Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dari Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) menginisiasi kegiatan Pendirian Bank Sampah Berbasis Digital dan Sociopreneur untuk Mengembangkan Literasi Lingkungan Pada Anak Sejak Dini, Selasa, (09/07/2024). Kegiatan ini bertempatan di TK IT Mekar Insani, Suryodiningratan, Mantrijeron, Yogyakarta, dengan dihadiri 30 peserta yang terdiri dan guru dan orang tua wali murid TK IT Mekar Insani.
Tim PkM UMBY terdiri dari tiga orang yaitu Arita Witanti, S.T., M.T., MFC., Dr. Triana Noor Edwina Dewayani Soeharto, M. Si., Psikolog dan Malida Fatimah, S. Psi., M. Cons. PkM dengan topik Pendirian Bank Sampah Berbasis Digital dan Sociopreneur untuk Mengembangkan Literasi Lingkungan Pada Anak Sejak Dini ini merupakan pengabdian yang mendapat dukungan dana hibah dari DIKTI.
Arita Witanti, menjelaskan, pendirian bank sampah berbasis digital ini dapat menjadi sarana terbentuknya kesadaran peduli lingkungan yang lebih mudah dikelola. Pengembangan digital yang dilakukan diharapkan dapat menggugah minat pihak-pihak terkait untuk tergerak mengelola sampah yang ada di lingkungan sekitar. Dengan memulai gerakan ini di sekolah, diharapkan program ini dapat lebih mudah menyebar ke lingkungan masyarakat yang lebih luas.
“Kegiatan itu diharapkan dapat memberikan manfaat bagi seluruh pihak, baik guru, wali murid, dan siswa, dalam mengelola sampah melalui cara yang lebih mudah yaitu dengan bantuan teknologi digital. Adapun secara khusus, memberi manfaat bagi siswa dalam mengembangkan pemahaman akan literasi lingkungan, sehingga seluruh pihak turut berperan dalam terbentuknya sikap peduli lingkungan,” ungkapnya.
Dr. Triana Noor Edwina Dewayani Soeharto, M. Si., Psikolog mengungkapkan langkah selanjutnya dari rangkaian kegiatan ini adalah pengelolaan bank sampah itu sendiri.
“Sampah memiliki kategorinya masing-masing, dimana setiap kategori memerlukan cara pengelolaan yang berbeda. Untuk itu, diperlukan pemahaman pentingnya memisahkan sampah berdasarkan kategorinya sebagai upaya menjaga lingkungan yang lebih sehat dan nyaman,” ujar Dr. Edwina.
Sementara itu, di akhir sesi, Malida Fatimah, M.Cons menjelaskan, dengan menyadari banyak sekali manfaat dari pengelolaan sampah yang juga berbasis digital ini guru dan orang tua dapat menjadi pihak pertama yang memberi kesadaran bagi anak terkait kepedulian lingkungan.
“Literasi lingkungan pada anak usia dini merupakan langkah awal dalam menjaga lingkungan, karena dimulai sejak dini akan berkembang menjadi kebiasaan di masa yang akan datang,” jelas Malida.
Sebelum dan setelah pemberian materi, seluruh peserta diberi tugas untuk mengisi form terkait pemahaman akan pengelolaan sampah dan literasi lingkungan. Sehingga, tim pengabdi dapat melihat perubahan pemahaman yang didapatkan sebelum dan setelah pemaparan materi.
Kepala Sekolah TKIT Mekar Insani, Zenny Savitri, mendukung penuh kegiatan ini dan berharap kegiatan ini akan bermanfaat dan memberikan dampak yang nyata bagi lingkungan.