<rss version="2.0">
    <channel>
        <title><![CDATA[ 'Universitas Mercu Buana Yogyakarta' ]]></title>
        <link><![CDATA[ https://mercubuana-yogya.ac.id/feed ]]></link>
        <description><![CDATA[ 'Universitas Mercu Buana Yogyakarta' ]]></description>
        <language>id</language>
        <pubDate>2026-07-25 05:51:11</pubDate>
  
                    <item>
                <title><![CDATA[Sukses Mengajar di Filipina, Mahasiswa FKIP UMBY Bagikan Inovasi Pembelajaran Lewat Diseminasi SEA-Teacher 2026]]></title>
                <link><![CDATA[https://mercubuana-yogya.ac.id/news/sukses-mengajar-di-filipina-mahasiswa-fkip-umby-bagikan-inovasi-pembelajaran-lewat-diseminasi-sea-teacher-2026-1.html]]></link>
                <description><![CDATA[<p style="margin-bottom: 11px; text-align: justify;"><span style="font-family:Georgia,serif;"><span style="font-size:18px;">Sukses menyelesaikan Program Pengalaman Lapangan (PPL) internasional selama satu bulan di Filipina, mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) membagikan pengalaman berharga mereka dalam acara Diseminasi <em>SEA-Teacher</em> 2026. Kegiatan yang dihadiri puluhan mahasiswa aktif lintas program studi ini digelar dengan antusias pada Selasa (2/6/2026).</span></span></p>

<p style="text-align: justify;"><span style="font-family:Georgia,serif;"><span style="font-size:18px;">Acara ini menjadi panggung apresiasi bagi para delegasi yang telah menyelesaikan masa pengabdian mengajar di Capiz State University dan Aklan State University, Filipina. Wakil Dekan FKIP UMBY, Agustinus Hary Setyawan, S.Pd., M.A., yang membuka acara secara resmi, menegaskan pentingnya program pertukaran ini bagi pembentukan karakter calon pendidik.</span></span></p>

<p style="text-align: justify;"><span style="font-family:Georgia,serif;"><span style="font-size:18px;">&quot;Program seperti <em>SEA-Teacher</em> sangat krusial dalam membentuk wawasan global, kemandirian, serta peningkatan kompetensi pedagogik mahasiswa di era modern,&quot; tegas Agustinus dalam sambutannya.</span></span></p>

<p style="text-align: justify;"><img alt="" src="https://mercubuana-yogya.ac.id/storage/photos/330/Sukses Mengajar_1784856116.jpeg" style="width: 675px; height: 380px;" /></p>

<p style="text-align: justify;"><span style="font-family:Georgia,serif;"><span style="font-size:18px;">Pada tahun ini, FKIP UMBY mendelegasikan empat mahasiswa berprestasi sebagai duta universitas di kancah internasional. Keempat delegasi tersebut terdiri dari Albara Moh. Nur Taufik dari Program Studi Ilmu Keolahragaan, Yohanes Don Bosko dari Program Studi Pendidikan Matematika, Annisa Shofana dari Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, serta Ardita Dhea Nada dari Program Studi Bimbingan dan Konseling.</span></span></p>

<p style="text-align: justify;"><span style="font-family:Georgia,serif;"><span style="font-size:18px;">Mengajar di luar negeri tentu menghadirkan realitas lapangan yang menantang. Para delegasi dihadapkan pada kendala bahasa (<em>language barrier</em>) dalam komunikasi sehari-hari, tuntutan adaptasi budaya lokal, hingga perbedaan penyesuaian infrastruktur teknologi di sekolah mitra. Alih-alih menyerah, tantangan tersebut justru memantik kreativitas para mahasiswa untuk menciptakan inovasi pedagogis berbasis teknologi yang diberi nama &quot;EduGlobe Interactive Board&quot;.</span></span></p>

<p style="text-align: justify;"><span style="font-family:Georgia,serif;"><span style="font-size:18px;">Media pembelajaran interaktif berbasis web ini dibekali berbagai perangkat pendukung untuk menjembatani kesenjangan komunikasi di kelas. Fitur-fitur andalan yang disematkan di dalamnya meliputi Visual Vocabulary Flashcards, Live Gamified Quiz, Bilingual Quick-Translate, modul simulasi materi berbentuk visual animasi, serta fitur Interactive Leaderboard.</span></span></p>

<p style="text-align: justify;"><span style="font-family:Georgia,serif;"><span style="font-size:18px;">Penerapan EduGlobe Interactive Board terbukti membawa perubahan signifikan terhadap dinamika pembelajaran. Sebelum kehadiran media ini, proses belajar-mengajar sering terhambat oleh perbedaan bahasa dan aksen, membuat kelas berpusat pada guru (<em>teacher-centered</em>) dan siswa cenderung pasif.</span></span></p>

<p style="text-align: justify;"><span style="font-family:Georgia,serif;"><span style="font-size:18px;">Namun, usai media tersebut diimplementasikan, partisipasi siswa meningkat drastis. Ruang kelas menjelma menjadi jauh lebih komunikatif, siswa lebih percaya diri merespons pertanyaan, dan penyampaian konsep materi yang kompleks dapat diserap secara cepat dan menyenangkan.</span></span></p>

<p style="text-align: justify;"><span style="font-family:Georgia,serif;"><span style="font-size:18px;">Bagi para mahasiswa, tantangan yang ada justru memberikan kesan mendalam. Annisa Shofana mengungkapkan bahwa kendala bahasa di minggu pertama adalah rintangan terberat yang harus dihadapi di lingkungan baru tersebut.</span></span></p>

<p style="text-align: justify;"><span style="font-family:Georgia,serif;"><span style="font-size:18px;"><img alt="" src="https://mercubuana-yogya.ac.id/storage/photos/330/Sukses Mengajar_1784856141.jpeg" style="width: 675px; height: 380px;" /></span></span></p>

<p style="text-align: justify;"><span style="font-family:Georgia,serif;"><span style="font-size:18px;">&quot;Namun, ketika melihat antusiasme siswa menggunakan media interaktif yang kami bawa, rasa lelah itu langsung terbayarkan. Program ini benar-benar membentuk mental mengajar kami menjadi lebih tangguh,&quot; kisah Annisa.</span></span></p>

<p style="text-align: justify;"><span style="font-family:Georgia,serif;"><span style="font-size:18px;">Kinerja impresif para delegasi UMBY ini turut menuai pujian tinggi dari pihak tuan rumah. <em>Official Representative</em> Capiz State University untuk <em>SEA-Teacher</em> 2026, Mary Joy B. Bigcas, menyoroti daya adaptasi mahasiswa yang luar biasa.</span></span></p>

<p style="text-align: justify;"><span style="font-family:Georgia,serif;"><span style="font-size:18px;">&quot;Mahasiswa dari FKIP UMBY menunjukkan dedikasi, disiplin, dan kemampuan komunikasi yang sangat baik. Kehadiran mereka membawa perspektif baru yang menyegarkan bagi siswa kami di Filipina,&quot; puji Mary Joy.</span></span></p>

<p style="text-align: justify;"><span style="font-family:Georgia,serif;"><span style="font-size:18px;">Kegiatan diseminasi ini diharapkan menjadi motor penggerak bagi mahasiswa FKIP UMBY lainnya untuk berani menembus kancah internasional. Merespons tingginya antusiasme mahasiswa, pihak fakultas memastikan bahwa pendaftaran <em>SEA-Teacher</em> gelombang berikutnya ditargetkan akan dibuka pada akhir tahun ini.</span></span></p>

<p style="text-align: justify;"><span style="font-family:Georgia,serif;"><span style="font-size:18px;">Melalui kolaborasi lintas negara ini, FKIP UMBY kembali membuktikan komitmen nyatanya dalam mencetak pendidik dan tenaga kependidikan yang tidak hanya unggul di tingkat nasional, tetapi juga adaptif dan berdaya saing global.</span></span></p>

<p style="text-align:justify; margin-bottom:11px">&nbsp;</p>]]></description>
                                                                    <category><![CDATA[Headline]]></category>
                
                <author><![CDATA[ Fitriana Fitriana ]]></author>
                
                <pubDate>Fri, 24 Jul 2026 08:20:37 +0700</pubDate>
            </item>
                    <item>
                <title><![CDATA[Jawab Tantangan Era Digital, Prodi BK UMBY Update Kurikulum dan Tambah Mata Kuliah Baru]]></title>
                <link><![CDATA[https://mercubuana-yogya.ac.id/news/jawab-tantangan-era-digital-prodi-bk-umby-update-kurikulum-dan-tambah-mata-kuliah-baru.html]]></link>
                <description><![CDATA[<p style="margin-bottom: 11px; text-align: justify;"><span style="font-family:Tahoma,Geneva,sans-serif;"><span style="font-size:18px;">Merespons transformasi digital dan dinamika kebutuhan dunia kerja, Program Studi (Prodi) Bimbingan dan Konseling (BK) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) menggelar Peninjauan Kurikulum di Crystal Lotus Hotel, Yogyakarta, pada Selasa (14/07/2026). Langkah ini diambil untuk memastikan lulusan Prodi BK UMBY memiliki kompetensi yang selaras dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan tuntutan masyarakat yang terus berubah.</span></span></p>

<p style="text-align: justify;"><span style="font-family:Tahoma,Geneva,sans-serif;"><span style="font-size:18px;">Dekan FKIP UMBY, Dr. Nuryadi, S.Pd.Si., M.Pd., menegaskan bahwa pengembangan kurikulum harus responsif. </span></span></p>

<p style="text-align: justify;"><span style="font-family:Tahoma,Geneva,sans-serif;"><span style="font-size:18px;">&quot;Kurikulum harus mampu beradaptasi terhadap perubahan kebijakan pendidikan dan tuntutan dunia kerja, sehingga mutu lulusan kita dapat terus ditingkatkan,&quot; ujarnya saat membuka acara.</span></span></p>

<p style="text-align: justify;"><span style="font-family:Tahoma,Geneva,sans-serif;"><span style="font-size:18px;">Peninjauan ini melibatkan berbagai pihak secara komprehensif, mulai dari jajaran pimpinan FKIP, Tim Kurikulum UMBY, Musyawarah Guru Bimbingan dan Konseling (MGBK) SMK Bantul, alumni, hingga perwakilan mahasiswa.</span></span></p>

<p style="text-align: justify;"><span style="font-family:Tahoma,Geneva,sans-serif;"><span style="font-size:18px;">Ketua Prodi BK UMBY, Eka Aryani, S.Pd., M.Pd., memaparkan bahwa salah satu fokus utama perombakan kurikulum kali ini adalah penguatan kompetensi pada aspek digitalisasi dan praktik konseling yang lebih aplikatif. Untuk menjawab tantangan tersebut, Prodi BK UMBY resmi menambahkan empat mata kuliah baru antara lain Pendidikan Inklusi, Konseling Krisis, Konseling Siber serta Bimbingan dan Konseling Adiksi.</span></span></p>

<p style="text-align: justify;"><span style="font-family:Tahoma,Geneva,sans-serif;"><span style="font-size:18px;">&ldquo;Penambahan mata kuliah baru dapat membekali mahasiswa dengan kompetensi yang lebih komprehensif dalam memberikan layanan kepada peserta didik berkebutuhan khusus, menangani situasi krisis, memanfaatkan teknologi digital dalam praktik konseling, serta memberikan layanan bagi individu yang menghadapi permasalahan adiksi,&rdquo; urai Eka.</span></span></p>

<p style="text-align: justify;"><span style="font-family:Tahoma,Geneva,sans-serif;"><span style="font-size:18px;">Lanjut Eka, lulusan prodi BK tidak hanya disiapkan berkarier sebagai guru BK di sekolah, tetapi juga dicetak untuk memiliki kompetensi sebagai pengembang media layanan BK berbasis teknologi, laboran BK, konsultan pengembangan diri, hingga wirausahawan di bidang layanan konseling.</span></span></p>

<p style="text-align: justify;"><span style="font-family:Tahoma,Geneva,sans-serif;"><span style="font-size:18px;"><img alt="" src="https://mercubuana-yogya.ac.id/storage/photos/330/Jawab Tantangan_1784855747.jpg" style="width: 675px; height: 513px;" /></span></span></p>

<p style="text-align: justify;"><span style="font-family:Tahoma,Geneva,sans-serif;"><span style="font-size:18px;">Pakar dari Asosiasi Bimbingan dan Konseling Indonesia (ABKIN), Dr. Sigit Sanyata, M.Pd., yang hadir sebagai narasumber menekankan pentingnya penegasan profil lulusan. Menurutnya, setiap mata kuliah harus memberikan kontribusi nyata dalam mendukung Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL), alih-alih sekadar menjejali mahasiswa dengan semua bidang ilmu tanpa arah yang jelas.</span></span></p>

<p style="text-align: justify;"><span style="font-family:Tahoma,Geneva,sans-serif;"><span style="font-size:18px;">Langkah adaptif UMBY ini mendapat apresiasi dari para pemangku kepentingan. Koordinator BK SMAN 1 Sedayu, Marwanto, menyambut baik integrasi teknologi dalam layanan konseling. Namun, ia mengingatkan agar esensi konseling tidak hilang.</span></span></p>

<p style="text-align: justify;"><span style="font-family:Tahoma,Geneva,sans-serif;"><span style="font-size:18px;">&quot;Teknologi adalah sarana pendukung. Penguatan teknologi tersebut tetap harus memperhatikan hakikat layanan BK yang berorientasi pada hubungan interpersonal individu, tanpa mengurangi esensi interaksi langsung antara konselor dan peserta didik,&quot; tegas Marwanto.</span></span></p>

<p style="text-align: justify;"><span style="font-family:Tahoma,Geneva,sans-serif;"><span style="font-size:18px;">Sementara itu, perwakilan alumni, Karina, menyoroti pentingnya mata kuliah Pendidikan Inklusi. Berdasarkan pengalamannya di lapangan, calon guru BK sangat membutuhkan pembekalan khusus untuk menangani peserta didik berkebutuhan khusus dan berkolaborasi dengan guru kelas di sekolah inklusif.</span></span></p>

<p style="text-align: justify;"><span style="font-family:Tahoma,Geneva,sans-serif;"><span style="font-size:18px;">Antusiasme juga datang dari kalangan mahasiswa. Fajar Sujud Raharjo, perwakilan mahasiswa Prodi BK UMBY, berharap kurikulum baru ini membawa angin segar bagi metode pembelajaran.</span></span></p>

<p style="text-align: justify;"><span style="font-family:Tahoma,Geneva,sans-serif;"><span style="font-size:18px;">&quot;Kami berharap kurikulum baru ini tidak hanya memperkuat pemahaman teori, tetapi juga memberikan pengalaman belajar aplikatif yang relevan dengan tantangan profesi konselor di lapangan,&quot; ungkap Fajar.</span></span></p>

<p style="text-align: justify;"><span style="font-family:Tahoma,Geneva,sans-serif;"><span style="font-size:18px;">Eka menerangkan rencananya kurikulum hasil peninjauan yang lebih relevan dan adaptif ini akan mulai diimplementasikan pada Semester Gasal Tahun Akademik 2026/2027 mendatang.</span></span></p>

<p style="text-align: justify;"><span style="font-family:Tahoma,Geneva,sans-serif;"><span style="font-size:18px;">&ldquo;Melalui kurikulum yang diupdate ini, kami ingin lulusan BK UMBY memiliki kompetensi yang unggul, profesional, adaptif terhadap transformasi digital, mampu memberikan layanan bimbingan dan konseling yang inklusif, serta siap berkiprah sebagai konselor profesional di berbagai bidang,&rdquo; pungkas Eka.</span></span></p>

<p style="text-align:justify; margin-bottom:11px">&nbsp;</p>]]></description>
                                                                    <category><![CDATA[Headline]]></category>
                
                <author><![CDATA[ Fitriana Fitriana ]]></author>
                
                <pubDate>Fri, 24 Jul 2026 08:15:53 +0700</pubDate>
            </item>
                    <item>
                <title><![CDATA[LLDIKTI Wilayah V Dampingi UMBY Raih Akreditasi Unggul]]></title>
                <link><![CDATA[https://mercubuana-yogya.ac.id/news/lldikti-wilayah-v-dampingi-umby-raih-akreditasi-unggul-1.html]]></link>
                <description><![CDATA[<p style="margin-bottom: 20px; text-align: justify;"><span style="font-family:Georgia,serif;"><span style="font-size:18px;">Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) terus mematangkan langkahnya untuk meraih predikat Akreditasi Perguruan Tinggi (APT) Unggul. Komitmen ini diperkuat melalui pendampingan langsung dari Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah V dalam acara bertajuk &lsquo;Klinik Penguatan Mutu untuk Akselerasi Perguruan Tinggi Unggul&rsquo; yang digelar di Ruang Seminar Kampus 1 UMBY, Selasa (21/7/2026).</span></span></p>

<p style="text-align: justify;"><span style="font-family:Georgia,serif;"><span style="font-size:18px;">Kegiatan yang berlangsung di Ruang Seminar Kampus 1 UMBY ini diikuti yayasan Wangsamanggala, pimpinan universitas, para dekan, para ketua program studi, tim Penjaminan Mutu dari tingkat prodi hingga universitas, serta tenaga kependidikan. </span></span></p>

<p style="text-align: justify;"><span style="font-family:Georgia,serif;"><span style="font-size:18px;">Pada kesempatan tersebut, UMBY mendapatkan pembinaan dan evaluasi langsung dari Kepala LLDIKTI Wilayah V, Prof. Setyabudi Indartono, M.M., Ph.D., dr. The Maria Meiwati Widagdo, Ph.D, (validator Sistem Penjaminan Mutu tingkat LLDIKTI V) serta dari tim penjaminan mutu dan akreditasi LLDIKTI. Pendampingan ini fokus pada kesiapan institusi, penguatan sistem penjaminan mutu, dan penyempurnaan dokumen akreditasi.</span></span></p>

<p style="text-align: justify;"><span style="font-family:Georgia,serif;"><span style="font-size:18px;">Rektor UMBY, Dr. Ir. Agus Slamet, S.TP., MP., menyambut antusias bimbingan teknis yang diberikan oleh LLDIKTI Wilayah V.</span></span></p>

<p style="text-align: justify;"><span style="font-family:Georgia,serif;"><span style="font-size:18px;">&quot;Kami merasa terhormat dan bahagia mendapatkan pembinaan ini. UMBY yakin dan mampu meraih akreditasi Unggul, namun kami tetap membutuhkan pendampingan dan evaluasi agar langkah kami semakin mantap,&quot; ujar Dr. Agus.</span></span></p>

<p style="text-align: justify;"><span style="font-family:Georgia,serif;"><span style="font-size:18px;"><img alt="" src="https://mercubuana-yogya.ac.id/storage/photos/330/LLDIKTI UMBY (2_1784773169.jpeg" style="height: 448px; width: 675px;" /></span></span></p>

<p style="text-align: justify;"><span style="font-family:Georgia,serif;"><span style="font-size:18px;">Kepala LLDIKTI Wilayah V, Prof. Setyabudi Indartono, M.M., Ph.D., menekankan bahwa perguruan tinggi saat ini dituntut tidak hanya efisien dan efektif, tetapi harus memiliki resiliensi tinggi dalam menghadapi berbagai perubahan peraturan, teknologi, kebutuhan masyarakat, dan tuntutan dunia kerja yang harus membuat kampus lebih adaptif dan responsif. </span></span></p>

<p style="text-align: justify;"><span style="font-family:Georgia,serif;"><span style="font-size:18px;">&ldquo;Institusi tidak cukup hanya efisiensi, tetapi juga resiliensi karena perguruan tinggi harus mampu bertahan dan menyesuaikan diri terhadap perubahan yang berlangsung cepat,&rdquo; ungkap Prof. Setyabudi.</span></span></p>

<p style="text-align: justify;"><span style="font-family:Georgia,serif;"><span style="font-size:18px;">Dalam arahan yang diberikan untuk UMBY, Prof. Setyabudi menilai UMBY memiliki peluang besar untuk menembus akreditasi Unggul karena beberapa modal utama terpenuhi.</span></span></p>

<p style="text-align: justify;"><span style="font-family:Georgia,serif;"><span style="font-size:18px;">&ldquo;Beberapa syarat utama telah terpenuhi, dari jumlah program studi unggul, persentase dosen bergelar doktor, hingga dosen dengan jabatan akademik tinggi. Meski begitu, tetap masih ada PR yang perlu diperkuat, terutama pada sistem penjaminan mutu internal, tracer study, kelengkapan dokumen, dan penyusunan narasi keunggulan UMBY.</span></span></p>

<p style="text-align: justify;"><span style="font-family:Georgia,serif;"><span style="font-size:18px;"><img alt="" src="https://mercubuana-yogya.ac.id/storage/photos/330/LLDIKTI UMBY (3_1784773185.jpeg" style="height: 448px; width: 675px;" /></span></span></p>

<p style="text-align: justify;"><span style="font-family:Georgia,serif;"><span style="font-size:18px;">Narasumber dr. The Maria Meiwati Widagdo, Ph.D., dalam paparan &lsquo;Penguatan Mutu untuk Akselerasi UMBY Unggul&rsquo; menggarisbawahi empat pilar fundamental sistem penjaminan mutu eksternal untuk akreditasi yang harus dijaga dan ditingkatkan oleh kampus.</span></span></p>

<p style="text-align: justify;"><span style="font-family:Georgia,serif;"><span style="font-size:18px;">&ldquo;Kampus harus memperhatikan budaya mutu untuk peningkatan mutu secara konsisten, relevansi tri dharma dengan kebutuhan riil, akuntabilitas dan penegakan integritas di semua lini, serta diferensiasi misi yang harus selaras dengan arah pengembangan institusi,&rdquo; pesan dr. Maria.</span></span></p>

<p style="text-align: justify;"><span style="font-family:Georgia,serif;"><span style="font-size:18px;">Akreditasi bukanlah sekadar predikat saja. Status tersebut menunjukkan proses pembelajaran yang berintegritas, sumber daya berkualitas, tata kelola layanan pendidikan yang dapat dipercaya, serta lulusan yang berkompeten.</span></span></p>

<p style="text-align:justify; margin-bottom:11px">&nbsp;</p>]]></description>
                                                                    <category><![CDATA[Headline]]></category>
                
                <author><![CDATA[ Fitriana Fitriana ]]></author>
                
                <pubDate>Thu, 23 Jul 2026 09:19:55 +0700</pubDate>
            </item>
                    <item>
                <title><![CDATA[Tingkatkan Kemandirian Ekonomi, HMPS Akuntansi UMBY Latih Ibu-ibu Kalurahan Depok Buat Sabun Alami dari VCO]]></title>
                <link><![CDATA[https://mercubuana-yogya.ac.id/news/tingkatkan-kemandirian-ekonomi-hmps-akuntansi-umby-latih-ibu-ibu-kalurahan-depok-buat-sabun-alami-dari-vco.html]]></link>
                <description><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><span style="font-family:Tahoma,Geneva,sans-serif;"><span style="font-size:18px;">Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) HMPS Akuntansi Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) terus menunjukkan komitmennya dalam memberdayakan masyarakat. Kali ini, pemberdayaan tersebut melalui pelatihan pembuatan sabun berbahan dasar <i>Virgin Coconut Oil</i> (VCO) bagi ibu-ibu rumah tangga di Kalurahan Depok, pada Sabtu dan Minggu (18-19/7/2026).</span></span></p>

<p style="text-align: justify;"><span style="font-family:Tahoma,Geneva,sans-serif;"><span style="font-size:18px;">Kegiatan yang mendapat kucuran dana dari Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) Kemendikbudristek Tahun 2026 ini, diikuti oleh 34 peserta yang berasal dari Padukuhan 4 dan Padukuhan 11, Kalurahan Depok, Kapanewon Panjatan, Kabupaten Kulon Progo.</span></span></p>

<p style="text-align: justify;"><span style="font-family:Tahoma,Geneva,sans-serif;"><span style="font-size:18px;">Pelatihan ini merupakan bagian dari rangkaian program pemberdayaan masyarakat yang bertujuan meningkatkan keterampilan warga dalam mengolah potensi lokal menjadi produk bernilai ekonomi. Selain memberikan pengetahuan teknis, kegiatan ini diharapkan mampu membuka peluang usaha rumahan untuk menambah pendapatan keluarga.</span></span></p>

<p style="text-align: justify;"><span style="font-family:Tahoma,Geneva,sans-serif;"><span style="font-size:18px;">Anggota tim PPK Ormawa sekaligus pemateri pelatihan, Erika Upik Wangge, menjelaskan bahwa sabun alami berbahan dasar VCO memiliki banyak keunggulan.</span></span></p>

<p style="text-align: justify;"><span style="font-family:Tahoma,Geneva,sans-serif;"><span style="font-size:18px;">&quot;Sabun ini mengandung minyak nabati yang baik untuk kesehatan kulit dan lebih ramah lingkungan. Jika diproduksi dengan kualitas yang baik, produk ini juga memiliki nilai jual yang cukup tinggi,&quot; ujar Erika.</span></span></p>

<p style="text-align: justify;"><span style="font-family:Tahoma,Geneva,sans-serif;"><span style="font-size:18px;">Lebih lanjut, Erika memaparkan bahwa bahan-bahan yang digunakan cukup mudah didapat, meliputi VCO, minyak sawit, minyak zaitun, natrium hidroksida (NaOH), aquades (air murni), dan minyak atsiri sebagai pewangi alami.</span></span></p>

<p style="text-align: justify;"><span style="font-family:Tahoma,Geneva,sans-serif;"><span style="font-size:18px;">Dalam pelatihan ini, tim mahasiswa tidak hanya memaparkan teori, tetapi juga mengajak para peserta praktik secara langsung. Demi menjaga keselamatan kerja saat mencampur formulasi kimia, proses diawali dengan mewajibkan peserta menggunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan agar tangan tidak terpapar bahan kimia.</span></span></p>

<p style="text-align: justify;"><span style="font-family:Tahoma,Geneva,sans-serif;"><span style="font-size:18px;">Aquades ditimbang sesuai formulasi, kemudian NaOH ditimbang secara terpisah. Erika menekankan sebuah prosedur krusial dalam pencampuran bahan kimia ini.</span></span></p>

<p style="text-align: justify;"><span style="font-family:Tahoma,Geneva,sans-serif;"><span style="font-size:18px;">&quot;Bubuk NaOH harus selalu dimasukkan sedikit demi sedikit ke dalam air (aquades), jangan pernah melakukan sebaliknya yakni menuangkan air aquades ke dalam bubuk NaOH. Jika terbalik, reaksi panasnya bisa meletup secara tiba-tiba dan membahayakan keselamatan,&quot; jelasnya memperingatkan para peserta.</span></span></p>

<p style="text-align: justify;"><span style="font-family:Tahoma,Geneva,sans-serif;"><span style="font-size:18px;">Setelah larutan NaOH larut sempurna dan didiamkan hingga suhunya turun di bawah 40&deg;C, peserta mencampurkan VCO, minyak sawit, dan minyak zaitun ke dalam wadah terpisah. Ketika suhu larutan NaOH telah mencapai sekitar 30&ndash;35&deg;C, larutan tersebut dituangkan perlahan ke dalam campuran minyak sambil terus diaduk, disusul dengan penambahan minyak atsiri.</span></span></p>

<p style="text-align: justify;"><span style="font-family:Tahoma,Geneva,sans-serif;"><span style="font-size:18px;"><img alt="" src="https://mercubuana-yogya.ac.id/storage/photos/330/Tingkatkan Kema_1784769903.jpeg" style="width: 675px; height: 380px;" /></span></span></p>

<p style="text-align: justify;"><span style="font-family:Tahoma,Geneva,sans-serif;"><span style="font-size:18px;">Adonan kemudian diaduk terus-menerus menggunakan <i>hand whisk</i> (pengocok manual) atau <i>stick blender</i> hingga mencapai kondisi <i>trace </i>(tekstur adonan mulai mengental). Setelah itu, adonan dituang ke dalam cetakan dan didiamkan selama 1&ndash;2 hari agar proses saponifikasi (penyabunan) berlangsung sempurna. Sabun yang telah dilepas dari cetakan kemudian melalui masa pengeringan (<i>curing</i>) di tempat bersirkulasi udara baik selama sekitar empat minggu sebelum siap dipasarkan.</span></span></p>

<p style="text-align: justify;"><span style="font-family:Tahoma,Geneva,sans-serif;"><span style="font-size:18px;">Dosen Pendamping Lapangan PPK Ormawa HMPS Akuntansi UMBY, Ika Wulandari, S.E., M.M., menyampaikan pelatihan tersebut bentuk kontribusi nyata mahasiswa dalam memberdayakan masyarakat.</span></span></p>

<p style="text-align: justify;"><span style="font-family:Tahoma,Geneva,sans-serif;"><span style="font-size:18px;">&quot;Kami berharap ibu-ibu tidak hanya memperoleh keterampilan baru, tetapi juga memiliki motivasi untuk mengembangkan produk sabun VCO ini sebagai peluang usaha rumahan. Produk berbasis bahan alami memiliki prospek yang sangat baik karena trennya semakin diminati masyarakat,&quot; ungkap Ika.</span></span></p>

<p style="text-align: justify;"><span style="font-family:Tahoma,Geneva,sans-serif;"><span style="font-size:18px;">Antusiasme peserta terlihat jelas selama dua hari kegiatan. Mereka aktif bertanya dan berdiskusi hingga berhasil menghasilkan sabun alami secara mandiri. Salah seorang peserta, Rini, mengaku sangat terbantu dengan adanya program ini.</span></span></p>

<p style="text-align: justify;"><span style="font-family:Tahoma,Geneva,sans-serif;"><span style="font-size:18px;">&quot;Pelatihannya sangat bermanfaat karena kami belajar langsung dari awal hingga akhir. Selama ini saya hanya tahu sabun itu ya beli di toko, ternyata kita bisa membuatnya sendiri dengan bahan yang berkualitas. Saya berharap bisa mempraktikkannya di rumah dan menjadikannya usaha kecil untuk menambah penghasilan keluarga,&quot; tuturnya antusias.</span></span></p>

<p style="text-align:justify; margin-bottom:11px">&nbsp;</p>]]></description>
                                                                    <category><![CDATA[Headline]]></category>
                
                <author><![CDATA[ Fitriana Fitriana ]]></author>
                
                <pubDate>Thu, 23 Jul 2026 08:25:07 +0700</pubDate>
            </item>
                    <item>
                <title><![CDATA[Lewat Senam dan Kerja Bakti, Mahasiswa Manajemen UMBY Bangun Kepedulian Lingkungan]]></title>
                <link><![CDATA[https://mercubuana-yogya.ac.id/news/lewat-senam-dan-kerja-bakti-mahasiswa-manajemen-umby-bangun-kepedulian-lingkungan.html]]></link>
                <description><![CDATA[<p style="text-align:justify"><span style="font-size:18px;"><span style="font-family:Lucida Sans Unicode,Lucida Grande,sans-serif;">Mahasiswa Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Manajemen (HIMAJ) Fakultas Ekonomi baru-baur ini menggelar kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Lapangan Sengon Madinan, Watu, Argomulyo, Kecamatan Sedayu, Kabupaten Bantul pada Minggu, 19 Juli 2026.</span></span></p>

<p style="text-align:justify"><span style="font-size:18px;"><span style="font-family:Lucida Sans Unicode,Lucida Grande,sans-serif;">Mengusung tema <i>&quot;Building Community Engagement Through Environmental Action&quot;</i>, kegiatan ini menggandeng pemuda-pemudi Karang Taruna Watu Argomulyo beserta warga setempat. Aksi ini diisi dengan berbagai kegiatan partisipatif, mulai dari senam bersama hingga kerja bakti membersihkan lingkungan sekitar.</span></span></p>

<p style="text-align:justify"><span style="font-size:18px;"><span style="font-family:Lucida Sans Unicode,Lucida Grande,sans-serif;">Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran sekaligus mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam melestarikan lingkungan. Selain kerja bakti, panitia dari HIMAJ UMBY juga memberikan penyuluhan edukatif mengenai perilaku ramah lingkungan, termasuk penerapan prinsip 3R <i>(Reduce, Reuse, Recycle)</i> dalam kehidupan sehari-hari.</span></span></p>

<p style="text-align:justify"><span style="font-size:18px;"><span style="font-family:Lucida Sans Unicode,Lucida Grande,sans-serif;">&ldquo;Kami memberikan penyuluhan edukatif perilaku ramah lingkungan. Kami menekankan pentingnya reduce, reuse, recycle dalam kehidupan sehari-hari untuk implementasi ramah lingkungan,&rdquo; terang Merlin Arswindia, Ketua Pelaksana. </span></span></p>

<p style="text-align:justify"><span style="font-size:18px;"><span style="font-family:Lucida Sans Unicode,Lucida Grande,sans-serif;">Pada sesi penyuluhan, materi pentingnya 3R disampaikan oleh Karmila Silviana Anggraeni. <i>Reduce</i> berarti mengurangi penggunaan barang yang berpotensi menjadi sampah, <i>Reuse</i> berupaya menggunakan kembali barang yang masih layak pakai, sedangkan <i>Recycle</i> berarti mendaur ulang sampah menjadi produk yang bermanfaat. </span></span></p>

<p style="text-align:justify"><span style="font-size:18px;"><span style="font-family:Lucida Sans Unicode,Lucida Grande,sans-serif;">&ldquo;Apabila masyarakat bisa menerapkan 3R, maka masyarakat turut menjaga Bumi lebih lestari&nbsp; karena itu adalah bentuk kepedulian terhadap lingkungan,&rdquo; kata Karmila.</span></span></p>

<p style="text-align:justify"><span style="font-size:18px;"><span style="font-family:Lucida Sans Unicode,Lucida Grande,sans-serif;"><img alt="" src="https://mercubuana-yogya.ac.id/storage/photos/330/Lewat Senam dan_1784686428.png" style="width: 675px; height: 983px;" /></span></span></p>

<p style="text-align:justify"><span style="font-size:18px;"><span style="font-family:Lucida Sans Unicode,Lucida Grande,sans-serif;">Ketua Karang Taruna Watu Argomulyo, Bryan Mukti, menyambut positif inisiatif dan kehadiran para mahasiswa tersebut. Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya berdampak baik bagi kebersihan desa, tetapi juga mempererat ikatan sosial.</span></span></p>

<p style="text-align:justify"><span style="font-size:18px;"><span style="font-family:Lucida Sans Unicode,Lucida Grande,sans-serif;">&quot;Kerja bakti dan senam bersama ini memberikan kesan positif karena mampu menciptakan suasana kebersamaan dan menumbuhkan semangat gotong royong. Kehadiran HIMAJ menjadi inspirasi bagi warga, khususnya generasi muda, untuk terus peduli terhadap kesehatan dan kebersihan lingkungan,&quot; ujar Bryan.</span></span></p>

<p style="text-align:justify"><span style="font-size:18px;"><span style="font-family:Lucida Sans Unicode,Lucida Grande,sans-serif;">Ia juga menaruh harapan agar program-program pengabdian masyarakat dari HIMAJ UMBY dapat terus dikembangkan secara inovatif, berkelanjutan, dan menjangkau lebih banyak wilayah.</span></span></p>

<p style="text-align:justify"><span style="font-size:18px;"><span style="font-family:Lucida Sans Unicode,Lucida Grande,sans-serif;">Senada dengan Bryan, perwakilan anggota Karang Taruna, Dyta, mengungkapkan bahwa kolaborasi ini memberikan pengalaman berharga di luar sekadar kegiatan sosial.</span></span></p>

<p style="text-align:justify"><span style="font-size:18px;"><span style="font-family:Lucida Sans Unicode,Lucida Grande,sans-serif;">&quot;Antusiasme warga dalam mengikuti setiap rangkaian kegiatan menunjukkan bahwa kolaborasi seperti ini mampu menciptakan suasana yang hangat, penuh semangat, dan bermanfaat bagi semua pihak yang terlibat,&quot; kata Dyta.</span></span></p>

<p style="text-align:justify"><span style="font-size:18px;"><span style="font-family:Lucida Sans Unicode,Lucida Grande,sans-serif;">&ldquo;Kami berharap kegiatan yang kita kemas dapat menciptakan perubahan perilaku yang berkelanjutan di tengah masyarakat. Sekaligus, menjadi wadah bagi para mahasiswa untuk mengembangkan rasa empati, kepedulian sosial, dan jiwa kepemimpinan saat terjun langsung ke lapangan,&rdquo; ujar Merlin Arswindia. </span></span></p>]]></description>
                                                                    <category><![CDATA[Headline]]></category>
                
                <author><![CDATA[ Fitriana Fitriana ]]></author>
                
                <pubDate>Wed, 22 Jul 2026 09:13:52 +0700</pubDate>
            </item>
                    <item>
                <title><![CDATA[Siapkan Pendidik Adaptif, FKIP UMBY Bekali Mahasiswa PPL 2026 dengan Keterampilan Multidisipliner]]></title>
                <link><![CDATA[https://mercubuana-yogya.ac.id/news/siapkan-pendidik-adaptif-fkip-umby-bekali-mahasiswa-ppl-2026-dengan-keterampilan-multidisipliner.html]]></link>
                <description><![CDATA[<p style="margin-bottom: 16px; text-align: justify;"><span style="font-family:Trebuchet MS,Helvetica,sans-serif;"><span style="font-size:18px;">Guna memastikan kesiapan mahasiswa sebelum terjun langsung ke lapangan kerja, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) menyelenggarakan Kuliah Tamu mata kuliah Program Pengenalan Lapangan (PPL) 1. Digelar secara daring melalui platform Zoom pada Kamis (11/6/2026), kegiatan ini dirancang secara komprehensif dengan membagi materi ke dalam tiga konsentrasi utama: Pendidikan, Kebugaran, dan Terapi.</span></span></p>

<p style="text-align: justify;"><span style="font-family:Trebuchet MS,Helvetica,sans-serif;"><span style="font-size:18px;">Agenda yang dihadiri oleh puluhan mahasiswa aktif dari Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, Pendidikan Matematika, Bimbingan Konseling, dan Ilmu Keolahragaan ini bertujuan untuk menyelaraskan pemahaman teoretis di bangku kuliah dengan realitas kebutuhan terkini di dunia kerja. Untuk memberikan wawasan aplikatif, FKIP UMBY menghadirkan tiga pakar profesional sebagai narasumber utama.</span></span></p>

<p style="text-align: justify;"><span style="font-family:Trebuchet MS,Helvetica,sans-serif;"><span style="font-size:18px;">Kepala Laboratorium Microteaching dan UPPL, Ginanjar Nugraheningsih, S.Pd. Jas., M.Or., menyampaikan bahwa spesialisasi materi ini adalah langkah konkret fakultas untuk membekali daya saing multidisipliner mahasiswanya.</span></span></p>

<p style="text-align: justify;"><span style="font-family:Trebuchet MS,Helvetica,sans-serif;"><span style="font-size:18px;">&quot;Kami ingin mahasiswa FKIP UMBY memiliki kesiapan mental dan keterampilan practical yang matang. Tantangan di lapangan saat ini menuntut pendidik yang tanggap, tidak hanya dalam aspek pengajaran kelas, melainkan juga dalam pengembangan kebugaran dan metode terapi pendukung,&quot; ujar Ginanjar dalam sambutannya.</span></span></p>

<p style="text-align: justify;"><span style="font-family:Trebuchet MS,Helvetica,sans-serif;"><span style="font-size:18px;">Pada sesi konsentrasi Pendidikan, Kepala SMK Negeri 1 Sentolo, Sumari, S.Pd., M.Sc., menyoroti pentingnya adaptasi guru muda terhadap manajemen sekolah modern. Menurutnya, calon pendidik tidak boleh hanya fokus pada penyampaian materi, tetapi juga harus peka terhadap ekosistem digital sekolah dan tata kelola administrasi serta budaya kerja profesional yang dinamis.</span></span></p>

<p style="text-align: justify;"><span style="font-family:Trebuchet MS,Helvetica,sans-serif;"><span style="font-size:18px;">&quot;Sebagai strategi menghadapi dinamika Gen-Z, perlu adanya pendekatan pembelajaran berbasis digital empathy, pemanfaatan media interaktif, penerapan manajemen kelas inklusif, serta komunikasi emosional dua arah,&quot; papar Sumari.</span></span></p>

<p style="text-align: justify;"><span style="font-family:Trebuchet MS,Helvetica,sans-serif;"><span style="font-size:18px;">Sementara itu, untuk sektor kesehatan fisik dan kebugaran, Coach dan Personal Trainer Fitness Plus Jogja, Raihan Alhadi, S.Or., menjelaskan pentingnya integrasi sport science dengan industri komersial. Raihan menekankan wajibnya asesmen fisik awal secara komprehensif, seperti analisis postur, tes mobilitas sendi, dan evaluasi riwayat cedera, serta penggunaan teknologi fitness tracking. Hal ini menjadi acuan dalam merancang program latihan berbasis strength and conditioning yang aman, personal, dan terukur, dengan menyesuaikan volume serta intensitas latihan berdasarkan usia, tingkat kebugaran, dan target spesifik masing-masing individu.</span></span></p>

<p style="text-align: justify;"><span style="font-family:Trebuchet MS,Helvetica,sans-serif;"><span style="font-size:18px;">Pada konsentrasi ketiga, Manajer Bengkel Terapi Masase Cedera Olahraga (BTMCO) Mafaza, Evi Nur Khasanah, M.Or., mengupas tuntas pentingnya pendekatan terapi fisik dan kinesiologi. Materi ini dirancang untuk menambah nilai kompetensi mahasiswa PPL saat menghadapi anak berkebutuhan khusus atau menangani pemulihan cedera. </span></span></p>

<p style="text-align: justify;"><span style="font-family:Trebuchet MS,Helvetica,sans-serif;"><span style="font-size:18px;">Secara praktis, Evi memaparkan teknik penanganan cedera olahraga akut melalui metode PRICE (Protect, Rest, Ice, Compression, Elevation) dan adaptasi gerakan motorik khusus yang dapat diterapkan guru saat mendampingi siswa berkebutuhan khusus di sekolah.</span></span></p>

<p style="text-align: justify;"><span style="font-family:Trebuchet MS,Helvetica,sans-serif;"><span style="font-size:18px;">Pendekatan lintas disiplin ini terbukti efektif dalam menyiapkan mental mahasiswa. Rian, salah satu peserta dari Program Studi Pendidikan Matematika, mengaku wawasannya menjadi lebih terbuka setelah mengikuti kuliah tamu tersebut.</span></span></p>

<p style="text-align: justify;"><span style="font-family:Trebuchet MS,Helvetica,sans-serif;"><span style="font-size:18px;">&quot;Jujur, awalnya saya merasa cukup cemas membayangkan bagaimana menghadapi situasi riil di sekolah nanti. Namun, pemaparan praktis dari para narasumber, khususnya cara adaptasi guru muda terhadap manajemen sekolah modern, membuka wawasan baru. Pembekalan ini sangat bermanfaat sehingga rasa tegang saya berkurang dan kini jauh lebih siap untuk praktik lapangan,&quot; ungkapnya.</span></span></p>

<p style="text-align: justify;"><span style="font-family:Trebuchet MS,Helvetica,sans-serif;"><span style="font-size:18px;">Melalui agenda pembekalan ini, FKIP UMBY kembali menegaskan komitmennya dalam mencetak lulusan yang inovatif, adaptif, dan siap berkontribusi secara nyata di berbagai sektor pengabdian masyarakat.</span></span></p>

<p style="margin-bottom:16px; text-align:justify">&nbsp;</p>]]></description>
                                                                    <category><![CDATA[Headline]]></category>
                
                <author><![CDATA[ Fitriana Fitriana ]]></author>
                
                <pubDate>Wed, 22 Jul 2026 08:42:26 +0700</pubDate>
            </item>
                    <item>
                <title><![CDATA[Implementasi Teori Kampus, Mahasiswa Prodi THP UMBY Observasi Pabrik Gula Madukismo]]></title>
                <link><![CDATA[https://mercubuana-yogya.ac.id/news/implementasi-teori-kampus-mahasiswa-prodi-thp-umby-observasi-pabrik-gula-madukismo.html]]></link>
                <description><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><span style="font-family:Georgia,serif;"><span style="font-size:18px;">Sebanyak 41 mahasiswa Program Studi Teknologi Hasil Pertanian (THP) Fakultas Agroindustri Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) melaksanakan kunjungan industri ke PT Madu Baru (PG-PS Madukismo), pada Selasa (23/06/2026). Kunjungan ini bertujuan memberikan pengalaman nyata terkait operasional industri pengolahan pangan berskala besar.</span></span></p>

<p style="text-align: justify;"><span style="font-family:Georgia,serif;"><span style="font-size:18px;">Rombongan yang didampingi oleh Dosen Pembimbing Prof. Dr. Ir. Siti Tamaroh Cahyono Murti, M.P., ini diterima langsung oleh Koordinator Pengembangan Aset PT Madu Baru, Mahmud Safrudin.</span></span></p>

