bantuan sarana produksi berupa chopper, mesin vacuum and sealer, freezer, serta perlengkapan memasak lainnya.
Ketua Tim PKM UMBY, Ika Wulandari, menegaskan bahwa keberhasilan sebuah usaha tidak hanya bertumpu pada kualitas produk semata, melainkan juga tata kelola keuangan yang profesional.
"Usaha yang berkembang tidak hanya ditentukan oleh kualitas produknya, tetapi juga oleh kemampuan pelaku usaha dalam mengelola keuangan secara tertib. Melalui pelatihan ini kami berharap masyarakat memiliki bekal lengkap, mulai dari produksi hingga pengelolaan usaha," ungkap Ika.
Antusiasme tinggi turut dirasakan oleh para peserta. Ibu Apri, salah satu warga RT 04, mengaku mendapat banyak wawasan baru dari pelatihan tersebut.
"Saya baru mengetahui bahwa ikan lele bisa diolah menjadi bakso dan siomay dengan rasa yang enak serta memiliki nilai jual lebih tinggi. Selain itu, materi pencatatan keuangan sangat membuka wawasan kami agar usaha tidak tercampur dengan keuangan rumah tangga," tuturnya.
Apresiasi senada disampaikan oleh Ketua RT 04 Padukuhan Pasekan Lor, Dedy Dwinanto. Ia menilai materi yang disajikan sangat tepat sasaran dan menjawab kebutuhan warga.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada Tim PKM Kemendiktisaintek yang telah memilih RT 04 Pasekan Lor. Materi yang diberikan sangat sesuai dengan kebutuhan masyarakat karena tidak hanya mengajarkan keterampilan mengolah produk, tetapi juga membekali warga dengan pengetahuan mengelola usaha," kata Dedy.
Melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini, Tim PKM Kemendiktisaintek Tahun 2026 berharap peserta mampu menerapkan pencatatan keuangan yang lebih baik, menghasilkan produk olahan lele yang berkualitas, serta mengembangkan usaha mikro berbasis potensi lokal. Sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat diharapkan terus terjalin dalam mendukung pemberdayaan ekonomi, peningkatan keterampilan, dan terciptanya masyarakat yang mandiri serta berdaya saing.
