Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Mercu Buana Yogyakarya (FE UMBY) mengadakan pengabdian kepada masyarakat (PkM) kepada kelompok Jamu Seruni Putih. Kelompok ini beralamat di padukuhan Sengon Karang, Argomulyo, Sedayu, Bantul, D.I. Yogyakarta. Tim PkM diketuai oleh Shadrina Hazmi, SE., M.Sc., dengan anggota Yetti Lutiyan Suprapto, M.Sc., dan berkolaborasi dengan Dr. Seflidiana Roza, SE., MM. dari Universitas Mahaputra Muhammad Yamin (UMMY) Solok.
Selama ini kelompok Jamu Seruni Putih memasarkan produk jamu dengan berkeliling di sekitar desa dan pasar tradisional dengan sepeda onthel ataupun sepeda motor. Selain itu, produk jamu yang dihasilkan masih dominan jamu dalam bentuk cair, yang hanya bisa bertahan 1 hari atau 3 hari dalam lemari pendingin. Berawal dari hal tersebut, tim PkM UMBY melakukan pendampingan dan pelatihan terhadap kelompok jamu Seruni Putih.
“Kami menilai kelompok Jamu Seruni Putih berpotensi untuk memperluas pasar melalui saluran pemasaran online maupun offline untuk meningkatkan kesejahteraan kelompok. Namun untuk saat ini, kami fokus pada peningkatan pemasaran secara offline terlebih dahulu. Inisiatif ini dipilih berdasarkan kesiapan anggota,” jelas Shadrina Hazmi.
Yetti Lutiyan Suprapto menguraikan bahwa optimalisasi pemasaran offline dilakukan melalui dua strategi yaitu penawaran produk by order ke organisasi (perkantoran, event organizer, catering, dll) dan b to b dengan sistem makloon, serta yang kedua perluasan pengenalan brand Seruni Putih melalui konsinyasi ke toko oleh-oleh, outlet souvenir, dll. Strategi pertama dilanjutkan dengan pembuatan logo, label produk, dan proposal kerjasama penyediaan produk jamu.
Sedangkan untuk penerapan strategi kedua, tim PkM menggandeng Anneke Putri Purwiayantari dari PT. Ramu Padu Nusantara sebagai narasumber untuk menjelaskan terkait inovasi produk jamu yang lebih tahan lama. Pelatihan inovasi produk kelompok jamu Seruni Putih dilaksanakan di rumah ketua kelompok Jamu Seruni Putih pada Kamis (18/07/24). Pelatihan diikuti oleh 21 orang anggota kelompok Jamu Seruni Putih. Anneke Putri menjelaskan cara peracikan rempah minuman herbal yaitu jahe, lemon, dan sereh yang dikeringkan kemudian dijadikan dalam bentuk tisane (minuman seperti teh celup). Anneke juga membagikan kisah perjalanan bisnis minuman rempah yang sudah ditekuni sejak tahun 2019 hingga kini, termasuk strategi penjualannya.
Ketua kelompok Jamu Seruni Putih, Giyat, sangat mengapresiasi kegiatan yang mengundang praktisi minuman herbal. Giyat menambahkan bahwa pendampingan ini memberi tambahan pengetahuan dan meningkatkan motivasi para anggota jamu untuk lebih bersemangat memasarkan dan mengembangkan produk kelompok Jamu Seruni Putih.