<p style="text-align: justify;"><span style="font-family:Georgia,serif;"><span style="font-size:18px;">Prof. Tamaroh menjelaskan, kunjungan ini merupakan implementasi langsung dari Mata Kuliah Perencanaan Unit Pengolahan (PUP). Mahasiswa diajak melihat langsung perencanaan, tata letak <i>(plant layout)</i>, hingga pengoperasian unit pengolahan hasil pertanian.</span></span></p>

<p style="text-align: justify;"><span style="font-family:Georgia,serif;"><span style="font-size:18px;">&quot;Pengalaman ini akan membantu mahasiswa memahami keterkaitan antara teori di kelas dengan implementasinya di lapangan. Harapannya, mereka memiliki bekal yang mumpuni dalam merancang sistem pengolahan hasil pertanian di masa mendatang,&quot; terang Prof. Tamaroh.</span></span></p>

<p style="text-align: justify;"><span style="font-family:Georgia,serif;"><span style="font-size:18px;"><img alt="" src="https://mercubuana-yogya.ac.id/storage/photos/330/Implementasi Te_1784608992.jpeg" style="width: 675px; height: 373px;" /></span></span></p>

<p style="text-align: justify;"><span style="font-family:Georgia,serif;"><span style="font-size:18px;">Rangkaian kegiatan diawali di Gedung Madu Candya. Mahmud Safrudin memaparkan sejarah perusahaan, proses bisnis, hingga peran krusial PT Madu Baru dalam menyokong industri gula nasional. Diskusi berlangsung interaktif; para mahasiswa antusias menggali informasi seputar pengendalian mutu, efisiensi peralatan, hingga inovasi perusahaan di tengah tantangan industri pangan modern.</span></span></p>

<p style="text-align: justify;"><span style="font-family:Georgia,serif;"><span style="font-size:18px;">&quot;Kami sangat mengapresiasi antusiasme mahasiswa. Kegiatan ini menjadi sarana yang baik untuk memperkenalkan dunia industri kepada calon lulusan sesuai bidang ilmunya, sehingga mereka punya gambaran nyata soal proses produksi dan tantangan industri gula saat ini,&quot; ujar Mahmud.</span></span></p>

<p style="text-align: justify;"><span style="font-family:Georgia,serif;"><span style="font-size:18px;">Usai pemaparan, mahasiswa diajak berkeliling kawasan luar pabrik menggunakan kereta wisata. Mereka mengamati langsung tata letak kawasan, penempatan unit proses, hingga jalur distribusi logistik pabrik. Eksplorasi berlanjut ke area produksi utama. Di sini, mahasiswa membedah tahapan produksi gula secara runut, mulai dari penerimaan bahan baku tebu, penggilingan menjadi nira, pemurnian, penguapan, kristalisasi, hingga pemisahan kristal gula. Mereka juga mengobservasi standar keselamatan kerja dan pengendalian mutu yang diterapkan.</span></span></p>

<p style="text-align: justify;"><span style="font-family:Georgia,serif;"><span style="font-size:18px;">Salah satu mahasiswa, Galang Yosafat, mengaku mendapatkan banyak wawasan baru dari observasi langsung ini.</span></span></p>

<p style="text-align: justify;"><span style="font-family:Georgia,serif;"><span style="font-size:18px;">&quot;Kami tidak hanya melihat alatnya bekerja, tetapi juga memahami bagaimana setiap unit proses itu saling terintegrasi dalam satu sistem produksi. Ini sangat membantu kami memvisualisasikan materi Perencanaan Unit Pengolahan dari kampus,&quot; ungkap Galang.</span></span></p>

<p style="text-align: justify;"><span style="font-family:Georgia,serif;"><span style="font-size:18px;">Prof. Tamaroh berharap mahasiswa dapat terus meningkatkan kompetensi praktis mereka. </span></span></p>

<p style="text-align: justify;"><span style="font-family:Georgia,serif;"><span style="font-size:18px;">&ldquo;Pemahaman komprehensif mengenai tata letak fasilitas dan manajemen proses produksi diharapkan mampu mencetak lulusan yang siap menjawab kebutuhan dunia kerja dan industri Agroinsutri di masa depan,&rdquo; pungkas Prof. Tamaroh.</span></span></p>

<p style="margin-bottom:11px">&nbsp;</p>]]></description>
                                                                    <category><![CDATA[Headline]]></category>
                
                <author><![CDATA[ Fitriana Fitriana ]]></author>
                
                <pubDate>Tue, 21 Jul 2026 11:43:28 +0700</pubDate>
            </item>
                    <item>
                <title><![CDATA[Sulap Pepaya Jadi ‘Keripik Mustofa’, Dosen THP UMBY Latih Kemandirian Ekonomi Santriwati]]></title>
                <link><![CDATA[https://mercubuana-yogya.ac.id/news/sulap-pepaya-jadi-keripik-mustofa-dosen-thp-umby-latih-kemandirian-ekonomi-santriwati.html]]></link>
                <description><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><span style="font-family:Lucida Sans Unicode,Lucida Grande,sans-serif;"><span style="font-size:18px;">Tim Dosen dan Mahasiswa Program Studi Teknologi Hasil Pertanian (THP) Fakultas Agroindustri Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) menggelar kegiatan pengabdian masyarakat di Panti Asuhan dan Pondok Pesantren Rumah Sajada, Sidokarto, Kapanewon Godean, Kabupaten Sleman, pada Minggu (28/06/2026). Kegiatan ini fokus melatih santriwati mengolah pepaya muda menjadi produk pangan inovatif bernilai jual tinggi, yakni Keripik Pepaya Mustofa.</span></span></p>

<p style="text-align: justify;"><span style="font-family:Lucida Sans Unicode,Lucida Grande,sans-serif;"><span style="font-size:18px;">Tim pengabdian ini dipimpin langsung oleh Prof. Dr. Ir. Siti Tamaroh Cahyono Murti, M.P., dengan anggota Dr. Bayu Kanetro, M.P., dan dibantu teknisi laboran Indarti, S.TP., serta tiga mahasiswa, yaitu Sri Hartati, Syakirah Tsaqif Natsir, dan Chayrunisya Salsabila Putri Januari.</span></span></p>

<p style="text-align: justify;"><span style="font-family:Lucida Sans Unicode,Lucida Grande,sans-serif;"><span style="font-size:18px;"><img alt="" src="https://mercubuana-yogya.ac.id/storage/photos/330/Sulap Pepaya Me_1784596158.jpeg" style="width: 675px; height: 1013px;" /></span></span></p>

<p style="text-align: justify;"><span style="font-family:Lucida Sans Unicode,Lucida Grande,sans-serif;"><span style="font-size:18px;">Prof. Tamaroh mengungkapkan langkah tersebut diambil untuk merespons banyaknya pohon pepaya yang tumbuh subur di sekitar lingkungan pesantren namun belum dimanfaatkan secara maksimal. Melalui sentuhan teknologi pangan sederhana, pepaya yang biasanya hanya dijual murah dapat diolah menjadi makanan kekinian.</span></span></p>

<p style="text-align: justify;"><span style="font-family:Lucida Sans Unicode,Lucida Grande,sans-serif;"><span style="font-size:18px;">&ldquo;Melalui inovasi Keripik Pepaya Mustofa ini, diharapkan akan lahir usaha baru berskala industri rumah tangga dari dalam pesantren yang mampu mendukung kemandirian ekonomi panti asuhan secara berkelanjutan,&rdquo; ujar Prof. Tamaroh.</span></span></p>

<p style="text-align: justify;"><span style="font-family:Lucida Sans Unicode,Lucida Grande,sans-serif;"><span style="font-size:18px;">Di hadapan sekitar 25 santriwati dan pengasuh pondok, tim UMBY memberikan sosialisasi sekaligus praktik langsung. Para santriwati diajarkan teknik pengolahan yang tepat, mulai dari penyiapan pepaya muda bersalut campuran tepung beras, terigu, dan tapioka, hingga proses penggorengan.</span></span></p>

<p style="text-align: justify;"><span style="font-family:Lucida Sans Unicode,Lucida Grande,sans-serif;"><span style="font-size:18px;">Untuk memastikan kualitas keripik renyah dan tidak tengik, tim THP UMBY mengaplikasikan penggunaan mesin spinner untuk meniriskan sisa minyak goreng. Setelah minyak tiris, keripik dicampur dengan bumbu halus pedas manis berempah, lalu dioven selama 15 menit pada suhu 90-100&ordm;C. Kemudian dipacking dalam toples. </span></span></p>

<p style="text-align: justify;"><span style="font-family:Lucida Sans Unicode,Lucida Grande,sans-serif;"><span style="font-size:18px;"><img alt="" src="https://mercubuana-yogya.ac.id/storage/photos/330/Sulap Pepaya Me_1784596139.jpeg" style="width: 675px; height: 812px;" /></span></span></p>

<p style="text-align: justify;"><span style="font-family:Lucida Sans Unicode,Lucida Grande,sans-serif;"><span style="font-size:18px;">&ldquo;Kami tidak hanya melakukan transfer ilmu saja, kami pun menyerahkan bantuan berupa alat spinner dan berbagai perlengkapan produksi lainnya kepada pihak pesantren agar kegiatan produksi bisa berlanjut,&rdquo; terang Prof. Tamaroh. </span></span></p>

<p style="text-align: justify;"><span style="font-family:Lucida Sans Unicode,Lucida Grande,sans-serif;"><span style="font-size:18px;">Ustadzah pengasuh Ponpes Rumah Sajada, Nur Kholifah, S.Si., mengapresiasi penuh inisiatif dari pihak kampus. Ia menilai pelatihan ini sangat aplikatif dan membuka wawasan baru bagi penghuni pondok.</span></span></p>

<p style="text-align: justify;"><span style="font-family:Lucida Sans Unicode,Lucida Grande,sans-serif;"><span style="font-size:18px;">&quot;Kegiatan ini memberikan keterampilan nyata bagi para santriwati. Ilmu pengolahan pangan dan kewirausahaan ini akan menjadi bekal kemandirian yang sangat berharga bagi mereka setelah lulus dari Pondok Sajada nanti,&quot; ungkap Nur Kholifah.</span></span></p>

<p style="text-align: justify;"><span style="font-family:Lucida Sans Unicode,Lucida Grande,sans-serif;"><span style="font-size:18px;"><img alt="" src="https://mercubuana-yogya.ac.id/storage/photos/330/Sulap Pepaya Me_1784596119.jpeg" style="width: 675px; height: 450px;" /></span></span></p>

<p style="text-align: justify;"><span style="font-family:Lucida Sans Unicode,Lucida Grande,sans-serif;"><span style="font-size:18px;">&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></span></p>]]></description>
                                                                    <category><![CDATA[Headline]]></category>
                
                <author><![CDATA[ Fitriana Fitriana ]]></author>
                
                <pubDate>Tue, 21 Jul 2026 08:09:22 +0700</pubDate>
            </item>
                    <item>
                <title><![CDATA[Hilirisasi Kelapa, HMPS Akuntansi UMBY Latih Warga Kulon Progo Olah VCO Jadi Balsam Serai Wangi]]></title>
                <link><![CDATA[https://mercubuana-yogya.ac.id/news/hilirisasi-kelapa-hmps-akuntansi-umby-latih-warga-kulon-progo-olah-vco-jadi-balsam-serai-wangi.html]]></link>
                <description><![CDATA[<p style="text-align:justify; margin-bottom:11px"><span style="font-family:Tahoma,Geneva,sans-serif;"><span style="font-size:18px;"><span style="line-height:normal">Setelah sukses membekali warga dengan keterampilan membuat <i>Virgin Coconut Oil</i> (VCO), Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) HMPS Akuntansi Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) melangkah ke tahap berikutnya. Mereka melatih warga mengolah VCO sebagai bahan baku produk kesehatan dan perawatan tubuh. VCO diolah menjadi balsam serai wangi, inovasi ini diharapkan mampu meningkatkan nilai ekonomi VCO sekaligus membuka peluang usaha baru berbasis potensi lokal, Minggu (12/7/2026).</span></span></span></p>

<p style="text-align:justify"><span style="font-family:Tahoma,Geneva,sans-serif;"><span style="font-size:18px;">Kegiatan yang didanai oleh Belmawa Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi ini menyasar 36 ibu-ibu dari Padukuhan 4 dan 11, Kalurahan Depok, Kapanewon Panjatan, Kabupaten Kulon Progo. Pelatihan ini menjadi komitmen mahasiswa dalam mengawal hilirisasi potensi lokal desa setempat.</span></span></p>

<p style="text-align:justify"><span style="font-family:Tahoma,Geneva,sans-serif;"><span style="font-size:18px;">Ketua Tim PPK Ormawa HMPS Akuntansi UMBY, Zenobius Meo Pasu, menjelaskan bahwa program ini dirancang agar masyarakat tidak berhenti pada produksi bahan baku, melainkan mampu menciptakan produk turunan siap jual.</span></span></p>

<p style="text-align:justify"><span style="font-family:Tahoma,Geneva,sans-serif;"><span style="font-size:18px;">&quot;Kami ingin masyarakat memiliki keterampilan yang hulu ke hilir. Balsam serai wangi ini formulanya mudah, bahan bakunya ada di sekitar kita, dan pasar produk kesehatan tradisional selalu terbuka lebar. Ini peluang usaha rumah tangga yang sangat menjanjikan,&quot; kata Zenobius.</span></span></p>

<p style="text-align:justify"><span style="font-family:Tahoma,Geneva,sans-serif;"><span style="font-size:18px;"><img alt="" src="https://mercubuana-yogya.ac.id/storage/photos/330/Hilirisasi Kela_1784509546.jpeg" style="width: 675px; height: 380px;" /></span></span></p>

<p style="text-align:justify"><span style="font-family:Tahoma,Geneva,sans-serif;"><span style="font-size:18px;">Dalam sesi praktik yang dipandu oleh Muhammad Prilleo, para peserta diajak langsung meracik bahan-bahan menggunakan peralatan sederhana seperti kompor, panci, dan timbangan digital. Proses pembuatan dimulai dengan melelehkan <i>petroleum jelly</i> dan <i>beeswax</i>, yang kemudian dicampur dengan <i>crystal menthol</i> serta <i>camphor crystal</i> hingga seluruh bahan larut dan homogen.</span></span></p>

<p style="text-align:justify"><span style="font-family:Tahoma,Geneva,sans-serif;"><span style="font-size:18px;">Setelah adonan dasar larut, bahan aktif berupa minyak serai wangi, minyak gandapura, dan VCO dimasukkan sebagai formula utama. Cairan balsam kemudian dituangkan ke dalam wadah, didiamkan hingga mengeras, dan siap dikemas. Namun sebelum dituangkan ke dalam wadah jar dan dikemas, adonan diuji tingkat keasamannya (pH) terlebih dahulu untuk memastikan produk akhir aman dan ramah di kulit.</span></span></p>

<p style="text-align:justify"><span style="font-family:Tahoma,Geneva,sans-serif;"><span style="font-size:18px;">Tidak sekadar membuat, para peserta juga dibekali edukasi mengenai khasiat produk oleh anggota tim mahasiswa, Adeline Jocelyn Chandra. Kombinasi bahan alami dalam balsam ini terbukti efektif memberikan sensasi hangat untuk meredakan pegal otot, melegakan pernapasan saat flu ringan, sekaligus memberikan efek relaksasi.</span></span></p>

<p style="text-align:justify"><span style="font-family:Tahoma,Geneva,sans-serif;"><span style="font-size:18px;">Dosen Pendamping Lapangan (DPL) PPK Ormawa HMPS Akuntansi UMBY, Ika Wulandari, S.E., M.M., menekankan pentingnya sentuhan inovasi berbasis teknologi sederhana untuk skala rumah tangga seperti ini.</span></span></p>

<p style="text-align:justify"><span style="font-family:Tahoma,Geneva,sans-serif;"><span style="font-size:18px;">&quot;Balsam berbahan dasar VCO merupakan salah satu contoh inovasi yang dapat diproduksi dalam skala rumah tangga dengan teknologi sederhana.<i> </i>Harapan kami, warga tidak hanya bisa membuat, tetapi juga mampu mengemasnya secara menarik agar produk ini bisa dipasarkan lebih luas dan menjadi sumber pendapatan tambahan bagi keluarga,&quot; harap Ika.</span></span></p>

<p style="text-align:justify"><span style="font-family:Tahoma,Geneva,sans-serif;"><span style="font-size:18px;">Pelatihan ini disambut antusias oleh warga. Saryani, salah satu peserta, mengaku mendapat wawasan baru dari pelatihan intensif ini.</span></span></p>

<p style="text-align:justify"><span style="font-family:Tahoma,Geneva,sans-serif;"><span style="font-size:18px;">&quot;Saya baru tahu kalau VCO ternyata bisa dijadikan bahan dasar balsam yang kaya manfaat. Praktiknya mudah dipahami karena kami langsung ikut menimbang dan mencampur bahan sendiri. Semoga ini bisa jadi modal kami untuk membuka usaha mandiri,&quot; tuturnya.</span></span></p>

<p style="text-align:justify"><span style="font-family:Tahoma,Geneva,sans-serif;"><span style="font-size:18px;">Melalui program hilirisasi ini, sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat Kalurahan Depok diharapkan mampu melahirkan kelompok usaha baru yang mandiri. Langkah nyata ini sekaligus mengubah wajah komoditas kelapa Kulon Progo dari sekadar bahan mentah menjadi produk kesehatan yang kompetitif dan berdaya saing.</span></span></p>

<p style="text-align:justify; margin-bottom:11px">&nbsp;</p>]]></description>
                                                                    <category><![CDATA[Headline]]></category>
                
                <author><![CDATA[ Fitriana Fitriana ]]></author>
                
                <pubDate>Mon, 20 Jul 2026 08:05:50 +0700</pubDate>
            </item>
                    <item>
                <title><![CDATA[Tingkatkan Mutu Riset Dosen, UMBY Gelar Coaching Clinic &#039;Academic Writing with AI&#039;]]></title>
                <link><![CDATA[https://mercubuana-yogya.ac.id/news/tingkatkan-mutu-riset-dosen-umby-gelar-coaching-clinic-academic-writing-with-ai-1.html]]></link>
                <description><![CDATA[<p style="margin-bottom: 11px; text-align: justify;"><span style="font-size:18px;"><span style="font-family:Georgia,serif;">Menjawab tantangan era digital dalam dunia akademik, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Bagian Publikasi Ilmiah Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) menyelenggarakan <em>workshop</em> dan <em>coaching clinic</em> bertajuk &quot;Academic Writing with AI: Pemanfaatan Artificial Intelligence secara Etis untuk Meningkatkan Kualitas Publikasi Ilmiah&quot;. Kegiatan ini diselenggarakan secara hybrid pada Kamis (16/7/2026), bertempat di Ruang Teater Kampus 1 UMBY, dan diikuti oleh dosen di lingkungan kampus.</span></span></p>

<p style="text-align: justify;"><span style="font-size:18px;"><span style="font-family:Georgia,serif;">Kepala LPPM UMBY, Nanang Khuzaini, S.Pd.Si., M.Pd., MCE., menjelaskan bahwa agenda ini diinisiasi untuk meluruskan persepsi para akademisi mengenai peran kecerdasan buatan dalam penulisan ilmiah. Menurutnya, masih ada keraguan di kalangan dosen terkait aspek moralitas teknologi ini.</span></span></p>

<p style="text-align: justify;"><span style="font-size:18px;"><span style="font-family:Georgia,serif;">&quot;Acara ini digelar untuk memberikan pemahaman tentang bagaimana kita menggunakan AI dalam penulisan ilmiah secara tepat. Mungkin ada sebagian dosen yang menganggap AI ini kurang etis untuk digunakan, padahal sebenarnya AI adalah tools atau alat bantu yang bisa kita manfaatkan. Semoga kegiatan ini bisa menambah ilmu dan bermanfaat bagi kita, khususnya bagi sivitas akademika UMBY,&quot; ujar Nanang dalam sambutannya.</span></span></p>

<p style="text-align: justify;"><span style="font-size:18px;"><span style="font-family:Georgia,serif;">Workshop ini menghadirkan dua pakar yang mumpuni di bidang penulisan dan riset, yakni Prof. Dr. Ir. Muji Setiyo, S.T., M.T., seorang akademisi, peneliti, Editor in Chief, dan kreator konten dari Universitas Muhammadiyah Magelang, serta Dr. Martaria Rizky Rinaldi, M.Psi., Psikolog, yang merupakan akademisi, peneliti, penulis buku, sekaligus psikolog klinis dari UMBY.</span></span></p>

<p style="text-align: justify;"><span style="font-size:18px;"><span style="font-family:Georgia,serif;"><img alt="" src="https://mercubuana-yogya.ac.id/storage/photos/559/WhatsApp Image _1784272707.jpeg" style="width: 675px; height: 448px;" /></span></span></p>

<p style="text-align: justify;"><span style="font-size:18px;"><span style="font-family:Georgia,serif;">Dalam pemaparannya, Dr. Martaria Rizky Rinaldi menekankan bahwa kehadiran kecerdasan buatan memang mempercepat pekerjaan penelitian, namun teknologi ini sama sekali tidak mengambil alih tanggung jawab ilmiah dari seorang peneliti.</span></span></p>

<p style="text-align: justify;"><span style="font-size:18px;"><span style="font-family:Georgia,serif;">Dr. Martaria juga menyoroti perubahan signifikan paradigma riset antara metode tradisional dan metode yang dibantu AI.</span></span></p>

<p style="text-align: justify;"><span style="font-size:18px;"><span style="font-family:Georgia,serif;">&ldquo;Pada tahap pencarian literatur, jika dahulu peneliti harus mencari artikel satu per satu secara manual, kini AI secara aktif membantu mengembangkan kata kunci dan memetakan literatur sehingga pencarian jauh lebih luas dan terstruktur,&rdquo; jelasnya.</span></span></p>

<p style="text-align: justify;"><span style="font-size:18px;"><span style="font-family:Georgia,serif;">Selanjutnya, dalam hal pemahaman pustaka, peneliti tidak perlu lagi membaca keseluruhan artikel secara manual hanya untuk menemukan esensi tulisan. AI dapat menyaring informasi awal dan memberikan ringkasan cepat, sehingga peneliti tahu persis artikel yang paling relevan untuk diulas lebih dalam. Bahkan pada tahapan penulisan dan revisi, AI mampu mengevaluasi struktur dan tingkat keterbacaan sejak awal serta memberikan umpan balik langsung (<em>real-time</em>) saat naskah dikembangkan. </span></span></p>

<p style="text-align: justify;"><span style="font-size:18px;"><span style="font-family:Georgia,serif;">&ldquo;Hal ini sangat menghemat waktu dibandingkan cara lama, di mana revisi kebahasaan biasanya baru dilakukan setelah naskah selesai diketik seluruhnya,&rdquo; imbuh Dr. Martaria.</span></span></p>

<p style="text-align: justify;"><span style="font-size:18px;"><span style="font-family:Georgia,serif;"><img alt="" src="https://mercubuana-yogya.ac.id/storage/photos/559/5_1784272653.jpg" style="width: 550px; height: 367px;" /></span></span></p>

<p style="text-align: justify;"><span style="font-size:18px;"><span style="font-family:Georgia,serif;">Senada dengan hal tersebut, Prof. Muji Setiyo membagikan perspektifnya dari kacamata seorang Editor in Chief. Menurutnya, naskah publikasi yang memiliki daya pikat dan selalu dicari oleh editor adalah naskah yang pembahasannya mampu membantah atau memperbarui temuan-temuan sebelumnya. </span></span></p>

<p style="text-align: justify;"><span style="font-size:18px;"><span style="font-family:Georgia,serif;">&ldquo;AI hadir bukan untuk mengganti isi pikiran peneliti, melainkan mengefisienkan pekerjaan teknis. Namun, peneliti tidak boleh lupa untuk selalu melakukan human verification atau verifikasi fakta secara manual,&rdquo; tekannya.</span></span></p>

<p style="text-align: justify;"><span style="font-size:18px;"><span style="font-family:Georgia,serif;">Lebih lanjut, Prof. Muji menjabarkan bahwa sebelum menyusun publikasi, peneliti wajib mampu menjawab lima rumusan penting di dalam naskahnya. Peneliti harus bisa menjelaskan alasan kuat mengapa riset tersebut dilakukan serta memaparkan kegelisahan ilmiah yang mendorong penulisan artikel tersebut. Penulis juga perlu memetakan siapa saja peneliti terdahulu yang memiliki kegelisahan serupa. Dari sana, peneliti dituntut untuk menguraikan metode risetnya dengan menonjolkan kebaruan pendekatan dibandingkan studi-studi terdahulu. Pada akhirnya, seluruh gagasan tersebut harus bermuara pada kemampuan peneliti menyajikan cerita dan sudut pandang baru di dalam bagian pembahasan.</span></span></p>

<p style="text-align: justify;"><span style="font-size:18px;"><span style="font-family:Georgia,serif;"><img alt="" src="https://mercubuana-yogya.ac.id/storage/photos/559/Tingkatkan Mutu_1784272675.jpeg" style="width: 675px; height: 380px;" /></span></span></p>

<p style="text-align: justify;"><span style="font-size:18px;"><span style="font-family:Georgia,serif;">Coaching clinic ini menargetkan empat kompetensi praktis bagi dosen UMBY. Peserta dibekali kemampuan untuk mengenali berbagai jenis AI akademik, memilih alat bantu yang sesuai dengan kebutuhan riset, serta memahami batasan teknologi ini, seperti risiko bias dan informasi fiktif. Terakhir dan paling krusial, dosen dituntut menjaga etika akademik dengan memosisikan AI murni sebagai asisten riset yang digunakan secara transparan dan bertanggung jawab.</span></span></p>

<p style="text-align: justify;"><span style="font-size:18px;"><span style="font-family:Georgia,serif;">Melalui acara ini, LPPM UMBY berharap para dosen dapat mengoptimalkan kecerdasan buatan untuk mendongkrak kuantitas dan kualitas publikasi ilmiah secara bermartabat dan senantiasa menjunjung tinggi kode etik akademik.</span></span></p>

<p style="text-align:justify; margin-bottom:11px">&nbsp;</p>]]></description>
                                                                    <category><![CDATA[Headline]]></category>
                
                <author><![CDATA[ Farida Dian Farida Dian ]]></author>
                
                <pubDate>Fri, 17 Jul 2026 14:18:44 +0700</pubDate>
            </item>
                    <item>
                <title><![CDATA[Dongkrak Nilai Jual Kelapa, HMPS Akuntansi UMBY Latih Warga Kulon Progo Bikin VCO dan Kerupuk Ampas]]></title>
                <link><![CDATA[https://mercubuana-yogya.ac.id/news/dongkrak-nilai-jual-kelapa-hmps-akuntansi-umby-latih-warga-kulon-progo-bikin-vco-dan-kerupuk-ampas-1.html]]></link>
                <description><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><span style="font-family:Trebuchet MS,Helvetica,sans-serif;"><span style="font-size:18px;">Komoditas kelapa yang melimpah di Kalurahan Depok, Kapanewon Panjatan, Kabupaten Kulon Progo selama ini belum dimanfaatkan optimal. Warga biasanya langsung menjual kelapa dalam bentuk mentah dengan harga murah, berkisar Rp2.000 per butir.</span></span></p>

<p style="text-align: justify;"><span style="font-family:Trebuchet MS,Helvetica,sans-serif;"><span style="font-size:18px;">Melihat kondisi tersebut, Himpunan Mahasiswa Program Studi Akuntansi (HMPS Akuntansi) Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) mengambil langkah konkret. Melalui Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa), mereka menggelar pelatihan pembuatan Virgin Coconut Oil (VCO) sekaligus pemanfaatan limbahnya menjadi kerupuk ampas kelapa, Sabtu (11/07/2026).</span></span></p>

<p style="text-align: justify;"><span style="font-family:Trebuchet MS,Helvetica,sans-serif;"><span style="font-size:18px;">Program yang didanai oleh Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) Dikti ini diikuti oleh sedikitnya 34 warga yang didominasi ibu-ibu dari Padukuhan 4 dan 11, Kalurahan Depok. Melalui inovasi ini, masyarakat diharapkan mampu menghasilkan produk turunan kelapa yang bernilai ekonomi tinggi.</span></span></p>

<p style="text-align: justify;"><span style="font-family:Trebuchet MS,Helvetica,sans-serif;"><span style="font-size:18px;">Pada sesi praktik, Ketua PPK Ormawa HMPS Akuntansi UMBY sekaligus narasumber, Zenobius Meo Pasu, mendampingi langsung warga dalam pembuatan VCO menggunakan metode alami tanpa pemanasan.</span></span></p>

<p style="text-align: justify;"><span style="font-family:Trebuchet MS,Helvetica,sans-serif;"><span style="font-size:18px;"><img alt="" src="https://mercubuana-yogya.ac.id/storage/photos/559/Dongkrak Nilai _1784271839.jpeg" style="width: 675px; height: 380px;" /></span></span></p>

<p style="text-align: justify;"><span style="font-family:Trebuchet MS,Helvetica,sans-serif;"><span style="font-size:18px;">Prosesnya dimulai dengan memarut daging kelapa tua, lalu diperas menjadi santan. Santan tersebut kemudian didiamkan selama satu malam hingga terbentuk pemisahan alami antara air, krim, dan minyak murni. Lapisan minyak murni (VCO) inilah yang kemudian dipanen secara hati-hati agar nutrisinya tetap terjaga.</span></span></p>

<p style="text-align: justify;"><span style="font-family:Trebuchet MS,Helvetica,sans-serif;"><span style="font-size:18px;">&quot;Kami berharap masyarakat mampu melihat potensi besar dari komoditas kelapa. Pengolahan kelapa menjadi VCO dan produk turunannya jelas membuka peluang usaha baru serta mendukung peningkatan kesejahteraan warga secara berkelanjutan,&quot; ujar Zenobius.</span></span></p>

<p style="text-align: justify;"><span style="font-family:Trebuchet MS,Helvetica,sans-serif;"><span style="font-size:18px;">Tak berhenti pada minyak kelapa, tim mahasiswa juga memperkenalkan konsep zero waste melalui pemanfaatan ampas kelapa sisa pembuatan VCO. Anggota tim mahasiswa, Erika Upik Wangge, memperagakan langsung cara mengolah ampas tersebut menjadi kerupuk yang gurih dan bernilai jual. Ampas kelapa dicampur dengan tepung tapioka, terigu, dan bumbu dapur, lalu dikukus, diiris tipis, dijemur, hingga siap digoreng.</span></span></p>

<p style="text-align: justify;"><span style="font-family:Trebuchet MS,Helvetica,sans-serif;"><span style="font-size:18px;">Ketua HMPS Akuntansi UMBY, Muhammad Prilleo, menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata pengabdian mahasiswa kepada masyarakat.</span></span></p>

<p style="text-align: justify;"><span style="font-family:Trebuchet MS,Helvetica,sans-serif;"><span style="font-size:18px;">&quot;PPK Ormawa menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan ilmu di kampus sekaligus belajar bersama masyarakat. Kami berharap inovasi ini bisa terus dikembangkan menjadi usaha rumah tangga,&quot; kata Prilleo.</span></span></p>

<p style="text-align: justify;"><span style="font-family:Trebuchet MS,Helvetica,sans-serif;"><span style="font-size:18px;">Keberhasilan program ini turut membanggakan pihak kampus. Dosen Pendamping Lapangan (DPL) HMPS Akuntansi UMBY, Ika Wulandari, S.E., M.M., mengungkapkan rasa syukurnya atas konsistensi para mahasiswa dalam meraih hibah nasional.</span></span></p>

<p style="text-align: justify;"><span style="font-family:Trebuchet MS,Helvetica,sans-serif;"><span style="font-size:18px;">&quot;Alhamdulillah, tahun 2026 ini merupakan keempat kalinya HMPS Akuntansi UMBY berhasil memperoleh hibah PPK Ormawa dari Belmawa. Capaian ini menjadi bukti bahwa mahasiswa mampu menghadirkan program inovatif yang relevan dan berdampak nyata bagi kebutuhan masyarakat,&quot; tutur Ika.</span></span></p>

<p style="text-align: justify;"><span style="font-family:Trebuchet MS,Helvetica,sans-serif;"><span style="font-size:18px;"><img alt="" src="https://mercubuana-yogya.ac.id/storage/photos/559/Dongkrak Nilai _1784271875.jpeg" style="width: 675px; height: 380px;" /></span></span></p>

<p style="text-align: justify;"><span style="font-family:Trebuchet MS,Helvetica,sans-serif;"><span style="font-size:18px;">Langkah mahasiswa ini mendapat sambutan hangat dari perangkat desa dan warga setempat. Kepala Dukuh 11, Harsono, mengapresiasi pelatihan yang dinilai sangat selaras dengan potensi wilayah mereka. </span></span></p>

<p style="text-align: justify;"><span style="font-family:Trebuchet MS,Helvetica,sans-serif;"><span style="font-size:18px;">&quot;Masyarakat memperoleh keterampilan baru dari tim PPK Ormawa HMPS Akuntansi UMBY untuk mengolah kelapa menjadi produk yang lebih bernilai. Kami berharap ilmu yang diberikan dapat terus dipraktikkan dan berkembang menjadi usaha masyarakat,&quot; tuturnya.</span></span></p>

<p style="text-align: justify;"><span style="font-family:Trebuchet MS,Helvetica,sans-serif;"><span style="font-size:18px;">Sementara itu, Rini Rahmawati, salah satu peserta pelatihan, mengaku mendapatkan inspirasi baru.</span></span></p>

<p style="text-align: justify;"><span style="font-family:Trebuchet MS,Helvetica,sans-serif;"><span style="font-size:18px;">&quot;Selama ini kami hanya tahu kelapa untuk konsumsi harian. Pelatihan ini membuka wawasan bahwa kelapa bisa jadi VCO, bahkan ampasnya pun bisa jadi kerupuk yang bernilai jual. Kami berharap kegiatan seperti ini terus berlanjut,&quot; ungkap Rini.</span></span></p>

<p style="text-align: justify;"><span style="font-family:Trebuchet MS,Helvetica,sans-serif;"><span style="font-size:18px;">Sepanjang acara, para peserta tampak antusias. Tidak hanya fokus pada proses produksi, warga juga aktif berdiskusi dengan mahasiswa mengenai strategi pengemasan (packaging), pemasaran produk, hingga peluang pengembangan usaha mandiri berbasis potensi lokal di desa mereka.</span></span></p>

<p style="text-align:justify; margin-bottom:11px">&nbsp;</p>]]></description>
                                                                    <category><![CDATA[Headline]]></category>
                
                <author><![CDATA[ Farida Dian Farida Dian ]]></author>
                
                <pubDate>Fri, 17 Jul 2026 14:05:33 +0700</pubDate>
            </item>
                    <item>
                <title><![CDATA[Lewat &#039;Roda Sehat&#039; dan &#039;Tangga Bahagia&#039;, Akademisi UMBY Latih Kader PKK Gunungkidul Kelola Stres Ekonomi]]></title>
                <link><![CDATA[https://mercubuana-yogya.ac.id/news/lewat-roda-sehat-dan-tangga-bahagia-akademisi-umby-latih-kader-pkk-gunungkidul-kelola-stres-ekonomi-1.html]]></link>
                <description><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><span style="font-family:Georgia,serif;"><span style="font-size:18px;">Guna memperkuat peran komunitas dalam kesehatan keluarga dan ketahanan ekonomi, tim pengabdian kepada masyarakat (PkM) dari Fakultas Psikologi Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) berkolaborasi dengan Prodi Keperawatan Poltekes Permata Indonesia menggelar edukasi interaktif di Balai Dukuh Gunungsari, Kalurahan Ngeposari, Kapanewon Semanu, Kabupaten Gunungkidul, Minggu (5/7/2026).</span></span></p>

<p style="text-align: justify;"><span style="font-family:Georgia,serif;"><span style="font-size:18px;">Kegiatan PkM ini menyasar 55 kader dan anggota kelompok PKK setempat. Mengusung tema &quot;Penguatan PHBS Rumah Tangga &amp; Peningkatan Kesejahteraan Psikologis melalui Roda Sehat dan Tangga Bahagia&quot;, program ini hadir sebagai solusi kreatif untuk mengatasi tantangan literasi kesehatan dan psikososial di tingkat rumah tangga.</span></span></p>

<p style="text-align: justify;"><span style="font-family:Georgia,serif;"><span style="font-size:18px;">Tim UMBY diinisiasi oleh Prof. Dr. Alimatus Sahrah, M.Si., MM., bersama Rani Rengganis, M.Si., Ph.D., dan Davita Variani, S.Psi., M.Psi., Psikolog. Sementara tim Poltekes Permata Indonesia diwakili oleh Dr. Amalina Tri Susilani, S.SiT, MPH., Harpeni Siswatibudi, S.Psi., MPH., dan Dwi Ratnaningsih, SST., MPH.</span></span></p>

<p style="text-align: justify;"><span style="font-family:Georgia,serif;"><span style="font-size:18px;">Prof. Alimatus menjelaskan, kegiatan ini menjawab tantangan nyata di masyarakat terkait pentingnya literasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dan pencegahan stunting, sekaligus membekali keluarga dengan kemampuan psikososial menghadapi tekanan ekonomi.</span></span></p>

<p style="text-align: justify;"><span style="font-family:Georgia,serif;"><span style="font-size:18px;">&ldquo;Kami melihat kelompok PKK memiliki posisi strategis sebagai garda terdepan penggerak kesehatan keluarga. Melalui media permainan edukatif, edukasi PHBS serta manajemen stres finansial menjadi lebih partisipatif, mudah dipahami, dan menyenangkan dibanding sekadar metode ceramah konvensional,&rdquo; ujar Prof. Alimatus.</span></span></p>

<p style="text-align: justify;"><span style="font-family:Georgia,serif;"><span style="font-size:18px;">Inovasi pertama, yakni media &quot;Roda Sehat&quot;, dipaparkan oleh Dr. Amalina. Media ini dirancang untuk memperkuat pemahaman PKK mengenai 10 indikator PHBS rumah tangga. Indikator tersebut mencakup persalinan oleh tenaga kesehatan, pemberian ASI eksklusif, penimbangan di posyandu, ketersediaan air bersih dan jamban sehat, cuci tangan pakai sabun, pemberantasan jentik nyamuk, konsumsi buah dan sayur, aktivitas fisik harian, hingga larangan merokok di dalam rumah.</span></span></p>

<p style="text-align: justify;"><span style="font-family:Georgia,serif;"><span style="font-size:18px;"><img alt="" src="https://mercubuana-yogya.ac.id/storage/photos/330/Lewat Roda Seha_1784182495.jpeg" style="width: 675px; height: 763px;" /></span></span></p>

<p style="text-align: justify;"><span style="font-family:Georgia,serif;"><span style="font-size:18px;">Inovasi kedua adalah media &quot;Tangga Bahagia&quot; yang menjadi terobosan edukasi psikososial-finansial berbasis experiential learning. Rani Rengganis, Ph.D., menuturkan, permainan ini mengintegrasikan konsep Subjective Well-Being (SWB) agar peserta memiliki strategi koping yang adaptif terhadap tekanan ekonomi keluarga sehingga mampu mengambil keputusan finansial yang rasional dan menghindari utang mikro berisiko</span></span></p>

<p style="text-align: justify;"><span style="font-family:Georgia,serif;"><span style="font-size:18px;">Lebih lanjut Rengganis menguraikan strategi coping yang adaptif dapat dijadikan sebagai cara menghadapi stres atau tekanan dengan pendekatan yang sehat, realistis, dan membantu individu tetap berfungsi secara optimal, baik secara emosional, kognitif, maupun perilaku. Dalam psikologi, hal semacam ini sering dikaitkan dengan kemampuan coping stress yang efektif dan konstruktif. Di dalam permainan &ldquo;Tangga Bahagia&rdquo; terdapat kartu-kartu sesuai nomor dimana dadu berhenti, di dalam kartu tersebut ada kasus kemudian peserta diminta berdiskusi dari kasus tersebut, peserta diminta merefleksikan kasus tersebut dan mengatur prioritas serta rencana tindakan sehingga mereka belajar keterampilan yang baru. </span></span></p>

<p style="text-align: justify;">&nbsp;</p>

<p style="text-align: justify;"><span style="font-family:Georgia,serif;"><span style="font-size:18px;">&quot;Pendekatan game-based learning ini melatih keterampilan regulasi emosi dan komunikasi keluarga. Peserta diedukasi agar memiliki strategi koping yang adaptif terhadap tekanan ekonomi, misalnya melalui penetapan prioritas kebutuhan yang rasional, komunikasi yang transparan, sehingga mereka dapat menghindari jerat utang mikro yang berisiko,&quot; jelas Rengganis.</span></span></p>

<p style="text-align: justify;"><span style="font-family:Georgia,serif;"><span style="font-size:18px;">Kegiatan yang berlangsung partisipatif ini mendapat apresiasi positif dari pihak kelurahan. Dukuh Gunungsari, Nung Yuwana, menyambut baik inovasi metode edukasi dari tim akademisi tersebut. Menurutnya, sosialisasi kesehatan yang biasanya hanya bersifat satu arah kini berubah menjadi ruang diskusi yang hidup.</span></span></p>

<p style="text-align: justify;"><span style="font-family:Georgia,serif;"><span style="font-size:18px;">&ldquo;Kegiatan ini memberikan warna baru bagi PKK kami. Dengan &#39;Roda Sehat dan Tangga Bahagia&#39;, ibu-ibu menjadi lebih semangat, aktif berdiskusi, dan ilmunya lebih mudah diterapkan di rumah tangga,&rdquo; ungkap Nung.</span></span></p>

<p style="text-align: justify;"><img alt="" src="https://mercubuana-yogya.ac.id/storage/photos/330/Lewat Roda Seha_1784182573.jpeg" style="width: 675px; height: 518px;" /></p>

<p style="text-align: justify;"><span style="font-family:Georgia,serif;"><span style="font-size:18px;">Senada dengan hal tersebut, Ketua PKK Gunungsari, Etika Lomaristy Pradananingsih, menyebut kehadiran media edukasi ini sebagai angin segar. </span></span></p>

<p style="text-align: justify;"><span style="font-family:Georgia,serif;"><span style="font-size:18px;">&quot;Ibu-ibu merasa senang diajak bermain sambil belajar. Media ini sangat aplikatif untuk mengelola stres saat menghadapi masalah ekonomi,&quot; tuturnya.</span></span></p>

<p style="text-align: justify;"><span style="font-family:Georgia,serif;"><span style="font-size:18px;">Sebagai bentuk hilirisasi pengetahuan yang berkelanjutan, luaran dari program ini tidak berhenti pada sesi edukasi. Tim PkM juga memberikan hibah media permainan, modul fasilitator, dan instrumen evaluasi yang diserahterimakan kepada mitra PKK agar dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang sebagai garda depan kesejahteraan keluarga Indonesia.</span></span></p>

<p style="text-align: justify;"><span style="font-family:Georgia,serif;"><span style="font-size:18px;"><img alt="" src="https://mercubuana-yogya.ac.id/storage/photos/330/Lewat Roda Seha_1784182468.jpeg" /></span></span></p>]]></description>
                                                                    <category><![CDATA[Headline]]></category>
                
                <author><![CDATA[ Fitriana Fitriana ]]></author>
                
                <pubDate>Thu, 16 Jul 2026 13:15:23 +0700</pubDate>
            </item>
                    <item>
                <title><![CDATA[Dorong Bank Sampah Kalen Duit Naik Kelas, Tim PkM UMBY Gelar Outing Class &#039;Sekolah Hijau&#039;]]></title>
                <link><![CDATA[https://mercubuana-yogya.ac.id/news/dorong-bank-sampah-kalen-duit-naik-kelas-tim-pkm-umby-gelar-outing-class-sekolah-hijau.html]]></link>
                <description><![CDATA[<p style="text-align:justify"><span style="font-family:Georgia,serif;"><span style="font-size:18px;">Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dari Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi (FE) Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) berkolaborasi dengan Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen (STIM) YKPN menyelenggarakan kegiatan <i>outing class</i> di Ledok Sambi, Pakembinangun, Kabupaten Sleman, Sabtu (11/7/2026).</span></span></p>

<p style="text-align:justify"><span style="font-family:Georgia,serif;"><span style="font-size:18px;">Kegiatan ini merupakan puncak sekaligus penutup dari rangkaian program &quot;Sekolah Hijau&quot; yang telah berjalan selama dua bulan. Fokus utamanya adalah melakukan <i>up-grading</i> atau peningkatan kapasitas manajemen berbasis teknologi digital bagi pengurus Bank Sampah Kalen Duit yang berlokasi di Kampung Sapen, Kota Yogyakarta.</span></span></p>

<p style="text-align:justify"><span style="font-family:Georgia,serif;"><span style="font-size:18px;">Sebagai tulang punggung kebersihan lingkungan di wilayahnya, Bank Sampah Kalen Duit saat ini memiliki 47 orang anggota aktif. Setiap bulannya, mereka rata-rata berhasil mengelola hingga 450kilogram sampah anorganik dan mencetak omzet sekitar Rp700.000. Untuk melipatgandakan capaian tersebut, tim akademisi hadir memberikan <i>sharing session</i> manajerial serta memfasilitasi penyusunan program kerja digitalisasi secara partisipatif menggunakan metode <i>metaplan</i>.</span></span></p>

