Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Himpunan Mahasiswa Program Studi Akuntansi (HIMATA) Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) menggelar sosialisasi bertajuk “Diversifikasi Produk Kelapa Terpadu untuk Penguatan Kewirausahaan Kalurahan Depok Menuju Sentra Ekonomi Kreatif.” Kegiatan ini berlangsung pada Kamis (4/6/2026) di Balai Kalurahan Depok, Kapanewon Panjatan, Kabupaten Kulon Progo.
Program pemberdayaan masyarakat yang didanai oleh Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan (BELMAWA) Kemendikbudristek Tahun 2026 ini dihadiri sekitar 40 peserta. Mereka terdiri dari unsur pemerintah kalurahan, seperti Lurah Depok Agus Wahzudi, para kepala dukuh, pengurus BUMKal, hingga perwakilan PKK.
Ketua Tim PPK Ormawa UMBY, Zenobius Meo Pasu, menjelaskan bahwa program ini dirancang untuk meningkatkan nilai tambah komoditas kelapa yang melimpah di Kalurahan Depok. Melalui pengembangan produk inovatif, program ini diharapkan mampu memicu lahirnya wirausaha baru.
“Potensi kelapa di Kalurahan Depok sangat besar. Melalui program ini, masyarakat tidak hanya diajarkan cara mengolah kelapa menjadi produk bernilai ekonomi tinggi, tetapi juga didampingi dalam pengelolaan usaha agar bisnisnya berkelanjutan,” ujar Zenobius.
Dalam pelaksanaannya, warga akan didampingi untuk memproduksi berbagai produk turunan kelapa, seperti Virgin Coconut Oil (VCO), sabun kelapa, balsam alami, kerupuk ampas kelapa, coconut aminos, hingga kokedama berbahan serat kelapa. Selain aspek produksi, pelatihan juga mencakup pembukuan usaha, strategi pemasaran, dan legalitas usaha.
Dosen Pendamping PPK Ormawa UMBY, Ika Wulandari, S.E., M.M., menegaskan pentingnya integrasi antara produksi dan manajemen keuangan.
“Diversifikasi produk adalah langkah strategis, namun keberlanjutannya ditentukan oleh kemampuan masyarakat dalam mengelola keuangan, pemasaran, dan legalitas. Seluruh aspek itu akan kami dampingi penuh,” kata Ika.
Inisiatif dari sivitas akademika UMBY ini disambut hangat oleh pemerintah setempat. Lurah Depok, Agus Wahzudi, menilai program ini menjawab langsung kebutuhan warganya untuk menghasilkan produk yang lebih kompetitif.
Apresiasi senada juga datang dari para kepala dukuh. Harsono, Kepala Dukuh 11, menyebut pelatihan ini memberikan wawasan baru bagi warga yang selama ini hanya menjual kelapa secara konvensional. Sementara itu, Kepala Dukuh 4, Elis, menambahkan bahwa kelompok ibu-ibu PKK sangat antusias karena berpotensi meningkatkan pendapatan rumah tangga mereka.
Melalui sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah kalurahan, dan masyarakat ini, Kalurahan Depok diharapkan siap melangkah menjadi sentra ekonomi kreatif berbasis potensi lokal yang inklusif dan berkelanjutan.
_1780968185.jpeg)