UMBY Investment Summit 2026 Dorong Literasi dan Strategi Investasi Generasi Muda
09 Jan 2026
605
by Farida Dian Farida Dian

Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) melalui Fakultas Ekonomi dan Galeri Investasi Bursa Efek Indonesia (GI BEI) UMBY kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan literasi pasar modal dengan menyelenggarakan “UMBY Investment Summit 2026: Sekolah Pasar Modal Lanjutan”, pada Sabtu, 20 Desember 2025. Bertempat di Auditorium Kampus 3 UMBY, acara ini mengusung tema “Strategi Investasi 2026: Mulai Perjalanan Investasi Anda”. Kegiatan ini diikuti oleh 280 peserta yang terdiri dari mahasiswa, dosen dan umum. Peserta sangat antusias untuk memperdalam pemahaman investasi di pasar modal Indonesia.

Dekan Fakultas Ekonomi UMBY, Dr. Hasim As’ari, SE., MM, dalam testimoninya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari strategi fakultas untuk mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga melek finansial. “Seminar Pasar Modal ini menjadi wadah penting untuk membekali mahasiswa dan generasi muda dengan pemahaman investasi yang benar, rasional, dan beretika. Kami berharap kegiatan ini mampu membentuk investor cerdas yang berkontribusi bagi perekonomian nasional,” ujarnya.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Galeri Investasi UMBY, Ika Wulandari, SE., MM, menegaskan bahwa penyelenggaraan Sekolah Pasar Modal Lanjutan ini merupakan upaya berkelanjutan dalam mendukung program literasi dan inklusi keuangan. “Melalui kolaborasi dengan KSEI dan perusahaan sekuritas, kami ingin memastikan peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga praktik investasi yang aman dan berkelanjutan,” jelasnya.

Seminar ini menghadirkan narasumber kompeten, yaitu Ruth Yendra, Kepala Unit Edukasi Layanan Jasa Investor KSEI, dan Kusuma Kampita S., Kepala Kantor Cabang PT Phintraco Sekuritas Yogyakarta, dengan moderator Eno Casmi, SE., MBA., QPW., dosen UMBY.

Ruth Yendra menyoroti pentingnya pemahaman infrastruktur pasar modal serta perlindungan investor. “Investor perlu memastikan bahwa seluruh aktivitas investasi dilakukan melalui lembaga resmi dan terdaftar. KSEI terus mendorong edukasi agar masyarakat memahami Single Investor Identification (SID), keamanan aset, serta pentingnya literasi sebelum mulai berinvestasi,” ungkapnya. Menurutnya, literasi yang baik akan membantu investor terhindar dari praktik investasi ilegal dan meningkatkan kepercayaan terhadap pasar modal Indonesia

Sementara itu, Kusuma Kampita S. dari PT Phintraco Sekuritas Yogyakarta dalam pemaparannya menjelaskan secara praktis mengenai trading saham serta tips memilih saham yang tepat, khususnya bagi investor pemula. “Investor perlu memahami tujuan investasinya terlebih dahulu, apakah untuk jangka pendek melalui trading atau jangka panjang melalui investasi. Selain itu, pemilihan saham harus didasarkan pada fundamental perusahaan, likuiditas, serta manajemen risiko, bukan sekadar ikut tren,” jelasnya. Ia juga menekankan pentingnya disiplin dan pengendalian emosi dalam aktivitas trading agar investor terhindar dari keputusan yang spekulatif.

Ketua Kelompok Studi Pasar Modal (KSPM) UMBY, Dina Karista, menyampaikan apresiasinya atas tingginya partisipasi peserta. “Antusiasme peserta menunjukkan bahwa minat generasi muda terhadap investasi semakin meningkat. Kegiatan ini menjadi motivasi bagi kami di KSPM untuk terus menghadirkan program edukatif yang relevan dengan kebutuhan mahasiswa,” ungkapnya.

Salah satu peserta pelatihan, Dwi Kurniani, mengaku mendapatkan banyak wawasan baru dari seminar ini. “Materi yang disampaikan sangat aplikatif dan mudah dipahami. Saya menjadi lebih percaya diri untuk memulai investasi dengan strategi yang tepat dan tidak mudah terjebak pada risiko yang tidak dipahami,” tuturnya.  

Melalui kegiatan ini, UMBY berharap dapat terus berperan aktif dalam mencetak generasi investor yang cerdas, kritis, dan bertanggung jawab di era ekonomi digital.