<p style="text-align:justify"><span style="font-family:Georgia,serif;"><span style="font-size:18px;">Guru Besar UMBY, Prof. Dr. Dorothea Wahyu Ariani, selaku ketua Tim PkM, memaparkan strategi penting di hadapan 10 orang pengurus Bank Sampah Kalen Duit, Ketua RW, dan Ketua PKK, agar bank sampah dapat segera &#39;naik kelas&#39;.</span></span></p>

<p style="text-align:justify"><span style="font-family:Georgia,serif;"><span style="font-size:18px;">&quot;Bank sampah harus menerapkan fungsi manajemen dengan baik, mulai dari perencanaan, organisasi, pengawasan, hingga evaluasi berkala. Selain itu, perlu ada perluasan layanan dan usaha, semisal memproduksi aksesoris atau kerajinan daur ulang dari plastik, kain perca, dan kemasan, lalu memasarkannya melalui media sosial dan <i>marketplace</i>,&quot; jelas Prof. Ariani.</span></span></p>

<p style="text-align:justify"><span style="font-family:Georgia,serif;"><span style="font-size:18px;">Turut hadir sebagai narasumber, Dr. Alifah Widya Rachmawati, S.E., M.M., dan Dra. Tri Harsini Wahyuningsih, M.Si. dari STIM YKPN. Dalam paparannya, Tri Harsini menyoroti pentingnya strategi retensi anggota.</span></span></p>

<p style="text-align:justify"><span style="font-family:Georgia,serif;"><span style="font-size:18px;">&quot;Partisipasi anggota dapat ditingkatkan melalui pemberian <i>reward</i> atau penghargaan, seperti pembagian paket sembako bagi mereka yang paling aktif bertransaksi. Di sisi internal, sistem insentif yang teratur juga perlu diterapkan agar kinerja pengurus menjadi lebih optimal,&quot; urai Tri Harsini.</span></span></p>

<p style="text-align:justify"><span style="font-family:Georgia,serif;"><span style="font-size:18px;"><img alt="" src="https://mercubuana-yogya.ac.id/storage/photos/330/Dorong Bank Sam_1784097780.jpeg" style="width: 675px; height: 508px;" /></span></span></p>

<p style="text-align:justify"><span style="font-family:Georgia,serif;"><span style="font-size:18px;">Sementara itu, fasilitator lapangan Awan Santosa, S.E., M.Sc., CIPE., mendorong pengurus untuk membiasakan penyusunan program kerja dan rencana anggaran secara periodik.</span></span></p>

<p style="text-align:justify"><span style="font-family:Georgia,serif;"><span style="font-size:18px;">&quot;Kebutuhan anggaran perlu diidentifikasi beserta alternatif pembiayaannya. Optimalisasi teknologi digital mutlak diperlukan hari ini. Pengurus bisa memaksimalkan <i>smartphone</i> untuk pemasaran <i>online</i> melalui WhatsApp Business, Instagram, Facebook, hingga platform <i>e-commerce</i> seperti Shopee dan Tokopedia guna mendongkrak pendapatan,&quot; ujar Awan.</span></span></p>

<p style="text-align:justify"><span style="font-family:Georgia,serif;"><span style="font-size:18px;">Inisiatif digitalisasi dan pembenahan manajemen ini mendapat respons positif dari pihak mitra. Ketua Bank Sampah Kalen Duit RW 07, Eni Sumaryati, mengaku sangat terbantu dengan adanya program Sekolah Hijau.</span></span></p>

<p style="text-align:justify"><span style="font-family:Georgia,serif;"><span style="font-size:18px;">&quot;Program yang berjalan dua bulan ini sangat menjawab keinginan pengurus untuk naik kelas dengan manajemen yang lebih baik. Kami berharap pendampingan ini terus berlanjut agar kemampuan mengelola organisasi dan memasarkan produk anggota secara digital semakin meningkat,&quot; tutur Eni.</span></span></p>

<p style="text-align:justify"><span style="font-family:Georgia,serif;"><span style="font-size:18px;">Eni menambahkan, eksistensi bank sampah sejauh ini telah memberikan dampak nyata. Selain menjaga kebersihan lingkungan Kampung Sapen dan mengurangi volume buangan ke depo sampah secara signifikan, kehadiran bank sampah juga telah terbukti membantu warga memiliki tabungan tambahan untuk menopang ekonomi keluarga.</span></span></p>

<p style="text-align:justify; margin-bottom:11px"><img alt="" src="https://mercubuana-yogya.ac.id/storage/photos/330/Dorong Bank Sam_1784097760.jpeg" style="width: 675px; height: 380px;" /></p>]]></description>
                                                                    <category><![CDATA[Headline]]></category>
                
                <author><![CDATA[ Fitriana Fitriana ]]></author>
                
                <pubDate>Wed, 15 Jul 2026 13:43:05 +0700</pubDate>
            </item>
                    <item>
                <title><![CDATA[Tingkatkan Tata Kelola Organisasi, BEM FAI UMBY Jalin Sinergi dengan BEM Pertanian UMK]]></title>
                <link><![CDATA[https://mercubuana-yogya.ac.id/news/tingkatkan-tata-kelola-organisasi-bem-fai-umby-jalin-sinergi-dengan-bem-pertanian-umk.html]]></link>
                <description><![CDATA[<p style="text-align:justify"><span style="font-family:Tahoma,Geneva,sans-serif;"><span style="font-size:18px;"><span style="color:black">Guna meningkatkan kualitas tata kelola organisasi kemahasiswaan, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Agroindustri Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) mengadakan kegiatan studi banding ke BEM Fakultas Pertanian Universitas Muria Kudus (UMK), Jawa Tengah, pada Sabtu (13/06/2026).</span></span></span></p>

<p style="text-align:justify"><span style="font-family:Tahoma,Geneva,sans-serif;"><span style="font-size:18px;"><span style="color:black">Kegiatan yang berlangsung di Gedung Fakultas Pertanian UMK ini dihadiri oleh 56 peserta, yang terdiri dari 18 pengurus BEM FAI UMBY serta 37 pengurus BEM Pertanian UMK yang didampingi oleh Dosen Pembina, Tangguh Prakoso, S.P.</span></span></span></p>

<p style="text-align:justify"><span style="font-family:Tahoma,Geneva,sans-serif;"><span style="font-size:18px;"><span style="color:black">Ketua BEM FAI UMBY, Arya Dhimas Friyadi, mengungkapkan bahwa Fakultas Pertanian UMK dipilih sebagai tujuan studi banding karena rekam jejak mereka yang inovatif, pengalaman dalam pengembangan kepemimpinan, serta advokasi mahasiswa.</span></span></span></p>

<p style="text-align:justify"><span style="font-family:Tahoma,Geneva,sans-serif;"><span style="font-size:18px;"><span style="color:black">&quot;Kegiatan studi banding ini menjadi kesempatan yang sangat berharga bagi kami di BEM FAI untuk belajar mengenai tata kelola organisasi dan program kerja yang telah diterapkan BEM Fakultas Pertanian UMK. Semoga kita bisa menjalin relasi yang baik dan meningkatkan kualitas organisasi kami,&quot; ujar Arya.</span></span></span></p>

<p style="text-align:justify"><span style="font-family:Tahoma,Geneva,sans-serif;"><span style="font-size:18px;"><span style="color:black"><img alt="" src="https://mercubuana-yogya.ac.id/storage/photos/330/Tingkatkan Tata_1783990725.jpeg" style="width: 675px; height: 379px;" /></span></span></span></p>

<p style="text-align:justify"><span style="font-family:Tahoma,Geneva,sans-serif;"><span style="font-size:18px;"><span style="color:black">Kunjungan tersebut disambut hangat oleh BEM Fakultas Pertanian UMK selaku tuan rumah. Ketua BEM FP UMK, Muchamad Bagas Arifiyanto, berharap pertemuan ini tidak sekadar menjadi ajang seremonial.</span></span></span></p>

<p style="text-align:justify"><span style="font-family:Tahoma,Geneva,sans-serif;"><span style="font-size:18px;"><span style="color:black">&quot;Kami menyambut baik kunjungan BEM FAI UMBY dan berharap kegiatan ini menjadi awal dari kerja sama yang berkelanjutan. Semoga pertukaran ide dan pengalaman dapat memberikan manfaat nyata bagi kedua organisasi,&quot; tutur Bagas.</span></span></span></p>

<p style="text-align:justify"><span style="font-family:Tahoma,Geneva,sans-serif;"><span style="font-size:18px;"><span style="color:black">Sesi utama dalam studi banding ini diisi dengan pemaparan struktur organisasi, visi-misi, diskusi dua arah, hingga sesi berbagi pengalaman terkait advokasi hak mahasiswa. Namun, daya tarik utama dari diskusi ini terletak pada pertukaran ide terkait program kerja unggulan masing-masing institusi.</span></span></span></p>

<p style="text-align:justify"><span style="font-family:Tahoma,Geneva,sans-serif;"><span style="font-size:18px;"><span style="color:black">BEM FAI UMBY mempresentasikan program unggulan mereka di bidang pelestarian lingkungan, yakni Konservasi Pantai. Program ini melibatkan aksi nyata mahasiswa seperti konservasi penyu, pembersihan sampah pesisir, hingga penanaman pandan laut guna menjaga ekosistem pantai.</span></span></span></p>

<p style="text-align:justify"><span style="font-family:Tahoma,Geneva,sans-serif;"><span style="font-size:18px;"><span style="color:black">Di sisi lain, BEM FP UMK unjuk gigi melalui program kewirausahaan yang inovatif, yaitu Penjualan Tanaman Hias Bambu Rezeki (Lucky Bamboo) dengan Media Hidrogel. Penggunaan hidrogel membuat tanaman ini minim perawatan dan hemat air. Produk yang bernilai estetika tinggi ini bahkan sukses menembus pasar lintas provinsi, menjadikannya solusi cerdas dalam membangun kemandirian finansial organisasi.</span></span></span></p>

<p style="text-align:justify"><span style="font-family:Tahoma,Geneva,sans-serif;"><span style="font-size:18px;"><span style="color:black">Selain sesi diskusi di dalam ruangan, para peserta dari UMBY juga diajak melakukan kunjungan lahan (field trip) ke area praktik Fakultas Pertanian UMK. Di sana, mereka melihat langsung implementasi kegiatan budi daya dan pengolahan lahan yang mendukung proses pembelajaran mahasiswa.</span></span></span></p>

<p style="text-align:justify"><span style="font-family:Tahoma,Geneva,sans-serif;"><span style="font-size:18px;"><span style="color:black">Kegiatan ditutup dengan penyerahan cendera mata secara simbolis serta sesi dokumentasi bersama. Ke depannya, BEM FAI UMBY dan BEM FP UMK sepakat untuk terus menjaga komunikasi dan berkolaborasi dalam berbagai kegiatan positif yang berdampak bagi mahasiswa dan masyarakat luas.</span></span></span></p>

<p style="text-align:justify"><span style="font-family:Tahoma,Geneva,sans-serif;"><span style="font-size:18px;"><span style="color:black"><img alt="" src="https://mercubuana-yogya.ac.id/storage/photos/330/Tingkatkan Tata_1783990698.jpeg" style="width: 675px; height: 379px;" /></span></span></span></p>

<p style="text-align:justify; margin-bottom:11px">&nbsp;</p>]]></description>
                                                                    <category><![CDATA[Headline]]></category>
                
                <author><![CDATA[ Fitriana Fitriana ]]></author>
                
                <pubDate>Tue, 14 Jul 2026 07:58:54 +0700</pubDate>
            </item>
                    <item>
                <title><![CDATA[Geliatkan Ekonomi Warga, Tim Pengabdian UMBY Latih Ibu-Ibu PKK Sleman Olah Abon Lele dan Pemasaran Digital]]></title>
                <link><![CDATA[https://mercubuana-yogya.ac.id/news/geliatkan-ekonomi-warga-tim-pengabdian-umby-latih-ibu-ibu-pkk-sleman-olah-abon-lele-dan-pemasaran-digital-1.html]]></link>
                <description><![CDATA[<p style="margin-bottom: 16px; text-align: justify;"><span style="font-family:Trebuchet MS,Helvetica,sans-serif;"><span style="font-size:18px;">Kelompok Ibu-ibu PKK Padukuhan Pasekan Lor RT 04/RW 04, Kalurahan Balecatur, Kapanewon Gamping, Kabupaten Sleman mendapatkan pembekalan intensif melalui pelatihan Digital Marketing, Pelabelan Produk, dan Praktik Pembuatan Abon Lele pada Minggu (5/7/2026). Kegiatan ini diinisiasi oleh Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) yang didanai oleh Program Pengabdian Masyarakat DIKTISAINTEK Tahun 2026 sebagai upaya nyata peningkatan kapasitas usaha rumah tangga berbasis potensi lokal.</span></span></p>

<p style="text-align: justify;"><span style="font-family:Trebuchet MS,Helvetica,sans-serif;"><span style="font-size:18px;">Sebanyak 20 peserta terlibat aktif dalam program yang menjadi bagian dari implementasi tridarma perguruan tinggi ini. Dipimpin oleh Ika Wulandari, SE., MM, CAP. CTT. selaku ketua tim, bersama anggotanya Eno Casmi, SE., MBA. dan Endang Sri Utami, SE., M.Si, Ak, CA, CAP., pelatihan dirancang untuk memberikan keterampilan praktis yang dapat langsung diterapkan oleh masyarakat.</span></span></p>

<p style="text-align: justify;"><span style="font-family:Trebuchet MS,Helvetica,sans-serif;"><span style="font-size:18px;">&quot;Kami berharap kegiatan ini tidak hanya menambah wawasan peserta, tetapi juga mampu mendorong lahirnya produk-produk UMKM yang memiliki daya saing lebih tinggi melalui pengolahan pangan yang bernilai tambah, kemasan yang menarik, serta strategi pemasaran digital yang efektif,&quot; ujar Ika Wulandari dalam sambutannya.</span></span></p>

<p style="text-align: justify;"><span style="font-family:Trebuchet MS,Helvetica,sans-serif;"><span style="font-size:18px;">Pada sesi materi, Eno Casmi memaparkan pentingnya membangun identitas produk dan teknik pengemasan yang informatif. Peserta diajarkan memanfaatkan berbagai platform digital serta media sosial sebagai sarana promosi guna memperluas jangkauan pasar. Selain itu, materi pelabelan produk pangan juga diberikan agar produk rumahan yang dihasilkan memenuhi standar profesional dan lebih mudah dikenali konsumen.</span></span></p>

<p style="text-align: justify;"><span style="font-family:Trebuchet MS,Helvetica,sans-serif;"><span style="font-size:18px;"><img alt="" src="https://mercubuana-yogya.ac.id/storage/photos/559/WhatsApp Image _1783906523.jpeg" style="width: 675px; height: 380px;" /></span></span></p>

<p style="text-align: justify;"><span style="font-family:Trebuchet MS,Helvetica,sans-serif;"><span style="font-size:18px;">Memasuki sesi praktik, para peserta didampingi langsung dalam pembuatan abon lele sebagai bentuk diversifikasi olahan perikanan bernilai ekonomi tinggi. Proses produksi diawali dengan mengukus ikan lele untuk mempermudah pemisahan daging dari tulang. Daging lele yang telah disuwir halus kemudian dicampur dengan santan untuk memberikan tekstur lembut dan rasa gurih.</span></span></p>

<p style="text-align: justify;"><span style="font-family:Trebuchet MS,Helvetica,sans-serif;"><span style="font-size:18px;">Selanjutnya, adonan tersebut dimasak bersama bumbu rempah halus, seperti bawang merah, bawang putih, ketumbar, kemiri, lengkuas, jahe, daun salam, dan serai hingga meresap sempurna. Proses penggorengan menggunakan api kecil dilakukan sampai abon berwarna kecokelatan dan bertekstur kering renyah.</span></span></p>

<p style="text-align: justify;"><span style="font-family:Trebuchet MS,Helvetica,sans-serif;"><span style="font-size:18px;">Sebelum masuk ke tahap akhir pengemasan, abon lele dimasukkan ke dalam mesin spinner untuk meniriskan kandungan minyak. Langkah ini krusial untuk menjaga kualitas produk agar lebih tahan lama dan tetap higienis saat dikemas dengan label resmi.</span></span></p>

<p style="text-align: justify;"><span style="font-family:Trebuchet MS,Helvetica,sans-serif;"><span style="font-size:18px;">Siti Rohani, salah satu peserta kegiatan, menyampaikan apresiasi mendalam atas terselenggaranya pelatihan ini. Menurutnya, materi yang disampaikan sangat relevan dengan kebutuhan ibu-ibu di Padukuhan Pasekan Lor yang ingin merintis maupun mengembangkan usaha dari rumah.</span></span></p>

<p style="text-align: justify;"><span style="font-family:Trebuchet MS,Helvetica,sans-serif;"><span style="font-size:18px;">&quot;Pelatihan ini sangat bermanfaat karena kami tidak hanya belajar membuat abon lele, tetapi juga memahami bagaimana mengemas produk dengan baik serta memasarkan produk melalui media digital. Semoga kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut sehingga masyarakat semakin termotivasi untuk meningkatkan pendapatan keluarga,&quot; kata Siti Rohani.</span></span></p>

<p style="text-align: justify;"><span style="font-family:Trebuchet MS,Helvetica,sans-serif;"><span style="font-size:18px;">Melalui program Pengabdian kepada Masyarakat yang didanai DIKTISAINTEK Tahun 2026 ini, diharapkan kemampuan masyarakat dalam mengolah hasil perikanan, membangun identitas produk, serta memanfaatkan teknologi digital untuk pemasaran semakin meningkat. Dengan demikian, produk-produk lokal dari Padukuhan Pasekan Lor diharapkan mampu memiliki daya saing yang lebih tinggi dan memberikan kontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.</span></span></p>

<p style="text-align:justify">&nbsp;</p>]]></description>
                                                                    <category><![CDATA[Headline]]></category>
                
                <author><![CDATA[ Farida Dian Farida Dian ]]></author>
                
                <pubDate>Mon, 13 Jul 2026 08:36:06 +0700</pubDate>
            </item>
                    <item>
                <title><![CDATA[UMBY Populerkan Bahasa Inggris Guna Dongkrak Potensi Kampung Wisata Bambu Jetis]]></title>
                <link><![CDATA[https://mercubuana-yogya.ac.id/news/umby-populerkan-bahasa-inggris-guna-dongkrak-potensi-kampung-wisata-bambu-jetis-1.html]]></link>
                <description><![CDATA[<p style="margin-bottom:16px; text-align:justify"><span style="font-family:Tahoma,Geneva,sans-serif;"><span style="font-size:18px;">Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) resmi menutup program Sekolah Alam Bahasa Inggris (SABI) Angkatan (Batch) IX di Dusun Jetis, Sumberrejo, Tempel, Sleman, pada Rabu (8/7/2026). Program ini mengintegrasikan pendidikan bahasa inggris dengan pelestarian kebudayaan Jawa guna mengembangkan potensi warga setempat sejak usia dini.</span></span></p>

<p style="margin-bottom:16px; text-align:justify"><span style="font-family:Tahoma,Geneva,sans-serif;"><span style="font-size:18px;">SABI yang menjadi salah satu kegiatan andalan di Kampung Wisata Bambu Jetis ini menyasar anak-anak mulai dari jenjang PAUD hingga Kelas VI SD. Pada penutupan Batch IX kali ini, tercatat sekitar 60 anak berpartisipasi dan menerima Sertifikat Penghargaan. Sebelum prosesi penutupan, para peserta mengikuti rangkaian kegiatan <i><span style="border:none windowtext 1.0pt; padding:0cm">English in Action</span></i> yang interaktif, seperti bernyanyi, permainan (<i><span style="border:none windowtext 1.0pt; padding:0cm">games</span></i>), serta <i><span style="border:none windowtext 1.0pt; padding:0cm">treasure hunt</span></i> di empat titik pos kawasan Kampung Wisata Bambu Jetis.</span></span></p>

<p style="margin-bottom:16px; text-align:justify"><span style="font-family:Tahoma,Geneva,sans-serif;"><span style="font-size:18px;"><img alt="" src="https://mercubuana-yogya.ac.id/storage/photos/330/UMBY Populerkan_1783652376.jpeg" style="width: 675px; height: 450px;" /></span></span></p>

<p style="margin-bottom:16px; text-align:justify"><span style="font-family:Tahoma,Geneva,sans-serif;"><span style="font-size:18px;">Dekan FKIP UMBY, Dr. Nuryadi, S.Pd.Si., M.Pd., menyatakan bahwa pelaksanaan SABI merupakan implementasi nyata dari pembelajaran berbasis pengalaman (<i><span style="border:none windowtext 1.0pt; padding:0cm">experiential learning</span></i>) sekaligus penguatan pengabdian kepada masyarakat dari Prodi Pendidikan Bahasa Inggris UMBY.</span></span></p>

<p style="margin-bottom:16px; text-align:justify"><span style="font-family:Tahoma,Geneva,sans-serif;"><span style="font-size:18px;">&ldquo;Kami bekerja sama dengan Sekolah Alam Bahasa Inggris di Kampung Wisata Bambu Jetis dengan konsep belajar yang aktif, interaktif, dan menyenangkan. Ke depan, setelah Angkatan IX ini, kegiatan akan terus berlanjut ke batch berikutnya bahkan direncanakan menggelar kegiatan lebih spesifik, seperti berkolaborasi dengan Dinas Kebudayaan untuk kegiatan budaya berbasis bahasa Inggris,&rdquo; papar Nuryadi.</span></span></p>

<p style="margin-bottom:16px; text-align:justify"><span style="font-family:Tahoma,Geneva,sans-serif;"><span style="font-size:18px;">Sementara itu, Penanggungjawab kegiatan English in Action SABI sekaligus Wakil Dekan FKIP UMBY, Agustinus Hary Setiawan, S.Pd., M.A., menjelaskan bahwa antusiasme warga sangat tinggi dengan rata-rata peserta mencapai 50 hingga 80 orang per angkatan. Guna menjaga keberlanjutan program, UMBY menerapkan metode <i><span style="border:none windowtext 1.0pt; padding:0cm">Training of Trainers</span></i> (ToT) agar masyarakat dapat mengelola sekolah alam ini secara mandiri secara manajerial.</span></span></p>

<p style="margin-bottom:16px; text-align:justify"><span style="font-family:Tahoma,Geneva,sans-serif;"><span style="font-size:18px;">&quot;Harapannya ke depan, dari program ini bisa meningkatkan perlahan pendapatan masyarakat, sampai hal-hal lain dari lini-lini yang ada di desa,&quot; ujar Hary.</span></span></p>

<p style="margin-bottom:16px; text-align:justify"><span style="font-family:Tahoma,Geneva,sans-serif;"><span style="font-size:18px;">Kegiatan ini turut menggerakkan mahasiswa yang tergabung dalam <i><span style="border:none windowtext 1.0pt; padding:0cm">English Student Association</span></i> (ESA) UMBY. Menariknya, dua mahasiswa asing asal Tajikistan, yakni Zulola (Prodi Pendidikan Bahasa Inggris) dan Zanavbar (Prodi Akuntansi), juga ikut diterjunkan langsung untuk mendukung rangkaian acara.</span></span></p>

<p style="margin-bottom:16px; text-align:justify"><span style="font-family:Tahoma,Geneva,sans-serif;"><span style="font-size:18px;"><img alt="" src="https://mercubuana-yogya.ac.id/storage/photos/330/UMBY Populerkan_1783652346.jpeg" style="width: 675px; height: 449px;" /></span></span></p>

<p style="margin-bottom:16px; text-align:justify"><span style="font-family:Tahoma,Geneva,sans-serif;"><span style="font-size:18px;">Penutupan SABI Angkatan IX ini mendapat dukungan luas dari berbagai pihak. Hadir dalam acara tersebut Teguh Wahyudi, S.E. (Yayasan Wangsamanggala), Widarta, S.E., M.M., CDMP. (Kepala Biro Kerja Sama, Humas, dan Keprotokolan UMBY), Ahmadi, S.Pd. (Ketua Desa Budaya Sumberrejo mewakili Lurah Sumberrejo), serta Retno Wulandari (Pendamping Budaya Sumberrejo dari Dinas Kebudayaan DIY).</span></span></p>

<p style="margin-bottom:16px; text-align:justify"><span style="font-family:Tahoma,Geneva,sans-serif;"><span style="font-size:18px;">Respon positif juga datang dari orang tua wali murid. Fitri Nurjanti, salah satu orang tua peserta, mengaku bersyukur anak-anaknya bisa mengikuti program ini.</span></span></p>

<p style="margin-bottom:16px; text-align:justify"><span style="font-family:Tahoma,Geneva,sans-serif;"><span style="font-size:18px;">&ldquo;Saya yakin ilmu, wawasan, dan pengalaman yang diperoleh anak-anak akan sangat bermanfaat. Dengan menguasai bahasa Inggris sejak dini, ke depannya banyak peluang yang dapat diraih. Suasana tempatnya juga sangat mendukung,&rdquo; pungkas Fitri.</span></span></p>

<p style="margin-bottom:16px; text-align:justify"><img alt="" src="https://mercubuana-yogya.ac.id/storage/photos/330/UMBY Populerkan_1783652330.jpeg" style="width: 675px; height: 449px;" /></p>]]></description>
                                                                    <category><![CDATA[Headline]]></category>
                
                <author><![CDATA[ Fitriana Fitriana ]]></author>
                
                <pubDate>Fri, 10 Jul 2026 09:55:01 +0700</pubDate>
            </item>
                    <item>
                <title><![CDATA[Borong Dua Juara, UMBY Berjaya di Ajang Anugerah Kerja Sama Diktisaintek 2026]]></title>
                <link><![CDATA[https://mercubuana-yogya.ac.id/news/borong-dua-juara-umby-berjaya-di-ajang-anugerah-kerja-sama-diktisaintek-2026-1.html]]></link>
                <description><![CDATA[<p style="margin-bottom: 11px; text-align: justify;"><span style="font-size:18px;"><span style="font-family:Trebuchet MS,Helvetica,sans-serif;">Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) kembali menorehkan prestasi gemilang di tingkat regional. Kampus ini sukses membawa pulang dua penghargaan sekaligus dalam ajang bergengsi Anugerah Kerja Sama Diktisaintek LLDIKTI Wilayah V Tahun 2026 yang digelar pada Kamis (2/6/2026).</span></span></p>

<p style="text-align: justify;"><span style="font-size:18px;"><span style="font-family:Trebuchet MS,Helvetica,sans-serif;">Dalam perhelatan yang mengusung tema &ldquo;Diktisaintek Berdampak Dalam Mendukung Perekonomian, Sosial, dan Lingkungan&rdquo; ini, UMBY berhasil mengamankan predikat Juara Terbaik II untuk kategori Kerja Sama Industri Paling Berdampak dan Juara Harapan I untuk kategori Kerja Sama Internasional Paling Berdampak.</span></span></p>

<p style="text-align: justify;"><span style="font-size:18px;"><span style="font-family:Trebuchet MS,Helvetica,sans-serif;">Penghargaan tahunan ini merupakan bentuk apresiasi tertinggi dari LLDIKTI Wilayah V kepada perguruan tinggi yang menunjukkan komitmen, konsistensi, dan inovasi nyata dalam membangun jejaring serta memperkuat kolaborasi lintas sektor.</span></span></p>

<p style="text-align: justify;"><span style="font-size:18px;"><span style="font-family:Trebuchet MS,Helvetica,sans-serif;">Prestasi ini tidak lepas dari peran aktif Bagian Kerja Sama UMBY, di bawah Biro Kerja Sama, Humas dan Keprotokolan, yang jeli dalam menyusun proposal berbasis luaran kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM). Dua program unggulan yang diusulkan berhasil memikat para dewan juri karena dinilai memberikan dampak masif di lapangan.</span></span></p>

<p style="text-align: justify;"><span style="font-size:18px;"><span style="font-family:Trebuchet MS,Helvetica,sans-serif;"><img alt="" src="https://mercubuana-yogya.ac.id/storage/photos/559/WhatsApp Image _1783560522.jpeg" style="width: 675px; height: 450px;" /></span></span></p>

<p style="text-align: justify;"><span style="font-size:18px;"><span style="font-family:Trebuchet MS,Helvetica,sans-serif;">Pada kategori Kerja Sama Industri (Juara Terbaik II), UMBY mengangkat program kemandirian pakan berbasis ekonomi sirkular di Desa Sumberarum. Program ini merupakan kolaborasi nyata antara UMBY dengan Kelompok Ternak &ldquo;Pitik Jawa&rdquo; (Koperasi CUCT) untuk menjawab tantangan tingginya biaya pakan dan rendahnya produktivitas ayam kampung.</span></span></p>

<p style="text-align: justify;"><span style="font-size:18px;"><span style="font-family:Trebuchet MS,Helvetica,sans-serif;">Melalui inisiatif ini, UMBY mengintegrasikan teknologi ransum (technofeeding) dengan budidaya maggot menggunakan metode ember tumpuk memanfaatkan limbah organik sekitar. Langkah inovatif ini terbukti efektif mendongkrak bobot serta kualitas reproduksi ternak, sekaligus mereduksi sampah organik dan menyediakan pupuk bagi pertanian warga pra-sejahtera setempat.</span></span></p>

<p style="text-align: justify;"><span style="font-size:18px;"><span style="font-family:Trebuchet MS,Helvetica,sans-serif;">Sementara pada kategori Kerja Sama Internasional (Juara Harapan I), UMBY mengusung program bertajuk &ldquo;Empowerment of Human Resource and Tour Guides Organization of the Pioneering Jetis English Village&rdquo;. Program ini dijalinkan bersama Aklan State University (ASU), Filipina, untuk mengembangkan Kampung Inggris Jetis di Dusun Sumberrejo, Tempel, Sleman, sebagai pusat pembelajaran bahasa dan destinasi wisata edukasi berbasis komunitas. Kolaborasi ini sukses mendobrak keterbatasan tata kelola organisasi serta meningkatkan kemampuan komunikasi bahasa Inggris para pemandu wisata lokal dalam menyambut wisatawan mancanegara.</span></span></p>

<p style="text-align: justify;"><span style="font-size:18px;"><span style="font-family:Trebuchet MS,Helvetica,sans-serif;">Keberhasilan UMBY merengkuh penghargaan ini harus dilalui melalui tahapan seleksi yang ketat. Pada tahap awal, UMBY mengirimkan tiga proposal dari kategori berbeda kepada pihak LLDIKTI Wilayah V. Proposal-proposal tersebut kemudian ditinjau, direview, dan dinilai secara objektif oleh tim ahli dari LLDIKTI Wilayah V, perwakilan Bagian Kerja Sama Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (UGM), serta perwakilan tim Dinas Perindustrian dan Perdagangan D.I. Yogyakarta.</span></span></p>

<p style="text-align: justify;"><span style="font-size:18px;"><span style="font-family:Trebuchet MS,Helvetica,sans-serif;">Setelah sukses di tingkat regional, UMBY kini langsung memasang target baru yang lebih tinggi. Ke depan, Bagian Kerja Sama UMBY tengah bersiap untuk maju ke tingkat nasional mewakili LLDIKTI Wilayah V, khususnya pada kategori kerja sama industri paling berdampak.</span></span></p>

<p style="text-align: justify;"><span style="font-size:18px;"><span style="font-family:Trebuchet MS,Helvetica,sans-serif;">Nikmah Sofia Afiati., M.Psi., Psikolog., Kepala Bagian Kerja Sama Dalam Negeri (DN) dan Daniel&nbsp;Ari Widhiatama, S.Pd., M.Hum., Kepala Bagian Kerja Sama Luar Negeri (LN) UMBY menegaskan bahwa di era globalisasi dan disrupsi teknologi saat ini, sebuah perguruan tinggi tidak boleh lagi berdiri sebagai &quot;menara gading&quot; yang terisolasi dari realitas luar.</span></span></p>

<p style="text-align: justify;"><span style="font-size:18px;"><span style="font-family:Trebuchet MS,Helvetica,sans-serif;">&quot;Pengelolaan kerja sama, baik di tingkat domestik maupun internasional, bukan sekadar aktivitas administratif atau pemenuhan dokumen di atas kertas seperti MoU atau MoA. Kerja sama adalah urat nadi inovasi, jembatan yang menghubungkan teori akademik di ruang kelas dengan realitas industri serta perkembangan ilmu pengetahuan global,&quot; tegas Daniel.</span></span></p>

<p style="text-align: justify;"><span style="font-size:18px;"><span style="font-family:Trebuchet MS,Helvetica,sans-serif;">Melalui kemandirian kemitraan yang strategis, terintegrasi, dan berkelanjutan, UMBY berkomitmen untuk terus membuka pintu seluas-luasnya bagi mahasiswa dan dosen untuk melakukan riset bersama, pertukaran pelajar, hingga program magang yang relevan.</span></span></p>

<p style="text-align: justify;"><span style="font-size:18px;"><span style="font-family:Trebuchet MS,Helvetica,sans-serif;">&quot;Ke depan, fokus kami bukan lagi sekadar kuantitas atau seberapa banyak mitra yang kita miliki, melainkan kualitas dan kedalaman dampak dari kerja sama tersebut (active partnerships). Kami berkomitmen untuk mendorong internasionalisasi kampus yang inklusif, memperkuat sinergi dengan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) di dalam negeri, serta melakukan digitalisasi sistem pengelolaan kerja sama. Kami percaya Bagian Kerja Sama akan terus menjadi katalisator utama dalam membawa UMBY menuju reputasi global yang berdampak nyata bagi masyarakat,&quot; imbuh Nikmah Sofia.</span></span></p>

<p style="text-align: justify;"><span style="font-size:18px;"><span style="font-family:Trebuchet MS,Helvetica,sans-serif;"><img alt="" src="https://mercubuana-yogya.ac.id/storage/photos/559/WhatsApp Image _1783560571.jpeg" style="width: 675px; height: 450px;" /></span></span></p>

<p style="text-align: justify;"><span style="font-size:18px;"><span style="font-family:Trebuchet MS,Helvetica,sans-serif;">Menanggapi capaian luar biasa ini, Kepala Biro Kerja Sama, Humas, dan Keprotokolan UMBY, Widarta, S.E., MM., CDMP. menyampaikan rasa bangga dan apresiasi yang tinggi kepada seluruh tim yang telah bekerja keras. Menurutnya, penghargaan ini menjadi bukti nyata bahwa sistem kemitraan dan reputasi publikasi UMBY berjalan di jalur yang tepat.</span></span></p>

<p style="text-align: justify;"><span style="font-size:18px;"><span style="font-family:Trebuchet MS,Helvetica,sans-serif;">&quot;Penghargaan dari LLDIKTI Wilayah V ini merupakan pengakuan atas kerja keras kelembagaan kita dalam membangun sinergi yang harmonis dengan berbagai mitra. Melalui fungsi kerja sama dan humas, kami berkomitmen untuk terus menggaungkan kontribusi nyata civitas akademika UMBY agar dampaknya tidak hanya dirasakan di ruang lingkup kampus, tetapi juga diakui secara luas oleh masyarakat dan industri. Prestasi ini memotivasi kami untuk terus meningkatkan standar mutu pelayanan kemitraan ke depan,&quot; ungkap Widarta.</span></span></p>

<p style="text-align:justify">&nbsp;</p>]]></description>
                                                                    <category><![CDATA[Headline]]></category>
                
                <author><![CDATA[ Farida Dian Farida Dian ]]></author>
                
                <pubDate>Thu, 09 Jul 2026 08:30:04 +0700</pubDate>
            </item>
                    <item>
                <title><![CDATA[Berjaya di Kancah Internasional, UKM Taekwondo UMBY Borong 15 Medali di Ksatria Nusantara PBTI Series 4]]></title>
                <link><![CDATA[https://mercubuana-yogya.ac.id/news/berjaya-di-kancah-internasional-ukm-taekwondo-umby-borong-15-medali-di-ksatria-nusantara-pbti-series-4-1.html]]></link>
                <description><![CDATA[<p style="text-align:justify; margin-bottom:11px"><span style="font-size:18px;"><span style="font-family:Lucida Sans Unicode,Lucida Grande,sans-serif;"><span style="line-height:normal">Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Taekwondo Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) kembali menorehkan tinta emas. Tidak tanggung-tanggung, kontingen UMBY berhasil memborong 15 medali dalam ajang kejuaraan internasional Ksatria Nusantara PBTI Series 4 yang diselenggarakan di GOR Bandung Arena, Kota Bandung, Jawa Barat, pada 3<span lang="IN">-</span>5 Juli 2026.</span></span></span></p>

<p style="text-align:justify; margin-bottom:11px"><span style="font-size:18px;"><span style="font-family:Lucida Sans Unicode,Lucida Grande,sans-serif;"><span style="line-height:normal">Prestasi gemilang ini diraih berkat semangat juang tinggi para delegasi yang berasal dari berbagai program studi (prodi). Total raihan medali yang dibawa pulang ke Yogyakarta terdiri dari 7 Medali Emas, 4 Medali Perak, dan 4 Medali Perunggu.</span></span></span></p>

<p style="text-align:justify; margin-bottom:11px"><span style="font-size:18px;"><span style="font-family:Lucida Sans Unicode,Lucida Grande,sans-serif;"><span style="line-height:normal">Tujuh medali emas yang menjadi pencapaian tertinggi tim dipersembahkan oleh I Gede Aryo Budiasa (Prodi Peternakan), Glen Anwar (Teknologi Hasil Pertanian), Mhd. Akbar Hidayat Ningsih (Agroteknologi), dan Akhilla Clara (Psikologi). Selain itu, tiga mahasiswi dari Prodi Manajemen, yaitu Dia Safitri, Angela Agustin Kurnia Astuti, dan Nur Safa Azizah, juga sukses mengunci podium pertama dan membawa pulang medali emas.</span></span></span></p>

<p style="text-align:justify; margin-bottom:11px"><span style="font-size:18px;"><span style="font-family:Lucida Sans Unicode,Lucida Grande,sans-serif;"><span style="line-height:normal">Sementara itu, empat medali perak berhasil diamankan oleh Tio Versi Kristian (Agroteknologi), Fira Febianti (Pendidikan Matematika), serta dua mahasiswa dari prodi Teknologi Hasil Pertanian, yakni Jasmine Yasma Musfiroh dan Aisha Devi Azzahra.</span></span></span></p>

<p style="text-align:justify; margin-bottom:11px"><span style="font-size:18px;"><span style="font-family:Lucida Sans Unicode,Lucida Grande,sans-serif;"><span style="line-height:normal">Melengkapi kemenangan manis kontingen UMBY, empat medali perunggu juga sukses disumbangkan oleh Ameylia Wulan (Psikologi), Mayla Lindu Larasati (Pendidikan Bahasa Inggris), Zahran Aly Shina (Peternakan), dan Kun Andrianto Wijaya (Psikologi).</span></span></span></p>

<p style="text-align:justify; margin-bottom:11px"><span style="font-size:18px;"><span style="font-family:Lucida Sans Unicode,Lucida Grande,sans-serif;"><span style="line-height:normal">Keberhasilan ini bukanlah sesuatu yang instan. Para atlet mengaku kemenangan ini adalah hasil dari porsi latihan fisik dan teknik yang sangat ketat menjelang hari pertandingan.</span></span></span></p>

<p style="text-align:justify; margin-bottom:11px"><span style="font-size:18px;"><span style="font-family:Lucida Sans Unicode,Lucida Grande,sans-serif;"><span style="line-height:normal">Dia Safitri, mahasiswi Prodi Manajemen yang meraih Medali Emas, mengungkapkan bahwa kejuaraan ini memberikan kesan mendalam baginya. Meski ini adalah kejuaraannya yang kelima, ini merupakan debutnya di level internasional yang diselenggarakan di dalam negeri.</span></span></span></p>

<p style="text-align:justify; margin-bottom:11px"><span style="font-size:18px;"><span style="font-family:Lucida Sans Unicode,Lucida Grande,sans-serif;"><span style="line-height:normal">&quot;Dengan perjuangan latihan yang sangat intens, saya akhirnya bisa mendapatkan Juara 1 melawan petarung-petarung tangguh lainnya. Ini pengalaman yang luar biasa,&quot; ujar Dia.</span></span></span></p>

<p style="text-align:justify; margin-bottom:11px"><span style="font-size:18px;"><span style="font-family:Lucida Sans Unicode,Lucida Grande,sans-serif;"><span style="line-height:normal"><img alt="" src="https://mercubuana-yogya.ac.id/storage/photos/559/Berjaya di Kanc_1783560052.jpeg" style="width: 675px; height: 380px;" /></span></span></span></p>

<p style="text-align:justify; margin-bottom:11px"><span style="font-size:18px;"><span style="font-family:Lucida Sans Unicode,Lucida Grande,sans-serif;"><span style="line-height:normal">Senada dengan Dia, Glen Anwar dari prodi Teknologi Hasil Pertanian (THP) juga tidak bisa menyembunyikan kebahagiaannya. Bagi Glen, ini adalah kali pertama ia turun di arena kejuaraan.</span></span></span></p>

<p style="text-align:justify; margin-bottom:11px"><span style="font-size:18px;"><span style="font-family:Lucida Sans Unicode,Lucida Grande,sans-serif;"><span style="line-height:normal">&quot;Saya sangat senang sekali. Walaupun ini adalah kali pertama saya mengikuti kejuaraan, saya berhasil mendapatkan medali emas. Ini semua berkat latihan yang intensif dan bimbingan dari <i>coach</i> saya,&quot; tutur Glen antusias.</span></span></span></p>

<p style="text-align:justify; margin-bottom:11px"><span style="font-size:18px;"><span style="font-family:Lucida Sans Unicode,Lucida Grande,sans-serif;"><span style="line-height:normal">Glen melanjutkan, solidnya performa para atlet tidak lepas dari motivasi internal tim yang memiliki hasrat tinggi terhadap kompetisi. &quot;Di mana ada kejuaraan, di situ kami selalu ingin turut serta,&quot; ungkapnya.</span></span></span></p>

<p style="text-align:justify; margin-bottom:11px"><span style="font-size:18px;"><span style="font-family:Lucida Sans Unicode,Lucida Grande,sans-serif;"><span style="line-height:normal">Di samping itu, dukungan penuh dari pihak kampus menjadi bahan bakar utama. UMBY memfasilitasi seluruh kebutuhan kontingen, mulai dari biaya pendaftaran, transportasi, akomodasi penginapan, hingga konsumsi selama berada di Bandung.</span></span></span></p>

<p style="text-align:justify"><span style="font-size:18px;"><span style="font-family:Lucida Sans Unicode,Lucida Grande,sans-serif;">Kepala Biro Kemahasiswaan dan Alumni UMBY, Ir. Reo Sambodo, S.P., M.M.A., turut menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya atas capaian gemilang UKM Taekwondo. Ia menegaskan bahwa kampus selalu berkomitmen untuk mendukung kegiatan mahasiswa yang berorientasi pada peningkatan prestasi.</span></span></p>

<p style="text-align:justify"><span style="font-size:18px;"><span style="font-family:Lucida Sans Unicode,Lucida Grande,sans-serif;">&quot;Kami sangat mengapresiasi perjuangan luar biasa dari tim UKM Taekwondo UMBY yang sukses memborong 15 medali di ajang internasional. UMBY berkomitmen penuh untuk terus memfasilitasi dan men-<i>support</i> mahasiswa agar tidak hanya unggul di bidang akademik, tetapi juga memiliki wadah untuk mengasah minat, bakat, serta mental juara mereka di luar kampus,&quot; ungkap Ir. Reo.</span></span></p>

<p style="text-align:justify; margin-bottom:11px"><span style="font-size:18px;"><span style="font-family:Lucida Sans Unicode,Lucida Grande,sans-serif;"><span style="line-height:normal">Setelah sukses di Bandung, tim UKM Taekwondo UMBY tidak memiliki banyak waktu untuk bersantai. Mereka kini tengah memanaskan mesin untuk menatap target selanjutnya yaitu 8th Asian Taekwondo Indonesia Open Championship 2026 yang akan bergulir pada 1 hingga 5 Agustus mendatang.</span></span></span></p>

<p style="text-align:justify; margin-bottom:11px"><span style="font-size:18px;"><span style="font-family:Lucida Sans Unicode,Lucida Grande,sans-serif;"><span style="line-height:normal">Menutup perbincangan, Glen sebagai perwakilan UKM Taekwondo UMBY menitipkan pesan inspiratif bagi seluruh mahasiswa UMBY lainnya agar terus aktif mengembangkan diri di luar kelas.</span></span></span></p>

<p style="text-align:justify; margin-bottom:11px"><span style="font-size:18px;"><span style="font-family:Lucida Sans Unicode,Lucida Grande,sans-serif;"><span style="line-height:normal">&quot;Kami berharap teman-teman mahasiswa bisa aktif mengikuti berbagai kegiatan positif. Jangan hanya fokus kuliah, tapi tambahlah <i>soft skill</i> kalian untuk masa depan,&quot; pungkasnya.</span></span></span></p>

