Kegiatan Kuliah Kerja Nyata-Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) adalah kegiatan yang mendorong mahasiswa untuk memiliki rasa kepedulian dan ikut andil dalam membuat perubahan dilingkungan sekitarnya. KKN-PPM merupakan kegiatan wajib yang harus diikuti oleh mahasiswa Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) dimana dilaksanakan secara kelompok di daerah yang memiliki masalah dengan perkembangan potensi didaerahnya, oleh karena itu mahasiswa harus mampu bersinergi dengan masyarakat daerah yang menjadi lokasi Kuliah Kerja Nyata-Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) untuk mengembangkan daerah tersebut.
Desa Purwosari, Kecamatan Kranggan, Kabupaten Temanggung Provinsi Jawa Tengah adalah lokasi KKN kelompok 13 UMBY, karena ada salah satu perwakilan mahasiswa yang berada di lokasi tersebut sehingga lebih mudah dalam koordinasi. Dibawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Bapak Ajat Sudarajat, S.Pt., M.Pt., Kelompok 13 KKN-PPM UMBY dilakukan secara daring dengan menjalankan program-program yang sudah direncanakan yaitu pembuatan video, poster yang dilakukan secara langsung oleh perwakilan mahasiswa di desa tersebut.
Program yang dilaksanakan diantaranya salah satu kegiatan yang diwajibkan yaitu memberi bantuan kepada masyarakat desa/dusun berupa masker, handsanitazer, serta kebutuhan lainnya. Program lain yaitu mengenai tentang peternakan dan pertanian karena di desa tersebut sangat berpotensi sekali untuk dikembangkan. Di Desa Purwosari ini merupakan desa yang penduduknya memelihara ternak baik itu sapi, kambing, domba maupun ayam. Kelompok 13 membuat atau mempraktekan kemudian dibuat video mengenai pembuatan silase pakan ternak, pengolahan limbah peternakan, limbah rumah tangga, dan pengolahan empon-empon menjadi minuman instan . Silase dibuat bertujuan untuk mengawetkan pakan dengan cara bahan pakan di fermentasi yang dilakukan secara an aerob (tanpa udara) dengan bahan tambahan seperti EM4 sebagai starter, molases atau tetes tebu sebagai makanan mikroorganis starter, bekatul atau dedak sebagai makanan starter dan meningkatkan kualitas pakan dll. Program tentang peternakan yang lain yaitu pengolahan limbah ternak dibuat pupuk bokashi organik padat dengan bahan utama kotoran ternak. Bahan tambahan yaitu EM4 sebagai starter, bekatul dan larutan gula sebagai makanan starter. Kotoran teranak dicampur dengan bekatul kemudian disiram dengan campuran larutan air, EM4, gula, lalu difermentasi selama 1-4 minggu.
Pengolahan limbah rumah tangga yang sering dibuang oleh masyarakat dapat dimanfaatkan menjadi pupuk organik cair atau sering disebut POC sehingga bisa bermanfaat kembali. POC sangat bermanfaat sekali bagi kesuburan tanaman di desa Purwosari ini terdapat lahan pertanian sehingga POC ini bisa diaplikasikan langsung oleh para petani disana. Bahannya pun cukup sederhana yaitu Limbah rumah tangga seperti sisa sayur-sayuran, EM4, molases dan air cucian beras. Cara pembuatan sangat mudah limbah rumah tangga dipotong kecil-kecil dimasukkan kedalam wadah ditambah air cucian beras, EM4 dan molases lalu diaduk hingga merata. Kemudian tutup secara rapat kedap udara sehingga proses fermentasi berjalan baik, diamkan kurang lebih sekitar 2 minggu.
Kegiatan selanjutnya yaitu pengelolaan empon-empon menjadi minuman instan. Dikala pandemi virus Covid-19 disarankan untuk mengonsumsi bahan-bahan makanan untuk meningkatkan daya tahan tubuh, salah satunya yaitu empon-empon. KKN kelompok 13 mengajarkan bagaimana cara mengoalah empon-empon menjadi minuman instan tujuannya yaitu agar mudah dikonsumsi empon-empon secara cepat dan mudah dimanapun kita berada dengan menyeduh menggunakan air panas. Caranya mudah dengan empon-empon bisa menggunakan jahe, kunyit, kencur dll, dengan menghaluskannya dan menambahkan air lalu diambil sarinya. Kemudian dimasak dengan menambahkan gula, sereh dan air sampai mendidih, lalu aduk sampai berbentuk butiran kristal. Jika sudah menjadi butiran kristal kemudian diayak dan minuman instan sudah jadi siap dikemas dan diseduh.
