Perkuat Literasi Digital, FIKOMM UMBY Gelar Yogyakarta Youth Forum 2025 dan Kukuhkan Duta Literasi Pelajar
19 Jan 2026
296
by Farida Dian Farida Dian

Fakultas Ilmu Komunikasi dan Multimedia (FIKOMM) Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) sukses menyelenggarakan Yogyakarta Youth Forum 2025 pada Sabtu, 10 Januari 2026. Bertempat di Auditorium Kampus 3 UMBY, acara ini menjadi ajang kolaborasi strategis antara akademisi, organisasi masyarakat, dan pelajar untuk membangun ekosistem digital yang sehat. Acara dihadiri sekitar 200 peserta yang terdiri dari siswa SMA/SMK se-DIY dengan di dampingi guru BK masing-masing.

Mengusung tema “The Next Digital Leader: Transformasi Literasi untuk Masa Depan Negeri,” kegiatan ini mengintegrasikan tiga agenda utama yakni edukasi literasi digital, pengukuhan duta literasi pelajar, dan kompetisi kreatif nasional.

Bekerja sama dengan Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo), forum ini membekali siswa SMA/SMK se-DIY dengan pengetahuan praktis tentang cara mengenali berita bohong (hoaks), memahami pola disinformasi, serta melakukan verifikasi informasi secara mandiri di ruang digital. Materi disampaikan oleh Fitria Indri Kesumawati, S.Psi., Koordinator Wilayah Mafindo Yogyakarta. Dalam pemaparannya, Fitria menekankan pentingnya mempelajari hoaks dan etika di media sosial.

“Dampak hoaks yang beredar dapat membuat masyarakat terpecah belah, social trust menurun, masyarakat menjadi irasional dan melemahnya wibawa pemerintah. Ditambah lagi dengan semakin berkembangnya teknologi AI saat ini, membuat konten hoaks semakin mudah dibuat dan disebarkan. Maka diharapkan generasi muda saat ini bisa lebih kritis memilih dan memilah konten mana yang hoax dan yang fakta,” ungkapnya.

Dekan FIKOMM UMBY, Dr. Didik Haryadi Santoso, S.I.Kom.I., M.A., mengapresiasi penyelenggaraan Yogyakarta Youth Forum yang melibatkan siswa SMA dan SMK se-DI Yogyakarta. Menurutnya, kegiatan ini menjadi ruang strategis untuk memperkuat kecakapan digital, kemampuan berpikir kritis, serta etika berkomunikasi generasi muda di tengah arus informasi yang semakin cepat dan kompleks.

“Literasi digital, tidak hanya berkaitan dengan penggunaan teknologi, tetapi juga kemampuan memilah informasi, memproduksi konten secara bertanggung jawab, serta berpartisipasi positif di ruang digital. Melalui forum ini, FIKOMM UMBY berharap dapat berkontribusi dalam melahirkan generasi muda Yogyakarta yang cerdas, kreatif, dan berintegritas,” tuturnya.

Dalam kesempatan tersebut, FIKOMM UMBY bersama Digitalliteracy.id secara resmi mengukuhkan perwakilan siswa SMA/SMK se-DIY sebagai Duta Literasi Digital. Setiap sekolah mengirimkan dua delegasi yang dipersiapkan menjadi garda terdepan dalam menyebarkan konten positif di lingkungan sekolah masing-masing. Azzahra Cahyu Akbarilla dari SMA Angkasa Adisudjipto dan Sabrang Damar Mowo Panuluh dari MAN 3 Sleman menjadi perwakilan Duta Literasi yang dikukuhkan.

Azzahra berpesan pada generasi muda untuk bijak dalam bermedia sosial dan tidak menyalahgunakannya untuk hal-hal yang merugikan. “Sangat penting bagi kita semua untuk selalu menyaring setiap informasi yang didapatkan dengan mengecek sumber aslinya, sehingga informasi yang disebarkan benar-benar valid dan memberikan dampak positif bagi masyarakat,” ujarnya.

Dr. Didik berharap para duta literasi ayng terpilih dapat menjadi agen perubahan yang mampu menciptakan budaya bermedia yang sehat dan berintegritas. Selain pengukuhan, para siswa juga mendapatkan pelatihan public speaking untuk memperkuat kapasitas komunikasi mereka di ruang publik.

FIKOMM UMBY juga memperkenalkan Program Pre-University. Inovasi ini memungkinkan siswa merasakan atmosfer perkuliahan. Peserta diajak berinteraksi langsung dengan dosen dan mencoba fasilitas multimedia guna memberikan gambaran nyata dunia akademik sebelum mereka menentukan pilihan studi. Pendekatan experiential learning ini memberikan nilai tambah yang signifikan, karena peserta tidak hanya memperoleh gambaran tentang dunia perkuliahan, tetapi juga mengalami secara langsung proses belajar sebagai mahasiswa komunikasi yang kreatif dan kritis terhadap fenomena digital.

Masih dalam rangkaian acara ini juga menghadirkan National Student Competition yang diikuti oleh peserta dari 55 sekolah di seluruh Indonesia. Kompetisi ini mempertandingkan tiga kategori populer yang relevan dengan tren masa kini yaitu Fotografi, Vlog dan Tiktok.

Lomba ini secara khusus ditujukan bagi siswa dan siswi SMA/SMK/sederajat dengan mengusung konsep karya bebas. Meski demikian, seluruh karya yang dikirimkan tetap harus menjunjung tinggi nilai kesopanan, etika, serta tidak mengandung unsur SARA, kekerasan, maupun pornografi.

Ketua Panitia, Ikhsan Fauzi Adha, M.I.Kom., menyatakan kebanggaannya atas kualitas karya yang dihasilkan para peserta. "Kompetisi ini membuktikan bahwa Yogyakarta Youth Forum berhasil menjadi wadah produktif bagi kreativitas digital siswa, sekaligus memperkenalkan dunia komunikasi secara lebih mendalam kepada calon mahasiswa," ungkapnya.

Kegiatan yang juga merupakan bagian dari rangkaian Dies Natalis UMBY ini diharapkan dapat melahirkan generasi muda Yogyakarta dan Indonesia yang tidak hanya cerdas secara teknologi, tetapi juga kritis, kreatif, dan adaptif terhadap tantangan masa depan.