<p style="text-align:justify; margin-bottom:11px">&nbsp;</p>]]></description>
                                                                    <category><![CDATA[Headline]]></category>
                
                <author><![CDATA[ Farida Dian Farida Dian ]]></author>
                
                <pubDate>Thu, 09 Jul 2026 08:21:11 +0700</pubDate>
            </item>
                    <item>
                <title><![CDATA[Di Tengah Padatnya Jadwal Kuliah, Mahasiswa Psikologi UMBY Sabet Emas di Kejuaraan Pencak Silat Fighter 2 Purworejo 2026]]></title>
                <link><![CDATA[https://mercubuana-yogya.ac.id/news/di-tengah-padatnya-jadwal-kuliah-mahasiswa-psikologi-umby-sabet-emas-di-kejuaraan-pencak-silat-fighter-2-purworejo-2026.html]]></link>
                <description><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><span style="font-family:Trebuchet MS,Helvetica,sans-serif;"><span style="font-size:18px;">Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh mahasiswa Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY). Muhammad Harits Zahry, mahasiswa semester 6 dari Program Studi Psikologi, sukses menyabet Juara 1 dan membawa pulang Medali Emas pada ajang bergengsi Kejuaraan Pencak Silat Fighter 2 Purworejo 2026.</span></span></p>

<p style="text-align: justify;"><span style="font-family:Trebuchet MS,Helvetica,sans-serif;"><span style="font-size:18px;">Dalam kompetisi yang diikuti oleh 500 peserta dari berbagai daerah dan diselenggarakan di GOR Sarwo Edhie Wibowo, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah pada 22-23 Juni 2026 tersebut, Harits berhasil menyingkirkan para pesaingnya setelah tampil memukau pada kategori Seni Jurus Tunggal Tangan Kosong Putra Dewasa.</span></span></p>

<p style="text-align: justify;"><span style="font-family:Trebuchet MS,Helvetica,sans-serif;"><span style="font-size:18px;">Kejuaraan Pencak Silat Fighter 2 Purworejo 2026 berlangsung maraton dari pagi hingga malam. Dimulai pada 22 Juni dengan kategori seni, dilanjutkan dengan upacara pembukaan, dan disambung kategori tanding (fight) hingga keesokan harinya, 23 Juni 2026.</span></span></p>

<p style="text-align: justify;"><span style="font-family:Trebuchet MS,Helvetica,sans-serif;"><span style="font-size:18px;">Untuk membawa pulang emas, Harits harus memenuhi kriteria penilaian juri yang sangat ketat. Parameter kemenangan tidak hanya dinilai dari kebenaran gerak jurus baku, tetapi juga melibatkan kualitas teknik (wiraga), keserasian irama dan tempo (wirama), penghayatan serta ekspresi (wirasa), hingga keseimbangan, tenaga, dan ketepatan waktu.</span></span></p>

<p style="text-align: justify;"><span style="font-family:Trebuchet MS,Helvetica,sans-serif;"><span style="font-size:18px;">Keberhasilan meraih emas ini terasa semakin istimewa karena diraih di tengah kesibukannya sebagai mahasiswa semester 6 yang sedang dihadapkan pada padatnya jadwal praktikum, laporan praktikum (laprak), penelitian, hingga persiapan Kuliah Kerja Nyata (KKN).</span></span></p>

<p style="text-align: justify;"><span style="font-family:Trebuchet MS,Helvetica,sans-serif;"><span style="font-size:18px;">Menariknya, dalam ajang ini, Harits tidak hanya turun gelanggang sebagai seorang atlet, melainkan juga memegang tanggung jawab sebagai official atau pelatih yang mendampingi atlet-atlet juniornya selama berlatih dan bertanding.</span></span></p>

<p style="text-align: justify;"><span style="font-family:Trebuchet MS,Helvetica,sans-serif;"><span style="font-size:18px;"><img alt="" src="https://mercubuana-yogya.ac.id/storage/photos/330/Di Tengah Padat_1783471976.jpeg" style="width: 675px; height: 900px;" /></span></span></p>

<p style="text-align: justify;"><span style="font-family:Trebuchet MS,Helvetica,sans-serif;"><span style="font-size:18px;">Jam terbang Harits di dunia pencak silat memang sudah tidak diragukan. Ia telah aktif berkompetisi sejak bangku SMP. Sebelumnya, ia tercatat pernah berlaga di ajang internasional 2nd Tapak Suci World Championship di Universitas Brawijaya Malang, serta Kejuaraan Pencak Silat Tingkat DIY Ilmu Keolahragaan-FKIP Open 2025 di Kampus 1 UMBY.</span></span></p>

<p style="text-align: justify;"><span style="font-family:Trebuchet MS,Helvetica,sans-serif;"><span style="font-size:18px;">Sebagai mahasiswa Psikologi, Harits mengaku sangat terbantu oleh ilmu yang ia pelajari di bangku kuliah. UMBY memberikan dukungan akademik yang sejalan dengan penguatan mental atlet. Wawasan mengenai kesejahteraan mental, penyelesaian masalah (problem solving), serta ilmu psikologi lainnya membantunya menjaga ketenangan di tengah dunia kejuaraan yang sangat kompetitif dan penuh tekanan.</span></span></p>

<p style="text-align: justify;"><span style="font-family:Trebuchet MS,Helvetica,sans-serif;"><span style="font-size:18px;">&quot;Teruslah berjuang dan jangan takut untuk bersaing. Jangan bandingkan dirimu dengan lawanmu, tapi bandingkan dirimu hari ini dengan dirimu yang kemarin. Fokus menjadi versi terbaik, dan jadikan lawan sebagai motivasi, bukan alasan untuk mundur,&quot; ujar Harits saat ditanya mengenai motivasinya.</span></span></p>

<p style="text-align: justify;"><span style="font-family:Trebuchet MS,Helvetica,sans-serif;"><span style="font-size:18px;">Kejuaraan ini bukanlah garis akhir bagi Harits. Ia berharap pencapaian ini dapat membuka peluang yang lebih besar dan jalan menuju kesuksesan di masa depan. Melalui pencak silat, ia belajar untuk terus tumbuh, berjuang, dan membentuk dirinya menjadi generasi muda yang kuat, sabar, tangguh, dan tahan banting.</span></span></p>]]></description>
                                                                    <category><![CDATA[Headline]]></category>
                
                <author><![CDATA[ Fitriana Fitriana ]]></author>
                
                <pubDate>Wed, 08 Jul 2026 07:53:03 +0700</pubDate>
            </item>
                    <item>
                <title><![CDATA[Dorong Daya Saing UMKM Mergangsan, Tim PKM UMBY Dampingi Transformasi Digital Bakpia Rotu Asri]]></title>
                <link><![CDATA[https://mercubuana-yogya.ac.id/news/dorong-daya-saing-umkm-mergangsan-tim-pkm-umby-dampingi-transformasi-digital-bakpia-rotu-asri.html]]></link>
                <description><![CDATA[<p style="text-align:justify"><span style="font-family:Lucida Sans Unicode,Lucida Grande,sans-serif;"><span style="font-size:18px;">Pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kemantren Mergangsan, Kota Yogyakarta, memiliki peran vital dalam menopang ekonomi lokal. Meski demikian, banyak pelaku usaha yang masih gagap menghadapi tantangan transformasi digital dan ketatnya persaingan pasar.</span></span></p>

<p style="text-align:justify"><span style="font-family:Lucida Sans Unicode,Lucida Grande,sans-serif;"><span style="font-size:18px;">Merespons kondisi tersebut, Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) yang diketuai oleh Widarta, SE., MM., (Manajemen UMBY) dengan anggota Dani Iswara S.A., MM., (Manajemen UMBY) dan Sabila Saberina, SE, MM., (Manajemen Universitas Informatika dan Bisnis Indonesia) menggelar program pendampingan untuk meningkatkan daya saing UMKM di Kemantren Mergangsan, pada Minggu (05/07/2026). Fokus utama pendampingan kali ini menyasar pada produk lokal, Bakpia Rotu Asri.</span></span></p>

<p style="text-align:justify"><span style="font-family:Lucida Sans Unicode,Lucida Grande,sans-serif;"><span style="font-size:18px;">Widarta menjelaskan, program transformasi digital ini diwujudkan dalam beberapa langkah konkret, mulai dari pendataan profil usaha, foto produk, pembuatan media publikasi, hingga inovasi kemasan. </span></span></p>

<p style="text-align:justify"><span style="font-family:Lucida Sans Unicode,Lucida Grande,sans-serif;"><span style="font-size:18px;">Langkah pertama adalah <i>profiling</i> usaha untuk mendukung digitalisasi melalui situs web <i>duitwutah.com</i>. Tim melakukan pendataan profil UMKM di wilayah Wirogunan untuk diunggah ke portal tersebut.</span></span></p>

<p style="text-align:justify"><span style="font-family:Lucida Sans Unicode,Lucida Grande,sans-serif;"><span style="font-size:18px;">&quot;Website ini berfungsi sebagai ruang konsultasi sekaligus etalase digital bagi UMKM Mergangsan. Tujuannya tentu untuk memperluas akses pasar <i>online</i> dan mengawal program inovasi Kemantren Mergangsan secara berkelanjutan,&quot; ujar Widarta.</span></span></p>

<p style="text-align:justify"><span style="font-family:Lucida Sans Unicode,Lucida Grande,sans-serif;"><span style="font-size:18px;">Selain itu, tim PKM UMBY juga memfasilitasi sesi foto produk profesional bagi 20 UMKM di wilayah Mergangsan. Menariknya, kegiatan ini didukung penuh oleh sesama pelaku usaha setempat, yakni Nglaras Coffee, yang menyediakan akomodasi. Hal ini membuktikan bahwa ekosistem UMKM di Mergangsan lebih mengutamakan semangat kolaborasi untuk bertumbuh bersama ketimbang persaingan yang saling menjatuhkan.</span></span></p>

<p style="text-align:justify"><span style="font-family:Lucida Sans Unicode,Lucida Grande,sans-serif;"><span style="font-size:18px;">Pendampingan intensif juga diberikan secara spesifik kepada Bakpia Rotu Asri. Tim membantu mendesain beberapa spanduk sebagai media promosi untuk meningkatkan visibilitas produk di mata konsumen.</span></span></p>

<p style="text-align:justify"><span style="font-family:Lucida Sans Unicode,Lucida Grande,sans-serif;"><span style="font-size:18px;">Mengingat bakpia adalah identitas kuliner Yogyakarta, inovasi kemasan menjadi perhatian khusus. Tim merancang kemasan baru Bakpia Rotu Asri agar ukurannya lebih kecil, praktis, dan estetik. Dengan wujud baru ini, produk diharapkan dapat menjangkau pasar yang lebih luas, seperti dipajang di area kasir hotel, swalayan, tempat wisata, maupun pusat kuliner, serta cocok dijadikan suvenir di berbagai acara pameran.</span></span></p>

<p style="text-align:justify"><span style="font-family:Lucida Sans Unicode,Lucida Grande,sans-serif;"><span style="font-size:18px;">Kehadiran program UMBY ini mendapat apresiasi positif dari warga. Tokoh masyarakat setempat, Maria Emaculata Dewi, berharap program pendampingan semacam ini memiliki keberlanjutan.</span></span></p>

<p style="text-align:justify"><span style="font-family:Lucida Sans Unicode,Lucida Grande,sans-serif;"><span style="font-size:18px;">&quot;Masyarakat, khususnya pelaku UMKM Bakpia Rotu Asri, akan semakin bersemangat karena produknya makin dikenal luas lewat media digital dan kemasan yang menarik. Pada akhirnya, ini akan berdampak langsung pada peningkatan perekonomian masyarakat,&quot; pungkas Maria.</span></span></p>

<p style="text-align:justify; margin-bottom:11px">&nbsp;</p>]]></description>
                                                                    <category><![CDATA[Headline]]></category>
                
                <author><![CDATA[ Fitriana Fitriana ]]></author>
                
                <pubDate>Tue, 07 Jul 2026 10:14:25 +0700</pubDate>
            </item>
                    <item>
                <title><![CDATA[Integrasi Pertanian ke Dunia Bisnis, Mahasiswa UMBY Pamerkan Olahan di Agroindustri Festival]]></title>
                <link><![CDATA[https://mercubuana-yogya.ac.id/news/integrasi-pertanian-ke-dunia-bisnis-mahasiswa-umby-pamerkan-olahan-di-agroindustri-festival.html]]></link>
                <description><![CDATA[<p style="text-align:justify"><span style="font-size:18px;"><span style="font-family:Lucida Sans Unicode,Lucida Grande,sans-serif;">Fakultas Agroindustri Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) menggelar kegiatan bertajuk &quot;Agroindustri Festival&quot; di halaman fakultas setempat pada Jumat (3/7/2026). Acara ini merupakan implementasi praktik langsung bagi mahasiswa dari tiga program studi (prodi) berbeda.</span></span></p>

<p style="text-align:justify; margin-bottom:11px"><span style="font-size:18px;"><span style="font-family:Lucida Sans Unicode,Lucida Grande,sans-serif;"><span style="line-height:107%"><span style="line-height:107%">Festival ini melibatkan mahasiswa yang mengambil mata kuliah Agribisnis (Prodi Agroteknologi), Kewirausahaan (Prodi Peternakan), serta Kuliah Lapang Pertanian Terpadu atau KLPT yang merupakan mata kuliah praktikum terintegrasi dari ketiga program studi jenjang sarjana di lingkungan Fakultas Agroindustri. Tahun ini, Agroindustri Festival dimeriahkan oleh 44 stan dengan melibatkan lebih dari 250 mahasiswa.</span></span></span></span></p>

<p style="text-align:justify"><span style="font-size:18px;"><span style="font-family:Lucida Sans Unicode,Lucida Grande,sans-serif;">Agroindustri Festival merupakan agenda rutin fakultas yang bertujuan untuk mengembangkan industri pertanian secara terpadu. Mahasiswa diajarkan mengelola mulai dari penyediaan bahan pangan, pengolahan, hingga penjualan atau pemasaran hasil pertanian. Menariknya, pengunjung yang ingin membeli berbagai produk kuliner serta sayuran organik di festival ini harus menukarkan uang mereka dengan koin batok kelapa.</span></span></p>

<p style="text-align:justify"><span style="font-size:18px;"><span style="font-family:Lucida Sans Unicode,Lucida Grande,sans-serif;">Acara dibuka langsung oleh Dekan Fakultas Agroindustri UMBY, Prof. Dr. Chatarina Lilis Suryani, S.TP., M.P. Dalam sambutannya, Prof. Lilis mengapresiasi kerja sama berbagai pihak sehingga mahasiswa dapat langsung mengimplementasikan ilmu pertanian terpadu di lapangan.</span></span></p>

<p style="text-align:justify"><span style="font-size:18px;"><span style="font-family:Lucida Sans Unicode,Lucida Grande,sans-serif;">&ldquo;Agroindustri Festival menjadi <i>output</i> dari mata kuliah penciri Fakultas Agroindustri. Mahasiswa jadi memiliki bekal dalam integrasi industri pertanian, mulai dari memahami sistem, pengolahan, pemasaran, dan lainnya. Ini adalah salah satu langkah Fakultas Agroindustri UMBY dalam mewujudkan lulusan yang berjiwa <i>agrosociopreneur</i>,&rdquo; urai Prof. Lilis.</span></span></p>

<p style="text-align:justify; margin-bottom:11px"><span style="font-size:18px;"><span style="font-family:Lucida Sans Unicode,Lucida Grande,sans-serif;"><span style="line-height:107%"><span style="line-height:107%">&ldquo;KLPT menjadi output dari mata kuliah penciri Fakultas Agroindustri. Mahasiswa jadi memiliki bekal dalam integrasi industri pertanian mulai dari memahami sistem pertanian, pengolahan, pemasaran dan lainnya. Ini adalah salah satu langkah Fakultas Agroindustri UMBY dalam mewujudkan lulusan yang berjiwa agrosociopreneur,&rdquo; urai Prof. Lilis.</span></span></span></span></p>

<p style="text-align:justify; margin-bottom:11px"><span style="font-size:18px;"><span style="font-family:Lucida Sans Unicode,Lucida Grande,sans-serif;"><span style="line-height:107%"><span style="line-height:107%"><img alt="" src="https://mercubuana-yogya.ac.id/storage/photos/330/Integrasi Perta_1783390712.jpeg" style="width: 675px; height: 449px;" /></span></span></span></span></p>

<p style="text-align:justify; margin-bottom:11px"><span style="font-size:18px;"><span style="font-family:Lucida Sans Unicode,Lucida Grande,sans-serif;"><span style="line-height:107%"><span style="line-height:107%">Senada dengan Dekan Fakultas Agroindustri, Dr. Yuli Perwita Sari, S.TP., salah satu dosen pengampu KLPT menerangkan selama satu semester mahasiswa harus terjun untuk merawat tanaman berupa sayur dan memelihan ternak untuk proses integrasi pertanian dengan output Agroindustri Festival. </span></span></span></span></p>

<p style="text-align:justify; margin-bottom:11px"><span style="font-size:18px;"><span style="font-family:Lucida Sans Unicode,Lucida Grande,sans-serif;"><span style="line-height:107%"><span style="line-height:107%">&ldquo;KLPT tahun ini menunjukkan peningkatan, baik dari sisi proses pembelajaran maupun hasil yang dicapai mahasiswa. Selama satu semester mahasiswa melakukan budidaya ayam dan berbagai komoditas hortikultura, seperti terong, bayam hijau, bayam merah, jagung, bawang merah, dan komoditas lainnya. Seluruh hasil budidaya kemudian diolah dan dipasarkan melalui Agroindustri Festival sebagai implementasi konsep pertanian terintegrasi,&rdquo; terang Dr. Yuli.</span></span></span></span></p>

<p style="text-align:justify; margin-bottom:11px"><span style="font-size:18px;"><span style="font-family:Lucida Sans Unicode,Lucida Grande,sans-serif;"><span style="line-height:107%"><span style="line-height:107%">Dr. Yuli berharap pengalaman tersebut mampu membentuk lulusan yang memiliki kompetensi teknis sekaligus jiwa kewirausahaan di bidang agroindustri. </span></span></span></span></p>

<p style="text-align:justify; margin-bottom:11px"><span style="font-size:18px;"><span style="font-family:Lucida Sans Unicode,Lucida Grande,sans-serif;"><span style="line-height:107%"><span style="line-height:107%">&ldquo;Kami juga memberikan apresiasi kepada kelompok dengan bobot ayam tertinggi, Feed Conversion Ratio (FCR) terendah, serta hasil budidaya terbaik dari setiap komoditas tanaman. Harapannya, mahasiswa tidak hanya termotivasi menghasilkan produk yang berkualitas, tetapi juga memahami pentingnya efisiensi produksi, penerapan <i>good farming practices</i>, serta strategi pemasaran sebagai bagian dari sistem agroindustri yang terintegrasi,&rdquo; ungkap Dr. Yuli.</span></span></span></span></p>

<p style="text-align:justify; margin-bottom:11px"><span style="font-size:18px;"><span style="font-family:Lucida Sans Unicode,Lucida Grande,sans-serif;"><span style="line-height:107%"><span style="line-height:107%">Salah satu peserta Agroindustri Festival, Pandu Ragil dari Prodi Agroteknologi menerangkan melalui kegiatan tersebut ia mendapatkan banyak pelajaran dari mulai persiapan untuk menanam tanaman dan memelihara ternak sampai dengan pengolahan hasil serta cara pemasaran produk hasil olahan. </span></span></span></span></p>

<p style="text-align:justify; margin-bottom:11px"><span style="font-size:18px;"><span style="font-family:Lucida Sans Unicode,Lucida Grande,sans-serif;"><span style="line-height:107%"><span style="line-height:107%">&ldquo;Meskipun lelah karena selama satu semester dituntut untuk belajar berbisnis dengan mengolah dan berjualan di area kampus ataupun luar kampus, tetapi ini menyenangkan karena kami punya bekal untuk merintis usaha dengan adanya integrasi pertanian,&rdquo; tegas Pandu.</span></span></span></span></p>

<p style="text-align:justify; margin-bottom:11px"><span style="font-size:18px;"><span style="font-family:Lucida Sans Unicode,Lucida Grande,sans-serif;"><span style="line-height:107%"><span style="line-height:107%">Lanjut Pandu, ia pun mengaku harus belajar manajemen keuangan untuk mendukung proses praktik agribisnis.</span></span></span></span></p>

<p style="text-align:justify; margin-bottom:11px"><span style="font-size:18px;"><span style="font-family:Lucida Sans Unicode,Lucida Grande,sans-serif;"><span style="line-height:107%"><span style="line-height:107%"><img alt="" src="https://mercubuana-yogya.ac.id/storage/photos/330/Integrasi Perta_1783390678.jpeg" style="width: 675px; height: 448px;" /></span></span></span></span></p>]]></description>
                                                                    <category><![CDATA[Headline]]></category>
                
                <author><![CDATA[ Fitriana Fitriana ]]></author>
                
                <pubDate>Tue, 07 Jul 2026 09:18:49 +0700</pubDate>
            </item>
                    <item>
                <title><![CDATA[UMBY Gandeng Warga Puluhan Olah Pandan Jadi Camilan Sehat Bernilai Jual]]></title>
                <link><![CDATA[https://mercubuana-yogya.ac.id/news/umby-gandeng-warga-puluhan-olah-pandan-jadi-camilan-sehat-bernilai-jual-1.html]]></link>
                <description><![CDATA[<p style="margin-bottom: 11px; text-align: justify;"><span style="font-family:Georgia,serif;"><span style="font-size:18px;">Program Studi Teknologi Hasil Pertanian Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) mengambil langkah nyata dalam memberdayakan masyarakat melalui inovasi pangan lokal. UMBY menggelar pelatihan pengolahan pangan sehat bagi 30 anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) Subur Makmur, Pedukuhan Puluhan, Jerukan, Kelurahan Sumberarum, Kapanewon Moyudan, Sleman.</span></span></p>

<p style="text-align: justify;"><span style="font-family:Georgia,serif;"><span style="font-size:18px;">Kegiatan yang berlangsung dalam dua tahap, yakni pada Jumat (15/5) dan Sabtu (27/6) ini, mengusung semangat angudi mulyaning bangsa (upaya memuliakan dan memajukan bangsa). Program ini dijalankan melalui sinergi Triple Helix yang melibatkan tiga pilar utama: UMBY sebagai penyedia ilmu dan inovasi, Credit Union (CU) Cindelaras Tumangkar sebagai mitra pendamping literasi keuangan, serta KWT Subur Makmur sebagai pelaku utama pemberdayaan ekonomi.</span></span></p>

<p style="text-align: justify;"><span style="font-family:Georgia,serif;"><span style="font-size:18px;">Fokus utama dari pelatihan ini adalah mengolah bahan pangan lokal menjadi pangan fungsional, makanan yang tidak hanya mengenyangkan, tetapi juga memberikan manfaat kesehatan. Bahan baku yang dipilih adalah tanaman pandan dan cabai. Tanaman pandan selain mudah dibudidayakan di pekarangan, hasil penelitian Tim UMBY bersama Prof. Lilis membuktikan bahwa ekstrak pandan kaya akan manfaat.</span></span></p>

<p style="text-align: justify;"><span style="font-family:Georgia,serif;"><span style="font-size:18px;">&quot;Ekstrak pandan memiliki aktivitas antioksidan yang dapat mencegah ketengikan produk, memiliki aktivitas antidiabetes, antiinflamasi, serta aromanya bisa menjadi relaksasi,&quot; ujar Prof. Dr. Ir. Ch. Lilis Suryani, S.TP., MP., salah satu dosen pemandu pelatihan.</span></span></p>

<p style="text-align: justify;"><span style="font-family:Georgia,serif;"><span style="font-size:18px;">Selain pandan, pelatihan ini juga memberikan solusi bagi para petani cabai. Saat panen raya, harga cabai sering kali anjlok dan merugikan petani. Melalui pelatihan ini, cabai diolah menjadi produk alternatif berupa permen cabai untuk meningkatkan nilai ekonominya di pasaran.</span></span></p>

<p style="text-align: justify;"><span style="font-family:Georgia,serif;"><span style="font-size:18px;">Agar warna dan aroma pandan tetap stabil saat diolah, tim UMBY mengajarkan metode ilmiah yang praktis, yaitu pembentukan kompleks metalloklorofil dan teknik enkapsulasi menggunakan gum arab atau tepung maizena yang mudah didapatkan oleh warga.</span></span></p>

<p style="text-align: justify;"><span style="font-family:Georgia,serif;"><span style="font-size:18px;">Pelatihan ini dirancang secara komprehensif agar memberikan dampak jangka panjang bagi masyarakat. Tahap pertama yakni penyuluhan, warga dibekali edukasi mengenai manfaat tanaman pandan dan konsep dasar pangan fungsional. Tahap kedua diisi dengan membuat tiga jenis camilan sehat, yaitu bakpia, onde-onde ketawa, dan mochi yang diperkaya ekstrak daun pandan, serta pembuatan permen cabai.</span></span></p>

<p style="text-align: justify;"><span style="font-family:Georgia,serif;"><span style="font-size:18px;">Tim UMBY berharap kegiatan ini bisa menjadi gerakan berkelanjutan yang membawa perubahan nyata, mulai dari mengubah cara pandang warga soal pentingnya mengelola keuangan dengan sehat dan bergotong royong, membekali warga dengan keterampilan praktis serta kemampuan memanfaatkan teknologi digital dan mengelola usaha, hingga mendorong kemandirian ekonomi dengan memadukan potensi lokal dan pendampingan keuangan yang kuat agar pendapatan warga bisa meningkat. </span></span></p>

<p style="text-align: justify;"><span style="font-family:Georgia,serif;"><span style="font-size:18px;"><img alt="" src="https://mercubuana-yogya.ac.id/storage/photos/330/UMBY Gandeng Wa_1783304623.jpeg" style="width: 675px; height: 494px;" /></span></span></p>

<p style="text-align: justify;"><span style="font-family:Georgia,serif;"><span style="font-size:18px;">Tidak hanya sekadar memberikan ilmu, UMBY juga menyerahkan bantuan stimulus berupa seperangkat alat produksi modern, mulai dari mixer, oven, chopper, hingga alat penyegel kemasan (sealer), lengkap dengan desain kemasan produk yang memenuhi standar pasar.</span></span></p>

<p style="text-align: justify;"><span style="font-family:Georgia,serif;"><span style="font-size:18px;">Antusiasme tinggi ditunjukkan oleh para anggota KWT Subur Makmur. Kehadiran produk inovatif ini dinilai membuka peluang usaha baru yang dapat mendongkrak pendapatan rumah tangga warga setempat.</span></span></p>

<p style="text-align: justify;"><span style="font-family:Georgia,serif;"><span style="font-size:18px;">Dosen pemandu UMBY lainnya, Agus Setiyoko, M.Sc., berharap agar keterampilan yang telah dialihkan ini terus berkembang secara konsisten.</span></span></p>

<p style="text-align: justify;"><span style="font-family:Georgia,serif;"><span style="font-size:18px;">&quot;Harapan kami, Pedukuhan Puluhan bisa dikenal sebagai sentra olahan pangan sehat berbasis pandan, yang pada akhirnya mampu membuka lapangan kerja baru bagi warga sekitar,&quot; tutur Agus.</span></span></p>

<p style="text-align: justify;"><span style="font-family:Georgia,serif;"><span style="font-size:18px;">Pihak UMBY bersama CU Cindelaras Tumangkar dan Pemerintah Kelurahan Sumberarum berkomitmen untuk terus mengawal program ini melalui pendampingan berkala, baik dalam proses pengembangan produk maupun strategi pemasarannya.</span></span></p>

<p style="text-align: justify;"><span style="font-family:Georgia,serif;"><span style="font-size:18px;">Di akhir acara, Ketua KWT Subur Makmur, Ika Daru Ratri, menyampaikan apresiasi mendalam atas program pengabdian ini. Ia optimistis produk olahan pandan dan cabai ini akan menjadi produk unggulan baru. </span></span></p>

<p style="text-align: justify;"><span style="font-family:Georgia,serif;"><span style="font-size:18px;">Rencananya, produk-produk tersebut akan dipasarkan secara lokal melalui warung makan di sekitar Sumberarum, serta merambah pasar digital melalui jaringan perdagangan online yang difasilitasi oleh CU Cindelaras Tumangkar.</span></span></p>

<p style="text-align: justify;"><span style="font-family:Georgia,serif;"><span style="font-size:18px;"><img alt="" src="https://mercubuana-yogya.ac.id/storage/photos/330/UMBY Gandeng Wa_1783304637.jpeg" style="width: 675px; height: 506px;" /></span></span></p>]]></description>
                                                                    <category><![CDATA[Headline]]></category>
                
                <author><![CDATA[ Fitriana Fitriana ]]></author>
                
                <pubDate>Mon, 06 Jul 2026 09:24:02 +0700</pubDate>
            </item>
                    <item>
                <title><![CDATA[Cetak Sociopreneur Tangguh, UMBY dan UMK Malaysia Sukses Gelar Webinar Lintas Negara untuk Gen Z]]></title>
                <link><![CDATA[https://mercubuana-yogya.ac.id/news/cetak-sociopreneur-tangguh-umby-dan-umk-malaysia-sukses-gelar-webinar-lintas-negara-untuk-gen-z.html]]></link>
                <description><![CDATA[<p style="margin-bottom: 11px; text-align: justify;"><span style="font-size:18px;"><span style="font-family:Trebuchet MS,Helvetica,sans-serif;">Program Studi Psikologi Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) berkolaborasi dengan Universiti Malaysia Kelantan (UMK) sukses menyelenggarakan International Cross-Country Webinar pada Rabu (24/6/2026). Mengusung tema &quot;From Fragile to Fearless: Empowering Gen Z for Successful Kickstart of Social Venture&quot;, kegiatan lintas negara ini berhasil menarik 186 peserta dari Indonesia dan Malaysia.</span></span></p>

<p style="text-align: justify;"><span style="font-size:18px;"><span style="font-family:Trebuchet MS,Helvetica,sans-serif;">Webinar yang diselenggarakan secara daring melalui Zoom Meeting dan siaran langsung YouTube ini merupakan bagian dari Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM). Tujuannya jelas yaitu membangun mental tangguh pada Generasi Z (Gen Z), menumbuhkan daya juang, dan mendorong mereka untuk berani menciptakan peluang melalui kewirausahaan sosial (sociopreneurship). Peserta diajak memahami bahwa keberhasilan memulai usaha tidak hanya ditentukan oleh kemampuan berbisnis, tetapi juga oleh keberanian mengambil langkah kongkret keluar dari zona nyaman, pola pikir yang tangguh, serta kemampuan mengubah ide dan niat menjadi tindakan nyata.</span></span></p>

<p style="text-align: justify;"><span style="font-size:18px;"><span style="font-family:Trebuchet MS,Helvetica,sans-serif;">Rektor UMBY, Dr. Ir. Agus Slamet, S.TP., M.P., MCE., dalam sambutan pembukanya menegaskan bahwa kolaborasi ini adalah bukti nyata komitmen universitas dalam memperluas jejaring global.</span></span></p>

<p style="text-align: justify;"><span style="font-size:18px;"><span style="font-family:Trebuchet MS,Helvetica,sans-serif;">&quot;Selain bertukar ilmu pengetahuan, kerja sama ini diharapkan mampu memicu lahirnya riset bersama (joint research) dan publikasi internasional bereputasi antara dosen UMBY dan UMK,&quot; ungkap Dr. Agus Slamet.</span></span></p>

<p style="text-align: justify;"><span style="font-size:18px;"><span style="font-family:Trebuchet MS,Helvetica,sans-serif;">Kegiatan diketuai oleh Rani Rengganis, M.Si., Ph.D. dengan anggota Prof. Dr. Alimatus Sahrah, M.Si., M.M., Psikolog (UMBY), Dr. Purnaning Dhyah Guritno, M.Sc. (UMBY) dan Dr. Mohamad Hazeem bin Mohmad Sidik (UMK) yang masing-masing akan memaparkan materi kepada peserta.</span></span></p>

<p style="text-align: justify;"><span style="font-size:18px;"><span style="font-family:Trebuchet MS,Helvetica,sans-serif;"><img alt="" src="https://mercubuana-yogya.ac.id/storage/photos/330/WhatsApp Image _1783040254.jpeg" style="width: 675px; height: 379px;" /></span></span></p>

<p style="text-align: justify;"><span style="font-size:18px;"><span style="font-family:Trebuchet MS,Helvetica,sans-serif;">Narasumber pertama, Prof. Dr. Alimatus Sahrah menekankan pentingnya eksekusi dalam berbisnis. Menurutnya, generasi muda tidak perlu menunggu segalanya sempurna untuk mulai bertindak, karena langkah nyata yang sederhana jauh lebih penting daripada sekadar niat.</span></span></p>

<p style="text-align: justify;"><span style="font-size:18px;"><span style="font-family:Trebuchet MS,Helvetica,sans-serif;">Dari sisi ketahanan mental, Dr. Purnaning Dhyah Guritno memperkenalkan konsep psikologis HERO (Hope, Efficacy, Resilience, dan Optimism). Konsep ini mengajak peserta melakukan cognitive reframing, yakni mengubah pikiran negatif menjadi positif dan memfokuskan energi pada hal-hal yang bisa dikontrol.</span></span></p>

<p style="text-align: justify;"><span style="font-size:18px;"><span style="font-family:Trebuchet MS,Helvetica,sans-serif;">Sementara itu, Dr. Mohamad Hazeem bin Mohmad Sidik, membekali peserta dengan panduan praktis Business Canvas. Ia menyederhanakan peta bisnis ke dalam Simple Map yang mencakup target pasar (Who the destination), rute solusi (What the route/solution), keunikan (Uniqueness), dan sumber daya (Resources/the Fuel) sehingga peserta memperoleh panduan dalam merancang dan mengembangkan social venture yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. </span></span></p>

<p style="text-align: justify;"><span style="font-size:18px;"><span style="font-family:Trebuchet MS,Helvetica,sans-serif;"><img alt="" src="https://mercubuana-yogya.ac.id/storage/photos/330/WhatsApp Image _1783040269.jpeg" style="width: 675px; height: 384px;" /></span></span></p>

<p style="text-align: justify;"><span style="font-size:18px;"><span style="font-family:Trebuchet MS,Helvetica,sans-serif;">Salah satu ide social venture yang disampaikan dalam webinar adalah program pemberdayaan ekonomi bagi masyarakat kurang mampu melalui pelatihan keterampilan dan pendampingan usaha kecil. Program ini membantu masyarakat berpenghasilan rendah untuk memperoleh keterampilan, seperti membuat produk kerajinan atau makanan rumahan, kemudian dibantu dalam pemasaran produknya sehingga mereka dapat memiliki sumber pendapatan yang lebih berkelanjutan. </span></span></p>

<p style="text-align: justify;"><span style="font-size:18px;"><span style="font-family:Trebuchet MS,Helvetica,sans-serif;">Dipandu oleh Rani Rengganis selaku moderator, sesi diskusi interaktif berjalan hangat. Banyak peserta merasa mendapatkan pencerahan dan dorongan keberanian untuk segera memulai bisnis mereka.</span></span></p>

<p style="text-align: justify;"><span style="font-size:18px;"><span style="font-family:Trebuchet MS,Helvetica,sans-serif;">Yasvi Mardiana, salah seorang peserta dari UMBY, mengaku langsung mendapatkan ide bisnis yang aplikatif setelah mengikuti webinar tersebut.</span></span></p>

<p style="text-align: justify;"><span style="font-size:18px;"><span style="font-family:Trebuchet MS,Helvetica,sans-serif;">&quot;Saya semakin mantap menyusun ide yang saya miliki dalam 24 jam ke depan, yaitu menyediakan makanan dan minuman untuk mahasiswa yang berkuliah hari Sabtu di saat kantin tutup. Harganya bersahabat, dan pengantaran bisa COD langsung ke kelas,&quot; ujar Yasvi antusias.</span></span></p>

<p style="text-align: justify;"><span style="font-size:18px;"><span style="font-family:Trebuchet MS,Helvetica,sans-serif;">Melihat antusiasme tersebut, Rani Rengganis menyimpulkan bahwa tantangan utama Gen Z saat ini adalah menggerakkan motivasi menjadi tindakan nyata.</span></span></p>

<p style="text-align: justify;"><span style="font-size:18px;"><span style="font-family:Trebuchet MS,Helvetica,sans-serif;">&quot;Perlunya membingkai ulang pola pikir dari hal negatif menjadi positif. Ini tentang mengubah perspektif dari situasi yang menantang menjadi perilaku yang tepat, yaitu mengubah ide jadi tindakan kecil konkret yang akan dilakukan dalam 24 jam ke depan,&quot; tutup Rani.</span></span></p>

<p style="text-align: justify;"><span style="font-size:18px;"><span style="font-family:Trebuchet MS,Helvetica,sans-serif;">Melalui kolaborasi internasional ini, UMBY dan UMK berharap para peserta dapat mengimplementasikan pengetahuan yang didapat untuk menghadapi perubahan global secara adaptif, resilien, dan membawa dampak sosial yang positif bagi masyarakat luas.</span></span></p>

<p style="text-align:justify; margin-bottom:11px">&nbsp;</p>]]></description>
                                                                    <category><![CDATA[Headline]]></category>
                
                <author><![CDATA[ Fitriana Fitriana ]]></author>
                
                <pubDate>Fri, 03 Jul 2026 07:58:08 +0700</pubDate>
            </item>
                    <item>
                <title><![CDATA[Berdayakan Petani Perempuan, UMBY Latih KWT Lestari Kulon Progo Inovasi Pertanian Berkelanjutan]]></title>
                <link><![CDATA[https://mercubuana-yogya.ac.id/news/berdayakan-petani-perempuan-umby-latih-kwt-lestari-kulon-progo-inovasi-pertanian-berkelanjutan-1.html]]></link>
                <description><![CDATA[<p style="text-align:justify; margin-bottom:11px"><span style="font-family:Lucida Sans Unicode,Lucida Grande,sans-serif;"><span style="font-size:18px;"><span style="line-height:normal">Kelompok Wanita Tani (KWT) Lestari dari Padukuhan Kamal, Karangsari, Pengasih, Kulon Progo, melakukan kunjungan edukatif ke Program Studi Agroteknologi, Fakultas Agroindustri, Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) pada Sabtu (13/6/2026).</span></span></span></p>

<p style="text-align:justify; margin-bottom:11px"><span style="font-family:Lucida Sans Unicode,Lucida Grande,sans-serif;"><span style="font-size:18px;"><span style="line-height:normal">Kunjungan ini merupakan bagian dari program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) UMBY yang bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan anggota KWT dalam mengaplikasikan pertanian berkelanjutan, pengelolaan limbah organik, serta pemanfaatan teknologi budidaya.</span></span></span></p>

<p style="text-align:justify; margin-bottom:11px"><span style="font-family:Lucida Sans Unicode,Lucida Grande,sans-serif;"><span style="font-size:18px;"><span style="line-height:normal">Tim PkM UMBY ini diketuai oleh Dr. Ir. F. Didiet Heru Swasono, M.P., beranggotakan Nanda Mei Istiqomah, S.P., M.P., dan Dr. Ir. Bambang Nugroho, M.P.</span></span></span></p>

<p style="text-align:justify; margin-bottom:11px"><span style="font-family:Lucida Sans Unicode,Lucida Grande,sans-serif;"><span style="font-size:18px;"><span style="line-height:normal">Dalam sesi pembuka, Dr. Didiet memaparkan materi bertajuk &quot;Kompos: Pupuk Organik yang Bersahabat dengan Alam.&quot; Ia menekankan pentingnya kompos bagi kesuburan tanah dan efisiensi biaya produksi petani.</span></span></span></p>

<p style="text-align:justify; margin-bottom:11px"><span style="font-family:Lucida Sans Unicode,Lucida Grande,sans-serif;"><span style="font-size:18px;"><span style="line-height:normal"><img alt="" src="https://mercubuana-yogya.ac.id/storage/photos/559/WhatsApp Image _1782966679.jpeg" style="width: 675px; height: 380px;" /></span></span></span></p>

<p style="text-align:justify; margin-bottom:11px"><span style="font-family:Lucida Sans Unicode,Lucida Grande,sans-serif;"><span style="font-size:18px;"><span style="line-height:normal">&quot;Kompos merupakan salah satu alternatif pupuk organik yang dapat dibuat dari bahan-bahan yang tersedia di sekitar petani. Pemanfaatan kompos tidak hanya membantu memperbaiki kualitas tanah, tetapi juga mendukung sistem pertanian yang lebih berkelanjutan. Kami berharap materi ini dapat menjadi tambahan wawasan yang bermanfaat bagi ibu-ibu KWT,&quot; ujar Dr. Didiet.</span></span></span></p>

<p style="text-align:justify; margin-bottom:11px"><span style="font-family:Lucida Sans Unicode,Lucida Grande,sans-serif;"><span style="font-size:18px;"><span style="line-height:normal">Setelah sesi materi, peserta diajak melakukan tur laboratorium dan kunjungan lapangan ke UPT Kebun Agrotechnopark UMBY. Para anggota KWT dikenalkan dengan fasilitas penelitian, ragam hama dan penyakit komoditas pertanian, hingga cara pengendalian yang ramah lingkungan.</span></span></span></p>

<p style="text-align:justify; margin-bottom:11px"><span style="font-family:Lucida Sans Unicode,Lucida Grande,sans-serif;"><span style="font-size:18px;"><span style="line-height:normal">Rombongan juga meninjau area <i>greenhouse</i> dan <i>screenhouse</i> untuk mempelajari budidaya tanaman berlingkungan terkendali, serta Stasiun Klimatologi guna memahami pentingnya data cuaca bagi keberhasilan usaha tani.</span></span></span></p>

<p style="text-align:justify"><span style="font-family:Lucida Sans Unicode,Lucida Grande,sans-serif;"><span style="font-size:18px;">Sebagai bentuk aplikasi nyata, peserta mengikuti demonstrasi pembuatan kompos organik mandiri. Pengolahan sampah organik di wilayah KWT Lestari dilakukan dengan memanfaatkan cacahan daun kering, sisa sayuran, dan kotoran ternak warga yang difermentasi menggunakan larutan EM4 serta abu dapur. Prosesnya dimulai dengan mengaduk campuran bahan organik bersama 0,5 liter probiotik dan air hingga kelembapannya mencapai sekitar 30%, kemudian dimasukkan ke dalam ember besar menjadi tiga lapisan yang masing-masing ditaburi abu dapur dengan total bumbu 0,5 kg.</span></span></p>

<p style="text-align:justify; margin-bottom:11px"><span style="font-family:Lucida Sans Unicode,Lucida Grande,sans-serif;"><span style="font-size:18px;"><span style="line-height:normal">Agar kematangannya merata, bakal kompos ini wajib dibalik minimal sekali sehari. Kompos dinyatakan matang dan siap panen jika sudah menunjukkan ciri-ciri fisik berupa warna cokelat gelap kehitaman, beraroma segar seperti tanah, dan suhunya sudah dingin di bawah 25&deg;C. Hasil akhir dari pengolahan limbah ini nantinya akan langsung diaplikasikan sebagai pupuk alami untuk menyuburkan komoditas tanaman di lahan budidaya milik KWT Lestari.</span></span></span></p>

<p style="text-align:justify; margin-bottom:11px"><span style="font-family:Lucida Sans Unicode,Lucida Grande,sans-serif;"><span style="font-size:18px;"><span style="line-height:normal">Selain kompos, anggota KWT Lestari juga dibekali ilmu budidaya jamur tiram oleh Farra Ummush Sholiha, S.Tr.P., M.P. Budidaya ini dinilai sangat prospektif untuk dikembangkan di Padukuhan Kamal yang memiliki kondisi iklim sejuk.</span></span></span></p>

<p style="margin-bottom:16px; text-align:justify"><span style="font-family:Lucida Sans Unicode,Lucida Grande,sans-serif;"><span style="font-size:18px;"><span style="line-height:107%"><span style="line-height:107%">Peserta diajarkan teknik pembuatan <i>baglog</i> (media tanam dari serbuk gergaji, dedak, kapur, dan air), proses sterilisasi, hingga inokulasi bibit. Selama masa perawatan, <i>baglog</i> harus disimpan di ruangan (<i>kumbung</i>) dengan suhu ideal 22&ndash;28&deg;C dan kelembapan 80&ndash;90%. Panen dilakukan secara hati-hati saat tudung jamur mekar 70&ndash;80% untuk menjaga kualitas kesegarannya. </span></span>Panen dilakukan saat tudung jamur telah mekar sekitar 70&ndash;80% dengan tepi masih sedikit melengkung ke bawah. Jamur dipanen dengan memutar dan mencabut seluruh rumpun secara hati-hati hingga bersih, kemudian disortir dan dikemas agar kualitas serta kesegarannya tetap terjaga.</span></span></p>

