Perluas Jejaring Global, Peternakan UMBY Gandeng Capiz State University Filipina Gelar Kuliah Internasional
22 Jan 2026
323
by Fitriana Fitriana

Program Studi Peternakan, Fakultas Agroindustri, Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) kembali memperluas jejaring internasionalnya. Kali ini, UMBY menggandeng Capiz State University (CAPSU) Filipina dalam gelaran International Collaboration Lecture on Animal Science, Selasa (13/1/2026). Kegiatan berlangsung di Conference Room Dumarao Satellite College, CAPSU secara hybrid karena diikuti oleh mahasiswa serta dosen dari kedua institusi.

Kuliah tamu internasional ini merupakan bagian dari komitmen UMBY dalam mendukung internasionalisasi pendidikan tinggi, khususnya di bidang peternakan dan ilmu ternak. Melalui forum akademik ini, UMBY dan CAPSU mendorong terjadinya pertukaran pengetahuan, pengalaman, serta perspektif global terkait pengembangan peternakan yang berkelanjutan dan berbasis kearifan lokal.

Dosen Program Studi Peternakan UMBY, Noor Rizky Irmasari Hasibuan, S.Pt., M.Sc., hadir sebagai pembicara dengan memaparkan materi “Improving Nutrient Utilization in Broiler: The Role of Bile Acids”. Dalam paparannya, Irmasari menjelaskan peran penting asam empedu dalam meningkatkan efisiensi nutrisi pada ayam broiler, khususnya dalam mendukung kinerja pencernaan lemak, pertumbuhan, serta efisiensi pakan.

“Asam empedu berperan langsung dalam proses pencernaan dan penyerapan lemak. Ini berdampak pada peningkatan ketersediaan energi, pertumbuhan ayam broiler, serta perbaikan feed conversion ratio (FCR),” jelas Irmasari.

Ia menekankan pentingnya pendekatan nutrisi berbasis sains untuk mendukung produktivitas ternak secara optimal dan berkelanjutan, terutama di tengah tantangan efisiensi pakan dan biaya produksi yang semakin meningkat.

Sementara itu Maryneth B. Barrios, PhD, dosen Capiz State University menguraikan materi “Darag Native Chicken: A Resilient Poultry Breed for Smart and Sustainable Agriculture”. Dr. Barrios memperkenalkan ayam Darag sebagai salah satu unggas lokal unggulan Filipina yang memiliki ketahanan tinggi terhadap lingkungan tropis, kemampuan adaptasi yang baik, serta potensi besar untuk dikembangkan dalam sistem peternakan berkelanjutan.

Menurutnya, ayam lokal harus dilestarikan dan dikembangkan sebagai bagian dari upaya menjaga keanekaragaman hayati, ketahanan pangan, serta pemberdayaan peternak lokal.

Kaprodi Peternakan UMBY, Ir. Niken Astuti, MP., mengatakan bahwa pertukaran pengetahuan antar negara ini memberikan wawasan komparatif yang memperkaya pemahaman peserta mengenai pengembangan unggas lokal di kawasan Asia Tenggara.

“Pemahaman ilmu ternak secara global ini menjadi bekal mahasiswa ketika nantinya mereka terjun ke dunia kerja,” pungkas Niken.