UMBY Gelar Syawalan Bersama MGBK SMA/MA Sleman, Perkuat Sinergi dan Harmoni Pendidikan
02 Apr 2026
119
by Farida Dian Farida Dian

Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) menyelenggarakan kegiatan Syawalan dengan mengundang Musyawarah Guru Bimbingan dan Konseling (MGBK) SMA/MA Kabupaten Sleman pada hari Rabu (1/4/2026). Mengusung tema “Semangat Idul Fitri Membangun Sinergi dan Harmoni”, agenda ini dihadiri oleh 70 guru BK dan dilangsungkan di Auditorium Kampus 3 UMBY. Tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk mempererat silaturahmi antar guru BK SMA/MA se-Kabupaten Sleman, sekaligus membangun sinergi dan harmoni dalam pelaksanaan layanan bimbingan dan konseling di sekolah.

Acara dibuka oleh Kepala Biro Kerja Sama, Humas dan Keprotokolan UMBY, Widarta, S.E., M.M., CDMP., yang turut mengapresiasi terselenggaranya kegiatan ini sebagai wadah memperkuat kolaborasi dan kebersamaan di lingkungan MGBK.

“Efek dari berbagai kebijakan diharapkan mampu tetap hadir untuk membawa pendidikan yang lebih baik, salah satunya melalui kesempatan berkuliah di UMBY,” ujarnya.

Ketua MGBK SMA/MA Kabupaten Sleman, Eko Yulianto, M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan harapan agar momentum Idul Fitri menjadi ajang untuk saling memaafkan serta mempererat tali silaturahmi antar sesama guru BK. Ia juga menekankan pentingnya menjaga kebersamaan dan meningkatkan sinergi dalam memberikan layanan terbaik kepada peserta didik.

“Semoga nantinya (MGBK) semakin solid dan kerja sama sinergi dalam penerimaan mahasiswa baru semakin intens dan meningkat,” harap Eko.

Sementara itu, Dra. Nur Farida Wijayanti, M.Pd., selaku Pengawas MGBK, dalam arahannya menekankan bahwa kesuksesan siswa tidak hanya ditentukan oleh pendidikan di Perguruan Tinggi Negeri (PTN). Perguruan Tinggi Swasta (PTS) juga memiliki peluang dan potensi besar yang perlu dimanfaatkan secara optimal. Pesan ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi guru BK dalam membimbing siswa-siswi agar mampu melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi dan meraih kesuksesan.

“Pemilihan jurusan bagi siswa juga menjadi hal penting, baik yang didasari oleh andil pilihan orang tua maupun yang lahir dari keinginan siswa itu sendiri. Membangun cinta budaya untuk peningkatan kualitas akan bermuara pada kemajuan pendidikan di Indonesia,” ungkapnya.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan tausiyah oleh Bayu Satriyo, M.Psi., yang memberikan pencerahan terkait makna Idul Fitri sebagai momentum untuk memperbaiki diri, mempererat ukhuwah, serta meningkatkan keikhlasan dalam menjalankan tugas sebagai pendidik.

Melalui kegiatan Syawalan ini, diharapkan terjalin hubungan yang semakin solid antar anggota MGBK serta lahirnya semangat baru dalam memberikan pelayanan yang profesional, humanis, dan berorientasi pada masa depan peserta didik. Acara ditutup dengan doa bersama dan tradisi saling bersalaman sebagai simbol memaafkan dalam suasana Idul Fitri yang penuh kehangatan.