Ilmu psikologi tidak hanya berkutat di ruang konseling. Hal ini merujuk pada kegiatan yang dikemas Laboratorium Sociopreneurship Fakultas Psikologi Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY), pada Selasa, 06 Januari 2026. Psikologi UMBY berhasil menggelar Innovation Creation Week (ICW) #2 dan #3 secara paralel guna menjembatani teori akademik dengan praktik kewirausahaan sosial (sociopreneurship) yang beretika dan berorientasi pada kesejahteraan psikologis. Kegiatan tersebut sebagai wadah pengembangan ide inovatif berbasis keilmuan dan dampak sosial.
Mengusung tema “Psychopreneur Showcase: From Knowledge to Impact”, ICW #2 menampilkan kolaborasi inovatif mahasiswa Pendidikan Profesi Psikologi Angkatan 4. Sebanyak 10 kelompok mahasiswa memamerkan produk intervensi psikologis yang siap memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Kepala Laboratorium Sociopreneur Nanda Yunika Wulandari, M.Psi., Psikolog menerangkan melalui Psychopreneur Showcase, peserta diajak untuk melihat bagaimana pendekatan psikologi dapat dikembangkan menjadi program, layanan, maupun produk inovatif yang solutif dan berkelanjutan.
“ICW #2 menampilkan berbagai bentuk inovasi psychopreneur, mulai dari gagasan intervensi psikologis berbasis komunitas, program pemberdayaan masyarakat, hingga produk inovatif yang berlandaskan nilai-nilai psikologi terapan,” kata Nanda Yunika.
_1768458633.jpeg)
Ragam inovasi yang ditampilkan sangat variatif, mulai dari Totebag Lukis untuk ekspresi emosi, The Unsent Letter Box, Art Therapy Mandala, Mood Palette, hingga produk Parfume PsyCalm. Ada pula Love Smart Monopoly, Lilin Aromaterapi, Affirmation Cards, Gratitude Journal, serta stiker pengenalan emosi “FeelMe”.
Dekan Fakultas Psikologi UMBY sekaligus dosen pengampu mata kuliah Psychopreneur untuk jenjang Pendidikan Profesi Psikolog, Reny Yuniasanti, M.Psi., Ph.D., Psikolog, menegaskan bahwa pameran ini bukan sekadar pemenuhan nilai UAS.
"Kegiatan ini memberikan insight kepada mahasiswa tentang bagaimana implementasi nyata keilmuan psikologi dalam bentuk produk komersial. Baik untuk asesmen maupun intervensi, produk ini dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat," ujar Reny.
Kemudian untuk rangkaian acara berlanjut ke sesi ICW #3 yang menghadirkan penulis dan dosen UMBY, Martaria Rizky Rinaldy, M.Psi., Psikolog. Dalam sesi bedah proses kreatif ini, Martaria atau akrab disapa Kiky, menekankan bahwa tantangan terbesar dalam berkarya adalah konsistensi, bukan sekadar memulai.
"Rasa jenuh dan kebuntuan ide adalah hal wajar. Kuncinya adalah memberi jeda sejenak, membangun dorongan internal, dan membuka peluang kolaborasi," jelas Martaria di hadapan para peserta.
Salah satu peserta Khubaib Adi Prabowo mengungkapkan bahwa kegiatan ICW memberinya kesempatan mengenal dunia entrepreneurship dan melihat peluang yang lebih besar dalam pemanfaatan ilmu psikologi untuk menjadi solusi bagi permasalahan di masyarakat. Ia menilai ICW merupakan bekal bagi peserta didik untuk menjadi calon psikolog yang berdampak dan mampu mengikuti perkembangan zaman.
"ICW adalah wujud komitmen kami membangun budaya akademik yang kreatif, kolaboratif, dan berkelanjutan guna mencetak psychopreneur muda yang tidak hanya unggul akademik, tapi juga siap berkontribusi lewat karya nyata," pungkasnya Nanda.
_1768458615.jpeg)