Program pemanfaatan tanah pekarangan di Desa Purwosari akan di laksanakan tahun 2021, oleh karena itu, KKN-PPM kelompok 13 UMBY melakukan pelatihan berupa pembuatan Budidaya Lele Dalam Ember (BUDIKDAMBER) dan Tanaman Sayur Didalam Pot (TASAYUPOT), hal ini sejalan juga dengan kondisi lapangan, dimana mayoritas masyarakat bekerja sebagai pekerja pabrik dan di perkebunan kopi milik masyarakat itu sendiri sehingga kebutuhan akan sayuran disuplai dari luar wilayah. Kedua program ini dilakukan secara langsung diikuti oleh kelompok Tani Desa Purwosari pada tanggal 14 Agustus 2020. Pembuatan Budikdamber dilakukan menggunakan ember berukuran 50 litter dengan media tanam sayur berupa arang yang dimasukkan kedalam gelas plastik bekas yang dikaitkan pada sisi ember, sayur yang digunakan adalah sayur yang bisa hidup diatas air seperti kangkung, ember diisikan air sampai air menyentuh alas gelas plastik yang sudah diberi lubang. Diamkan selama beberapa hari, baru kemudian diisi dengan lele berukuran 10 cm sebanyak 50 ekor, kemudian diberi makan setiap hari secukupnya. Nutrisi untuk tanaman berupa kotoran dari lele. Sayur bisa dipanen setelah 2 bulan dan lele dapat dipanen setelah 3 bulan menyesuaikan kebutuhan.
Program yang dilakukan secara langsung yang kedua yaitu Tasayupot. Tasayupot adalah program penanaman sayur didalam pot. Sayur yang ditanam ada 15 jenis, diantaranya tomat, timun, sawi, bayam merah bayam hijau, pakcoy, kailan, kacang panjang, kacang buncis, kangkung, selada, caisim, dll Ditanam pada media tanam berupa tanah yang dicampur dengan pupuk dengan perbandingan 1:2 dan dimasukkan kedalam polybag, kemudian dilakukan perawatan. Harapannya dengan adanya tasayupot ini, desa Purwosari tidak kekurangan akan bahan pangan berupa sayur.
KKN kelompok 13 juga memiliki program kerja pelatihan psikologi Goal Setting yang diikuti oleh peserta siswa SMP dan SMA Purwosari 1 sebanyak 20 orang . Pelatihan diisi oleh 5 orang terdiri dari MC, pemateri, trainer, pengisi ice breaking, dan volunter. Pelatihan psikologi goal setting bertujuan untuk mendorong siswa SMP dan SMA Purwosari 1 untuk memahami bagaimana minat dan bakat yang dimiliki. Setelah memahami minat bakat yang dimiliki diharapkan dapat menentukan jurusan yang sesuai pada jenjang berikutnya. Pelatihan goal setting berlangsung selama tiga jam berjalan sesuai rundown yang telah dibuat yang dibagi menjadi enam sesi yaitu pembukaan, materi, ice breaking, training, dan relaksasi sekaligus kesimpulan. Hasil dari pelatihan goal setting yang telah diberikan menunjukkan bahwa peserta kemudian dapat membuat tujuan sesuai minat dan bakat dengan menentukan waktu dan tahapan secara jelas, hal ini terlihat ketika peserta diminta untuk menuliskan target 10 tahun kedepan
Adapun kegiatan tambahan guna berbaur dengan masyarakat secara perwakilan seperti mengikuti penyembelihan hewan kurban dilakukan secara online dan perwakilan langsung, kegiatan pemuda yasinan bersama, kegiatan kerja bakti, kegiatan lomba Voli memperingati HUT RI, dsb. Kegiatan KKN ini berlangsung selama 30 hari yaitu dari tanggal 27 Juli hingga 27 Agustus 2020. Sejauh ini tidak ada kendala secara signifikan dalam melaksanakan kegiatan KKN dan berjalan dengan lancar sesuai arahan baik dari DPL, Kampus, maupun protokol kesehatan dari Pemerintah sendiri. Diharapkan kita Mahasiswa KKN tidak patah semangat dalam melaksanakan kegiatan-kegiatan dikala musibah Covid-19 ini.