<p style="margin-bottom:16px; text-align:justify"><span style="font-family:Lucida Sans Unicode,Lucida Grande,sans-serif;"><span style="font-size:18px;"><img alt="" src="https://mercubuana-yogya.ac.id/storage/photos/559/WhatsApp Image _1782966713.jpeg" style="width: 675px; height: 380px;" /></span></span></p>

<p style="text-align:justify; margin-bottom:11px"><span style="font-family:Lucida Sans Unicode,Lucida Grande,sans-serif;"><span style="font-size:18px;"><span style="line-height:normal">Antusiasme peserta terlihat jelas sepanjang kegiatan. Siti, salah satu anggota KWT Lestari, mengapresiasi ilmu yang diberikan oleh tim UMBY.</span></span></span></p>

<p style="text-align:justify; margin-bottom:11px"><span style="font-family:Lucida Sans Unicode,Lucida Grande,sans-serif;"><span style="font-size:18px;"><span style="line-height:normal">&quot;Kegiatan ini memberikan banyak pengetahuan baru. Kami tidak hanya mendapatkan materi, tetapi juga melihat langsung penerapan teknologi pertanian di lapangan. Pengalaman ini sangat bermanfaat untuk mengembangkan kelompok kami ke depan,&quot; tuturnya.</span></span></span></p>

<p style="text-align:justify; margin-bottom:11px"><span style="font-family:Lucida Sans Unicode,Lucida Grande,sans-serif;"><span style="font-size:18px;"><span style="line-height:normal">Melalui sinergi ini, Fakultas Agroindustri UMBY terus menegaskan komitmennya dalam memberdayakan masyarakat berbasis transfer teknologi pertanian. Kolaborasi dengan kelompok tani ini diharapkan mampu mencetak sistem pertanian desa yang lebih inovatif, produktif, mandiri, dan berkelanjutan.</span></span></span></p>

<p style="text-align:justify; margin-bottom:11px">&nbsp;</p>]]></description>
                                                                    <category><![CDATA[Headline]]></category>
                
                <author><![CDATA[ Farida Dian Farida Dian ]]></author>
                
                <pubDate>Thu, 02 Jul 2026 11:32:10 +0700</pubDate>
            </item>
                    <item>
                <title><![CDATA[Bekali 1.250 Mahasiswa KKN-PPM, UMBY Bersinergi dengan BPOM Dorong Keamanan Pangan Desa]]></title>
                <link><![CDATA[https://mercubuana-yogya.ac.id/news/bekali-1250-mahasiswa-kkn-ppm-umby-bersinergi-dengan-bpom-dorong-keamanan-pangan-desa-1.html]]></link>
                <description><![CDATA[<p style="text-align:justify; margin-bottom:11px"><span style="font-family:Georgia,serif;"><span style="font-size:18px;"><span style="line-height:normal">Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) menggelar pembekalan intensif bagi 1.250 mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata &ndash; Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Angkatan ke-49. Kegiatan ini diselenggarakan secara <i>hybrid</i> (daring dan luring) selama tiga hari, mulai Senin (22/6/2026) hingga Rabu (24/6/2026).</span></span></span></p>

<p style="text-align:justify; margin-bottom:11px"><span style="font-family:Georgia,serif;"><span style="font-size:18px;"><span style="line-height:normal">Langkah ini merupakan persiapan wajib sebelum mahasiswa diterjunkan ke berbagai wilayah penempatan yang tersebar di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Jawa Tengah selama satu bulan, mulai 23 Juli hingga 21 Agustus 2026. Wilayah penempatan meliputi DIY dan Jateng yaitu Moyudan, Tempel, Depok, Pakem, Cangkringan, Gondomanan, Wirobrajan, Pakualaman, Kasihan, Sedayu, Piyungan, Pajangan, Bantul, Imogiri dan Pakis Magelang.</span></span></span></p>

<p style="text-align:justify; margin-bottom:11px"><span style="font-family:Georgia,serif;"><span style="font-size:18px;"><span style="line-height:normal"><img alt="" src="https://mercubuana-yogya.ac.id/storage/photos/559/WhatsApp Image _1782874804.jpeg" style="width: 675px; height: 449px;" /></span></span></span></p>

<p style="text-align:justify; margin-bottom:11px"><span style="font-family:Georgia,serif;"><span style="font-size:18px;"><span style="line-height:107%"><span style="line-height:107%">Sebelumnya, Tim KKN-PPM UMBY juga menggandeng Puskesmas Sedayu Kabupaten Bantul guna melakukan cek kesehatan gratis bagi peserta untuk mengetahui kondisi kesiapan fisik dan psikologis bagi seluruh peserta dalam melaksanakan tugas KKN.</span></span></span></span></p>

<p style="text-align:justify; margin-bottom:11px"><span style="font-family:Georgia,serif;"><span style="font-size:18px;"><span style="line-height:normal">Kepala LPPM UMBY, Nanang Khuzaini, S.Pd.Si., M.Pd., saat membuka acara menegaskan bahwa KKN adalah wujud nyata dari Tri Dharma Perguruan Tinggi.</span></span></span></p>

<p style="text-align:justify; margin-bottom:11px"><span style="font-family:Georgia,serif;"><span style="font-size:18px;"><span style="line-height:normal">&quot;KKN memberikan kesempatan emas bagi mahasiswa untuk mengaplikasikan ilmu pengetahuan yang didapat di bangku kuliah, sekaligus berkontribusi langsung dalam pemberdayaan masyarakat,&quot; tegas Nanang.</span></span></span></p>

<p style="text-align:justify; margin-bottom:11px"><span style="font-family:Georgia,serif;"><span style="font-size:18px;"><span style="line-height:normal"><img alt="" src="https://mercubuana-yogya.ac.id/storage/photos/559/WhatsApp Image _1782874540.jpeg" style="width: 675px; height: 380px;" /></span></span></span></p>

<p style="text-align:justify; margin-bottom:11px"><span style="font-family:Georgia,serif;"><span style="font-size:18px;"><span style="line-height:normal">Pernyataan tersebut didukung oleh Kepala Bagian Pengabdian kepada Masyarakat, Valentina Dyah Arum Sari, S.Pd., M.Hum. Ia menekankan bahwa pembekalan ini dirancang komprehensif untuk menyentuh aspek akademik, administrasi, etika, hingga mitigasi kesehatan dan keselamatan di lapangan.</span></span></span></p>

<p style="text-align:justify; margin-bottom:11px"><span style="font-family:Georgia,serif;"><span style="font-size:18px;"><span style="line-height:normal">Selama tiga hari, peserta mendapatkan materi yang disesuaikan dengan kondisi riil di lapangan. Pada hari pertama, sesi diisi dengan pemaparan profil wilayah langsung dari Camat dan Lurah setempat. Mahasiswa juga dibekali kemampuan manajemen konflik, kerja sama tim, hingga pengantar <i>Psychological First Aid</i> (PFA).</span></span></span></p>

<p style="text-align:justify; margin-bottom:11px"><span style="font-family:Georgia,serif;"><span style="font-size:18px;"><span style="line-height:normal">Memasuki hari kedua dan ketiga, fokus materi bergeser pada penyusunan program berbasis teknologi, hak dan klaim jaminan kesehatan BPJS, serta pemahaman kondisi demografi yang dipaparkan langsung oleh Bappeda dan Dinas Kesehatan Kabupaten Magelang.</span></span></span></p>

<p style="text-align:justify; margin-bottom:11px"><span style="font-family:Georgia,serif;"><span style="font-size:18px;"><span style="line-height:normal">UMBY juga menggandeng <span style="background:white"><span style="color:black">Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Perguruan Tinggi</span></span> (Satgas PPKPT) kampus untuk memastikan seluruh mahasiswa memahami pentingnya menciptakan lingkungan KKN yang aman, inklusif, dan bebas dari kekerasan seksual.</span></span></span></p>

<p style="text-align:justify; margin-bottom:11px"><span style="font-family:Georgia,serif;"><span style="font-size:18px;"><span style="line-height:normal">Selain KKN Reguler, UMBY pada periode ini terpilih menjadi bagian dari Program KKN Tematik Keamanan Pangan Batch 1 Tahun 2026 hasil inisiasi Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Secara nasional, program ini menargetkan 45 desa dengan melibatkan lebih dari 600 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi mitra.</span></span></span></p>

<p style="text-align:justify; margin-bottom:11px"><span style="font-family:Georgia,serif;"><span style="font-size:18px;"><span style="line-height:normal"><img alt="" src="https://mercubuana-yogya.ac.id/storage/photos/559/WhatsApp Image _1782874555.jpeg" style="width: 675px; height: 448px;" /></span></span></span></p>

<p style="text-align:justify; margin-bottom:11px"><span style="font-family:Georgia,serif;"><span style="font-size:18px;"><span style="line-height:normal">Sebanyak 50 mahasiswa perwakilan UMBY yang tergabung dalam penugasan khusus ini mendapat pembekalan teknis eksklusif dari narasumber BPOM dan BBPOM Yogyakarta yaitu Etty Rusmawati, STP., Wulandari, STP., M.I.Kom., dan Rizqi Amalia Rohmah, STP, MPH. Materi yang diangkat meliputi </span>konsep Program KKN Tematik, 5 (lima) Kunci Keamanan Pangan, Cara Produksi Pangan Industri Rumah Tangga, Perizinan Pangan Olahan, hingga strategi komunikasi dan edukasi kepada masyarakat.</span></span></p>

<p style="text-align:justify; margin-bottom:11px"><span style="font-family:Georgia,serif;"><span style="font-size:18px;"><span style="line-height:normal">Di lapangan nanti, mahasiswa penugasan khusus ini akan mengemban dua peran strategis utama yakni Fasilitator Keamanan Pangan (FKP) dan Kader Keamanan Pangan (KKP). Fasilitator Keamanan Pangan (FKP) bertugas mendampingi pelaku usaha (produsen olahan, pangan siap saji, ritel) dalam mengurus administrasi seperti Nomor Induk Berusaha (NIB), SPP-IRT, hingga penyusunan dokumen penerapan CPPB-IRT.</span></span></span></p>

<p style="text-align:justify; margin-bottom:11px"><span style="font-family:Georgia,serif;"><span style="font-size:18px;"><span style="line-height:normal">Sementara peran Kader Keamanan Pangan (KKP) yaitu memberdayakan komunitas desa melalui pembentukan Kader Keamanan Pangan Desa (KKPD), memberikan bimbingan teknis, serta menyusun rencana aksi program keamanan pangan mandiri di desa.</span></span></span></p>

<p style="text-align:justify; margin-bottom:11px"><span style="font-family:Georgia,serif;"><span style="font-size:18px;"><span style="line-height:normal"><img alt="" src="https://mercubuana-yogya.ac.id/storage/photos/559/WhatsApp Image _1782874771.jpeg" style="width: 550px; height: 365px;" /></span></span></span></p>

<p style="text-align:justify; margin-bottom:11px"><span style="font-family:Georgia,serif;"><span style="font-size:18px;"><span style="line-height:normal">Pembekalan dikemas secara interaktif melalui pemaparan materi, diskusi kelompok, studi kasus, hingga simulasi edukasi. Melalui metode ini, mahasiswa dilatih untuk peka memetakan persoalan keamanan pangan di masyarakat sekaligus merumuskan solusinya. Hal ini guna menjadikan mahasiswa agen perubahan yang dapat mengedukasi warga terkait cara memilih, mengolah, dan mengonsumsi pangan yang aman, bermutu, serta bergizi demi mewujudkan masyarakat yang lebih sehat.</span></span></span></p>

<p style="text-align:justify; margin-bottom:11px"><span style="font-family:Georgia,serif;"><span style="font-size:18px;"><span style="line-height:normal">Melalui rangkaian pembekalan intensif dan sinergi lintas lembaga ini, UMBY berharap para mahasiswa dapat menjadi agen perubahan yang profesional dan inovatif. Mereka tidak hanya dituntut untuk menjalankan program kerja yang berkelanjutan, tetapi juga diandalkan untuk meningkatkan daya saing UMKM pangan desa serta memperkuat ekosistem keamanan pangan di masyarakat luas.</span></span></span></p>

<p style="text-align:justify; margin-bottom:11px">&nbsp;</p>]]></description>
                                                                    <category><![CDATA[Headline]]></category>
                
                <author><![CDATA[ Farida Dian Farida Dian ]]></author>
                
                <pubDate>Wed, 01 Jul 2026 10:00:22 +0700</pubDate>
            </item>
                    <item>
                <title><![CDATA[Tak Cuma Belajar Teori, Mahasiswa Psikologi UMBY Eksplorasi Sejarah dan Konservasi Alam di Malaysia]]></title>
                <link><![CDATA[https://mercubuana-yogya.ac.id/news/tak-cuma-belajar-teori-mahasiswa-psikologi-umby-eksplorasi-sejarah-dan-konservasi-alam-di-malaysia-1.html]]></link>
                <description><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><span style="font-size:18px;"><span style="font-family:Tahoma,Geneva,sans-serif;">Fakultas Psikologi Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) terus mendorong mahasiswanya untuk memiliki wawasan global yang komprehensif. Melalui program Student Mobility, delegasi mahasiswa UMBY melakukan kunjungan ke beberapa tempat di Malaysia, diantaranya Tuanku Bainun Library, Edu Forest Universiti Pendidikan Sultan Idris (UPSI), dan Muzium Pendidikan Nasional pada Senin, 08 Juni 2026. </span></span></p>

<p style="text-align: justify;"><span style="font-size:18px;"><span style="font-family:Tahoma,Geneva,sans-serif;">Menariknya, kunjungan ini tidak hanya sebatas bertukar pikiran di dalam ruang kelas. Rombongan mahasiswa UMBY mencatatkan kesan mendalam saat menjadi salah satu kelompok mahasiswa asing pertama yang berpartisipasi langsung dalam menanam pohon di Explore Edu Forest, kawasan hutan edukasi yang dikelola UPSI.</span></span></p>

<p style="text-align: justify;"><span style="font-size:18px;"><span style="font-family:Tahoma,Geneva,sans-serif;">Pengelola Edu Forest UPSI, Encik Amin, menyampaikan apresiasi atas keterlibatan aktif mahasiswa UMBY. Menurutnya, langkah ini menjadi bukti nyata kepedulian generasi muda lintas negara terhadap pelestarian lingkungan meskipun secara rumpun ilmu psikologi tidak ada kaitannya secara langsung.</span></span></p>

<p style="text-align: justify;"><span style="font-size:18px;"><span style="font-family:Tahoma,Geneva,sans-serif;">&quot;Setiap pohon yang ditanam merupakan simbol kepedulian dan kontribusi kecil yang dapat memberikan manfaat bagi lingkungan di masa mendatang. Kami bangga rombongan UMBY menjadi salah satu mahasiswa asing pertama yang melakukan konservasi di sini,&quot; ungkap Encik Amin.</span></span></p>

<p style="text-align: justify;"><span style="font-size:18px;"><span style="font-family:Tahoma,Geneva,sans-serif;">Koordinator Kegiatan Student Mobility UMBY, Nanda Yunika Wulandari, M.Psi., Psikolog, menjelaskan bahwa program ini memang dirancang agar mahasiswa bisa berinteraksi secara global dan mengimplementasikan ilmunya. </span></span></p>

<p style="text-align: justify;"><span style="font-size:18px;"><span style="font-family:Tahoma,Geneva,sans-serif;"><img alt="" src="https://mercubuana-yogya.ac.id/storage/photos/559/Tak Cuma Belaja_1782868170.jpeg" style="width: 675px; height: 570px;" /></span></span></p>

<p style="text-align: justify;"><span style="font-size:18px;"><span style="font-family:Tahoma,Geneva,sans-serif;">Selain terjun langsung ke alam, para mahasiswa juga diajak menyelami sejarah dan teknologi pendidikan di Negeri Jiran. Mereka mengunjungi Digital Library dan Tuanku Bainun Library serta menelusuri jejak sejarah di Muzium Pendidikan Nasional guna melihat langsung perkembangan pendidikan dari era tradisional hingga modern Malaysia. Dari perspektif psikologi, pengalaman ini tidak hanya memperkaya pengetahuan akademik, tetapi juga menstimulasi proses pembelajaran melalui experiential learning, yang mendorong mahasiswa membangun pemahaman baru berdasarkan pengalaman langsung. </span></span></p>

<p style="text-align: justify;"><span style="font-size:18px;"><span style="font-family:Tahoma,Geneva,sans-serif;">Nanda menjelaskan bahwa interaksi dengan ekosistem pendidikan berbasis teknologi sekaligus sebagai refleksi atas perjalanan sejarah pendidikan sehingga membantu mengembangkan critical thinking, fleksibilitas kognitif, serta cross-cultural awareness, yaitu kemampuan memahami dan menghargai perbedaan sistem, nilai, dan praktik pendidikan di berbagai budaya. </span></span></p>

<p style="text-align: justify;"><span style="font-size:18px;"><span style="font-family:Tahoma,Geneva,sans-serif;">&ldquo;Kompetensi pembejalaran luar kelas akan menjadi bekal penting bagi calon sarjana psikologi untuk memiliki wawasan global, kemampuan beradaptasi, serta kepekaan dalam memahami perilaku manusia dalam konteks sosial dan budaya yang beragam,&rdquo; terang Nanda.</span></span></p>

<p style="text-align: justify;"><span style="font-size:18px;"><span style="font-family:Tahoma,Geneva,sans-serif;">Puan Muliati binto Abdul Samad dari Muzium Pendidikan Nasional turut memuji antusiasme mahasiswa UMBY yang kritis dan aktif menggali informasi sejarah pendidikan.</span></span></p>

<p style="text-align: justify;"><span style="font-size:18px;"><span style="font-family:Tahoma,Geneva,sans-serif;">Bagi mahasiswa, rangkaian kegiatan luar ruangan (outdoor activity) ini memberikan perspektif baru. Pembelajaran tak melulu harus diukur dari buku dan ruang kuliah.</span></span></p>

<p style="text-align: justify;"><span style="font-size:18px;"><span style="font-family:Tahoma,Geneva,sans-serif;">&quot;Pengalaman ini menyenangkan sekaligus edukatif. Meskipun saya belajar ilmu psikologi, tetapi saya dapat belajar hal lain secara langsung di alam terbuka mengenai pentingnya menjaga lingkungan dan melestarikan keanekaragaman hayati. Ini akan menjadi bekal untuk pengembangan diri di masa depan,&quot; kata Ni Ketut Ayu Juliayukha, salah satu delegasi Student Mobility.</span></span></p>

<p style="text-align: justify;"><span style="font-size:18px;"><span style="font-family:Tahoma,Geneva,sans-serif;"><img alt="" src="https://mercubuana-yogya.ac.id/storage/photos/559/Tak Cuma Belaja_1782868187.jpeg" style="width: 675px; height: 506px;" /></span></span></p>

<p style="text-align: justify;"><span style="font-size:18px;"><span style="font-family:Tahoma,Geneva,sans-serif;">Program mobilitas lintas negara ini juga dipastikan memberikan dampak langsung pada nilai akademik mahasiswa. Kaprodi Psikologi UMBY, Santi Esterlita Purnamasari, M.Si., Psikolog, menegaskan bahwa pengalaman internasional ini akan terintegrasi dengan kurikulum kampus.</span></span></p>

<p style="text-align: justify;"><span style="font-size:18px;"><span style="font-family:Tahoma,Geneva,sans-serif;">&quot;Peserta kegiatan ini nantinya akan diberikan hak konversi nilai mata kuliah yang disesuaikan dengan Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) dan Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK),&quot; pungkas Santi.</span></span></p>

<p style="text-align:justify">&nbsp;</p>]]></description>
                                                                    <category><![CDATA[Headline]]></category>
                
                <author><![CDATA[ Farida Dian Farida Dian ]]></author>
                
                <pubDate>Wed, 01 Jul 2026 08:10:17 +0700</pubDate>
            </item>
                    <item>
                <title><![CDATA[Student Mobility Psikologi UMBY: Padukan Misi Akademik dan Kepedulian Pendidikan Anak Migran]]></title>
                <link><![CDATA[https://mercubuana-yogya.ac.id/news/student-mobility-psikologi-umby-padukan-misi-akademik-dan-kepedulian-pendidikan-anak-migran-1.html]]></link>
                <description><![CDATA[<p style="text-align:justify"><span style="font-family:Lucida Sans Unicode,Lucida Grande,sans-serif;"><span style="font-size:18px;">Program <i>Student Mobility</i> Fakultas Psikologi Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) ke Malaysia pada 7-11 Juni 2026 lalu menyisakan jejak kemanusiaan yang mendalam. Tak sekadar menjalankan agenda akademik di kampus-kampus mitra, para delegasi terjun langsung merangkul anak-anak dari keluarga pekerja migran Indonesia (PMI) di Sanggar Bimbingan At Tanzil, Kuala Lumpur.</span></span></p>

<p style="text-align:justify"><span style="font-family:Lucida Sans Unicode,Lucida Grande,sans-serif;"><span style="font-size:18px;">Koordinator Program <i>Student Mobility</i> Fakultas Psikologi UMBY, Nanda Yunika Wulandari, M.Psi., Psikolog, menjelaskan bahwa rangkaian kegiatan selama lima hari tersebut dirancang komprehensif.</span></span></p>

<p style="text-align:justify"><span style="font-family:Lucida Sans Unicode,Lucida Grande,sans-serif;"><span style="font-size:18px;">&ldquo;Delegasi mengikuti kegiatan akademik mulai dari lawatan ke Fakulti Pembangunan Manusia Universiti Pendidikan Sultan Idris (UPSI), berkegiatan bersama anak-anak di <i>National Child Development Research Centre</i> (NCDRC), hingga sesi akademik di INTI <i>International University</i>. Namun, kegiatan di Sanggar Bimbingan At Tanzil pada hari keempat menjadi salah satu momen yang paling membekas,&rdquo; ungkap Nanda.</span></span></p>

<p style="text-align:justify"><span style="font-family:Lucida Sans Unicode,Lucida Grande,sans-serif;"><span style="font-size:18px;">Realita sosial langsung tersaji saat mahasiswa menyambangi Sanggar Bimbingan At Tanzil. Berlokasi di lantai dua sebuah bangunan yang relatif tersembunyi dari pandangan umum, sanggar ini menjadi oase pendidikan bagi sekitar 40 anak pekerja migran Indonesia.</span></span></p>

<p style="text-align:justify"><span style="font-family:Lucida Sans Unicode,Lucida Grande,sans-serif;"><span style="font-size:18px;"><img alt="" src="https://mercubuana-yogya.ac.id/storage/photos/559/WhatsApp Image _1782786446.jpeg" style="width: 675px; height: 1200px;" /></span></span></p>

<p style="text-align:justify"><span style="font-family:Lucida Sans Unicode,Lucida Grande,sans-serif;"><span style="font-size:18px;">Setiap harinya, mulai pukul 08.00 hingga 16.00 waktu setempat, anak-anak ini dititipkan untuk belajar. Mayoritas orang tua mereka bekerja penuh waktu sebagai buruh pabrik, pencuci piring restoran, hingga pekerja perkebunan sawit. Sanggar ini pun mengambil peran krusial sebagai tempat belajar sekaligus penitipan pengganti sekolah formal.</span></span></p>

<p style="text-align:justify"><span style="font-family:Lucida Sans Unicode,Lucida Grande,sans-serif;"><span style="font-size:18px;">Sayangnya, akses pendidikan anak-anak ini terhalang tembok regulasi. </span></span></p>

<p style="text-align:justify"><span style="font-family:Lucida Sans Unicode,Lucida Grande,sans-serif;"><span style="font-size:18px;">&ldquo;Anak-anak di sanggar tersebut memiliki keterbatasan masa belajar yang hanya dapat diakses hingga usia 16 tahun, atau setara jenjang SMP. Setelah melewati batas usia itu, mereka harus kembali ke Indonesia karena tidak ada fasilitas kelanjutan pendidikan formal di Malaysia bagi anak-anak dalam situasi keimigrasian tersebut,&rdquo; papar Nanda Yunika prihatin.</span></span></p>

<p style="text-align:justify"><span style="font-family:Lucida Sans Unicode,Lucida Grande,sans-serif;"><span style="font-size:18px;">Di Sanggar Bimbingan At Tanzil, mahasiswa menjalankan kegiatan edukasi dan pelatihan yang ditujukan kepada seluruh peserta didik yang hadir. Kegiatan tersebut merupakan implementasi dari tugas mata kuliah praktikum Intervensi Dasar II: Kelompok dan Komunitas. </span></span></p>

<p style="text-align:justify"><span style="font-family:Lucida Sans Unicode,Lucida Grande,sans-serif;"><span style="font-size:18px;">&ldquo;Seluruh mahasiswa peserta kegiatan Student Mobility, tidak hanya melakukan kunjungan ke beberapa kampus rekanan, namun juga melakukan implementasi kegiatan perkuliahan dalam bentuk psikoedukasi yang nantinya kegiatan tersebut menjadi penugasan yang akan dikonversi ke mata kuliah terkait,&rdquo; jelas Nanda. </span></span></p>

<p style="text-align:justify"><span style="font-family:Lucida Sans Unicode,Lucida Grande,sans-serif;"><span style="font-size:18px;">Di awal kegiatan mahasiswa memperkenalkan diri, kemudian membagi beberapa kegiatan yang salah satunya adalah mendongeng. </span></span></p>

<p style="text-align:justify"><span style="font-family:Lucida Sans Unicode,Lucida Grande,sans-serif;"><span style="font-size:18px;">&ldquo;Setelah membacakan cerita, kami mengajak siswa-siswa untuk bermain tebak jawaban seputar nilai-nilai kemanusiaan yang terkandung dalam cerita, memberikan kegiatan motivasi, permainan hingga penanaman nasionalisme yang diberikan dengan cara yang sesuai dengan usia anak-anak tersebut, yaitu bermain,&rdquo; terang Jhon Carlos Ramot Banjarnahor, yang merupakan penanggungjawab kegiatan tersebut.</span></span></p>

<p style="text-align:justify"><span style="font-family:Lucida Sans Unicode,Lucida Grande,sans-serif;"><span style="font-size:18px;">Kompleksitas isu ini kemudian dibedah lebih dalam saat delegasi UMBY menyambangi Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kuala Lumpur pada hari terakhir program. Delegasi berdialog langsung dengan Atase Pendidikan dan Kebudayaan (Atdikbud) KBRI Kuala Lumpur, Ir. R. Ahmad Romadhani Surya Putra, S.Pt., M.Sc., Ph.D., IPM., ASEAN Eng.</span></span></p>

<p style="text-align:justify"><span style="font-family:Lucida Sans Unicode,Lucida Grande,sans-serif;"><span style="font-size:18px;"><img alt="" src="https://mercubuana-yogya.ac.id/storage/photos/559/WhatsApp Image _1782786428.jpeg" style="width: 675px; height: 506px;" /></span></span></p>

<p style="text-align:justify"><span style="font-family:Lucida Sans Unicode,Lucida Grande,sans-serif;"><span style="font-size:18px;">Dalam diskusi tersebut, Ahmad Romadhani menjelaskan konteks keberadaan sanggar bimbingan non-formal yang dikelola mandiri oleh kelompok masyarakat. Menurutnya, otoritas Malaysia secara umum bersikap akomodatif terhadap keberadaan sanggar semacam ini, dengan catatan tidak menimbulkan keramaian atau perhatian berlebih di lingkungan sekitar. Hal ini merupakan kompromi tak tertulis demi menjaga keberlangsungan akses belajar anak-anak pekerja migran di tengah limitasi status keimigrasian mereka.</span></span></p>

<p style="text-align:justify"><span style="font-family:Lucida Sans Unicode,Lucida Grande,sans-serif;"><span style="font-size:18px;">Pengalaman berharga ini membuka mata para mahasiswa UMBY mengenai rumitnya isu pendidikan anak pekerja migran, yang bertalian erat dengan status hukum, kebijakan imigrasi, dan diplomasi dua negara.</span></span></p>

<p style="text-align:justify"><span style="font-family:Lucida Sans Unicode,Lucida Grande,sans-serif;"><span style="font-size:18px;">Salah satu peserta program, Wahyuni Widyaningsih yang merupakan peserta student mobility dari kelas karyawan&nbsp;mengaku program ini berhasil menajamkan kepekaan sosialnya.</span></span></p>

<p style="text-align:justify"><span style="font-family:Lucida Sans Unicode,Lucida Grande,sans-serif;"><span style="font-size:18px;">&ldquo;Dari kunjungan ke KBRI sampai mengajar anak-anak di At Tanzil, saya belajar bahwa menjadi mahasiswa bukan sekadar mengejar nilai akademik di kelas. Lebih dari itu, ada tuntutan kepekaan sosial dan rasa tanggung jawab kita sebagai representasi bangsa untuk peduli pada sesama,&rdquo; ungkap Widya.</span></span></p>

<p style="text-align:justify">&nbsp;</p>]]></description>
                                                                    <category><![CDATA[Headline]]></category>
                
                <author><![CDATA[ Farida Dian Farida Dian ]]></author>
                
                <pubDate>Tue, 30 Jun 2026 09:30:04 +0700</pubDate>
            </item>
                    <item>
                <title><![CDATA[Lewat Fun Literacy Activities, Mahasiswa BK UMBY Bawa Keceriaan di Panti Asuhan]]></title>
                <link><![CDATA[https://mercubuana-yogya.ac.id/news/lewat-fun-literacy-activities-mahasiswa-bk-umby-bawa-keceriaan-di-panti-asuhan-1.html]]></link>
                <description><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><span style="font-size:18px;"><span style="font-family:Georgia,serif;">Himpunan Mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling (HIMABIKO) Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) terus menunjukkan komitmennya dalam pengabdian masyarakat. Melalui Divisi Sosial dan Politik, mereka menggelar program Fun Literacy Activities (FLA) di Panti Asuhan Mustika Tama, Kasihan, Bantul, pada Sabtu (20/6/2026). Mengusung tema &quot;Art of Happiness: Mewarnai Cerita, Mengukir Bahagia&quot;, kegiatan ini dirancang khusus untuk menghadirkan pengalaman belajar alternatif yang interaktif bagi anak-anak panti asuhan.</span></span></p>

<p style="text-align: justify;"><span style="font-size:18px;"><span style="font-family:Georgia,serif;">Ketua Pelaksana Kegiatan Marisa Ardiwardani menjelaskan bahwa acara ini merupakan wujud nyata kepedulian sosial mahasiswa yang dikemas secara kreatif.</span></span></p>

<p style="text-align: justify;"><span style="font-size:18px;"><span style="font-family:Georgia,serif;">&ldquo;Kami tidak sekadar datang berkunjung, tetapi ingin memberikan ruang bagi anak-anak untuk belajar sambil bermain dalam suasana yang hangat dan penuh keceriaan,&rdquo; ujarnya.</span></span></p>

<p style="text-align: justify;"><span style="font-size:18px;"><span style="font-family:Georgia,serif;">Rangkaian kegiatan dibuka dengan sesi ice breaking untuk mencairkan suasana dan membangun kedekatan emosional antara panitia dan peserta. Setelah itu, anak-anak diajak mengekspresikan imajinasi mereka melalui sesi mewarnai.</span></span></p>

<p style="text-align: justify;"><span style="font-size:18px;"><span style="font-family:Georgia,serif;"><img alt="" src="https://mercubuana-yogya.ac.id/storage/photos/559/WhatsApp Image _1782783578.jpeg" style="width: 675px; height: 380px;" /></span></span></p>

<p style="text-align: justify;"><span style="font-size:18px;"><span style="font-family:Georgia,serif;">Untuk melatih keberanian, kemampuan berpikir kritis, serta keterampilan berinteraksi sosial, panitia juga menghadirkan ragam permainan edukatif dan teka-teki interaktif. Sepanjang acara, antusiasme anak-anak tampak meluap. Mereka berlomba-lomba menjawab pertanyaan dan menyelesaikan tantangan untuk mendapatkan doorprize dari panitia.</span></span></p>

<p style="text-align: justify;"><span style="font-size:18px;"><span style="font-family:Georgia,serif;">Keceriaan tersebut tergambar jelas dari pengakuan salah satu anak panti asuhan, Muhammad Umar. Ia mengaku sangat menikmati setiap sesi yang disiapkan oleh para mahasiswa.</span></span></p>

<p style="text-align: justify;"><span style="font-size:18px;"><span style="font-family:Georgia,serif;">&ldquo;Aku senang ikut kegiatan ini karena bisa mewarnai, bermain, dan dapat hadiah. Kakak-kakaknya juga baik dan seru,&rdquo; ungkapnya dengan antusias.</span></span></p>

<p style="text-align: justify;"><span style="font-size:18px;"><span style="font-family:Georgia,serif;">Bagi mahasiswa Bimbingan dan Konseling UMBY, kegiatan sosial semacam ini bukan sekadar ajang berbagi, melainkan juga laboratorium praktik di dunia nyata.</span></span></p>

<p style="text-align: justify;"><span style="font-size:18px;"><span style="font-family:Georgia,serif;">Dosen pendamping Nur Solehah Dian Saputri S.Pd., M.Pd. mengapresiasi inisiatif HIMABIKO yang konsisten menyelenggarakan program FLA di berbagai lokasi berbeda.</span></span></p>

<p style="text-align: justify;"><span style="font-size:18px;"><span style="font-family:Georgia,serif;">&ldquo;Kegiatan turun langsung ke masyarakat seperti ini adalah kesempatan emas bagi mahasiswa BK UMBY. Di sini, mereka tidak hanya mempraktikkan teori, tetapi juga mengembangkan keterampilan komunikasi, mengasah empati, serta membangun interaksi sosial secara langsung di tengah masyarakat,&rdquo; pungkasnya.</span></span></p>

<p style="text-align: justify;"><span style="font-size:18px;"><span style="font-family:Georgia,serif;"><img alt="" src="https://mercubuana-yogya.ac.id/storage/photos/559/WhatsApp Image _1782783615.jpeg" style="width: 675px; height: 380px;" /></span></span></p>

<p style="text-align: justify;">&nbsp;</p>]]></description>
                                                                    <category><![CDATA[Headline]]></category>
                
                <author><![CDATA[ Farida Dian Farida Dian ]]></author>
                
                <pubDate>Tue, 30 Jun 2026 08:41:05 +0700</pubDate>
            </item>
                    <item>
                <title><![CDATA[Dorong Peningkatan Lulusan S2 dan S3, Career Center UMBY Kupas Tuntas Strategi Tembus Beasiswa Internasional]]></title>
                <link><![CDATA[https://mercubuana-yogya.ac.id/news/dorong-peningkatan-lulusan-s2-dan-s3-career-center-umby-kupas-tuntas-strategi-tembus-beasiswa-internasional.html]]></link>
                <description><![CDATA[<p style="margin-bottom: 11px; text-align: justify;"><span style="font-family:Georgia,serif;"><span style="font-size:18px;">Biro Kemahasiswaan dan Alumni melalui Bagian Career Center dan Alumni Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) sukses menyelenggarakan acara Career Talk bertajuk &ldquo;Strategi Mendapatkan Beasiswa Dalam dan Luar Negeri untuk Studi S2 dan S3&rdquo; secara daring, Selasa (23/6/2026). Diikuti oleh 70 peserta yang terdiri dari mahasiswa, alumni, dosen, hingga masyarakat umum, acara ini dirancang untuk menjawab tantangan rendahnya angka lulusan pascasarjana di Indonesia.</span></span></p>

<p style="text-align: justify;"><span style="font-family:Georgia,serif;"><span style="font-size:18px;">Berdasarkan data yang dihimpun, jumlah penduduk bergelar magister (S2) di Indonesia saat ini masih berada di angka 0,34% hingga 0,45% dari total populasi, sementara pemegang gelar doktor (S3) hanya menyentuh 0,02%. Angka ini masih tertinggal jauh jika dibandingkan dengan rata-rata negara ASEAN yang mencapai 2,43%.</span></span></p>

<p style="text-align: justify;"><span style="font-family:Georgia,serif;"><span style="font-size:18px;">Di lingkup internal kampus, kegiatan ini juga menjadi langkah strategis UMBY untuk mencapai target pemenuhan dosen bergelar doktoral, di mana setiap program studi (prodi) ditargetkan memiliki minimal 50% dosen bergelar S3.</span></span></p>

<p style="text-align: justify;"><span style="font-family:Georgia,serif;"><span style="font-size:18px;">Untuk memberikan wawasan praktis, UMBY menghadirkan dua akademisi sekaligus penerima beasiswa internasional, yakni Ir. Raden Febrianto Christi, M.S., IPM. (Dosen Universitas Padjadjaran, mahasiswa S3 di Thailand) dan Agus Setiyoko, S.TP., M.Sc. (Dosen UMBY, mahasiswa S3 di Malaysia).</span></span></p>

<p style="text-align: justify;"><span style="font-family:Georgia,serif;"><span style="font-size:18px;">Dalam pemaparannya, Raden Febrianto menekankan bahwa lembaga donor atau pemberi beasiswa tidak sekadar mencari kandidat yang pintar secara teori, melainkan figur visioner yang relevan dengan kebutuhan zaman. Oleh karena itu, ia menyoroti tiga modal krusial yang harus disiapkan:</span></span></p>

<ul>
	<li style="text-align: justify;"><span style="font-family:Georgia,serif;"><span style="font-size:18px;">Perencanaan studi yang matang</span></span></li>
	<li style="text-align: justify;"><span style="font-family:Georgia,serif;"><span style="font-size:18px;">Pemetaan tujuan karier yang jelas</span></span></li>
	<li style="text-align: justify;"><span style="font-family:Georgia,serif;"><span style="font-size:18px;">Kesiapan akademik</span></span></li>
</ul>

<p style="text-align: justify;"><span style="font-family:Georgia,serif;"><span style="font-size:18px;">Untuk meningkatkan daya saing di mata penyeleksi, Raden menyarankan calon pendaftar agar mulai membangun rekam jejak publikasi ilmiah dan berinisiatif menjalin komunikasi awal dengan calon profesor (supervisor) di universitas tujuan.</span></span></p>

<p style="text-align: justify;"><span style="font-family:Georgia,serif;"><span style="font-size:18px;"><img alt="" src="https://mercubuana-yogya.ac.id/storage/photos/330/Dorong Peningka_1782696001.jpeg" style="width: 675px; height: 347px;" /></span></span></p>

<p style="text-align: justify;"><span style="font-family:Georgia,serif;"><span style="font-size:18px;">Sementara itu, Agus Setiyoko membedah proses seleksi secara lebih teknis berdasarkan pengalamannya meraih SEARCA Scholarship. Agus membeberkan bahwa kunci sukses mendapatkan beasiswa tersebut terletak pada penyusunan proposal riset yang secara autentik mampu menjawab tantangan ketahanan pangan.</span></span></p>

<p style="text-align: justify;"><span style="font-family:Georgia,serif;"><span style="font-size:18px;">Lebih lanjut, Agus juga membocorkan aspek krusial yang dinilai ketat oleh tim penguji saat menyeleksi dokumen motivation letter:</span></span></p>

<ul>
	<li style="text-align: justify;"><span style="font-family:Georgia,serif;"><span style="font-size:18px;">Keaslian tulisan: Esai harus murni tulisan pribadi tanpa ada intervensi Artificial Intelligence (AI).</span></span></li>
	<li style="text-align: justify;"><span style="font-family:Georgia,serif;"><span style="font-size:18px;">Kontribusi nyata: Pendaftar harus mampu menjelaskan kontribusi konkret yang akan diberikan terhadap ketahanan pangan di kawasan Asia Tenggara.</span></span></li>
</ul>

<p style="text-align: justify;"><span style="font-family:Georgia,serif;"><span style="font-size:18px;">Acara yang berlangsung interaktif ini diwarnai dengan tingginya antusiasme peserta pada sesi tanya jawab. Berbagai topik mulai dari strategi memperoleh Letter of Acceptance (LoA), persiapan sertifikat bahasa Inggris, hingga tips memilih negara tujuan dibahas secara tuntas.</span></span></p>

<p style="text-align: justify;"><span style="font-family:Georgia,serif;"><span style="font-size:18px;">Rini Nuraini, salah satu peserta, mengapresiasi langkah Career Center UMBY.</span></span></p>

<p style="text-align: justify;"><span style="font-family:Georgia,serif;"><span style="font-size:18px;">&quot;Adanya kegiatan ini sangat membantu kami memberikan gambaran bagaimana cara mendapatkan beasiswa dalam dan luar negeri, sekaligus strateginya dalam memilih kampus dan negara tujuan,&quot; ungkap Rini.</span></span></p>

<p style="text-align: justify;"><span style="font-family:Georgia,serif;"><span style="font-size:18px;">Kepala Bagian Career Center dan Alumni UMBY, Ir. Ajat Sudrajat, S.Pt., M.Pt., IPP., menegaskan bahwa pelatihan ini merupakan wujud nyata komitmen kampus dalam meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM).</span></span></p>

<p style="text-align: justify;"><span style="font-family:Georgia,serif;"><span style="font-size:18px;">&quot;Melalui kegiatan ini, kami berharap mahasiswa dan alumni UMBY semakin termotivasi. Studi lanjut tidak hanya meningkatkan kompetensi akademik, tetapi juga membuka peluang karier yang lebih luas di masa depan,&quot; pungkas Ajat.</span></span></p>

<p style="text-align: justify;"><span style="font-family:Georgia,serif;"><span style="font-size:18px;">Ke depannya, Career Center UMBY berkomitmen untuk terus menjadi wadah pengembangan karier yang mendorong lahirnya lulusan kompetitif, berdaya saing global, dan siap menghadapi tantangan di dunia kerja maupun akademik.</span></span></p>

<p style="text-align:justify; margin-bottom:11px"><img alt="" src="https://mercubuana-yogya.ac.id/storage/photos/330/Dorong Peningka_1782695986.jpeg" style="width: 675px; height: 330px;" /></p>]]></description>
                                                                    <category><![CDATA[Headline]]></category>
                
                <author><![CDATA[ Fitriana Fitriana ]]></author>
                
                <pubDate>Mon, 29 Jun 2026 08:20:05 +0700</pubDate>
            </item>
                    <item>
                <title><![CDATA[Kunjungan Edukatif ke UMBY, Siswa SMK Muhammadiyah 2 Mertoyudan Eksplorasi Fakultas Agroindustri]]></title>
                <link><![CDATA[https://mercubuana-yogya.ac.id/news/kunjungan-edukatif-ke-umby-siswa-smk-muhammadiyah-2-mertoyudan-eksplorasi-fakultas-agroindustri.html]]></link>
                <description><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><span style="font-family:Lucida Sans Unicode,Lucida Grande,sans-serif;"><span style="font-size:18px;">Sebanyak 45 siswa dan guru dari SMK Muhammadiyah 2 Mertoyudan tampak antusias saat menyusuri deretan laboratorium milik Fakultas Agroindustri Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) pada Selasa (23/06/2026). Kunjungan edukatif ini membuka pengetahuan siswa tentang canggihnya teknologi di sektor pertanian dan pengolahan pangan modern.</span></span></p>

<p style="text-align: justify;"><span style="font-family:Lucida Sans Unicode,Lucida Grande,sans-serif;"><span style="font-size:18px;">Sari, salah satu siswi SMK Muhammadiyah 2 Mertoyudan, mengaku takjub saat diajak berkeliling melihat langsung fasilitas kampus, seperti Laboratorium Pengolahan Hasil Pangan (PHP), Kimia, Bioteknologi, Agronomi, hingga Nutrisi Ternak.</span></span></p>

<p style="text-align: justify;"><span style="font-family:Lucida Sans Unicode,Lucida Grande,sans-serif;"><span style="font-size:18px;"><img alt="" src="https://mercubuana-yogya.ac.id/storage/photos/330/Kunjungan Eduka_1782695813.jpg" style="width: 650px; height: 846px;" /></span></span></p>

<p style="text-align: justify;"><span style="font-family:Lucida Sans Unicode,Lucida Grande,sans-serif;"><span style="font-size:18px;">&ldquo;Fasilitas lab di sini lengkap, modern, bersih, dan tertata. Ini membuat kami semakin paham dan semangat untuk tahu lebih jauh proses praktikum di perguruan tinggi,&rdquo; ungkap Sari antusias.</span></span></p>

<p style="text-align: justify;"><span style="font-family:Lucida Sans Unicode,Lucida Grande,sans-serif;"><span style="font-size:18px;">Tur laboratorium yang dipandu langsung oleh mahasiswa UMBY tersebut merupakan puncak dari rangkaian kunjungan edukatif SMK Muhammadiyah 2 Mertoyudan yang diterima di Ruang Seminar Gedung Rektorat Kampus 1 UMBY.</span></span></p>

<p style="text-align: justify;"><span style="font-family:Lucida Sans Unicode,Lucida Grande,sans-serif;"><span style="font-size:18px;">Dekan Fakultas Agroindustri UMBY, Prof. Dr. Ir. Chatarina Lilis Suryani, S.TP., M.P., yang menyambut langsung rombongan, berharap kunjungan ini dapat mengubah perspektif generasi muda terhadap dunia pertanian yang juga berkembang mengikuti perubahan teknologi.</span></span></p>

