Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Himpunan Mahasiswa Pendidikan Matematika (HIMATIKA) Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) resmi meluncurkan program pemberdayaan masyarakat di Kalurahan Sidoharjo Kecamatan Samigaluh Kulon Progo. Mengusung konsep KAFE LENTERA (Literasi, Edukasi, dan Wirausaha), program ini hadir sebagai respons atas tingginya angka kecanduan gawai pada anak, sekaligus dorongan untuk menguatkan ekonomi warga setempat.
Program yang akan berjalan pada periode Juni hingga Oktober 2026 ini diawali dengan sosialisasi di Balai Kalurahan Sidoharjo, pada Jumat (12/06/2026). Kegiatan tersebut dihadiri sekitar 30 perwakilan elemen masyarakat, mulai dari Lurah Sidoharjo Umari, perangkat kalurahan, Karang Taruna, ibu-ibu PKK, pengelola perpustakaan desa, hingga guru-guru sekolah dasar dan menengah. Selain itu, turut hadir Biro Kemahasiswa UMBY, Ir. Reo Sambodo, MMA., serta dosen pembimbing PPK Ormawa, Nafida Hetty Marhaeni, S.Pd., M.Pd.
Ketua Tim PPK Ormawa HIMATIKA, Fira Febianti, menjelaskan bahwa Sidoharjo dipilih berdasarkan hasil observasi mendalam mengenai kebutuhan warga akan penguatan budaya literasi, peningkatan kapasitas diri, dan keterampilan kewirausahaan.
"Kalurahan Sidoharjo memiliki potensi sumber daya manusia dan dukungan pemerintah yang kuat. Tantangan utama saat ini adalah tingginya tingkat ketergantungan anak-anak terhadap gawai yang membuat mereka kurang produktif. Kami ingin menyediakan ruang belajar interaktif agar mereka dapat mengembangkan kemampuan akademik, kreativitas, dan keterampilan sosial," urai Fira.
Dalam pemaparannya, tim mengurai konsep KAFE LENTERA sebagai pusat pembelajaran berbasis edupreneurship yang mengintegrasikan literasi, edukasi digital, dan kewirausahaan. Konsep ini dieksekusi melalui tiga pilar utama yang dipresentasikan oleh masing-masing koordinator. Pojok Literasi Numerasi dipaparkan Wanda Camidah, pojok ini menyasar siswa SD dan SMP dengan metode belajar yang menyenangkan. Kegiatannya meliputi permainan numerasi, pendampingan membaca, menulis, berhitung (calistung), puzzle matematika, hingga story telling guna meningkatkan daya berpikir kritis anak.
Kemudian, Pojok Wirausaha Digital yang dijelaskan Tantri Resti Sabelila. Kegiatan ini menggandeng remaja Karang Taruna untuk meningkatkan literasi digital dan insting bisnis. Pelatihan mencakup branding, pengemasan (packaging), pembuatan media promosi, hingga strategi pemasaran media sosial.

Selanjutnya, Pojok Edukasi Wirausaha yang diuraikan Dita Purwaningsih. Rencananya program ini melibatkan ibu-ibu PKK untuk menggali potensi ekonomi lokal. Dimulai dari inovasi produk, pelatihan kemasan, hingga evaluasi kualitas, dengan target melahirkan produk unggulan desa yang berdaya saing tinggi di pasar.
Program ini menuai antusiasme dari para peserta sosialisasi. Marmi, salah satu guru sekolah dasar di Sidoharjo, menilai KAFE LENTERA adalah jawaban atas keresahan para guru dan orang tua.
"Program ini menjadi alternatif konkret untuk mengalihkan anak dari penggunaan gawai yang berlebihan. Kami sangat bersyukur karena ini akan membangun generasi dengan budaya literasi tinggi," ungkapnya.
Apresiasi senada datang dari Lurah Sidoharjo, Umari. Ia menegaskan bahwa inisiatif mahasiswa UMBY sangat relevan dengan kebutuhan desa.
"Kami menyambut baik dan berharap kolaborasi ini memberi manfaat jangka panjang, serta menjadi langkah awal membangun generasi muda Sidoharjo yang lebih cerdas, kreatif, dan berkarakter," tutur Umari.
Dosen Pembimbing PPK Ormawa UMBY, Nafida Hetty Marhaeni, S.Pd., M.Pd., menambahkan bahwa kegiatan ini adalah wujud nyata implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi. Mahasiswa tidak sekadar menyerap ilmu di kampus, tetapi dilatih memecahkan persoalan riil di akar rumput.
"Program yang dirancang HIMATIKA tidak hanya fokus pada akademik, tapi juga penguatan kapasitas masyarakat secara berkelanjutan. Kami berharap ini menjadi role model sinergi apik antara perguruan tinggi dan desa dalam mewujudkan pembangunan berbasis literasi," tutup Nafida.
