International Joint Community Service UMBY, Kenalkan Sociopreneurship dengan Art Therapy
19 Jul 2024
680
by Farida Dian Farida Dian

Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) bekerja sama dengan Yayasan Pinilih Sedayu, Universiti Pendidikan Sultan Idris (UPSI), dan Maastricht University dalam menyelenggarakan “International Joint Community Service: Pengenalan Sociopreneurship dengan Art Therapy” yang dilaksanakan di Seketariat Pinilih, Sedayu, Bantul. Acara ini dilakukan dalam rangka menanggulangi permasalahan psikososial dan mencapai kemandirian bagi Komunitas Difabel di Kecamatan Sedayu. Acara yang dilaksanakan pada Rabu, 10 Juli 2024 ini bertujuan mengenalkan kepada peserta, terutama teman-teman difabel tentang Art Therapy sebagai bentuk terapi kreatif yang menggunakan seni sebagai sarana ekspresi dan pengungkapan diri.

Dekan Fakultas Psikologi UMBY, Reny Yuniasanti, M.Psi., PhD., Psikolog memberikan sambutan hangat saat pembukaan acara tersebut dan berharap kegiatan ini akan menjadi media ekspresi dan alat untuk pemulihan, pemahaman diri, dan pengembangan keterampilan sosial.

“Art Therapy merupakan terapi kreatif yang menggunakan seni sebagai sarana ekspresi dan pengungkapan diri, memberikan ruang bagi para peserta untuk mengekspresikan pikiran, perasaan, dan pengalaman mereka melalui karya seni yang dapat dilakukan bersama-sama maupun secara mandiri. Melalui proses ini, Art Therapy tidak hanya menjadi media ekspresi, tetapi juga alat untuk pemulihan, pemahaman diri, dan pengembangan keterampilan sosial,” jelas Reny Yuniasanti.

Maria Tri Suhartini, S.E., selaku Ketua Yayasan Pinilih Sedayu juga menyambut baik kegiatan ini sebagai bentuk dukungan sosial dan psikologis bagi para peserta difabel.

“Harapannya, kegiatan ini dapat dilakukan secara kontinyu dan memberikan dampak positif bagi para peserta,” ungkapnya.

Kegiatan Art Therapy diikuti oleh 20 peserta yang terdiri dari teman-teman disabilitas yang berasal dari beberapa wilayah di Kapanewon Sedayu ini diawali dengan pre-test yang berisi pertanyaan tentang kondisi mental peserta dan harapan mereka saat hadir. Setelah mengerjkan pre-test, peserta diajak untuk merasakan momen kreatifitas melalui latihan melukis di kertas HVS sebelum memasuki sesi utama Art Therapy, yaitu melukis di media kaos. Martaria Rizky R., M.Psi., Psikolog, sebagai pemateri dalam kegiatan ini memandu peserta untuk mengekspresikan diri melalui seni dan membagikan cerita di balik karya seni mereka.

Dalam sesi Art Therapy, peserta juga diminta untuk menceritakan alasan dibalik gambar yang mereka lukis kepada para fasilitator yang terdiri dari mahasiswa Psikologi UMBY. Salah satu peserta menceritakan makna di balik lukisannya, sebuah gambar ruang tamu dengan televisi di dalamnya. “Kita harus banyak bersyukur dengan berbagai kemajuan teknologi dan kemudahan yang tersedia di zaman ini,” tuturnya.

Kemudian, Assoc. Prof. Dr. Mark Govers, Faculty of Health, Medicine and Life Sciences, of Maastricht University Netherlands, turut memberikan kata-kata semangat kepada peserta yang sedang melukis. Acara ditutup dengan sesi post-test dan foto bersama. Dari hasil post-test dapat disimpulkan bahwa, sebagian besar peserta merasakan perubahan positif setelah melakukan Art Therapy ini. Kunjungan ini merupakan salah satu wahana inspirasi dan pemberdayaan bagi Komunitas Difabel serta menjadi tonggak penting dalam menghadirkan perubahan positif dan kemandirian bagi masyarakat.