<p style="text-align: justify;"><span style="font-family:Lucida Sans Unicode,Lucida Grande,sans-serif;"><span style="font-size:18px;">&quot;Dunia agroindustri memiliki peran yang sangat strategis dalam mendukung ketahanan pangan dan pembangunan berkelanjutan. Kami berharap kegiatan ini bisa menginspirasi dan memotivasi para siswa untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi di sektor ini khususnya di Agroindustri UMBY,&quot; jelas Prof. Chatarina.</span></span></p>

<p style="text-align: justify;"><span style="font-family:Lucida Sans Unicode,Lucida Grande,sans-serif;"><span style="font-size:18px;">Harapan senada diungkapkan oleh perwakilan guru SMK Muhammadiyah 2 Mertoyudan, Yudaningrum Tris Sunu, S.Pd. Menurutnya, pengalaman melihat langsung ekosistem kampus sangat penting untuk memacu semangat belajar siswa SMK sebelum mereka lulus dan melanjutkan studi.</span></span></p>

<p style="text-align: justify;"><span style="font-family:Lucida Sans Unicode,Lucida Grande,sans-serif;"><span style="font-size:18px;">&quot;Tujuan kami adalah memberikan gambaran nyata kepada para siswa mengenai dunia perkuliahan, khususnya di UMBY. Harapannya, wawasan mereka bertambah dan termotivasi untuk melanjutkan studi, tidak hanya berhenti di bangku SMK,&quot; tutur Yudaningrum.</span></span></p>

<p style="text-align: justify;"><span style="font-family:Lucida Sans Unicode,Lucida Grande,sans-serif;"><span style="font-size:18px;">Untuk memberikan gambaran yang lebih komprehensif, para siswa juga mendapatkan pemaparan interaktif dari Ichlasia Ainul Fitri, S.TP., M.Sc., terkait kurikulum, peluang magang, hingga prospek kerja lulusan Agroindustri yang kini semakin luas di sektor industri pangan maupun kewirausahaan.</span></span></p>

<p style="text-align: justify;"><span style="font-family:Lucida Sans Unicode,Lucida Grande,sans-serif;"><span style="font-size:18px;">Tak hanya soal akademik, Kepala Bagian Pemasaran Online UMBY, Imam Suharjo, S.T., M.M., MCF., turut membekali para siswa dengan informasi jalur penerimaan mahasiswa baru dan ragam program beasiswa yang bisa dimanfaatkan.</span></span></p>

<p style="text-align: justify;"><span style="font-family:Lucida Sans Unicode,Lucida Grande,sans-serif;"><span style="font-size:18px;">Melalui sinergi ini, UMBY dan SMK Muhammadiyah 2 Mertoyudan berharap dapat terus mempererat kerja sama, baik dalam hal pendampingan pemilihan jurusan, penelitian, maupun pengabdian masyarakat, demi mencetak generasi unggul di sektor agroindustri Indonesia.</span></span></p>]]></description>
                                                                    <category><![CDATA[Headline]]></category>
                
                <author><![CDATA[ Fitriana Fitriana ]]></author>
                
                <pubDate>Mon, 29 Jun 2026 08:17:03 +0700</pubDate>
            </item>
                    <item>
                <title><![CDATA[Geser Metode Konvensional, Tim Dosen UMBY Luncurkan LMS &#039;sdmustika.id&#039; di SD Muhammadiyah Senggotan]]></title>
                <link><![CDATA[https://mercubuana-yogya.ac.id/news/geser-metode-konvensional-tim-dosen-umby-luncurkan-lms-sdmustikaid-di-sd-muhammadiyah-senggotan-1.html]]></link>
                <description><![CDATA[<p style="text-align:justify"><span style="font-family:Trebuchet MS,Helvetica,sans-serif;"><span style="font-size:18px;">Dunia pendidikan dasar saat ini dituntut bergerak cepat meninggalkan metode pembelajaran konvensional demi melahirkan generasi yang adaptif terhadap teknologi. Menjawab tantangan tersebut, tim pengabdian masyarakat dari Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) meluncurkan program transformasi digital di SD Muhammadiyah Senggotan, Bantul, Yogyakarta.</span></span></p>

<p style="text-align:justify"><span style="font-family:Trebuchet MS,Helvetica,sans-serif;"><span style="font-size:18px;">Program bertajuk <i>&quot;Pendampingan Literasi Digital dan Pengelolaan Platform Edutech Berbasis Web bagi Guru&quot;</i> ini didanai oleh hibah Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) Tahun 2026. Berlangsung secara berkelanjutan selama delapan bulan (April&ndash;November 2026), program ini menggandeng 12 guru inovatif sebagai mitra strategis sekolah.</span></span></p>

<p style="margin-bottom:16px; text-align:justify"><span style="font-family:Trebuchet MS,Helvetica,sans-serif;"><span style="font-size:18px;"><span style="line-height:115%">Tim pengabdian di ketuai oleh <span style="background:white"><span style="color:black">Dr.&nbsp;<em>Rila Setyaningsih</em>, S.Kom.I., M.S.I. </span></span>(pakar literasi digital), dengan anggota <em><span style="background:white"><span style="color:black">Albert Yakobus Chandra, S.Kom., M.Eng., MTA., MCE., MCF</span></span></em><span style="background:white"><span style="color:black">.</span></span> (pakar sistem informasi), dan <em><span style="background:white"><span style="color:black">Rahma Novita Alim Putri, S.Sos., M.A</span></span></em><span style="background:white"><span style="color:black">.</span></span> (akademisi broadcasting). Tak hanya dosen, program ini juga melibatkan dua mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi UMBY, yaitu Afit Setyo Nugroho dan Naili Inayah Wulandari.</span></span></span></p>

<p style="margin-bottom:16px; text-align:justify"><span style="font-family:Trebuchet MS,Helvetica,sans-serif;"><span style="font-size:18px;"><span style="line-height:115%"><img alt="" src="https://mercubuana-yogya.ac.id/storage/photos/559/Geser Metode Ko_1782436897.jpeg" style="width: 550px; height: 309px;" /></span></span></span></p>

<p style="text-align:justify"><span style="font-family:Trebuchet MS,Helvetica,sans-serif;"><span style="font-size:18px;">Ketua Tim Pengabdian UMBY, <span style="background:white"><span style="color:black">Dr.&nbsp;<em>Rila Setyaningsih</em></span></span>, menegaskan bahwa adopsi teknologi di tingkat sekolah dasar bukan lagi sekadar opsi, melainkan keharusan untuk menjembatani gaya belajar generasi masa kini.</span></span></p>

<p style="text-align:justify"><span style="font-family:Trebuchet MS,Helvetica,sans-serif;"><span style="font-size:18px;">&quot;Kami mengembangkan platform <i>sdmustika.id</i> agar sekolah memiliki sistem yang mandiri. Melalui pendampingan yang berjalan hingga November nanti, kami berkomitmen memastikan platform ini menjadi ekosistem belajar yang hidup dan berkelanjutan,&quot; ujar Rila optimis.</span></span></p>

<p style="text-align:justify"><span style="font-family:Trebuchet MS,Helvetica,sans-serif;"><span style="font-size:18px;">Sebelum adanya program ini, SD Muhammadiyah Senggotan menghadapi kendala dalam mewujudkan profil pelajar Pancasila yang melek teknologi. Meski memiliki potensi SDM pendidik usia produktif yang tinggi, hal tersebut belum berbanding lurus dengan kualitas konten pembelajaran.</span></span></p>

<p style="text-align:justify"><span style="font-family:Trebuchet MS,Helvetica,sans-serif;"><span style="font-size:18px;">Berdasarkan hasil observasi tim UMBY, sebanyak 85% guru masih terjebak pada penggunaan buku teks fisik, sementara 15% sisanya menggunakan slide presentasi statis yang bersifat searah.</span></span></p>

<p style="text-align:justify"><span style="font-family:Trebuchet MS,Helvetica,sans-serif;"><span style="font-size:18px;">Sebagai solusi nyata, tim pakar UMBY melakukan pelatihan melalui tiga sesi yang digelar sepanjang bulan Juni. Sesi I digelar pada Selasa (9/6/2026) diisi oleh Dr. Rila Setyaningsih yang membekali guru dengan konsep Literasi Digital dan praktik <i>tools</i> AI Canvas untuk membuat materi interaktif. Sesi ini berhasil melonjakkan pengetahuan mitra sebesar 7,53%.</span></span></p>

<p style="text-align:justify"><span style="font-family:Trebuchet MS,Helvetica,sans-serif;"><span style="font-size:18px;">Pada Sesi II., Kamis (11/6/2026) materi diisi oleh Rahma Novita dengan pelatihan produksi video instruksional menggunakan aplikasi CapCut dan AI generatif, yang sukses menaikkan pemahaman peserta hingga 15,9%. Sesi III dibawakan oleh Albert Yakobus pada Kamis (18/6/2026) dengan pelatihan pengelolaan <i>Learning Management System</i> (LMS) sdmustika.id.</span></span></p>

<p style="text-align:justify"><span style="font-family:Trebuchet MS,Helvetica,sans-serif;"><span style="font-size:18px;"><img alt="" src="https://mercubuana-yogya.ac.id/storage/photos/559/Geser Metode Ko_1782436915.jpeg" style="width: 550px; height: 309px;" /></span></span></p>

<p style="text-align:justify"><span style="font-family:Trebuchet MS,Helvetica,sans-serif;"><span style="font-size:18px;">Platform <i>sdmustika.id</i> dirancang dan dibangun dari nol oleh Albert Yakobus Chandra sebagai bentuk fasilitasi teknologi nyata untuk mitra. Langkah ini diambil untuk memberikan kontrol penuh kepada pihak sekolah terkait keamanan data, kustomisasi kurikulum sesuai kebutuhan spesifik, serta menghindari ketergantungan pada kebijakan pihak ketiga.</span></span></p>

<p style="text-align:justify; margin-bottom:11px"><span style="font-family:Trebuchet MS,Helvetica,sans-serif;"><span style="font-size:18px;"><span style="line-height:normal">Albert Yakobus menjelaskan, bahwa sistem edutech berbasis web ini dibekali dengan berbagai fitur esensial yang terintegrasi, mulai dari menu Materi dan Tugas untuk pengelolaan modul daring yang terstruktur, hingga fitur Kuis Interaktif yang menantang siswa dengan batasan waktu nyata.</span></span></span></p>

<p style="text-align:justify; margin-bottom:11px"><span style="font-family:Trebuchet MS,Helvetica,sans-serif;"><span style="font-size:18px;"><span style="line-height:normal">&ldquo;Selain itu, platform ini juga menyediakan Forum Diskusi sebagai ruang interaksi daring antara guru dan murid, serta Laporan Kinerja yang mempermudah guru memantau perkembangan akademis siswa secara transparan. Keunggulan utama dari platform ini terletak pada desain antarmukanya yang ramah anak (<i>child-friendly</i>), sehingga mudah dioperasikan oleh siswa sekolah dasar,&rdquo; jelas Albert.</span></span></span></p>

<p style="text-align:justify"><span style="font-family:Trebuchet MS,Helvetica,sans-serif;"><span style="font-size:18px;">Kehadiran platform baru ini disambut hangat oleh warga sekolah. Kepala Sekolah SD Muhammadiyah Senggotan, Arowiyah, menyatakan bahwa program dari UMBY ini membuat proses pembelajaran di sekolahnya menjadi jauh lebih menarik.</span></span></p>

<p style="text-align:justify"><span style="font-family:Trebuchet MS,Helvetica,sans-serif;"><span style="font-size:18px;">Hal senada diungkapkan oleh Eko Yudiarso, salah satu guru. Ia menyebut fitur materi dan tugas pada LMS adalah aspek yang paling mengubah cara mengajar para guru. Meski demikian, ia tidak menampik adanya sedikit hambatan teknis di lapangan.</span></span></p>

<p style="text-align:justify"><span style="font-family:Trebuchet MS,Helvetica,sans-serif;"><span style="font-size:18px;">&quot;Setelah mengikuti pelatihan, kami merasa sangat terbantu di era digital ini. Hambatan teknis sejauh ini hanya pada ketersediaan koneksi internet selama menggunakan LMS, terutama saat proses <i>upload</i> materi yang membutuhkan jaringan stabil,&quot; tutur Eko.</span></span></p>

<p style="text-align:justify"><span style="font-family:Trebuchet MS,Helvetica,sans-serif;"><span style="font-size:18px;">Tidak hanya menyasar guru, ekosistem digital ini diselaraskan dengan melatih 15 siswa secara langsung agar mampu mengakses materi dan mengumpulkan tugas digital.</span></span></p>

<p style="text-align:justify"><span style="font-family:Trebuchet MS,Helvetica,sans-serif;"><span style="font-size:18px;">Shakila, salah satu siswa yang mengikuti uji coba, mengaku jauh lebih memilih mengerjakan tugas via LMS dibanding buku tulis konvensional.</span></span></p>

<p style="text-align:justify"><span style="font-family:Trebuchet MS,Helvetica,sans-serif;"><span style="font-size:18px;">&quot;Lebih suka di LMS karena menarik, materinya bisa diklik dan ada suaranya jadi tidak bosan. Waktu kerja kuis juga menantang karena ada batas waktu di layar, nilainya langsung keluar, dan di akhir ada kunci jawabannya,&quot; ungkap Shakila.</span></span></p>

<p style="text-align:justify"><span style="font-family:Trebuchet MS,Helvetica,sans-serif;"><span style="font-size:18px;">Demi memastikan transformasi digital ini tidak berhenti setelah masa pengabdian selesai, tim UMBY bersama pihak sekolah bersepakat membentuk tim Admin LMS dari internal sekolah. Tim admin ini nantinya akan disahkan langsung melalui Surat Keputusan (SK) Kepala Sekolah.</span></span></p>

<p style="text-align:justify"><span style="font-family:Trebuchet MS,Helvetica,sans-serif;"><span style="font-size:18px;">Langkah strategis ini diambil sebagai komitmen bersama agar pemanfaatan edutech berbasis web melalui sdmustika.id dapat terus berjalan secara mandiri, konsisten, dan berkelanjutan dalam kegiatan belajar mengajar sehari-hari.</span></span></p>

<p style="text-align:justify; margin-bottom:11px">&nbsp;</p>]]></description>
                                                                    <category><![CDATA[Headline]]></category>
                
                <author><![CDATA[ Farida Dian Farida Dian ]]></author>
                
                <pubDate>Fri, 26 Jun 2026 08:22:15 +0700</pubDate>
            </item>
                    <item>
                <title><![CDATA[Tingkatkan Kualitas Pelayanan dan Kesiapsiagaan, UMBY Bekali Tendik Pelatihan Service Excellence dan Bantuan Hidup Dasar]]></title>
                <link><![CDATA[https://mercubuana-yogya.ac.id/news/tingkatkan-kualitas-pelayanan-dan-kesiapsiagaan-umby-bekali-tendik-pelatihan-service-excellence-dan-bantuan-hidup-dasar-1.html]]></link>
                <description><![CDATA[<p style="text-align:justify; margin-bottom:11px"><span style="font-family:Georgia,serif;"><span style="font-size:18px;"><span style="line-height:115%"><span style="line-height:115%">Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) melalui Biro Sumber Daya terus berkomitmen meningkatkan kualitas sumber daya manusianya. Upaya ini diwujudkan melalui Program Pengembangan dan Peningkatan Kompetensi Tenaga Kependidikan Tahun 2026 yang digelar pada 17 hingga 18 Juni 2026 di Ruang Seminar Kampus 1 UMBY.</span></span></span></span></p>

<p style="text-align:justify; margin-bottom:11px"><span style="font-family:Georgia,serif;"><span style="font-size:18px;"><span style="line-height:115%"><span style="line-height:115%">Pelatihan yang wajib diikuti oleh seluruh Tenaga Kependidikan (Tendik) di lingkungan UMBY ini difokuskan pada dua aspek yakni pelayanan prima (<i>Service Excellence</i>) dan kesiapsiagaan menghadapi kondisi darurat medis.</span></span></span></span></p>

<p style="text-align:justify; margin-bottom:11px"><span style="font-family:Georgia,serif;"><span style="font-size:18px;"><span style="line-height:115%"><span style="line-height:115%">Kepala Bagian Sumber Daya Manusia (SDM) UMBY, Azmi Fauzi, S.H., CRSS., mengungkapkan bahwa kegiatan ini bertema <i>&quot;Membangun Budaya Pelayanan Prima Berbasis Nilai Keris untuk Meningkatkan Profesionalisme Layanan di UMBY&quot;</i>. Menurutnya, sesuai Peraturan Pegawai, Tendik UMBY berhak mendapatkan pelatihan tahunan demi mendongkrak kemampuan manajerial, kualitas, dan produktivitas kerja.</span></span></span></span></p>

<p style="text-align:justify; margin-bottom:11px"><span style="font-family:Georgia,serif;"><span style="font-size:18px;"><span style="line-height:115%"><span style="line-height:115%">&quot;Sejak 2024, SDM UMBY secara konsisten mengadakan pelatihan, baik untuk pegawai baru, pelatihan bagi pegawai aktif, hingga pelatihan pra-pensiun dan pascapensiun. Mudah-mudahan rencana ini dapat berjalan dengan baik dan bermanfaat bagi kita semua,&quot; ujar Azmi.</span></span></span></span></p>

<p style="text-align:justify; margin-bottom:11px"><span style="font-family:Georgia,serif;"><span style="font-size:18px;"><span style="line-height:115%"><span style="line-height:115%">Pada sesi pertama, UMBY menghadirkan Patrick Yesandro Pristantyo, M.Psi., Psikolog., seorang pakar Psikologi Industri Organisasi yang berfokus pada pelatihan dan internalisasi nilai SDM. Patrick menegaskan bahwa pelayanan prima adalah fondasi utama bagi kesuksesan jangka panjang sebuah institusi pendidikan.</span></span></span></span></p>

<p style="text-align:justify; margin-bottom:11px"><span style="font-family:Georgia,serif;"><span style="font-size:18px;"><span style="line-height:115%"><span style="line-height:115%"><img alt="" src="https://mercubuana-yogya.ac.id/storage/photos/559/WhatsApp Image _1782436615.jpeg" style="width: 675px; height: 506px;" /></span></span></span></span></p>

<p style="text-align:justify; margin-bottom:11px"><span style="font-family:Georgia,serif;"><span style="font-size:18px;"><span style="line-height:115%"><span style="line-height:115%">&quot;Layanan prima adalah kunci untuk membangun loyalitas pelanggan, meningkatkan rekomendasi dari mulut ke mulut, serta menjaga reputasi organisasi. Implementasinya sebenarnya sangat sederhana, bisa dimulai dengan selalu tersenyum dan bersikap ramah kepada mahasiswa maupun kolega,&quot; jelas Patrick.</span></span></span></span></p>

<p style="text-align:justify; margin-bottom:11px"><span style="font-family:Georgia,serif;"><span style="font-size:18px;"><span style="line-height:115%"><span style="line-height:115%">Lebih lanjut, Patrick merujuk pada konsep pengelolaan emosi dari sosiolog Arlie Hochschild. Menurutnya, dalam pekerjaan yang menuntut pelayanan, seorang karyawan tidak hanya mengerahkan tenaga fisik dan pikiran, tetapi juga dituntut untuk melakukan &quot;kerja emosional&quot;. Artinya, karyawan harus mampu mengelola emosi pribadi agar tetap tampil ramah, tenang, dan tersenyum sesuai standar organisasi, apa pun kondisi yang sedang dihadapi.</span></span></span></span></p>

<p style="text-align:justify; margin-bottom:11px"><span style="font-family:Georgia,serif;"><span style="font-size:18px;"><span style="line-height:115%"><span style="line-height:115%">&quot;Hati yang bahagia adalah hal terpenting dalam <i>Service Excellence</i>. Kita tidak bisa menuangkan air dari teko yang kosong. Anda harus mengisi &#39;teko&#39; diri Anda sendiri dengan kebahagiaan dan kepuasan hidup sebelum bisa membagikan energi positif tersebut kepada orang lain,&quot; pesan Patrick.</span></span></span></span></p>

<p style="text-align:justify; margin-bottom:11px"><span style="font-family:Georgia,serif;"><span style="font-size:18px;"><span style="line-height:115%"><span style="line-height:115%">Tidak hanya membekali Tendik dengan kemampuan pelayanan, Biro Sumber Daya UMBY juga berkolaborasi dengan Korps Sukarela Palang Merah Indonesia (KSR PMI) Unit VIII UMBY dan mengundang perwakilan PMI Kota Yogyakarta untuk membawakan materi Sistem Penanggulangan Gawat Darurat Terpadu (SPGDT) dan Bantuan Hidup Dasar (BHD).</span></span></span></span></p>

<p style="text-align:justify; margin-bottom:11px"><span style="font-family:Georgia,serif;"><span style="font-size:18px;"><span style="line-height:115%"><span style="line-height:115%">Materi krusial ini disampaikan oleh Raya Rusavandi.</span> <span style="line-height:115%">Ia memaparkan bahwa pertolongan pertama adalah tindakan medis dasar yang sangat menentukan keselamatan nyawa seseorang sebelum tenaga medis profesional tiba.</span></span></span></span></p>

<p style="text-align:justify; margin-bottom:11px"><span style="font-family:Georgia,serif;"><span style="font-size:18px;"><span style="line-height:115%"><span style="line-height:115%">&quot;Pertolongan pertama adalah pemberian bantuan segera kepada penderita sakit atau cedera. Tindakan medis dasar ini dirancang sedemikian rupa agar dapat dipelajari dan dilakukan oleh orang awam yang terlatih. Kesiapsiagaan ini mutlak diperlukan di lingkungan kampus untuk mengantisipasi kondisi darurat,&quot; ungkap Raya.</span></span></span></span></p>

<p style="text-align:justify; margin-bottom:11px"><span style="font-family:Georgia,serif;"><span style="font-size:18px;"><span style="line-height:115%"><span style="line-height:115%"><img alt="" src="https://mercubuana-yogya.ac.id/storage/photos/559/WhatsApp Image _1782436654.jpeg" style="width: 675px; height: 506px;" /></span></span></span></span></p>

<p style="text-align:justify; margin-bottom:11px"><span style="font-family:Georgia,serif;"><span style="font-size:18px;"><span style="line-height:115%"><span style="line-height:115%">Sebagai puncak acara, seluruh Tendik UMBY diajak untuk mempraktikkan langsung teknik Resusitasi Jantung Paru (RJP) atau <i>Cardiopulmonary Resuscitation</i> (CPR). Berikut adalah langkah-langkah krusial RJP yang dilatihkan kepada para peserta:</span></span></span></span></p>

<ul>
	<li style="text-align:justify; margin-bottom:11px"><span style="font-family:Georgia,serif;"><span style="font-size:18px;"><span style="line-height:115%"><b><span style="line-height:115%">Pastikan Prinsip 3A (Aman):</span></b><span style="line-height:115%"> Mengamankan diri sendiri, mengamankan lingkungan sekitar, dan mengamankan korban sebelum memberikan pertolongan.</span></span></span></span></li>
	<li style="text-align:justify; margin-bottom:11px"><span style="font-family:Georgia,serif;"><span style="font-size:18px;"><span style="line-height:115%"><b><span style="line-height:115%">Cek Kesadaran Korban:</span></b><span style="line-height:115%"> Memanggil korban dengan suara keras atau menepuk bahu korban untuk memastikan tingkat kesadaran.</span></span></span></span></li>
	<li style="text-align:justify; margin-bottom:11px"><span style="font-family:Georgia,serif;"><span style="font-size:18px;"><span style="line-height:115%"><b><span style="line-height:115%">Meminta Pertolongan:</span></b><span style="line-height:115%"> Segera berteriak meminta bantuan orang sekitar dan menghubungi nomor telepon darurat atau tim medis terdekat.</span></span></span></span></li>
	<li style="text-align:justify; margin-bottom:11px"><span style="font-family:Georgia,serif;"><span style="font-size:18px;"><span style="line-height:115%"><b><span style="line-height:115%">Kompresi Dada (<i>Chest Compression</i>):</span></b><span style="line-height:115%"> Meletakkan salah satu pangkal telapak tangan di tengah tulang dada korban, lalu menumpuknya dengan tangan yang lain. Lakukan tekanan secara kuat dan cepat dengan kedalaman sekitar 5-6 cm.</span></span></span></span></li>
	<li style="text-align:justify; margin-bottom:11px"><span style="font-family:Georgia,serif;"><span style="font-size:18px;"><span style="line-height:115%"><b><span style="line-height:115%">Buka Jalan Napas (<i>Airway</i>):</span></b><span style="line-height:115%"> Membuka jalan napas korban dengan teknik menengadahkan kepala dan mengangkat dagu (<i>head-tilt chin-lift</i>).</span></span></span></span></li>
	<li style="text-align:justify; margin-bottom:11px"><span style="font-family:Georgia,serif;"><span style="font-size:18px;"><span style="line-height:115%"><b><span style="line-height:115%">Pemberian Napas Buatan (<i>Breathing</i>):</span></b><span style="line-height:115%"> Memberikan bantuan napas dari mulut ke mulut apabila diperlukan, dengan siklus 30 kompresi dada berbanding 2 kali napas buatan.</span></span></span></span></li>
</ul>

<p style="text-align:justify; margin-bottom:11px"><span style="font-family:Georgia,serif;"><span style="font-size:18px;"><span style="line-height:115%"><span style="line-height:115%">Antusiasme dan manfaat dari kegiatan ini sangat dirasakan oleh para peserta. Sherly Oktaviana Putri, S.Pd., salah satu Tendik dari Fakultas Psikologi, mengungkapkan bahwa pelatihan ini memberikan wawasan baru yang aplikatif.</span></span></span></span></p>

<p style="text-align:justify; margin-bottom:11px"><span style="font-family:Georgia,serif;"><span style="font-size:18px;"><span style="line-height:115%"><span style="line-height:115%">&ldquo;Materi yang disampaikan mudah dipahami dan relevan dengan pelayanan sehari-hari. Narasumber juga memberikan penjelasan dari aspek psikologi yang membantu saya memahami pentingnya empati, komunikasi yang baik, dan sikap profesional dalam memberikan pelayanan. Selain itu, praktik RJP dari PMI membuat kami lebih percaya diri dan tidak panik jika sewaktu-waktu ada mahasiswa atau rekan kerja yang pingsan atau butuh pertolongan medis darurat di area kampus,&rdquo; tuturnya.</span></span></span></span></p>

<p style="text-align:justify; margin-bottom:11px">&nbsp;</p>]]></description>
                                                                    <category><![CDATA[Headline]]></category>
                
                <author><![CDATA[ Farida Dian Farida Dian ]]></author>
                
                <pubDate>Fri, 26 Jun 2026 08:18:27 +0700</pubDate>
            </item>
                    <item>
                <title><![CDATA[Cetak Petani Milenial Berbasis Digital, Tim PkM Agroteknologi UMBY Bekali Siswa SMK Teknologi Pertanian Modern]]></title>
                <link><![CDATA[https://mercubuana-yogya.ac.id/news/cetak-petani-milenial-berbasis-digital-tim-pkm-agroteknologi-umby-bekali-siswa-smk-teknologi-pertanian-modern.html]]></link>
                <description><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><span style="font-family:Trebuchet MS,Helvetica,sans-serif;"><span style="font-size:18px;">Sektor pertanian kini tak lagi sekadar identik dengan cangkul dan cara konvensional lainnya. Sudah banyak transformasi digital termasuk di sektor pertanian. Kondisi ini dioptimalkan tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Program Studi Agroteknologi Fakultas Agroindustri Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) bersinergi dengan Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Islam Darul &lsquo;Ulum (UNISDA) Lamongan, menggelar pelatihan teknologi pertanian modern bagi guru dan siswa SMK Pertanian Hamong Putera Sleman, pada Kamis-Jumat, 18-19 Juni 2026.</span></span></p>

<p style="text-align: justify;"><span style="font-family:Trebuchet MS,Helvetica,sans-serif;"><span style="font-size:18px;">Kegiatan yang berlangsung di Laboratorium Agroteknologi Fakultas Agroindustri dan SMK Hamong Putera Pakem Sleman tersebut mengusung tema &quot;Pengenalan dan Pelatihan Teknologi Pertanian Modern untuk Meningkatkan Kompetensi Guru dan Siswa Jurusan Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura&quot;. Tim PkM yang diinisiasi oleh Ir. Wafit Dinarto, M.Si., MCE., ini beranggotakan Dr. Ir. Dian Astriani, S.P., M.P., Dr. Ana Amiroh, S.P., M.P. (UNISA), dan Kris Winarsih Safitri, S.P., M.Sc. </span></span></p>

<p style="text-align: justify;"><span style="font-family:Trebuchet MS,Helvetica,sans-serif;"><span style="font-size:18px;"><img alt="" src="https://mercubuana-yogya.ac.id/storage/photos/330/Cetak Petani Mi_1782351380.jpeg" style="width: 675px; height: 448px;" /></span></span></p>

<p style="text-align: justify;"><span style="font-family:Trebuchet MS,Helvetica,sans-serif;"><span style="font-size:18px;">Ketua PkM, Wafit Dinarto, menegaskan bahwa generasi muda pertanian harus dibekali keterampilan yang selaras dengan perubahan teknologi yang semakin modern.</span></span></p>

<p style="text-align: justify;"><span style="font-family:Trebuchet MS,Helvetica,sans-serif;"><span style="font-size:18px;">&quot;Berbagai teknologi seperti sensor pertanian, Internet of Things (IoT), drone pertanian, sistem irigasi otomatis, hingga aplikasi digital untuk pemantauan tanaman kini menjadi tekonologi modern di industri agribisnis yang berkelanjutan. Kami berharap siswa dan guru dapat langsung melihat dan memahami peluang penerapan teknologi tersebut di lapangan,&quot; terang Wafit.</span></span></p>

<p style="text-align: justify;"><span style="font-family:Trebuchet MS,Helvetica,sans-serif;"><span style="font-size:18px;">Untuk memastikan pemahaman yang komprehensif, Wafit Dinarto memaparkan sejumlah materi mutakhir yang relevan dengan industri pertanian masa kini, diantaranya pengenalan konsep pertanian presisi (precision agriculture), penggunaan drone untuk pemantauan lahan dan tanaman, pemanfaatan sensor lingkungan untuk mendukung pengambilan keputusan budidaya, serta penerapan teknologi digital dalam manajemen usaha pertanian.</span></span></p>

<p style="text-align: justify;"><span style="font-family:Trebuchet MS,Helvetica,sans-serif;"><span style="font-size:18px;">&ldquo;Pemakaian drone memudahkan petani memantau lahan dan tanaman secara cepat, akurat, dan efisien. Melalui foto serta video dari udara, kondisi tanaman dapat dipantau secara menyeluruh sehingga potensi masalah seperti kekeringan, kekurangan hara, serangan hama atau penyakit dapat dideteksi lebih dini. Teknologi ini membantu petani mengambil langkah penanganan yang tepat untuk menjaga produktivitas pertanian,&rdquo; ungkap Wafit Dinarto.</span></span></p>

<p style="text-align: justify;"><span style="font-family:Trebuchet MS,Helvetica,sans-serif;"><span style="font-size:18px;">Wafit menambahkan penerapan teknologi digital dalam manajemen usaha pertanian tentunya akan membantu petani mengelola usaha secara lebih efektif dan terukur. Melalui aplikasi digital, petani dapat mencatat biaya produksi, memantau kegiatan budidaya, mengakses informasi pasar, serta merencanakan usaha dengan lebih baik. </span></span></p>

<p style="text-align: justify;"><span style="font-family:Trebuchet MS,Helvetica,sans-serif;"><span style="font-size:18px;">&ldquo;Teknologi ini mendukung pengambilan keputusan yang lebih cepat dan tepat guna meningkatkan produktivitas dan keuntungan usaha tani,&rdquo; tekan Wafit.</span></span></p>

<p style="text-align: justify;"><span style="font-family:Trebuchet MS,Helvetica,sans-serif;"><span style="font-size:18px;">Sesi praktik langsung disambut antusiasme tinggi. Para siswa tampak bersemangat mengoperasikan drone dan instrumen IoT yang dinilai mampu memangkas beban kerja fisik secara drastis. Di sisi lain, para guru merasa wawasan ini sangat relevan untuk memperbarui kurikulum sekolah.</span></span></p>

<p style="text-align: justify;"><span style="font-family:Trebuchet MS,Helvetica,sans-serif;"><span style="font-size:18px;">Kepala SMK Pertanian Hamong Putera Sleman, Arif Sutono, S.Pd., mengapresiasi atas inisiatif dari UMBY. Menurutnya, pemahaman literasi digital di sektor agribisnis adalah kunci penentu daya saing lulusan SMK di dunia kerja.</span></span></p>

<p style="text-align: justify;"><span style="font-family:Trebuchet MS,Helvetica,sans-serif;"><span style="font-size:18px;">&quot;Kegiatan ini memberikan manfaat yang masif. Pengetahuan tentang teknologi modern sangat krusial agar lulusan kami tidak tertinggal dan memiliki kompetensi yang sesuai dengan tuntutan era pertanian digital,&quot; ungkapnya.</span></span></p>

<p style="text-align: justify;"><span style="font-family:Trebuchet MS,Helvetica,sans-serif;"><span style="font-size:18px;">Sebagai perwujudan Tri Dharma Perguruan Tinggi, kolaborasi ini diharapkan memicu dan mempercepat adopsi teknologi pertanian di Indonesia. Sinergi kampus dan sekolah ini menjadi langkah awal menyiapkan sumber daya manusia (SDM) pertanian yang unggul, inovatif, dan siap menjadi penggerak ketahanan pangan masa depan.</span></span></p>

<p style="text-align:justify; margin-bottom:11px"><img alt="" src="https://mercubuana-yogya.ac.id/storage/photos/330/Cetak Petani Mi_1782351393.jpeg" style="width: 675px; height: 448px;" /></p>]]></description>
                                                                    <category><![CDATA[Headline]]></category>
                
                <author><![CDATA[ Fitriana Fitriana ]]></author>
                
                <pubDate>Thu, 25 Jun 2026 08:36:38 +0700</pubDate>
            </item>
                    <item>
                <title><![CDATA[Tingkatkan Kompetensi, Kampus UMBY Beri Pelatihan Pertanian Modern untuk Siswa SMK]]></title>
                <link><![CDATA[https://mercubuana-yogya.ac.id/news/tingkatkan-kompetensi-kampus-umby-beri-pelatihan-pertanian-modern-untuk-siswa-smk-1.html]]></link>
                <description><![CDATA[<p style="margin-bottom: 11px; text-align: justify;"><span style="font-size:18px;"><span style="font-family:Lucida Sans Unicode,Lucida Grande,sans-serif;">Berkomitmen mencetak generasi muda pertanian yang melek teknologi, Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) menggelar pelatihan inovasi pertanian modern. Mengangkat fokus pada teknik hidroponik dan budi daya jamur konsumsi (edible mushroom), pelatihan ini menyasar guru dan siswa SMK Muhammadiyah 2 Mertoyudan, Magelang, pada Senin (8/6/2026).</span></span></p>

<p style="text-align: justify;"><span style="font-size:18px;"><span style="font-family:Lucida Sans Unicode,Lucida Grande,sans-serif;">Tim pengabdi ini diketuai oleh Dr. Ir. Dian Astriani, S.P., M.P., dengan anggota Ir. Wafit Dinarto, M.Si., MCE., Ir. Reo Sambodo, S.P., M.M.A., serta menggandeng Dr. Annie Purwani, S.T.P., M.P. dari Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta. Sinergi ini bertujuan membekali pendidikan vokasi dengan keterampilan praktis berbasis teknologi terkini.</span></span></p>

<p style="text-align: justify;"><span style="font-size:18px;"><span style="font-family:Lucida Sans Unicode,Lucida Grande,sans-serif;">Dian Astriani mengungkapkan bahwa tim dosen berupaya menjembatani gap antara kurikulum pendidikan vokasi dengan pesatnya perkembangan ilmu pertanian di perguruan tinggi.</span></span></p>

<p style="text-align: justify;"><span style="font-size:18px;"><span style="font-family:Lucida Sans Unicode,Lucida Grande,sans-serif;">&ldquo;Kami melihat potensi besar pada guru dan siswa SMK Muhammadiyah 2 Mertoyudan. Melalui pengenalan hidroponik dan jamur edible ini, kami berharap pengetahuan yang didapat tidak mandek menjadi teori, melainkan bisa langsung diterapkan sebagai bekal merintis usaha pertanian mandiri,&rdquo; ujar Dian.</span></span></p>

<p style="text-align: justify;"><span style="font-size:18px;"><span style="font-family:Lucida Sans Unicode,Lucida Grande,sans-serif;"><img alt="" src="https://mercubuana-yogya.ac.id/storage/photos/330/Tingkatkan Komp_1782351201.jpeg" style="width: 675px; height: 811px;" /></span></span></p>

<p style="text-align: justify;"><span style="font-size:18px;"><span style="font-family:Lucida Sans Unicode,Lucida Grande,sans-serif;">Pelatihan dirancang secara komprehensif, memadukan teori di kelas dengan praktik lapangan. Pada sesi pemaparan, Dra. Ummul Aiman, M.P. mengupas tuntas potensi pertanian perkotaan (urban farming), khususnya jamur edible. Pada sesi pemaparan materi, peserta mendapatkan pembekalan mengenai konsep dasar pertanian perkotaan, budidaya, serta peluang pengembangan bisnis jamur edible yang disampaikan oleh Dra. Ummul Aiman, M.P., sebagai pemateri pertama.</span></span></p>

<p style="text-align: justify;"><span style="font-size:18px;"><span style="font-family:Lucida Sans Unicode,Lucida Grande,sans-serif;">&ldquo;Peluang bisnis jamur edible di era pertanian modern sangat menjanjikan karena permintaan pasar terus meningkat seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pangan sehat,&rdquo; ungkap Umul Aiman.</span></span></p>

<p style="text-align: justify;"><span style="font-size:18px;"><span style="font-family:Lucida Sans Unicode,Lucida Grande,sans-serif;">Lanjut Umul, budidaya jamur dapat dilakukan pada lahan terbatas dengan teknologi yang terkontrol, sehingga sesuai dengan konsep urban farming. Selain dipasarkan dalam bentuk segar, jamur juga dapat diolah menjadi berbagai produk bernilai tambah, sehingga membuka peluang usaha yang lebih luas</span></span></p>

<p style="text-align: justify;"><span style="font-size:18px;"><span style="font-family:Lucida Sans Unicode,Lucida Grande,sans-serif;">Sementara itu, pemateri kedua, Farra Ummush Sholiha, S.Tr.P., M.P., membedah instalasi dan teknik dasar hidroponik, manajemen nutrisi tanaman, hingga sistem instalasi hidroponik yang disampaikan oleh Farra Ummush Sholiha, S.Tr.P., M.P.&nbsp;</span></span></p>

<p style="text-align: justify;"><span style="font-size:18px;"><span style="font-family:Lucida Sans Unicode,Lucida Grande,sans-serif;">&ldquo;Teknik dasar harus diperhatikan karena &nbsp;menentukan pertumbuhan dan hasil tanaman secara optimal. Pemilihan sistem hidroponik yang sesuai, penggunaan media tanam yang bersih, pemberian larutan nutrisi dengan konsentrasi dan pH yang tepat, pengaturan sirkulasi air, serta memastikan tanaman memperoleh cahaya dan aerasi yang cukup,&rdquo; pesan Farra.</span></span></p>

<p style="text-align: justify;"><span style="font-size:18px;"><span style="font-family:Lucida Sans Unicode,Lucida Grande,sans-serif;">Setelah memperoleh pemahaman teori, peserta diajak terjun langsung ke Agroindustri Park Program Studi Agroteknologi UMBY. Di bawah bimbingan tim PkM Agroteknologi, guru dan siswa mempraktikkan proses penyemaian benih hidroponik, meracik larutan stok AB Mix, hingga mengaplikasikan tata cara budi daya jamur mulai dari proses inokulasi bibit (penanaman) hingga teknik pemanenan.</span></span></p>

<p style="text-align: justify;"><span style="font-size:18px;"><span style="font-family:Lucida Sans Unicode,Lucida Grande,sans-serif;">Kepala SMK Muhammadiyah 2 Mertoyudan, Hendri Kusno, S.Pd., mengapresiasi atas segala fasilitas dan ilmu pembelajaran yang diberikan oleh UMBY dalam memberikan pengalaman berharga bagi siswa dalam memahami penerapan pertanian modern.</span></span></p>

<p style="text-align: justify;"><span style="font-size:18px;"><span style="font-family:Lucida Sans Unicode,Lucida Grande,sans-serif;">&ldquo;Pelatihan langsung di lapangan kampus UMBY memberikan pengalaman berharga yang tidak sepenuhnya diperoleh melalui pembelajaran di kelas. Siswa menjadi lebih memahami bahwa pertanian saat ini dapat dilakukan dengan metode yang modern, praktis, ramah lingkungan, serta memiliki nilai ekonomi,&rdquo; ungkapnya.</span></span></p>

<p style="text-align: justify;"><span style="font-size:18px;"><span style="font-family:Lucida Sans Unicode,Lucida Grande,sans-serif;">Melalui sinergi antara Universitas Mercu Buana Yogyakarta dan SMK Muhammadiyah 2 Mertoyudan, kegiatan pengabdian masyarakat ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam membangun kerja sama berkelanjutan serta mendukung penguatan kompetensi pendidikan vokasi pertanian di Indonesia.</span></span></p>

<p style="text-align:justify; margin-bottom:11px">&nbsp;</p>]]></description>
                                                                    <category><![CDATA[Headline]]></category>
                
                <author><![CDATA[ Fitriana Fitriana ]]></author>
                
                <pubDate>Thu, 25 Jun 2026 08:33:27 +0700</pubDate>
            </item>
                    <item>
                <title><![CDATA[Perkuat Tata Kelola Pusat Karir, UPN Veteran Jatim Lakukan Kunjungan Kerja ke UMBY]]></title>
                <link><![CDATA[https://mercubuana-yogya.ac.id/news/perkuat-tata-kelola-pusat-karir-upn-veteran-jatim-lakukan-kunjungan-kerja-ke-umby.html]]></link>
                <description><![CDATA[<p style="text-align:justify"><span style="font-family:Georgia,serif;"><span style="font-size:18px;"><span style="color:black">Dinamika dunia kerja generasi Z (Gen Z) dan pentingnya pelacakan jejak alumni (<i>tracer study</i>) menjadi tantangan bagi perguruan tinggi saat ini. Merespons hal tersebut, <strong><span style="font-weight:normal">Unit Pendukung Akademik Pengembangan Karir dan Kewirausahaan</span></strong><b> </b>(UPA PKK) UPN Veteran Jawa Timur melakukan kunjungan kerja ke Career Center Biro Kemahasiswaan dan Alumni (BKA) Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) untuk memperkuat tata kelola pusat karier dan program mahasiswa, pada Rabu (17/06/2026).</span></span></span></p>

<p style="text-align:justify"><span style="font-family:Georgia,serif;"><span style="font-size:18px;"><span style="color:black">Bertempat di ruang Teater Kampus I UMBY, pertemuan ini tidak sekadar agenda seremonial, melainkan ajang diskusi membedah permasalahan nyata di lapangan. Salah satu sorotan utama dalam diskusi hangat tersebut adalah pergeseran minat karir lulusan. Di era digital, lulusan Gen Z cenderung mencari fleksibilitas waktu dan lebih tertarik membangun <i>startup</i>, menjadi <i>content creator</i>, atau <i>influencer</i>, dibandingkan bekerja di sektor formal. Kondisi ini menuntut kampus untuk lebih adaptif dan fleksibel dalam memfasilitasi pengembangan karir mahasiswanya.</span></span></span></p>

<p style="text-align:justify"><span style="font-family:Georgia,serif;"><span style="font-size:18px;"><span style="color:black">Di sisi lain, evaluasi kesiapan kerja lulusan melalui <i>tracer study</i> masih menemui jalan terjal. Saat ini, tingkat partisipasi pengisian <i>tracer study</i> secara global di UMBY baru menyentuh angka 30-35 persen, meskipun beberapa program studi telah berhasil menembus di atas 50 persen.</span></span></span></p>

<p style="text-align:justify"><span style="font-family:Georgia,serif;"><span style="font-size:18px;"><span style="color:black">Rendahnya partisipasi ini dilatarbelakangi oleh dua faktor utama yakni banyaknya indikator pertanyaan dari Kemendiktisaintek, serta kewajiban pengisian Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) yang memicu kekhawatiran alumni akan penyalahgunaan data pribadi.</span></span></span></p>

<p style="text-align:justify"><span style="font-family:Georgia,serif;"><span style="font-size:18px;"><span style="color:black"><img alt="" src="https://mercubuana-yogya.ac.id/storage/photos/330/Perkuat Tata Ke_1782263448.jpeg" style="width: 675px; height: 450px;" /></span></span></span></p>

