Dosen Agroteknologi UMBY Ajak Petani Terapkan Ekonomi Sirkular Olahan Sampah Organik
18 Jul 2024
660
by Farida Dian Farida Dian

Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Program Studi Agroteknologi Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) bekerja sama dengan PT. Tribumi memberikan Pelatihan Peningkatan Potensi Pendapatan Berbasis Ekonomi Sirkular Melalui Pengolahan Sampah Organik Dapur kepada kelompok tani Desa Sendangtirto, Berbah, Sleman. Kegiatan ini diinisiasi tim dosen Agroteknologi UMBY yang dipimpin oleh Ir. Reo Sambodo, S.P., M.M.A. dengan anggota Ir. Wafit Dinarto, M. Si, MCE dan Dr. Ir. Dian Astriani, S.P., M.P. Dilaksanakan pada Sabtu (13/7/2024), acara ini dihadiri Bintari Rochim, S.P., M.M.A. dan tim dari PT. Tribumi, serta sekitar 30 masyarakat petani Sleman.

Bintari Rochim, S.P., M.M.A. dari PT. Tribumi mengungkapkan bahwa pelatihan dilakukan melalui pendekatan ekonomi sirkular dengan strategi mengelola sampah organik secara terintegrasi dengan pertanian, peternakan, dan perikanan yang dapat dikelola oleh masyarakat.

“Model ini mendorong terbentuknya hilirisasi produk berupa proses pengolahan sampah agar memiliki nilai tambah. Nilai tambah inilah yang nantinya membantu dalam pengelolaan TPS3R menjadi kegiatan yang menguntungkan bagi masyarakat,” jelasnya.

Ir. Reo Sambodo, S.P., M.M.A. menjelaskan, pengabdian yang dilaksanakan berbasis pada konsep pemberdayaan masyarakat dimana proses pemberdayaan berlangsung dalam tiga tahapan yaitu tahap penyadaran, pendayaan dan pengkapasitasan. Tahapan pelaksanaan dimulai dengan tes awal pemahaman masyarakat terkait hilirisasi produk proses pengolahan sampah, dilanjutkan penyuluhan dan diskusi dari pemateri terkait hilirisasi produk proses pengolahan sampah.

Setelah itu, dilakukan demonstrasi pembuatan kompos berbahan limbah rumah tangga, ternak dan perikanan serta pemanfaatan kompos dalam praktek budidaya pertanian, budidaya maggot BSF serta pengolahan kasgot. Terakhir, evaluasi pemahaman masyarakat terkait pengembangan kegiatan ekonomi perikanan, peternakan, dan pertanian.

“Pengabdian masyarakat bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terkait potensi peningkatan pendapatan berbasis ekonomi sirkular dari pengolahan sampah organik dapur. Tujuan selanjutnya adalah meningkatkan pengetahuan masyarakat terkait peningkatan nilai ekonomi pengolahan sampah organik yang terintegrasi dengan pertanian, peternakan dan perikanan,” papar Ir. Reo.

Menurut Sunardi, salah satu perwakilan petani, kegiatan ini sangat bermanfaat dan mengedukasi masyarakat dalam menyelesaikan masalah sampah dan menjadikannya memiliki nilai ekonomis.

“Kegiatan ini sangat mengedukasi masyarakat pertanian dalam menjadikan sampah organik dapur sehingga memiliki nilai ekonomis, mengintegrasikan hasil pengolahan sampah organik dapur menjadi pupuk (pertanian) dan alternatif pakan (peternakan dan perikanan) dan menjadi model penerapan ekonomi sirkular yang mandiri dan berkelanjutan di tingkat masyarkat pertanian,” ujarnya.