Dosen Psikologi UMBY Bekali Orang Tua Strategi Bangun Karakter Anak Tangguh
24 Apr 2026
60
by Fitriana Fitriana

Dosen Fakultas Psikologi Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY), Jelang Hardika, M.Psi., Psikolog, menekankan pentingnya peran keluarga sebagai fondasi utama pembentuk karakter anak. Hal tersebut disampaikannya dalam seminar parenting bertajuk "Anak Tangguh dan Percaya Diri Dimulai Dari Rumah", Rabu (22/4/2026). Seminar ini dilaksanakan secara daring melalui Zoom dan diikuti oleh 40 orang tua binaan.

Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bekerja sama dengan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Yogyakarta. Dalan kegiatan ini, Jelang Hardika, M.Psi., Psikolog sebagai Ketua PkM sekaligus narasumber utama, dengan Dr. Martaria Rizky Rinaldi, M.Psi., Psikolog sebagai anggota.

Dalam pemaparannya, Jelang menjelaskan bahwa cara orang tua berinteraksi dengan anak sehari-hari memiliki dampak jangka panjang terhadap pembentukan self-esteem dan resiliensi anak.
“Rumah adalah tempat pertama anak belajar tentang dirinya. Dari cara orang tua berbicara dan merespons, anak mulai membentuk keyakinan apakah dirinya berharga dan mampu,” jelasnya.

Ia juga menekankan pentingnya komunikasi yang afirmatif dalam pengasuhan. Menurutnya, kata-kata yang digunakan orang tua akan menjadi “suara batin” anak di masa depan.
“Setiap kalimat yang kita ucapkan sebenarnya sedang menulis cerita di benak anak. Karena itu, penting bagi orang tua untuk menggunakan bahasa yang menguatkan, bukan melemahkan,” tambah Jelang.

Selain itu, Jelang menjelaskan bahwa anak yang tangguh bukanlah anak yang tidak pernah mengalami kesulitan, tetapi anak yang mampu bangkit dari kegagalan. Oleh karena itu, peran orang tua bukan melindungi anak dari masalah, melainkan membekali mereka dengan kemampuan menghadapi tantangan secara sehat.

Kegiatan berlangsung interaktif dengan antusiasme tinggi dari peserta. Hal ini terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan, mulai dari cara membangun kedekatan emosional dengan anak yang sudah dewasa, strategi menghadapi anak yang mudah marah dan frustrasi, hingga bagaimana menjaga konsistensi komunikasi agar membentuk suara batin yang positif pada anak.

Salah satu peserta, Alifia Intan H. (Bantul), mengaku mendapatkan wawasan baru dari kegiatan ini. “Materinya sangat relate dengan kehidupan sehari-hari sebagai orang tua. Saya jadi lebih paham bahwa peran keluarga sangat besar dalam membentuk karakter anak, dan banyak hal kecil yang ternyata berdampak besar,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, Fakultas Psikologi UMBY berupaya menjembatani ilmu psikologi akademis dengan kebutuhan praktis masyarakat. Program ini sekaligus menjadi bukti komitmen universitas dalam mendukung tumbuh kembang anak yang sehat secara emosional melalui edukasi berbasis ilmiah.