<p style="text-align:justify"><span style="font-family:Georgia,serif;"><span style="font-size:18px;"><span style="color:black">Menanggapi kompleksitas tersebut, Kepala UPA PKK UPN Veteran Jawa Timur, Dr. Faisal Muttaqin, S.Kom., M.T., menegaskan pentingnya kolaborasi antar-kampus untuk mencari jalan keluar terbaik.</span></span></span></p>

<p style="text-align:justify"><span style="font-family:Georgia,serif;"><span style="font-size:18px;"><span style="color:black">&quot;Data <i>tracer study</i> ini sangat krusial sebagai pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) dan bahan evaluasi kurikulum agar relevan dengan kebutuhan pasar. Kita harus menyusun strategi yang tepat. Harapannya, pertemuan ini menjadi wadah pertukaran informasi yang aplikatif untuk pengembangan <i>career center</i> dan wirausaha mahasiswa,&quot; ujar Dr. Faisal.</span></span></span></p>

<p style="text-align:justify"><span style="font-family:Georgia,serif;"><span style="font-size:18px;"><span style="color:black">Kepala BKA UMBY, Ir. Reo Sambodo, S.P., M.M.A., turut menyambut baik inisiatif ini. Menurutnya, berbagi praktik baik (<i>best practices</i>) adalah kunci. &quot;Kerja sama ini menjadi wadah ideal untuk berbagi strategi, baik dalam meningkatkan partisipasi survei pelacakan karir maupun menumbuhkan ekosistem kewirausahaan di kampus,&quot; tuturnya.</span></span></span></p>

<p style="text-align:justify"><span style="font-family:Georgia,serif;"><span style="font-size:18px;"><span style="color:black">Sebagai tindak lanjut dari pertemuan ini, UMBY dan UPN Veteran Jatim telah merumuskan sejumlah implementasi konkret. UMBY bersiap mengirimkan delegasinya untuk mengikuti ajang perlombaan dan lokakarya (<i>workshop</i>) kewirausahaan mahasiswa yang diselenggarakan oleh UPN Veteran Jawa Timur dalam waktu dekat.</span></span></span></p>

<p style="text-align:justify"><span style="font-family:Georgia,serif;"><span style="font-size:18px;"><span style="color:black">Kepala Bagian Career Center UMBY, Ir. Ajat Sudrajat, S.Pt., M.Pt., IPP., memaparkan bahwa pihaknya juga terus mengoptimalkan penyerapan tenaga kerja melalui bursa kerja (<i>job fair</i>) dan <i>campus hiring</i>.</span></span></span></p>

<p style="text-align:justify"><span style="font-family:Georgia,serif;"><span style="font-size:18px;"><span style="color:black">&quot;Saat ini UMBY telah bermitra aktif dengan berbagai perusahaan terkemuka untuk program <i>campus hiring</i>. Kami sangat terbuka untuk berkolaborasi dengan UPN Veteran Jatim atau pihak lain guna memperluas akses informasi lowongan kerja bagi alumni,&quot; jelas Ajat.</span></span></span></p>

<p style="text-align:justify"><span style="font-family:Georgia,serif;"><span style="font-size:18px;"><span style="color:black">Kunjungan kerja yang dihadiri oleh Koordinator Inkubator Bisnis UMBY serta jajaran koordinator UPA PKK UPN Veteran Jatim ini ditutup dengan kesepakatan untuk terus memperkuat ekosistem kewirausahaan mahasiswa. Melalui kemitraan yang adaptif ini, kedua institusi optimistis mampu mencetak lulusan unggul yang relevan dengan tuntutan zaman dan berdaya saing tinggi.</span></span></span></p>]]></description>
                                                                    <category><![CDATA[Headline]]></category>
                
                <author><![CDATA[ Fitriana Fitriana ]]></author>
                
                <pubDate>Wed, 24 Jun 2026 08:10:54 +0700</pubDate>
            </item>
                    <item>
                <title><![CDATA[Bangun Literasi dan Kemandirian Ekonomi, PPK Ormawa HIMATIKA Gagas &#039;KAFE LENTERA&#039; di Desa Sidoharjo]]></title>
                <link><![CDATA[https://mercubuana-yogya.ac.id/news/bangun-literasi-dan-kemandirian-ekonomi-ppk-ormawa-himatika-gagas-kafe-lentera-di-desa-sidoharjo-1.html]]></link>
                <description><![CDATA[<p style="text-align:justify"><span style="font-family:Tahoma,Geneva,sans-serif;"><span style="font-size:18px;"><span style="color:black">Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Himpunan Mahasiswa Pendidikan Matematika (HIMATIKA) Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) resmi meluncurkan program pemberdayaan masyarakat di Kalurahan Sidoharjo Kecamatan Samigaluh Kulon Progo. Mengusung konsep KAFE LENTERA (Literasi, Edukasi, dan Wirausaha), program ini hadir sebagai respons atas tingginya angka kecanduan gawai pada anak, sekaligus dorongan untuk menguatkan ekonomi warga setempat.</span></span></span></p>

<p style="text-align:justify"><span style="font-family:Tahoma,Geneva,sans-serif;"><span style="font-size:18px;"><span style="color:black">Program yang akan berjalan pada periode Juni hingga Oktober 2026 ini diawali dengan sosialisasi di Balai Kalurahan Sidoharjo, pada Jumat (12/06/2026). Kegiatan tersebut dihadiri sekitar 30 perwakilan elemen masyarakat, mulai dari Lurah Sidoharjo Umari, perangkat kalurahan, Karang Taruna, ibu-ibu PKK, pengelola perpustakaan desa, hingga guru-guru sekolah dasar dan menengah. Selain itu, turut hadir Biro Kemahasiswa UMBY, Ir. Reo Sambodo, MMA., serta dosen pembimbing PPK Ormawa, Nafida Hetty Marhaeni, S.Pd., M.Pd.</span></span></span></p>

<p style="text-align:justify; margin-bottom:11px"><span style="font-family:Tahoma,Geneva,sans-serif;"><span style="font-size:18px;"><span style="line-height:normal"><span style="color:black">Ketua Tim PPK Ormawa HIMATIKA, Fira Febianti, menjelaskan bahwa Sidoharjo dipilih berdasarkan hasil observasi mendalam mengenai kebutuhan warga akan penguatan budaya literasi, peningkatan kapasitas diri, dan keterampilan kewirausahaan.</span></span></span></span></p>

<p style="text-align:justify; margin-bottom:11px"><span style="font-family:Tahoma,Geneva,sans-serif;"><span style="font-size:18px;"><span style="line-height:normal"><span style="color:black">&quot;Kalurahan Sidoharjo memiliki potensi sumber daya manusia dan dukungan pemerintah yang kuat. Tantangan utama saat ini adalah tingginya tingkat ketergantungan anak-anak terhadap gawai yang membuat mereka kurang produktif. Kami ingin menyediakan ruang belajar interaktif agar mereka dapat mengembangkan kemampuan akademik, kreativitas, dan keterampilan sosial,&quot; urai Fira.</span></span></span></span></p>

<p style="text-align:justify; margin-bottom:11px"><span style="font-family:Tahoma,Geneva,sans-serif;"><span style="font-size:18px;"><span style="line-height:normal"><span style="color:black">Dalam pemaparannya, tim mengurai konsep KAFE LENTERA sebagai pusat pembelajaran berbasis <i>edupreneurship</i> yang mengintegrasikan literasi, edukasi digital, dan kewirausahaan. Konsep ini dieksekusi melalui tiga pilar utama yang dipresentasikan oleh masing-masing koordinator. Pojok Literasi Numerasi dipaparkan Wanda Camidah, pojok ini menyasar siswa SD dan SMP dengan metode belajar yang menyenangkan. Kegiatannya meliputi permainan numerasi, pendampingan membaca, menulis, berhitung (calistung), <i>puzzle</i> matematika, hingga <i>story telling</i> guna meningkatkan daya berpikir kritis anak.</span></span></span></span></p>

<p style="text-align:justify; margin-bottom:11px"><span style="font-family:Tahoma,Geneva,sans-serif;"><span style="font-size:18px;"><span style="line-height:normal"><span style="color:black">Kemudian, Pojok Wirausaha Digital yang dijelaskan Tantri Resti Sabelila. Kegiatan ini menggandeng remaja Karang Taruna untuk meningkatkan literasi digital dan insting bisnis. Pelatihan mencakup <i>branding</i>, pengemasan (<i>packaging</i>), pembuatan media promosi, hingga strategi pemasaran media sosial.</span></span></span></span></p>

<p style="text-align:justify; margin-bottom:11px"><span style="font-family:Tahoma,Geneva,sans-serif;"><span style="font-size:18px;"><span style="line-height:normal"><span style="color:black"><img alt="" src="https://mercubuana-yogya.ac.id/storage/photos/330/Bangun Literasi_1782263274.jpeg" style="width: 675px; height: 900px;" /></span></span></span></span></p>

<p style="text-align:justify; margin-bottom:11px"><span style="font-family:Tahoma,Geneva,sans-serif;"><span style="font-size:18px;"><span style="line-height:normal"><span style="color:black">Selanjutnya, Pojok Edukasi Wirausaha yang diuraikan Dita Purwaningsih. Rencananya program ini melibatkan ibu-ibu PKK untuk menggali potensi ekonomi lokal. Dimulai dari inovasi produk, pelatihan kemasan, hingga evaluasi kualitas, dengan target melahirkan produk unggulan desa yang berdaya saing tinggi di pasar.</span></span></span></span></p>

<p style="text-align:justify; margin-bottom:11px"><span style="font-family:Tahoma,Geneva,sans-serif;"><span style="font-size:18px;"><span style="line-height:normal"><span style="color:black">Program ini menuai antusiasme dari para peserta sosialisasi. Marmi, salah satu guru sekolah dasar di Sidoharjo, menilai KAFE LENTERA adalah jawaban atas keresahan para guru dan orang tua. </span></span></span></span></p>

<p style="text-align:justify; margin-bottom:11px"><span style="font-family:Tahoma,Geneva,sans-serif;"><span style="font-size:18px;"><span style="line-height:normal"><span style="color:black">&quot;Program ini menjadi alternatif konkret untuk mengalihkan anak dari penggunaan gawai yang berlebihan. Kami sangat bersyukur karena ini akan membangun generasi dengan budaya literasi tinggi,&quot; ungkapnya.</span></span></span></span></p>

<p style="text-align:justify; margin-bottom:11px"><span style="font-family:Tahoma,Geneva,sans-serif;"><span style="font-size:18px;"><span style="line-height:normal"><span style="color:black">Apresiasi senada datang dari Lurah Sidoharjo, Umari. Ia menegaskan bahwa inisiatif mahasiswa UMBY sangat relevan dengan kebutuhan desa. </span></span></span></span></p>

<p style="text-align:justify; margin-bottom:11px"><span style="font-family:Tahoma,Geneva,sans-serif;"><span style="font-size:18px;"><span style="line-height:normal"><span style="color:black">&quot;Kami menyambut baik dan berharap kolaborasi ini memberi manfaat jangka panjang, serta menjadi langkah awal membangun generasi muda Sidoharjo yang lebih cerdas, kreatif, dan berkarakter,&quot; tutur Umari.</span></span></span></span></p>

<p style="text-align:justify; margin-bottom:11px"><span style="font-family:Tahoma,Geneva,sans-serif;"><span style="font-size:18px;"><span style="line-height:normal"><span style="color:black">Dosen Pembimbing PPK Ormawa UMBY, Nafida Hetty Marhaeni, S.Pd., M.Pd., menambahkan bahwa kegiatan ini adalah wujud nyata implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi. Mahasiswa tidak sekadar menyerap ilmu di kampus, tetapi dilatih memecahkan persoalan riil di akar rumput.</span></span></span></span></p>

<p style="text-align:justify; margin-bottom:11px"><span style="font-family:Tahoma,Geneva,sans-serif;"><span style="font-size:18px;"><span style="line-height:normal"><span style="color:black">&quot;Program yang dirancang HIMATIKA tidak hanya fokus pada akademik, tapi juga penguatan kapasitas masyarakat secara berkelanjutan. Kami berharap ini menjadi <i>role model</i> sinergi apik antara perguruan tinggi dan desa dalam mewujudkan pembangunan berbasis literasi,&quot; tutup Nafida.</span></span></span></span></p>

<p style="text-align:justify"><img alt="" src="https://mercubuana-yogya.ac.id/storage/photos/330/Bangun Literasi_1782263289.jpeg" style="width: 675px; height: 506px;" /></p>]]></description>
                                                                    <category><![CDATA[Headline]]></category>
                
                <author><![CDATA[ Fitriana Fitriana ]]></author>
                
                <pubDate>Wed, 24 Jun 2026 08:08:20 +0700</pubDate>
            </item>
                    <item>
                <title><![CDATA[Tim PkM UMBY Latih Peternak Sleman Olah Susu Kambing Jadi Yogurt Kemiri Milk]]></title>
                <link><![CDATA[https://mercubuana-yogya.ac.id/news/tim-pkm-umby-latih-peternak-sleman-olah-susu-kambing-jadi-yogurt-kemiri-milk.html]]></link>
                <description><![CDATA[<p style="margin-bottom: 11px; text-align: justify;"><span style="font-size:18px;"><span style="font-family:Trebuchet MS,Helvetica,sans-serif;">Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Program Studi Peternakan, Fakultas Agroindustri, Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) telah melaksanakan kegiatan dengan tema &ldquo;Optimalisasi Produksi dan Nilai Tambah Susu Kambing melalui Teknologi Pengolahan dan Strategi Pemasaran pada Peternak Kambing Perah di Dusun Kemiri, Purwobinangun, Sleman&rdquo;. Kegiatan yang diketuai oleh Ir. Nur Rasminati, M.P dengan anggota Ir. Setyo Utomo, M.P., Dr. Fazhana Ismail; Mahendra Wahyu Eka Pradana, S.Pt., M.Sc., Dr. Oktora Dwi Putranti, S.Pt., M.Sc., dan Noor Rizky Irmasari Hasibuan, S.Pt., M.Sc. ini dilaksanakan pada 9-23 Mei 2026 dengan melibatkan 15 peserta yang terdiri dari ibu-ibu anggota kelompok ternak kambing perah di Dusun Kemiri, Purwobinangun, Sleman.</span></span></p>

<p style="text-align: justify;"><span style="font-size:18px;"><span style="font-family:Trebuchet MS,Helvetica,sans-serif;">Ir. Nur Rasminati mengatakan bahwa program pengabdian ini dilaksanakan sebagai bentuk pemberdayaan masyarakat untuk meningkatkan kualitas produksi susu kambing sekaligus membuka peluang usaha baru melalui pengolahan produk bernilai tambah. &ldquo;Melalui kegiatan ini, peserta memperoleh berbagai materi dan praktik langsung yang dapat diterapkan dalam usaha peternakan mereka,&rdquo; ujarnya.</span></span></p>

<p style="text-align: justify;"><span style="font-size:18px;"><span style="font-family:Trebuchet MS,Helvetica,sans-serif;">Rangkaian kegiatan diawali dengan sesi sosialisasi yang mencakup manajemen produksi ternak, pemerahan higienis, serta pengendalian mutu susu segar. Materi manajemen produksi ternak disampaikan oleh Ir. Nur Rasminati, M.P. dan Dr. Oktora Dwi Putranti, S.Pt., M.Sc., yang membahas berbagai aspek penting dalam pengelolaan ternak kambing perah untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi usaha peternakan. </span></span></p>

<p style="text-align: justify;"><span style="font-size:18px;"><span style="font-family:Trebuchet MS,Helvetica,sans-serif;">Selanjutnya, materi pemerahan higienis dan pengendalian mutu susu segar disampaikan oleh Mahendra Wahyu Eka Pradana, S.Pt., M.Sc. dan Dr. Fazhana Ismail. Pada sesi ini, peserta mendapatkan pemahaman mengenai prosedur pemerahan yang baik dan benar, penerapan sanitasi selama proses pemerahan, serta upaya pengendalian mutu susu segar guna menghasilkan produk yang aman dan berkualitas </span></span></p>

<p style="text-align: justify;"><span style="font-size:18px;"><span style="font-family:Trebuchet MS,Helvetica,sans-serif;">Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pelatihan pembuatan yogurt susu kambing. Pada sesi ini, peserta dibekali teori dan praktik mulai dari persiapan bahan, proses pembuatan, hingga pengemasan produk.</span></span></p>

<p style="text-align: justify;"><span style="font-size:18px;"><span style="font-family:Trebuchet MS,Helvetica,sans-serif;">Alat dan bahan yang digunakan dalam pelatihan antara lain inkubator sederhana, kultur bakteri yang dikembangkan oleh Program Studi Peternakan UMBY dan susu kambing yang diproduksi oleh Kelompok Ternak Kemiri. </span></span></p>

<p style="text-align: justify;"><span style="font-size:18px;"><span style="font-family:Trebuchet MS,Helvetica,sans-serif;">Salah satu tantangan utama dalam pemasaran susu kambing adalah aroma khasnya yang tajam (prengus). Menjawab tantangan tersebut, tim PkM UMBY membawa inovasi berupa kultur bakteri mix yang dapat mengurangi aroma prengus pada susu kambing.</span></span></p>

<p style="text-align: justify;"><span style="font-size:18px;"><span style="font-family:Trebuchet MS,Helvetica,sans-serif;">Hasilnya, yogurt yang diproduksi memiliki tekstur yang pas, rasa yang segar, serta aroma prengus yang berkurang drastis. Yoghurt hadir dalam dua varian rasa, yaitu original dan low-sugar dengan kemasan botol 250 ml.</span></span></p>

<p style="text-align: justify;"><span style="font-size:18px;"><span style="font-family:Trebuchet MS,Helvetica,sans-serif;">Untuk mendukung keberlanjutan usaha, tim pengabdian juga memberikan sosialisasi branding dan strategi pemasaran produk. Peserta dibekali pengetahuan mengenai pentingnya identitas produk, desain kemasan, serta pemanfaatan media sosial sebagai sarana promosi yang efektif untuk menjangkau konsumen yang lebih luas. Dari pelatihan ini dihasilkan merk &rsquo;&rsquo;Kemiri Milk&rsquo;&rsquo; sebagai merk dagang kelompok ternak. </span></span></p>

<p style="text-align: justify;"><span style="font-size:18px;"><span style="font-family:Trebuchet MS,Helvetica,sans-serif;">Inovasi pengolahan ini terbukti membawa dampak finansial yang sangat signifikan bagi para peternak lokal. Setelah diolah, potensi nilai tambah produk yang awalnya peternak menjual susu kambing segar kepada pengepul dengan harga 17.000 &ndash; 18.000 per liter menjadi 14.000 per botol 250 ml atau 56.000 per liter yang berarti ada peningkatan nilai sekitar 67-69%.</span></span></p>

<p style="text-align: justify;"><span style="font-size:18px;"><span style="font-family:Trebuchet MS,Helvetica,sans-serif;"><img alt="" src="https://mercubuana-yogya.ac.id/storage/photos/330/Tim PkM UMBY La_1782176973.jpeg" style="width: 675px; height: 380px;" /></span></span></p>

<p style="text-align: justify;"><span style="font-size:18px;"><span style="font-family:Trebuchet MS,Helvetica,sans-serif;">&quot;Para peserta kini telah mampu membuat produk yogurt dan mengemasnya dengan lebih menarik sehingga memiliki nilai jual yang jauh lebih tinggi. Ada potensi peningkatan nilai pendapatan yang sangat signifikan bagi peternak,&quot; ujar Ir. Nur Rasminati, M.P.</span></span></p>

<p style="text-align: justify;"><span style="font-size:18px;"><span style="font-family:Trebuchet MS,Helvetica,sans-serif;">Salah satu peserta, Winarti, mengaku mendapatkan manfaat besar dari kegiatan tersebut. &ldquo;Setelah ikut pelatihan, saya sudah bisa membuat yogurt dari susu kambing, dan saya berencana untuk menjualnya. Semoga ini bisa menjadi tambahan penghasilan bagi keluarga dan kelompok ternak kami,&rdquo; katanya.</span></span></p>

<p style="text-align: justify;"><span style="font-size:18px;"><span style="font-family:Trebuchet MS,Helvetica,sans-serif;">Guna memastikan keberlanjutan bisnis baru ini, tim PkM UMBY berkomitmen untuk terus melakukan pendampingan intensif kepada kelompok ternak Kemiri, mulai dari pengawasan mutu produksi yang higienis hingga perluasan jaringan pemasaran produk ke depannya.</span></span></p>

<p style="text-align: justify;"><span style="font-size:18px;"><span style="font-family:Trebuchet MS,Helvetica,sans-serif;">&quot;Melalui kegiatan ini, diharapkan kelompok ternak kambing perah di Dusun Kemiri tidak hanya mampu menghasilkan susu segar berkualitas, tetapi juga mampu mengembangkan produk olahan yang memiliki daya saing dan nilai ekonomi yang lebih tinggi, &quot; pungkas Ir. Nur Rasminati. </span></span></p>

<p style="text-align: justify;"><span style="font-size:18px;"><span style="font-family:Trebuchet MS,Helvetica,sans-serif;">Sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat diharapkan dapat terus mendorong tumbuhnya inovasi, peningkatan kapasitas peternak, serta kemandirian ekonomi berbasis potensi lokal.</span></span></p>

<p style="margin-bottom:11px">&nbsp;</p>]]></description>
                                                                    <category><![CDATA[Headline]]></category>
                
                <author><![CDATA[ Fitriana Fitriana ]]></author>
                
                <pubDate>Tue, 23 Jun 2026 08:09:40 +0700</pubDate>
            </item>
                    <item>
                <title><![CDATA[Kolaborasi Lintas Negara, Dosen UMBY dan UiTM Malaysia Latih PKK Gunungkidul Olah Ubi Ungu]]></title>
                <link><![CDATA[https://mercubuana-yogya.ac.id/news/kolaborasi-lintas-negara-dosen-umby-dan-uitm-malaysia-latih-pkk-gunungkidul-olah-ubi-ungu-1.html]]></link>
                <description><![CDATA[<p style="text-align:justify"><span style="font-family:Georgia,serif;"><span style="font-size:18px;">Ubi jalar ungu, salah satu komoditas pangan lokal yang memiliki kandungan gizi tinggi, terutama antosianin yang berfungsi sebagai antioksidan alami. Selain kaya manfaat kesehatan, ubi jalar ungu juga mudah dibudidayakan dan tersedia melimpah di daerah Kenteng, Wiladeg, Karangmojo, Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Namun demikian, pemanfaatannya masih relatif terbatas dan sebagian besar dijual dalam bentuk segar dengan nilai yang rendah. Kondisi tersebut menyebabkan potensi ekonomi ubi jalar ungu belum dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat.</span></span></p>

<p style="text-align:justify"><span style="font-family:Georgia,serif;"><span style="font-size:18px;">Melihat kondisi tersebut, beberapa dosen yang berasal dari dua perguruan tinggi lintas negara berkolaborasi. Mereka adalah dosen Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) yang diketuai Agus Setiyoko, S.TP., M.Sc., (Teknologi Hasil Pertanian) dengan anggota dosen Prodi Akuntansi, Ika Wulandari, S.E., M.M., CAP., CTT., dan Endang Sri Utami, SE., M.Si, Ak., CA., CAP., serta tim dosen dari prodi Ilmu dan Teknologi Pangan Universiti Teknologi MARA (UiTM) Cawangan Negeri Sembilan, Malaysia terdiri dari Nurul Azlin Binti Tokiman, M.Sc., Ts. Nadya Binti Hajar, M.Sc., dan Naemaa Binti Mohamad, M.Sc.</span></span></p>

<p style="text-align:justify"><span style="font-family:Georgia,serif;"><span style="font-size:18px;">Bertempat di balai Padukuhan Kenteng Wiladeg, Gunung Kidul, kelompok PKK Kenteng mendapat penyuluhan sekaligus pelatihan diversifikasi produk berbasis ubi jalar ungu, pada Minggu, 14 Juni 2026. Materi yang disampaikan diantaranya diversifikasi aneka olahan ubi jalar ungu, kandungan gizi ubi jalar ungu, profil sensori produk ubi jalar ungu, label dan kemasan produk, pembukuan keuangan sederhana, dan manajemen keuangan sederhana. Kemudian dilanjutkan dengan praktik pengolahan produk egg roll, stik, mochi, dan yangko ubi jalar ungu. </span></span></p>

<p style="text-align:justify; margin-bottom:11px"><span style="font-family:Georgia,serif;"><span style="font-size:18px;"><span style="line-height:normal">Ketua Tim Pengabdian UMBY, Agus Setiyoko, S.TP., M.Sc. mengungkapkan, ubi jalar ungu amat melimpah di daerah Kenteng. Namun, selama ini potensinya belum dimanfaatkan optimal karena warga umumnya hanya menjual dalam bentuk segar dengan harga rendah.</span></span></span></p>

<p style="text-align:justify; margin-bottom:11px"><span style="font-family:Georgia,serif;"><span style="font-size:18px;"><span style="line-height:normal">&quot;Melalui hibah Program Pengabdian kepada Masyarakat skema Kerja Sama Luar Negeri (PKM-LN) dari LPPM UMBY pendanaan 2026, kami berharap inovasi produk berbasis ubi ungu ini dapat meningkatkan nilai tambah komoditas lokal sekaligus membuka peluang usaha baru bagi masyarakat,&quot; ujar Agus.</span></span></span></p>

<p style="text-align:justify"><span style="font-family:Georgia,serif;"><span style="font-size:18px;">Sementara itu, untuk memastikan keberlanjutan bisnis, dua dosen Akuntansi UMBY, Ika Wulandari, S.E., M.M., dan Endang Sri Utami, S.E., M.Si., Ak., memberikan pelatihan pembukuan keuangan sederhana. Warga diajarkan cara mencatat pemasukan, pengeluaran, hingga menghitung biaya produksi.</span></span></p>

<p style="text-align:justify"><span style="font-family:Georgia,serif;"><span style="font-size:18px;">Pelatihan yang mengusung tema &ldquo;Pemberdayaan Masyarakat Berkelanjutan melalui Inovasi dan Peningkatan Nilai Tambah Ubi Jalar Ungu&rdquo; ini digelar secara bauran (<i>hybrid</i>). Sebanyak 35 anggota PKK Kenteng hadir langsung di lokasi, sementara 63 mahasiswa UiTM Cawangan Negeri Sembilan, Malaysia turut berpartisipasi secara daring.</span></span></p>

<p style="text-align:justify"><span style="font-family:Georgia,serif;"><span style="font-size:18px;"><img alt="" src="https://mercubuana-yogya.ac.id/storage/photos/330/Kolaborasi Lint_1782176826.jpeg" style="width: 675px; height: 448px;" /></span></span></p>

<p style="text-align:justify"><span style="font-family:Georgia,serif;"><span style="font-size:18px;">Dalam kegiatan tersebut, tim pengabdian juga menyerahkan berbagai bantuan peralatan pendukung pengolahan pangan guna menunjang keberlanjutan usaha kelompok. Seperti kompor gas dan regulator, alat penggiling mie, pembuatan eggroll, dan pengukus.</span></span></p>

<p style="text-align:justify"><span style="font-family:Georgia,serif;"><span style="font-size:18px;">&ldquo;Bantuan ini adalah bentuk motivasi agar semangat warga dalam meningkatkan diversifikasi pangan terus menyala, yang pada akhirnya akan berdampak positif pada perekonomian mereka,&rdquo; tambah Ika Wulandari.</span></span></p>

<p style="text-align:justify"><span style="font-family:Georgia,serif;"><span style="font-size:18px;">Tidak hanya diajarkan cara mengolah, warga juga dibekali pemahaman dari hulu ke hilir. Nurul Azlin Binti Tokiman memberikan penyuluhan mengenai kemasan dan label sebagai media informasi sekaligus sarana promosi produk. Informasi yang dicantumkan pada label meliputi nama produk, komposisi, berat bersih, tanggal kedaluwarsa, serta identitas produsen.</span></span></p>

<p style="text-align:justify"><span style="font-family:Georgia,serif;"><span style="font-size:18px;">Senada dengan hal tersebut, Naemaa Binti Mohamad menjelaskan kandungan gizi dan manfaat kesehatan ubi jalar ungu. Menurutnya, ubi jalar ungu mengandung serat, vitamin, mineral, serta antosianin yang berperan sebagai antioksidan alami sehingga berpotensi dikembangkan menjadi produk pangan fungsional yang bernilai tambah.</span></span></p>

<p style="text-align:justify"><span style="font-family:Georgia,serif;"><span style="font-size:18px;">Sementara itu, Ts. Nadya Binti Hajar memberikan materi mengenai profil sensori produk olahan ubi jalar ungu. Dalam penyampaiannya, Nadya menjelaskan pentingnya karakteristik warna, aroma, rasa, dan tekstur dalam menentukan tingkat penerimaan konsumen serta daya saing produk di pasar. </span></span></p>

<p style="text-align:justify"><span style="font-family:Georgia,serif;"><span style="font-size:18px;">Inovasi ini disambut antusias oleh warga setempat. Ketua kelompok PKK, Suismiyati mengaku pelatihan yang diikutinya memberikan manfaat yang besar bagi anggota kelompok karena memperoleh pengetahuan dan keterampilan baru dalam mengolah ubi jalar ungu menjadi berbagai produk bernilai tambah.</span></span></p>

<p style="text-align:justify"><span style="font-family:Georgia,serif;"><span style="font-size:18px;">&ldquo;Selama ini ubi ungu belum banyak diolah menjadi produk bernilai jual tinggi. Melalui pelatihan ini, kami mendapat wawasan baru dari produksi, kemasan, hingga keuangan. Harapannya produk kami nantinya bisa diterima pasar dan menjadi tambahan pendapatan bagi anggota,&rdquo; ujar Suismiyati.</span></span></p>

<p style="text-align:justify"><span style="font-family:Georgia,serif;"><span style="font-size:18px;"><img alt="" src="https://mercubuana-yogya.ac.id/storage/photos/330/Kolaborasi Lint_1782176801.jpeg" style="width: 675px; height: 448px;" /></span></span></p>]]></description>
                                                                    <category><![CDATA[Headline]]></category>
                
                <author><![CDATA[ Fitriana Fitriana ]]></author>
                
                <pubDate>Tue, 23 Jun 2026 08:07:12 +0700</pubDate>
            </item>
                    <item>
                <title><![CDATA[Dukung Ketahanan Pangan, 50 Mahasiswa Agroteknologi UMBY Sukseskan Gertam Cabai 1.000 Bibit di Wirobrajan]]></title>
                <link><![CDATA[https://mercubuana-yogya.ac.id/news/dukung-ketahanan-pangan-50-mahasiswa-agroteknologi-umby-sukseskan-gertam-cabai-1000-bibit-di-wirobrajan-1.html]]></link>
                <description><![CDATA[<p style="text-align:justify; margin-bottom:11px"><span style="font-family:Georgia,serif;"><span style="font-size:18px;"><span style="line-height:normal">Program Studi Agroteknologi Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) yang telah meraih akreditasi Unggul, menunjukkan komitmen nyatanya dalam memajukan pertanian melalui aksi nyata di lapangan. Sebanyak 50 mahasiswa diterjunkan untuk berpartisipasi aktif dalam kegiatan Gerakan Tanam Cabai (Gertam Cabai) yang diselenggarakan oleh Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kota Yogyakarta di Pendopo Sumarah Wirobrajan, pada Rabu, 10 Juni 2026. Kegiatan ini menjadi ajang pengabdian sekaligus sinergi konkret antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah dalam memperkuat ketahanan pangan serta mengendalikan inflasi lokal.</span></span></span></p>

<p style="text-align:justify; margin-bottom:11px"><span style="font-family:Georgia,serif;"><span style="font-size:18px;"><span style="line-height:normal">Acara tersebut dibuka secara resmi oleh Kepala Bidang Pertanian DPP Kota Yogyakarta, Eny Sulistyowati, S.P. Turut hadir memberikan sambutan di antaranya Purnomo selaku perwakilan Kelompok Tani Swa Katon Asri yang bertindak sebagai tuan rumah, Desy Indriastuti, S.STP., M.Si. selaku Kepala Jawatan Kemakmuran Kemantren Wirobrajan, serta Komandan Kodim 0734 Kota Yogyakarta, Kolonel Inf Arif Setiyono, S.I.P., M.H.I. Keterlibatan berbagai unsur mulai dari pemerintah, DPRD, TNI, Polri, hingga Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) ini semakin memperkuat semangat kolaborasi lintas sektor dalam mendukung kemandirian pangan kota.</span></span></span></p>

<p style="text-align:justify; margin-bottom:11px"><span style="font-family:Georgia,serif;"><span style="font-size:18px;"><span style="line-height:normal">Dalam arahannya, Eny Sulistyowati menegaskan bahwa Gertam Cabai merupakan langkah strategis pemerintah daerah untuk menjaga stabilitas pasokan komoditas hortikultura yang kerap memengaruhi laju inflasi. &ldquo;Lebih dari sekadar program pertanian, agenda ini difungsikan sebagai sarana edukasi bagi masyarakat mengenai pentingnya budidaya tanaman pangan di kawasan perkotaan,&rdquo; ujarnya. </span></span></span></p>

<p style="text-align:justify; margin-bottom:11px"><span style="font-family:Georgia,serif;"><span style="font-size:18px;"><span style="line-height:normal">Eny menambahkan, pemanfaatan lahan pekarangan dan pengembangan kampung sayur terus didorong oleh DPP sebagai program unggulan demi memperkuat ketahanan pangan di tingkat keluarga, terutama karena cabai sering menjadi pemicu gejolak inflasi saat musim penghujan tiba akibat penurunan produksi dan lonjakan harga.</span></span></span></p>

<p style="text-align:justify; margin-bottom:11px"><span style="font-family:Georgia,serif;"><span style="font-size:18px;"><span style="line-height:normal">Pada aksi lapangan tersebut, 50 mahasiswa UMBY yang didampingi langsung oleh dua dosen pendamping, Ir. Reo Sambodo, S.P., M.M.A. dan Nanda Mei Istiqomah, S.P., M.P., terlibat aktif dalam proses persiapan media tanam untuk 1.000 bibit cabai yang didistribusikan kepada Kelompok Tani Swa Katon Asri. Mahasiswa mempraktikkan langsung ilmu mereka mulai dari pencampuran tanah dengan kompos dan sekam bakar agar gembur dan kaya hara, pengaturan drainase polybag guna mencegah pembusukan akar, hingga penyesuaian pH tanah agar ideal bagi pertumbuhan tanaman cabai.</span></span></span></p>

<p style="text-align:justify; margin-bottom:11px"><span style="font-family:Georgia,serif;"><span style="font-size:18px;"><span style="line-height:normal">Untuk memastikan keberhasilan pasca-tanam, Nanda Mei Istiqomah turut membagikan tips praktis kepada warga, seperti menjaga kepadatan media tanam, melakukan penyiraman secara teratur namun tidak berlebihan, serta memastikan tanaman mendapat sinar matahari minimal enam jam per hari. Selain itu, ia juga menyarankan pemberian pupuk organik secara berkala dan pemantauan hama secara rutin untuk menjaga kesehatan tanaman sejak fase awal pertumbuhan.</span></span></span></p>

<p style="text-align:justify; margin-bottom:11px"><span style="font-family:Georgia,serif;"><span style="font-size:18px;"><span style="line-height:normal"><img alt="" src="https://mercubuana-yogya.ac.id/storage/photos/559/WhatsApp Image _1782086376.jpeg" style="width: 675px; height: 491px;" /></span></span></span></p>

<p style="text-align:justify; margin-bottom:11px"><span style="font-family:Georgia,serif;"><span style="font-size:18px;"><span style="line-height:normal">Dosen Agroteknologi UMBY, Ir. Reo Sambodo, berharap melalui kegiatan ini mahasiswa bisa mendapatkan pengalaman berharga dengan membaur bersama petani kota serta membangun kepekaan sosial terhadap realita pertanian perkotaan. &ldquo;Ilmu yang diperoleh mahasiswa di bangku kuliah harus dapat dirasakan manfaatnya secara langsung oleh masyarakat luas,&rdquo; tegasnya.</span></span></span></p>

<p style="text-align:justify; margin-bottom:11px"><span style="font-family:Georgia,serif;"><span style="font-size:18px;"><span style="line-height:normal">Harapan ini bersambut baik dari para mahasiswa, salah satunya Selfa, yang mengaku sangat terkesan karena bisa berinteraksi langsung dengan petani kota. &ldquo;Selain mendapatkan ilmu langsung dari praktik di lapangan, saya juga bisa berinteraksi langsung dengan petani kota dan memahami tantangan yang mereka hadapi sehari-hari. Pengalaman seperti ini membuat saya lebih menghargai proses di balik setiap tanaman yang kita konsumsi.&rdquo; kata mahasiswa Agroteknologi UMBY tersebut.</span></span></span></p>

<p style="text-align:justify; margin-bottom:11px"><span style="font-family:Georgia,serif;"><span style="font-size:18px;"><span style="line-height:normal">Kehadiran civitas akademika UMBY ini pun mendapat apresiasi tinggi dari warga setempat. Purnomo, perwakilan Kelompok Tani Swa Katon Asri, menyatakan pihaknya sangat terbantu oleh tenaga dan semangat para mahasiswa yang membuat proses penanaman menjadi lebih cepat dan tertata. Ia berharap kolaborasi semacam ini dapat terus berlanjut di masa depan karena kehadiran pihak kampus membuat para petani kota merasa didukung dalam mengembangkan pertanian perkotaan. </span></span></span></p>

<p style="text-align:justify; margin-bottom:11px"><span style="font-family:Georgia,serif;"><span style="font-size:18px;"><span style="line-height:normal">Keterlibatan aktif ini sekaligus mencerminkan keberhasilan UMBY dalam mengintegrasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi secara konkret guna melahirkan generasi pertanian yang tidak hanya cakap akademis, tetapi juga responsif terhadap kebutuhan masyarakat.</span></span></span></p>

<p style="text-align:justify; margin-bottom:11px">&nbsp;</p>]]></description>
                                                                    <category><![CDATA[Headline]]></category>
                
                <author><![CDATA[ Farida Dian Farida Dian ]]></author>
                
                <pubDate>Mon, 22 Jun 2026 06:59:42 +0700</pubDate>
            </item>
                    <item>
                <title><![CDATA[Dorong Omzet UKM di Bantul, Dosen UMBY Beri Pelatihan Digital Marketing hingga Bantuan Alat Usaha]]></title>
                <link><![CDATA[https://mercubuana-yogya.ac.id/news/dorong-omzet-ukm-di-bantul-dosen-umby-beri-pelatihan-digital-marketing-hingga-bantuan-alat-usaha-1.html]]></link>
                <description><![CDATA[<p style="text-align:justify; margin-bottom:11px"><span style="font-family:Lucida Sans Unicode,Lucida Grande,sans-serif;"><span style="font-size:18px;"><span style="line-height:107%"><span style="line-height:107%">Penguatan pemasaran media sosial sangat penting bagi kelangsungan sebuah bisnis, khususnya bagi Usaha Kecil dan Menengah (UKM). Menyadari hal tersebut, tim pengabdi dari Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi, Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) menggelar kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PkM) di UKM &quot;Miftah&quot; yang berlokasi di Krebet, Pajangan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada Minggu (31/5/2026).</span></span></span></span></p>

<p style="text-align:justify; margin-bottom:11px"><span style="font-family:Lucida Sans Unicode,Lucida Grande,sans-serif;"><span style="font-size:18px;"><span style="line-height:107%"><span style="line-height:107%">Tim PkM ini diketuai oleh Kakanita Ari Puspitasari, S.E., M.Sc., dengan anggota Dr. Asep Rokhyadi Permana Saputra, S.E., M.Si., serta melibatkan dua mahasiswa, yakni Irmawati dan Duwi Rahmawati. Kegiatan ini mengusung tema &ldquo;Penguatan Pemasaran Media Sosial untuk Peningkatan Omzet Penjualan dan Keberlanjutan Usaha pada UKM Peternakan Ayam Petelur Miftah&rdquo;.</span></span></span></span></p>

<p style="text-align:justify; margin-bottom:11px"><span style="font-family:Lucida Sans Unicode,Lucida Grande,sans-serif;"><span style="font-size:18px;"><span style="line-height:normal">Kakanita menjelaskan, pendampingan ini dirancang secara praktis untuk menjaga keberlanjutan usaha masyarakat. Target utamanya adalah mengubah pola pemasaran konvensional menjadi pemasaran digital yang terintegrasi.</span></span></span></p>

<p style="text-align:justify; margin-bottom:11px"><span style="font-family:Lucida Sans Unicode,Lucida Grande,sans-serif;"><span style="font-size:18px;"><span style="line-height:normal">&quot;Kami mendampingi pelaku usaha untuk mengoptimalkan media sosial seperti Instagram Bisnis, TikTok, Facebook, dan WhatsApp Business sebagai ujung tombak pemasarannya. Langkah ini krusial untuk memperluas pasar, memperkuat identitas merek, dan mendorong peningkatan omzet,&quot; terang Kakanita.</span></span></span></p>

<p style="text-align:justify; margin-bottom:11px"><span style="font-family:Lucida Sans Unicode,Lucida Grande,sans-serif;"><span style="font-size:18px;"><span style="line-height:normal"><img alt="" src="https://mercubuana-yogya.ac.id/storage/photos/559/Dorong Omzet UK_1782086166.jpeg" style="width: 675px; height: 416px;" /></span></span></span></p>

<p style="text-align:justify; margin-bottom:11px"><span style="font-family:Lucida Sans Unicode,Lucida Grande,sans-serif;"><span style="font-size:18px;"><span style="line-height:normal">Pelatihan dikemas secara personal (<i>one-on-one</i>) dengan memanfaatkan kecakapan digital kedua mahasiswa UMBY. Pendekatan ini dinilai sangat efektif karena mahasiswa merupakan generasi <i>digital native</i> yang menguasai tren konten terkini, memahami algoritma media sosial, pemahaman mereka yang kuat terhadap fitur terbaru, kemampuan adaptasi yang cepat, serta memiliki gaya komunikasi kasual yang mudah dipahami oleh pelaku UKM pemula.</span></span></span></p>

<p style="text-align:justify; margin-bottom:11px"><span style="font-family:Lucida Sans Unicode,Lucida Grande,sans-serif;"><span style="font-size:18px;"><span style="line-height:normal">Para peserta langsung diajak mempraktikkan penggunaan ponsel cerdas mereka untuk menembus pasar daring. Materi difokuskan pada eksploitasi visual produk lewat Instagram, pembuatan konten proses produksi atau <i>behind the scenes</i> di TikTok guna membangun kepercayaan konsumen, pemanfaatan Facebook untuk merangkul pasar berbasis komunitas, hingga optimalisasi WhatsApp Business sebagai jalur pelayanan prima dan penutupan transaksi (<i>closing</i>).</span></span></span></p>

<p style="text-align:justify; margin-bottom:11px"><span style="font-family:Lucida Sans Unicode,Lucida Grande,sans-serif;"><span style="font-size:18px;"><span style="line-height:normal">Pemilik UKM Miftah, Dalijo, mengaku pelatihan ini membuka wawasannya, sekaligus menjadi solusi atas kendala pemasaran yang selama ini ia hadapi. Ia bercerita bahwa sebelumnya usaha tersebut hanya mengandalkan promosi dari mulut ke mulut dengan jangkauan lokal yang sempit.</span></span></span></p>

<p style="text-align:justify; margin-bottom:11px"><span style="font-family:Lucida Sans Unicode,Lucida Grande,sans-serif;"><span style="font-size:18px;"><span style="line-height:normal">&quot;Dulu kami mengalami kesulitan bersaing akibat keterbatasan literasi digital. Setelah pelatihan ini, kami melek teknologi. Kami jadi punya pengetahuan baru tentang cara mengambil foto produk yang bagus, membuat teks promosi (<i>copywriting</i>), hingga mengelola media sosial secara profesional agar pasar semakin luas,&quot; ujar Dalijo antusias.</span></span></span></p>

<p style="text-align:justify; margin-bottom:11px"><span style="font-family:Lucida Sans Unicode,Lucida Grande,sans-serif;"><span style="font-size:18px;"><span style="line-height:normal">Digitalisasi ini sangat krusial mengingat UKM Miftah kini tengah berkembang pesat. Bisnis yang berawal dari peternakan ayam petelur berkapasitas 400 ekor dengan produksi 15 kilogram telur per hari ini, kini telah berekspansi ke berbagai sektor. Dalijo saat ini turut mengelola peternakan kambing, <i>homestay</i>, usaha kuliner lokal, hingga kerajinan batik kayu.</span></span></span></p>

<p style="text-align:justify; margin-bottom:11px"><span style="font-family:Lucida Sans Unicode,Lucida Grande,sans-serif;"><span style="font-size:18px;"><span style="line-height:normal"><img alt="" src="https://mercubuana-yogya.ac.id/storage/photos/559/Dorong Omzet UK_1782086216.jpeg" style="width: 675px; height: 506px;" /></span></span></span></p>

