Prodi Peternakan Fakultas Agroindustri Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) dan Universiti Pendidikan Sultan Idris (UPSI) Malaysia kembali berkolaborasi pada pengabdian internasional atau Joint Community Service (JCS). Pengabdian ini diketuai oleh Ir. Niken Astuti, MP., dengan beranggotakan Ir. Fx. Suwarta, MP., Dr. Ir. Sri Hartati Candra Dewi, M.Si ., dan Ir. Lukman Amin, MP., serta Dr. Fazhana Ismail dari UPSI Malaysia. Program pengabdian ini dilakukan selama 8 bulan dimulai dari bulan April 2024 sampai dengan November 2024. Program kegiatan pengabdian dibagi dalam tiga tahap kegiatan yaitu persiapan dan koordinasi, penerapan ipteks, dan evaluasi serta monitoring.
Niken menjelaskan pengabdian ini untuk memberdayaan masyarakat kelompok ternak ayam kampung yaitu dalam penerapan integrasi antara ayam kampung, tanaman empon-empon dan sayuran pada Anggota Binaan Koperasi CU Cindelaras Tumangkar.
“Kami menggandeng Koperasi CU Cindelaras Tumangkar sebagai mitra pemberdayaan. Harapannya dapat meningkatkan pengetahuan tentang manajemen budidaya ayam kampung dalam hal pakan, kesehatan ternak, dan pemasaran, buddidaya tanaman empon empon dan sayuran sehingga integrasi ini menambah pendapatan anggota kelompok peternak ayam kampung binaan CU Cindelaras Tumangkar,” urai Niken.
Penerapan integrasi tanaman empon-empon, sayuran dan ayam kampung dilakukan pada Minggu, 27 Oktober 2024 bertempat di Dusun Puluhan, Desa Sumberarum, Kecamatan Moyudan, Kabupaten Sleman, DIY. Penyuluhan dan pelatihan pengabdian ini dilakukan secara hybrid melalui zoom meeting yang diikuti oleh 10 orang anggota kelompok peternak ayam kampung sedangkan tim pengabdi UMBY melakukan pelatihan secara langsung. Program terakhir berupa evaluasi dan monitoring kegiatan pengabdian yang akan dilaksanakan pada akhir bulan November 2024.
Anggota tim UMBY, Ir. FX Suwarta, M. P., menambahkan, kematian ayam kampung yang masih tinggi disebabkan karena ternak dipelihara secara tradisional belum menerapkan manajemen kesehatan yang baik sehingga produktifitas serta pertumbuhan berat badan ayam rendah.
“Model pemeliharaan ayam kampung yang baik dengan cara semi intensif artinya dengan mengandangkan, memberikan vaksinasi, dan menggunakan pakan yang mutunya baik serta menerapkan manajemen kesehatan,” tandasnya.
Guna menjaga kesehatan ternak, anggota kelompok dikenalkan dengan berbagai macam tanaman herbal oleh anggota tim pengabdian, Ir. Lukman Amin, MP. Contoh tanaman herbal yaitu jahe, serai, lengkuas, kencur, kunyit, serei dan temulawak. Dijelaskan lebih lanjut, empon empon jahe mengandung Zingeron yang berguna untuk mengobati penyakit yang disebabkan oleh bakteri, kencur mengandung ethyl–p-methoxy-cinamate untuk menghambat pertumbuhan jamur dan serei mengandung sitral yang berfungsi sebagai anti mikroba.
Pelatihan budidaya tanaman empon-empon yaitu jahe merah dan sayuran diberikan oleh Dr.Ir. Sri Hartati Candra Dewi, M.Si. Candra Dewi menegaskan penerapan integrasi tanaman herbal dengan budidaya ayam kampung sebagai feed additive yaitu sebagai antioksidan dan anti bakteri yang dapat digunakan untuk meningkatkan daya tahan tubuhnya.
Sedangkan Dr. Fazhana Ismail, tim pengabdian dari UPSI, menjelaskan tentang pengenalan dan potensi ayam kampung di Malaysia dari sistem pemeliharaan, manajemen pakan sampai teknik pemasaran termasuk didalamnya packing produk ayam kampung agar menarik konsumen. Di Malaysia pengelolaan pemeliharaan ternak berbeda dengan di Indonesia. Pemeliharaan ternak di Malaysia sudah menerapkan pemilihan bibit ayam kualitas baik yang disebut dengan Ayam Kacukan yaitu ayam hasil persilangan antara ayam kampung jantan dengan ayam penelur komersial betina. Kelebihan dari ayam ini dibandingkan dengan ayam kampung adalah produksi telur yang jumlahnya lebih banyak dan ukurannya lebih besar, bobot badan yang lebih besar (1,7 – 2 kg) dibanding ayam kampung (1,2-1,5 kg), lebih tahan penyakit dan dapat dipasarkan lebih cepat (3 -3,5 bulan).
Manajer Koperasi Cindelaras Tumangkar, Sudarwanto mengungkapkan pengetahuan yang diperoleh dari UMBY dan UPSI dalam hal pemilihan bibit ayam yang baik, pemeliharaan ayam secara intensif, dan cara pemasaran tidak hanya mengandalkan penjualan dalan bentuk ternak hidup tetapi sudah dalam produk yang siap pakai seperti daging ayam giling, sosis dan burger ayam merupakan pengetahuan baru yang memungkinkan untuk diterapkan dalam budidaya ayam kampung oleh anggota kelompok binaan koperasi Cindelaras Tumangkar dengan harapan pendapatan peternak semakin bertambah.
Pada kesempatan tersebut tim pengabdian menyerahkan bantuan kepada anggota kelompok berupa ayam kampung sebanyak 50 ekor beserta sarananya yaitu pakan ayam. Selain itu juga diserahkan 30 tanaman jahe merah dan 20 tanaman sayuran cabai sebagai sarana implementasi kegiatan ini dengan harapan nantinya ternak ayam yang dibudidayakan akan berkembang menjadi lebih banyak sekaligus diintegrasikan dengan tanaman jahe merah dan cabai sehingga akan menambah atau meningkatkan pendapatan peternak.