Dosen BK UMBY Paparkan Pentingnya Penanaman Karakter Pada Generasi Strawberry
20 Feb 2024
401
by Farida Dian Farida Dian

Generasi muda sering kali dipengaruhi oleh media sosial, teknologi, dan globalisasi dalam membentuk identitas dan gaya hidup mereka. Ini dapat mencakup minat dalam hal-hal seperti fashion, musik, film, makanan, dan gaya hidup sehat, bahkan karier. Generasi muda di Indonesia yang sering disebut generasi Z merupakan kelompok demografis yang lahir sekitar pertengahan hingga akhir 1990-an hingga awal 2010-an. Mereka adalah generasi yang tumbuh di tengah perkembangan teknologi digital yang pesat, termasuk internet dan media sosial. Generasi Z Indonesia cenderung mengekspresikan diri mereka melalui kreativitas, baik dalam bentuk seni, musik, atau gaya pribadi. Mereka sering mengekspresikan kepribadian mereka melalui platform media sosial dan konten digital. 

Namun ditengah kreativitas dan kemajuan digital generasi Z mempunyai tantangan yang cukup serius. Generasi muda mungkin menghadapi tekanan dari berbagai sumber seperti pendidikan, pekerjaan, hubungan sosial, dan media sosial yang dapat mempengaruhi kesehatan mental dan emosional mereka. Selain itu, penggunaan yang berlebihan terhadap teknologi dan media sosial dapat meningkatkan risiko masalah kesehatan mental seperti kecemasan, depresi, dan isolasi sosial di kalangan generasi muda. Hal tersebut juga berkaitan dengan perubahan dalam lingkungan sosial dan ekonomi yang dapat menciptakan ketidakpastian dan stres. Bagi generasi muda yang mencoba menavigasi masa transisi dari pendidikan ke dunia kerja, khususnya kecemasan menghadapi karier atau pekerjaan setelah menempuh pendidikan SMA maupun  kuliah. Masalah-masalah yang ada pada generasi Z tersebut diibaratkan dengan generasi Strawberry. Generasi yang kreatif dan inovatif namun mudah sakit hati atau kurang mengontrol emosi.

Pada Senin, 19 Febuari 2024, dosen Bimbingan dan Konseling (BK) Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY), Abdul Hadi, M.Pd. menjadi pembicara dalam kegiatan kuliah umum bertema “Menghadapi Generasi Strawberry dalam Kesiapan Karier di Era Industry 5.0”. Kuliah umum ini di selenggarakan oleh IKIP PGRI Wates di auditorium IKIP PGRI dengan dihadiri 200 mahasiswa prodi BK.

Dalam pemaparannya, Abdul Hadi berpandangan bahwa generasi strawberry merupakan salah satu generasi yang kreatif ditengah kemajuan media dan segala bentuk kemudahannya, namun rentan sakit hati. 

“Di era 5.0 diperlukan karakter yang memiliki mekanisme pertahanan diri (self-defense mechanism) atau kekuatan mental agar tidak mudah rapuh menghadapi segala permasalahan   pribadi, sosial dan karier. Selain itu   penting juga menanamkan pola asuh, manajemen diri dan feedback social. Dengan ketiga model penanaman tersebut diharapkan generasi Z yang lekat sekali dengan istilah generasi strawberry siap menghadapi tantangan karier di era 5.0,” jelasnya.

Hadir dalam kuliah umum tersebut, Kapordi BK Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) IKIP PGRI Wates, Endah Rahmawati, M.Pd. Ia menyampaikan dengan adanya  penguatan karakter generasi Z melalui mekanismen pertahanan diri dan manajemen diri diharapkan generasi Z tidak mudah larut dalam kesedihan yang seharusnya dapat diatasi sesuai dengan kemampuan sehingga tidak ada masalah dalam menghadapi kariernya. 

Selain itu Dekan FKIP IKIP PGRI Wates, Drs. Geyol Sugiyanto, M.Si , berharap  kuliah umum terkait generasi Z yang lekat dengan istilah strawberry perlu diadakan secara berkelanjutan dan ditekankan lebih mendalam pada mahasiswa, khususnya prodi BK IKIP PGRI Wates sebagai calon guru yang berhadapan langsung dengan para generasi muda yang akan datang.