<p style="text-align:justify; margin-bottom:11px"><span style="font-family:Lucida Sans Unicode,Lucida Grande,sans-serif;"><span style="font-size:18px;"><span style="line-height:normal">Guna mendukung kelancaran operasional dan rencana ekspansi UKM Miftah secara menyeluruh, tim PkM UMBY tidak hanya memberikan transfer ilmu pemasaran. Di penghujung acara, tim dosen turut menyerahkan bantuan fisik berupa 200 buah batako, 12 batang besi ukuran 8 mm, serta dua spanduk papan nama usaha.</span></span></span></p>

<p style="text-align:justify; margin-bottom:11px"><span style="font-family:Lucida Sans Unicode,Lucida Grande,sans-serif;"><span style="font-size:18px;"><span style="line-height:normal">Bantuan tersebut disambut gembira oleh Dalijo. Menurutnya, material bangunan tersebut akan langsung digunakan untuk merealisasikan rencana pengembangan usahanya dalam waktu dekat.</span></span></span></p>

<p style="text-align:justify; margin-bottom:11px"><span style="font-family:Lucida Sans Unicode,Lucida Grande,sans-serif;"><span style="font-size:18px;"><span style="line-height:normal">&quot;Bantuan sarana ini sangat bermanfaat. Rencananya ke depan kami akan menambah bangunan kandang baru dan mendatangkan 200 ekor ayam petelur lagi untuk meningkatkan kapasitas produksi harian,&quot; pungkas Dalijo optimistis.</span></span></span></p>

<p style="text-align:justify; margin-bottom:11px">&nbsp;</p>]]></description>
                                                                    <category><![CDATA[Headline]]></category>
                
                <author><![CDATA[ Farida Dian Farida Dian ]]></author>
                
                <pubDate>Mon, 22 Jun 2026 06:57:05 +0700</pubDate>
            </item>
                    <item>
                <title><![CDATA[Dosen UMBY Terapkan Flushing Pakan MOL untuk Kambing Perah di Dusun Kemiri Pakem]]></title>
                <link><![CDATA[https://mercubuana-yogya.ac.id/news/dosen-umby-terapkan-flushing-pakan-mol-untuk-kambing-perah-di-dusun-kemiri-pakem-1.html]]></link>
                <description><![CDATA[<p style="margin-bottom: 11px; text-align: justify;"><span style="font-family:Georgia,serif;"><span style="font-size:18px;"><span style="line-height:normal">Tim dosen Program Studi Peternakan, Fakultas Agroindustri, Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) kembali melakukan inovasi untuk mendorong produktivitas peternak lokal. Melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM), UMBY mengenalkan teknologi <i>flushing</i> pakan berbasis Mikroorganisme Lokal (MOL) kepada belasan peternak di Dusun Kemiri, Desa Purwobinangun, Kecamatan Pakem, Kabupaten Sleman, Sabtu (22/5/2026).</span></span></span></p>

<p style="margin-bottom: 11px; text-align: justify;"><span style="font-family:Georgia,serif;"><span style="font-size:18px;"><span style="line-height:normal">Ketua Tim Pengabdian UMBY, Ir. Setyo Utomo, M.P. menjelaskan bahwa inovasi ini ditujukan khusus untuk mendatangkan masa birahi (estrus) pada ternak kambing perah, guna mendongkrak efisiensi reproduksi yang pada akhirnya akan meningkatkan produksi susu.</span></span></span></p>

<p style="margin-bottom: 11px; text-align: justify;"><span style="font-family:Georgia,serif;"><span style="font-size:18px;"><span style="line-height:normal">Dusun Kemiri dipilih menjadi sasaran program karena dinilai memiliki populasi kambing perah yang tinggi, namun terbentur oleh masalah efisiensi reproduksi yang masih rendah.</span></span></span></p>

<p style="margin-bottom: 11px; text-align: justify;"><span style="font-family:Georgia,serif;"><span style="font-size:18px;"><span style="line-height:normal">&quot;Target utama dari intervensi teknologi ini adalah meningkatkan rasio jumlah kelahiran kambing perah di tingkat peternak, yang semula hanya dua kali dalam rentang dua tahun, diakselerasi menjadi tiga kali dalam dua tahun,&quot; jelas Ir. Setyo Utomo.</span></span></span></p>

<p style="margin-bottom: 11px; text-align: justify;"><span style="font-family:Georgia,serif;"><span style="font-size:18px;"><span style="line-height:normal">Dalam pelaksanaannya, Ir. Setyo Utomo didampingi oleh tim dosen yang terdiri dari Ir. Nur Rasminati, Dr. Oktora Dwi Putranti, dan Noor Rizky Irmasari Hasibuan, S.Pt., M.Sc. Kegiatan ini juga melibatkan empat mahasiswa (Anifah Ayu, Muhamad Rama Kuriawan, Rifki, dan Atika) sebagai bentuk implementasi pembelajaran berbasis pemberdayaan masyarakat.</span></span></span></p>

<p style="margin-bottom: 11px; text-align: justify;"><span style="font-family:Georgia,serif;"><span style="font-size:18px;"><span style="line-height:normal">Pelatihan yang diikuti oleh 19 anggota kelompok ternak Kemiri Farm ini tidak sekadar berisi teori. Peternak diajak mempraktikkan langsung pembuatan MOL dan metode <i>flushing</i> pakan menggunakan bahan lokal murah, seperti kuning telur dan bahan organik.</span></span></span></p>

<p style="margin-bottom: 11px; text-align: justify;"><span style="font-family:Georgia,serif;"><span style="font-size:18px;"><span style="line-height:normal">Proses pembuatan pakan MOL ini terbilang sederhana dan dapat dilakukan secara mandiri oleh peternak:</span></span></span></p>

<ul>
	<li style="margin-bottom: 11px; text-align: justify;"><span style="font-family:Georgia,serif;"><span style="font-size:18px;"><span style="line-height:normal">Nasi tanpa campuran kimia didiamkan selama 2-3 hari hingga memunculkan jamur berwarna putih atau oranye.</span></span></span></li>
	<li style="margin-bottom: 11px; text-align: justify;"><span style="font-family:Georgia,serif;"><span style="font-size:18px;"><span style="line-height:normal">Nasi yang telah berjamur kemudian dicampur merata dengan irisan gula merah menggunakan perbandingan 1:1.</span></span></span></li>
	<li style="margin-bottom: 11px; text-align: justify;"><span style="font-family:Georgia,serif;"><span style="font-size:18px;"><span style="line-height:normal">Campuran tersebut dimasukkan ke dalam wadah tertutup rapat dan didiamkan selama 15 hari hingga menghasilkan cairan kecokelatan menyerupai kecap.</span></span></span></li>
	<li style="margin-bottom: 11px; text-align: justify;"><span style="font-family:Georgia,serif;"><span style="font-size:18px;"><span style="line-height:normal">Terakhir, cairan disaring menggunakan kain bersih dan siap digunakan sebagai sumber mikroorganisme tambahan bagi ternak.</span></span></span></li>
</ul>

<p style="margin-bottom: 11px; text-align: justify;"><span style="font-family:Georgia,serif;"><span style="font-size:18px;"><img alt="" src="https://mercubuana-yogya.ac.id/storage/photos/559/WhatsApp Image _1781834899.jpeg" style="width: 550px; height: 733px;" /></span></span></p>

<p style="margin-bottom: 11px; text-align: justify;"><span style="font-family:Georgia,serif;"><span style="font-size:18px;"><span style="line-height:normal">Hasil penerapan metode <i>flushing</i> (strategi manajemen nutrisi untuk meningkatkan kecukupan asupan menjelang perkawinan) ini terbukti sangat efektif. Berdasarkan uji coba pada induk kambing yang sedang tidak bunting, pemberian pakan ini sukses mendatangkan birahi secara total (100 persen) sebelum hari ke-10 pasca-pemberian.</span></span></span></p>

<p style="margin-bottom: 11px; text-align: justify;"><span style="font-family:Georgia,serif;"><span style="font-size:18px;"><span style="line-height:normal">&quot;Melalui pemanfaatan kuning telur dan MOL, peternak dapat meningkatkan kualitas pakan dengan biaya yang relatif terjangkau. Teknologi ini memanfaatkan sumber daya yang ada di lingkungan sekitar. Harapannya, pendapatan peternak turut meningkat seiring membaiknya performa reproduksi kambing,&quot; tambah Ir. Setyo Utomo.</span></span></span></p>

<p style="margin-bottom: 11px; text-align: justify;"><span style="font-family:Georgia,serif;"><span style="font-size:18px;"><span style="line-height:normal">Inovasi aplikatif dari kalangan akademisi ini disambut positif oleh peternak dan pemerintah dusun setempat. Ketua Kelompok Kemiri Farm, Iwan Kurniawan, menyebut materi pelatihan sangat relevan dengan kendala riil yang dihadapi anggotanya.</span></span></span></p>

<p style="margin-bottom: 11px; text-align: justify;"><span style="font-family:Georgia,serif;"><span style="font-size:18px;"><span style="line-height:normal">&quot;Kami berterima kasih kepada tim dosen dan mahasiswa UMBY. Teknologi yang diperkenalkan ini sangat aplikatif dan sesuai dengan kondisi usaha peternakan rakyat. Kami berharap pendampingan ini bisa berkelanjutan,&quot; tutur Iwan.</span></span></span></p>

<p style="margin-bottom: 11px; text-align: justify;"><span style="font-family:Georgia,serif;"><span style="font-size:18px;"><span style="line-height:normal">Senada dengan Iwan, salah satu anggota kelompok, Yunila Syahri, mengaku mendapatkan solusi atas masalah mahalnya biaya pakan yang kerap menghantui peternak. &quot;Selama ini biaya pakan menjadi tantangan utama. Dengan pelatihan ini, kami punya wawasan baru mengenai pemanfaatan MOL secara mandiri untuk meningkatkan kualitas ternak kami,&quot; ujarnya antusias.</span></span></span></p>

<p style="margin-bottom: 11px; text-align: justify;"><span style="font-family:Georgia,serif;"><span style="font-size:18px;"><span style="line-height:normal"><img alt="" src="https://mercubuana-yogya.ac.id/storage/photos/559/WhatsApp Image _1781834925.jpeg" style="width: 550px; height: 413px;" /></span></span></span></p>

<p style="margin-bottom: 11px; text-align: justify;"><span style="font-family:Georgia,serif;"><span style="font-size:18px;"><span style="line-height:normal">Selain praktik, acara ini juga menjadi wadah diskusi interaktif untuk membedah berbagai problem peternakan di lapangan, mulai dari suplai pakan, manajemen kesehatan dan reproduksi, hingga strategi ekspansi usaha kambing perah.</span></span></span></p>

<p style="margin-bottom: 11px; text-align: justify;"><span style="font-family:Georgia,serif;"><span style="font-size:18px;"><span style="line-height:normal">Melalui kegiatan PkM ini, Program Studi Peternakan UMBY kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung sektor peternakan rakyat. Sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan peternak ini diharapkan menjadi fondasi kuat dalam mewujudkan usaha peternakan yang mandiri, berdaya saing, dan berkelanjutan.</span></span></span></p>

<p style="text-align:justify; margin-bottom:11px">&nbsp;</p>]]></description>
                                                                    <category><![CDATA[Headline]]></category>
                
                <author><![CDATA[ Farida Dian Farida Dian ]]></author>
                
                <pubDate>Fri, 19 Jun 2026 09:09:24 +0700</pubDate>
            </item>
                    <item>
                <title><![CDATA[Agroteknologi UMBY Gandeng Direktur PT SHIMA, Persiapkan Mahasiswa Hadapi Tantangan Agrobisnis]]></title>
                <link><![CDATA[https://mercubuana-yogya.ac.id/news/agroteknologi-umby-gandeng-direktur-pt-shima-persiapkan-mahasiswa-hadapi-tantangan-agrobisnis-1.html]]></link>
                <description><![CDATA[<p style="text-align:justify; margin-bottom:11px"><span style="font-family:Tahoma,Geneva,sans-serif;"><span style="font-size:18px;"><span style="line-height:normal">Program Studi Agroteknologi Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) sukses menyelenggarakan Kuliah Dosen Tamu guna memperkecil celah antara teori akademik dan realita industri pertanian. Kegiatan bertajuk <i>&quot;Tantangan dan Strategi Pengembangan Bisnis di Sektor Pertanian&quot;</i> ini digelar di Ruang Teater Barat, Rektorat Lantai 3 UMBY, Jumat (12/6/2026).</span></span></span></p>

<p style="text-align:justify; margin-bottom:11px"><span style="font-family:Tahoma,Geneva,sans-serif;"><span style="font-size:18px;"><span style="line-height:normal">Acara yang dihadiri oleh 50 mahasiswa ini menghadirkan Ir. Hadi Mustofa, S.E., M.B.A., Akt., yang merupakan <i>Founder</i> sekaligus Direktur PT Shadani Insan Mulia Abadi (SHIMA). PT SHIMA sendiri merupakan perusahaan agroindustri yang telah bergerak di bidang produksi pupuk fosfat, NPK, organik, serta perdagangan pupuk sejak tahun 2014.</span></span></span></p>

<p style="text-align:justify; margin-bottom:11px"><span style="font-family:Tahoma,Geneva,sans-serif;"><span style="font-size:18px;"><span style="line-height:normal">Dalam paparannya, Ir. Hadi Mustofa menekankan bahwa sektor pertanian memegang peranan yang sangat vital bagi perekonomian nasional. Tidak hanya menyediakan kebutuhan pangan masyarakat dan menjadi sumber mata pencaharian jutaan petani, tetapi juga menjadi tulang punggung ketahanan pangan nasional, berkontribusi terhadap perekonomian daerah, dan memiliki potensi besar untuk ekspor serta hilirisasi produk.</span></span></span></p>

<p style="margin-bottom:13px; text-align:justify"><span style="font-family:Tahoma,Geneva,sans-serif;"><span style="font-size:18px;"><span style="line-height:107%"><span style="line-height:107%">Meski Indonesia diberkahi sumber daya alam melimpah, iklim tropis, keanekaragaman komoditas yang tinggi, serta pasar domestik yang besar, Hadi tidak menampik adanya tantangan nyata yang membayangi industri ini. Mulai dari produktivitas yang belum optimal, rendahnya regenerasi petani muda, teknologi yang belum merata, fluktuasi harga komoditas, serta alih fungsi lahan pertanian.</span></span></span></span></p>

<p style="text-align:justify; margin-bottom:11px"><span style="font-family:Tahoma,Geneva,sans-serif;"><span style="font-size:18px;"><span style="line-height:normal">&quot;Membangun bisnis di sektor pertanian itu tidak semudah yang dibayangkan. Kita harus siap menghadapi berbagai risiko, belajar dari kesalahan, dan terus berinovasi. Yang membedakan pengusaha sukses dengan yang gagal bukan karena mereka tidak pernah jatuh, tapi karena mereka selalu bangkit dan terus bergerak maju,&quot; tegas Hadi di hadapan mahasiswa.</span></span></span></p>

<p style="text-align:justify; margin-bottom:11px"><span style="font-family:Tahoma,Geneva,sans-serif;"><span style="font-size:18px;"><span style="line-height:normal">Ia menggarisbawahi adanya kesenjangan (<i>gap</i>) antara ekspektasi pemula yang menginginkan keuntungan cepat, dengan realita lapangan yang penuh ketidakpastian serta membutuhkan mental tahan banting.</span></span></span></p>

<p style="margin-bottom:13px; text-align:justify"><span style="font-family:Tahoma,Geneva,sans-serif;"><span style="font-size:18px;"><span style="line-height:107%"><span style="line-height:107%">&ldquo;Tantangan internal yang dihadapi pelaku bisnis pertanian meliputi keterbatasan modal, SDM yang belum kompetitif, dan manajemen usaha yang belum profesional. Sementara tantangan eksternal mencakup perubahan iklim, persaingan global, perubahan regulasi, dan ketidakstabilan harga pasar,&rdquo; imbuhnya.</span></span></span></span></p>

<p style="text-align:justify; margin-bottom:11px"><span style="font-family:Tahoma,Geneva,sans-serif;"><span style="font-size:18px;"><span style="line-height:normal">Untuk menghadapi tantangan tersebut, Hadi Mustofa membagikan enam strategi utama yang telah diterapkan di PT SHIMA. Strategi tersebut meliputi yakni: (1) Inovasi Produk &mdash; mengembangkan produk pertanian bernilai tambah yang sesuai kebutuhan pasar; (2) Efisiensi Operasional &mdash; meningkatkan efisiensi proses produksi dan penggunaan sumber daya; (3) Digitalisasi &mdash; memanfaatkan teknologi digital untuk mendukung pengambilan keputusan dan manajemen usaha; (4) Penguatan Kemitraan &mdash; membangun kolaborasi strategis dengan petani, mitra usaha, dan pemangku kepentingan; (5) Hilirisasi Produk &mdash; mengolah hasil pertanian menjadi produk turunan untuk meningkatkan nilai tambah dan daya saing; serta (6) Pengembangan SDM &mdash; meningkatkan kompetensi dan kapasitas sumber daya manusia pertanian secara berkelanjutan.</span></span></span></p>

<p style="text-align:justify; margin-bottom:11px"><span style="font-family:Tahoma,Geneva,sans-serif;"><span style="font-size:18px;"><span style="line-height:normal"><img alt="" src="https://mercubuana-yogya.ac.id/storage/photos/559/WhatsApp Image _1781833306.jpeg" style="width: 675px; height: 506px;" /></span></span></span></p>

<p style="text-align:justify; margin-bottom:11px"><span style="font-family:Tahoma,Geneva,sans-serif;"><span style="font-size:18px;"><span style="line-height:normal">Kegiatan ini turut dihadiri oleh jajaran dosen Agroteknologi UMBY, di antaranya Ir. Reo Sambodo, S.P., M.M.A., Nanda Mei Istiqomah, S.P., M.P., dan Farra Ummush Sholiha, S.Tr.P, M.P.</span></span></span></p>

<p style="text-align:justify; margin-bottom:11px"><span style="font-family:Tahoma,Geneva,sans-serif;"><span style="font-size:18px;"><span style="line-height:normal">Mewakili program studi, Ir. Reo Sambodo menjelaskan bahwa kuliah praktisi ini memang dirancang khusus sebagai persiapan awal bagi mahasiswa sebelum lulus.</span></span></span></p>

<p style="text-align:justify; margin-bottom:11px"><span style="font-family:Tahoma,Geneva,sans-serif;"><span style="font-size:18px;"><span style="line-height:normal">&quot;Kami ingin mahasiswa tidak hanya memahami teori di bangku kuliah, tetapi juga memiliki pemahaman yang utuh tentang tantangan dan peluang yang ada di lapangan, sehingga mereka dapat mempersiapkan diri dengan lebih baik sebelum terjun ke dunia kerja,&quot; tutur Reo.</span></span></span></p>

<p style="text-align:justify; margin-bottom:11px"><span style="font-family:Tahoma,Geneva,sans-serif;"><span style="font-size:18px;"><span style="line-height:normal">Antusiasme tinggi terlihat pada sesi tanya jawab. Para mahasiswa aktif mengulik peluang karier, tips memulai usaha, hingga prospek cerah pupuk organik di masa depan.</span></span></span></p>

<p style="text-align:justify; margin-bottom:11px"><span style="font-family:Tahoma,Geneva,sans-serif;"><span style="font-size:18px;"><span style="line-height:normal">Selfa, salah satu mahasiswa peserta, mengaku mendapatkan sudut pandang baru yang lebih realistis. &quot;Pak Hadi memberikan gambaran yang sangat jujur, bukan hanya soal peluangnya, tapi juga risiko dan kerja keras di baliknya. Ini jadi motivasi buat saya untuk lebih serius mempersiapkan diri,&quot; ungkapnya.</span></span></span></p>

<p style="text-align:justify; margin-bottom:11px"><span style="font-family:Tahoma,Geneva,sans-serif;"><span style="font-size:18px;"><span style="line-height:normal">Melalui agenda rutin seperti ini, Agroteknologi UMBY kembali mempertegas komitmennya untuk mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademis, namun juga adaptif dan siap kerja di industri pertanian nasional.</span></span></span></p>

<p style="text-align:justify; margin-bottom:11px">&nbsp;</p>]]></description>
                                                                    <category><![CDATA[Headline]]></category>
                
                <author><![CDATA[ Farida Dian Farida Dian ]]></author>
                
                <pubDate>Fri, 19 Jun 2026 08:42:12 +0700</pubDate>
            </item>
                    <item>
                <title><![CDATA[Dosen Agroteknologi UMBY Latih Siswa SMKN 1 Nanggulan Buat Media Kultur Jaringan Alami]]></title>
                <link><![CDATA[https://mercubuana-yogya.ac.id/news/dosen-agroteknologi-umby-latih-siswa-smkn-1-nanggulan-buat-media-kultur-jaringan-alami.html]]></link>
                <description><![CDATA[<p style="text-align:justify"><span style="font-family:Trebuchet MS,Helvetica,sans-serif;"><span style="font-size:18px;">Program Studi Agroteknologi Fakultas Agroindustri Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) menggelar pelatihan pembuatan media kultur jaringan tanaman berbahan alami di SMK Negeri 1 Nanggulan, Rabu (03/06/2026). Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan meningkatkan pemahaman siswa mengenai bioteknologi pertanian yang efisien dan aplikatif. Pelatihan ini diikuti dengan antusias oleh 33 siswa, guru mata pelajaran, serta tiga operator layanan operasional. Adapun Tim PkM UMBY diketuai oleh Ir. Tyastuti Purwani, M.P., dengan anggota Farra Ummush Sholiha, S.Tr.P., M.P., dan Dra. Umul Aiman, M.Si.</span></span></p>

<p style="text-align:justify"><span style="font-family:Trebuchet MS,Helvetica,sans-serif;"><span style="font-size:18px;">Ketua Tim PkM, Tyastuti Purwani, menjelaskan bahwa pengenalan media alami merupakan langkah strategis untuk mendekatkan teknologi pertanian modern kepada para siswa melalui bahan-bahan yang mudah ditemukan di sekitar.</span></span></p>

<p style="text-align:justify"><span style="font-family:Trebuchet MS,Helvetica,sans-serif;"><span style="font-size:18px;">&quot;Ini menjadi langkah awal untuk menumbuhkan minat dan kreativitas siswa dalam bidang bioteknologi pertanian. Apalagi, wilayah Kulon Progo memiliki potensi hortikultura unggulan seperti pisang yang penyediaan bibit berkualitasnya dapat didukung melalui teknologi kultur jaringan,&quot; terang Tyastuti.</span></span></p>

<p style="text-align:justify"><span style="font-family:Trebuchet MS,Helvetica,sans-serif;"><span style="font-size:18px;">Inisiatif akademik ini mendapat sambutan positif dari Kepala SMKN 1 Nanggulan, Fauzi Rokhman, S.Pd., M.Pd. Ia menilai pelatihan ini memberikan wawasan segar bagi para peserta didiknya.</span></span></p>

<p style="text-align:justify"><span style="font-family:Trebuchet MS,Helvetica,sans-serif;"><span style="font-size:18px;">&quot;Ini pengalaman baru bagi siswa untuk mengenal teknologi pertanian modern. Mereka dapat mengembangkan kreativitas dan inovasi berbasis potensi pertanian yang ada di lingkungan sekitar,&quot; katanya.</span></span></p>

<p style="text-align:justify"><span style="font-family:Trebuchet MS,Helvetica,sans-serif;"><span style="font-size:18px;">Dalam sesi materi, Umul Aiman, memaparkan konsep dasar dan pemanfaatan bahan alam seperti kentang, air kelapa, pisang, dan wortel sebagai alternatif media tumbuh.</span></span></p>

<p style="text-align:justify"><span style="font-family:Trebuchet MS,Helvetica,sans-serif;"><span style="font-size:18px;">&quot;Media kultur alami sangat menarik karena lebih ekonomis. Meski kandungan nutrisinya tidak sekonsisten media sintetis, bahan-bahan lokal ini sangat memadai untuk praktik tanpa memerlukan biaya dan fasilitas yang besar,&quot; ungkap Umul.</span></span></p>

<p style="text-align:justify"><span style="font-family:Trebuchet MS,Helvetica,sans-serif;"><span style="font-size:18px;">Usai mendapatkan teori dilanjutkan dengan praktik langsung yang dipandu oleh Farra Ummush Sholiha. Para peserta diajak mengolah kentang menjadi ekstrak bernutrisi. Ekstrak tersebut kemudian diracik bersama air kelapa (zat pengatur tumbuh alami), gula (sumber energi), agar (pemadat), dan arang aktif guna menekan senyawa penghambat pertumbuhan. Campuran ini dipanaskan hingga homogen sebelum dituang ke dalam wadah kultur.</span></span></p>

<p style="text-align:justify"><span style="font-family:Trebuchet MS,Helvetica,sans-serif;"><span style="font-size:18px;"><img alt="" src="https://mercubuana-yogya.ac.id/storage/photos/330/Dosen Agrotekno_1781744668.jpeg" style="width: 675px; height: 380px;" /></span></span></p>

<p style="text-align:justify"><span style="font-family:Trebuchet MS,Helvetica,sans-serif;"><span style="font-size:18px;">Keterlibatan aktif terlihat dari para siswa, salah satunya Annisa Gianila. Ia mengaku baru mengetahui jika bahan-bahan yang biasa ia jumpai di dapur ternyata bisa disulap menjadi media tanam. </span></span></p>

<p style="text-align:justify"><span style="font-family:Trebuchet MS,Helvetica,sans-serif;"><span style="font-size:18px;">&quot;Pengalaman praktik langsung ini membuat saya makin tertarik untuk mempelajari bioteknologi dan pertanian modern,&quot; ujarnya.</span></span></p>

<p style="text-align:justify"><span style="font-family:Trebuchet MS,Helvetica,sans-serif;"><span style="font-size:18px;">Sebagai tindak lanjut yang berkelanjutan, media kultur alami hasil praktik tersebut tidak langsung dibuang. Wadah-wadah berisi media tanam itu disimpan di laboratorium sekolah untuk diobservasi. Siswa ditugaskan melakukan pengamatan dan evaluasi terhadap perkembangan kultur selama beberapa minggu ke depan guna menyempurnakan proses pembelajaran.</span></span></p>

<p style="text-align:justify; margin-bottom:11px">&nbsp;</p>]]></description>
                                                                    <category><![CDATA[Headline]]></category>
                
                <author><![CDATA[ Fitriana Fitriana ]]></author>
                
                <pubDate>Thu, 18 Jun 2026 08:04:33 +0700</pubDate>
            </item>
                    <item>
                <title><![CDATA[Cegah Cyberbullying, UMBY dan UKM Malaysia Kembangkan Inovasi Konseling Berbasis AI dan VR]]></title>
                <link><![CDATA[https://mercubuana-yogya.ac.id/news/cegah-cyberbullying-umby-dan-ukm-malaysia-kembangkan-inovasi-konseling-berbasis-ai-dan-vr-1.html]]></link>
                <description><![CDATA[<p style="text-align:justify"><span style="font-family:Lucida Sans Unicode,Lucida Grande,sans-serif;"><span style="font-size:18px;">Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) terus memperluas jejaring akademik internasionalnya. Melalui kolaborasi strategis dengan Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM), UMBY mengembangkan pemanfaatan Kecerdasan Buatan (<i>Artificial Intelligence</i>/AI) dan teknologi imersif untuk mencegah <i>cyberbullying</i> serta memperkuat layanan konseling pendidikan.</span></span></p>

<p style="text-align:justify"><span style="font-family:Lucida Sans Unicode,Lucida Grande,sans-serif;"><span style="font-size:18px;">Langkah konkret ini dibahas secara mendalam dalam kunjungan akademik dosen Program Studi Sistem Informasi Fakultas Teknologi Informasi UMBY, Dr. Ir. Putri Taqwa Prasetyaningrum, S.T., M.T., MCE, MCF, ke kampus UKM di Malaysia. Dalam lawatan tersebut, Dr. Putri berdiskusi dengan pakar bimbingan dan konseling UKM, Prof. Madya Dr. Salleh Amat.</span></span></p>

<p style="text-align:justify"><span style="font-family:Lucida Sans Unicode,Lucida Grande,sans-serif;"><span style="font-size:18px;">Sinergi lintas negara ini telah menghasilkan luaran akademik yang membanggakan, baik di bidang penelitian maupun pengabdian kepada masyarakat, dengan mengintegrasikan teknologi digital, gamifikasi, <i>Virtual Reality</i> (VR), dan konseling.</span></span></p>

<p style="text-align:justify"><span style="font-family:Lucida Sans Unicode,Lucida Grande,sans-serif;"><span style="font-size:18px;">Di bidang penelitian, kolaborasi tim yang terdiri dari Putri Taqwa Prasetyaningrum, Eka Aryani, Salleh Amat, dan Ozzi Suria sukses menembus jurnal internasional bereputasi Q3 Scopus, <i>Journal of Engineering Science and Technology</i> (JESTEC) pada 2026.</span></span></p>

<p style="text-align:justify"><span style="font-family:Lucida Sans Unicode,Lucida Grande,sans-serif;"><span style="font-size:18px;">Penelitian bertajuk <i>&quot;Impact of Lean UX-Driven Gamification on the Usability and Emotional Engagement of Virtual Reality Therapy Systems for Educational Counseling&quot;</i> ini mengkaji efektivitas sistem terapi VR yang dibalut dengan pendekatan <i>Lean User Experience</i> (Lean UX).</span></span></p>

<p style="text-align:justify"><span style="font-family:Lucida Sans Unicode,Lucida Grande,sans-serif;"><span style="font-size:18px;">Dr. Putri memaparkan, sistem VR berbasis gamifikasi ini terbukti mampu meningkatkan kepuasan pengguna dan keterlibatan emosional siswa. &quot;Tingkat penyelesaian tugas pada sistem yang dilengkapi gamifikasi mencapai 92 persen, jauh lebih tinggi dibandingkan sistem tanpa gamifikasi yang hanya 75 persen. Ini membuktikan teknologi imersif yang berpusat pada pengguna berdampak nyata dalam layanan konseling,&quot; jelasnya.</span></span></p>

<p style="text-align:justify"><span style="font-family:Lucida Sans Unicode,Lucida Grande,sans-serif;"><span style="font-size:18px;">Selain penelitian, kolaborasi ini juga menyasar peningkatan kapasitas pendidik melalui pengabdian masyarakat. Artikel inovasi mereka yang berfokus pada pelatihan AI bagi guru untuk pencegahan <i>cyberbullying</i> telah diterima di JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) yang terakreditasi Sinta 3.</span></span></p>

<p style="text-align:justify"><span style="font-family:Lucida Sans Unicode,Lucida Grande,sans-serif;"><span style="font-size:18px;">Pengembangan AI dalam proyek ini diarahkan sebagai sistem pendukung untuk mengenali indikasi awal perundungan di ruang digital menggunakan teknik <i>natural language processing</i> (NLP). Inovasi AI ini dirancang menjadi solusi konkret melalui tiga fungsi utama yaitu pertama identifikasi awal yang membantu mendeteksi pola bahasa berisiko seperti hinaan, ancaman, atau pelecehan dalam interaksi digital siswa, kedua penentuan prioritas yang menampilkan tingkat risiko pada <i>dashboard</i> khusus agar guru/konselor dapat segera menangani kasus yang paling mendesak, dan ketiga sebagai dasar evaluasi, melalui hasil analisis data menjadi landasan untuk merancang edukasi dan pendampingan yang lebih terarah.</span></span></p>

<p style="text-align:justify"><span style="font-family:Lucida Sans Unicode,Lucida Grande,sans-serif;"><span style="font-size:18px;">Kendati canggih, Dr. Putri menegaskan bahwa AI tidak diciptakan untuk menggantikan peran manusia.</span></span></p>

<p style="text-align:justify"><span style="font-family:Lucida Sans Unicode,Lucida Grande,sans-serif;"><span style="font-size:18px;">&quot;Teknologi AI ditempatkan sebagai sistem pendukung keputusan dan peringatan dini. Ia menyaring informasi lebih cepat, namun pendidik dan konselor tetap memiliki peran utama untuk memverifikasi, memahami konteks psikologis siswa, serta menentukan respons yang tepat,&quot; tegas Dr. Putri.</span></span></p>

<p style="text-align:justify"><span style="font-family:Lucida Sans Unicode,Lucida Grande,sans-serif;"><span style="font-size:18px;">Ke depan, UMBY dan UKM bersepakat untuk memperluas riset ini ke dalam bentuk materi pembelajaran interaktif, asisten AI, dan modul simulasi VR lintas budaya. Sinergi ini menyatukan kepakaran UMBY di bidang sistem informasi, <i>Human-Computer Interaction</i>, dan AI, dengan keunggulan UKM di bidang konseling lintas budaya.</span></span></p>

<p style="margin-bottom:11px">&nbsp;</p>]]></description>
                                                                    <category><![CDATA[Headline]]></category>
                
                <author><![CDATA[ Fitriana Fitriana ]]></author>
                
                <pubDate>Thu, 18 Jun 2026 08:01:07 +0700</pubDate>
            </item>
                    <item>
                <title><![CDATA[Tingkatkan Mutu Pembelajaran, Tim PkM UMBY Bekali Guru SD Muhammadiyah Senggotan Literasi Digital]]></title>
                <link><![CDATA[https://mercubuana-yogya.ac.id/news/tingkatkan-mutu-pembelajaran-tim-pkm-umby-bekali-guru-sd-muhammadiyah-senggotan-literasi-digital-1.html]]></link>
                <description><![CDATA[<p style="text-align:justify; margin-bottom:11px"><span style="font-family:Trebuchet MS,Helvetica,sans-serif;"><span style="font-size:18px;"><span style="line-height:normal">Civitas akademika Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) mengambil langkah konkret dalam menjawab tantangan pendidikan di era modern. Melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM), tim dosen UMBY menggelar pelatihan literasi digital dan pembuatan konten pembelajaran interaktif bagi para guru di SD Muhammadiyah Senggotan, Kamis (11/6/2026).</span></span></span></p>

<p style="text-align:justify; margin-bottom:11px"><span style="font-family:Trebuchet MS,Helvetica,sans-serif;"><span style="font-size:18px;"><span style="line-height:normal">Program yang didukung penuh oleh Pendanaan UMBY 2026 ini digawangi oleh tiga dosen dengan lintas kepakaran. Tim diketuai oleh Dr. Rila Setyaningsih, M.S.I. (pakar literasi digital), serta beranggotakan Rahma Novita Alim Putri, S.Sos., M.A. (pakar <i>broadcasting</i>), dan Felicciana Yayi Amanova, S.IP., M.Soc.Sc. (pakar <i>marketing communication</i>). Kombinasi ini dihadirkan untuk melatih guru memproduksi media ajar audio-visual yang kreatif dan relevan dengan karakteristik generasi digital.</span></span></span></p>

<p style="text-align:justify; margin-bottom:11px"><span style="font-family:Trebuchet MS,Helvetica,sans-serif;"><span style="font-size:18px;"><span style="line-height:normal">Ketua Tim PkM UMBY, Dr. Rila Setyaningsih, menyatakan bahwa program ini krusial untuk membekali tenaga pendidik agar adaptif namun tetap aman di ruang digital.</span></span></span></p>

<p style="text-align:justify; margin-bottom:11px"><span style="font-family:Trebuchet MS,Helvetica,sans-serif;"><span style="font-size:18px;"><span style="line-height:normal">&quot;Program pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan sebagai upaya untuk membekali guru khususnya di SD Muhammadiyah Senggotan supaya mampu memanfaatkan media digital secara aman, bijak dan bertanggungjawab. Pendampingan pengembangan konten pembelajaran interaktif diimplementasikan melalui pelatihan pembuatan video pembelajaran yang kreatif, interaktif, dan menarik,&quot; ujar Rila.</span></span></span></p>

<p style="text-align:justify; margin-bottom:11px"><span style="font-family:Trebuchet MS,Helvetica,sans-serif;"><span style="font-size:18px;"><span style="line-height:normal"><img alt="" src="https://mercubuana-yogya.ac.id/storage/photos/559/WhatsApp Image _1781658729.jpg" style="width: 675px; height: 399px;" /></span></span></span></p>

<p style="text-align:justify; margin-bottom:11px"><span style="font-family:Trebuchet MS,Helvetica,sans-serif;"><span style="font-size:18px;"><span style="line-height:normal">Sebanyak 12 orang guru SD Muhammadiyah Senggotan hadir dengan antusiasme tinggi untuk mengikuti seluruh rangkaian acara. Fokus utama pelatihan ini secara spesifik mengupas tuntas tentang teknik pembuatan video pembelajaran, yang memadukan penguatan kecakapan digital guru, teknik sinematografi praktis seperti pengambilan gambar dan editing, serta pemanfaatan teknologi AI dengan bijak agar pesan edukatif dapat disampaikan secara jelas, menyenangkan, dan memiliki daya tarik yang tinggi bagi anak usia sekolah dasar. </span></span></span></p>

<p style="text-align:justify; margin-bottom:11px"><span style="font-family:Trebuchet MS,Helvetica,sans-serif;"><span style="font-size:18px;"><span style="line-height:normal">Dalam sesi praktik, para guru diperkenalkan pada aplikasi CapCut untuk menyunting video dan teknologi AI Generative untuk menyusun <i>prompt</i> video animasi. Materi literasi digital dipaparkan oleh Rila Setyaningsih, disusul materi teknik pembuatan video oleh Rahma Novita. Sementara itu, sesi praktik intensif didampingi langsung oleh Felicciana Yayi beserta tim. Untuk mengukur efektivitasnya, panitia juga menggelar <i>pre-test</i> dan <i>post-test</i> sebelum dan sesudah praktik langsung.</span></span></span></p>

<p style="text-align:justify; margin-bottom:11px"><span style="font-family:Trebuchet MS,Helvetica,sans-serif;"><span style="font-size:18px;"><span style="line-height:normal">&ldquo;CapCut dipilih karena fiturnya yang lengkap dan gratis, sementara AI digunakan untuk membantu efisiensi kerja guru dalam merancang materi ajar,&rdquo; ungkap Rahma Novita.</span></span></span></p>

<p style="text-align:justify; margin-bottom:11px"><span style="font-family:Trebuchet MS,Helvetica,sans-serif;"><span style="font-size:18px;"><span style="line-height:normal">Kehadiran program ini mendapat apresiasi tinggi dari pihak sekolah karena dianggap menjawab kebutuhan riil guru di kelas.</span></span></span></p>

<p style="text-align:justify; margin-bottom:11px"><span style="font-family:Trebuchet MS,Helvetica,sans-serif;"><span style="font-size:18px;"><span style="line-height:normal">&quot;Kegiatan ini sangat bermanfaat karena menunjang kami dalam pembuatan video interaktif. Ini meningkatkan kompetensi kami sehingga materi yang disampaikan kepada anak-anak menjadi lebih menarik dan lebih mudah mereka pahami,&quot; ungkap Elfi Kholviana, S.Pd., salah satu perwakilan guru peserta.</span></span></span></p>

<p style="text-align:justify; margin-bottom:11px"><span style="font-family:Trebuchet MS,Helvetica,sans-serif;"><span style="font-size:18px;"><span style="line-height:normal">Pada akhir sesi, terlihat adanya peningkatan keterampilan (skill) yang sangat signifikan dari para guru dalam merancang dan mengeksekusi pembuatan video pembelajaran. Mereka yang awalnya merasa canggung dengan aplikasi penyuntingan konten, kini mampu memproduksi video pembelajaran yang tidak hanya informatif secara substansi akademis, tetapi juga menarik secara audio dan visual. </span></span></span></p>

<p style="text-align:justify; margin-bottom:11px"><span style="font-family:Trebuchet MS,Helvetica,sans-serif;"><span style="font-size:18px;"><span style="line-height:normal"><img alt="" src="https://mercubuana-yogya.ac.id/storage/photos/559/WhatsApp Image _1781658766.jpeg" style="width: 675px; height: 506px;" /></span></span></span></p>

<p style="text-align:justify; margin-bottom:11px"><span style="font-family:Trebuchet MS,Helvetica,sans-serif;"><span style="font-size:18px;"><span style="line-height:normal">Melalui keberhasilan program ini, UMBY kembali menegaskan komitmennya untuk berkontribusi nyata di tingkat akar rumput demi mendorong mutu pendidikan nasional yang unggul dan adaptif.</span></span></span></p>

<p style="text-align:justify; margin-bottom:11px">&nbsp;</p>]]></description>
                                                                    <category><![CDATA[Headline]]></category>
                
                <author><![CDATA[ Farida Dian Farida Dian ]]></author>
                
                <pubDate>Wed, 17 Jun 2026 08:12:57 +0700</pubDate>
            </item>
                    <item>
                <title><![CDATA[Tampil di Malaysia, Dosen Sistem Informasi UMBY Paparkan Inovasi Pendidikan Berbasis STEM]]></title>
                <link><![CDATA[https://mercubuana-yogya.ac.id/news/tampil-di-malaysia-dosen-sistem-informasi-umby-paparkan-inovasi-pendidikan-berbasis-stem-1.html]]></link>
                <description><![CDATA[<p style="margin-bottom: 11px; text-align: justify;"><span style="font-family:Georgia,serif;"><span style="font-size:18px;">Dosen Program Studi Sistem Informasi Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY), Dr. Putri Taqwa Prasetyaningrum, ST., MT., MCE., MCF., menekankan pentingnya integrasi teknologi digital dalam pengembangan kurikulum berbasis&nbsp;Science, Technology, Engineering, and Mathematics&nbsp;(STEM). Gagasan ini disampaikannya dalam Focus Group Discussion (FGD) dengan tajuk&nbsp;&ldquo;Pengembangan Kurikulum dengan Mengintegrasikan Pendekatan STEM&rdquo;&nbsp;yang diselenggarakan di Universiti Pendidikan Sultan Idris (UPSI), Malaysia, pada Jumat, 05 Juni 2026.</span></span></p>

<p style="text-align: justify;"><span style="font-family:Georgia,serif;"><span style="font-size:18px;">Kegiatan tersebut menjadi forum akademik lintas negara untuk membahas strategi adaptasi pendidikan. Pendekatan STEM dinilai semakin krusial guna mempersiapkan peserta didik dalam menghadapi perubahan teknologi, kebutuhan industri, serta tantangan pembelajaran di era digital.</span></span></p>

<p style="text-align: justify;"><span style="font-family:Georgia,serif;"><span style="font-size:18px;">Selain Dr. Putri, forum ini turut menghadirkan Assoc. Prof. Dr. Mazlini Binti Adnan, dosen Fakultas Sains dan Matematika UPSI. Diskusi ini tidak hanya melibatkan UMBY, tetapi juga perwakilan perguruan tinggi Indonesia lainnya, yakni STKIP PGRI Lumajang dan STKIP PGRI Bangkalan, untuk mendorong pengembangan kurikulum yang lebih kontekstual dan kolaboratif.</span></span></p>

<p style="text-align: justify;"><span style="font-family:Georgia,serif;"><span style="font-size:18px;"><img alt="" src="https://mercubuana-yogya.ac.id/storage/photos/559/Tampil di Malay_1781658428.jpeg" style="width: 675px; height: 380px;" /></span></span></p>

<p style="text-align: justify;"><span style="font-family:Georgia,serif;"><span style="font-size:18px;">Dalam paparannya, Dr. Putri menyoroti bahwa pengembangan kurikulum saat ini tidak lagi cukup hanya dengan penguatan materi sains dan matematika. Pemanfaatan teknologi informasi mutlak diperlukan agar pembelajaran menjadi lebih interaktif dan adaptif. Teknologi, menurutnya, berperan vital sebagai sarana pengolahan data, pengembangan simulasi, hingga perancangan solusi digital yang tepat guna. </span></span></p>

<p style="text-align: justify;"><span style="font-family:Georgia,serif;"><span style="font-size:18px;">&ldquo;Pembelajaran berbasis STEM perlu diarahkan agar peserta didik tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mengidentifikasi masalah, menganalisis data, dan menghasilkan solusi. Teknologi digital dapat menjadi penghubung antara gagasan, proses analisis, dan implementasi solusi secara nyata,&rdquo; ujar Dr. Putri.</span></span></p>

<p style="text-align: justify;"><span style="font-family:Georgia,serif;"><span style="font-size:18px;">Lanjut Dr. Putri, penerapan pendekatan STEM dapat dilakukan secara bertahap melalui penyusunan rancangan pembelajaran, pengembangan contoh proyek lintas disiplin, hingga uji coba pada kegiatan akademik yang relevan. </span></span></p>

<p style="text-align: justify;"><span style="font-family:Georgia,serif;"><span style="font-size:18px;">Kehadiran delegasi UMBY dalam kegiatan ini sekaligus mempertegas kontribusi Program Studi Sistem Informasi dalam mendukung inovasi pendidikan global. Keilmuan sistem informasi dinilai memiliki posisi yang strategis karena mengintegrasikan aspek teknologi, kebutuhan pengguna, proses bisnis, dan analisis data. </span></span></p>

<p style="text-align: justify;"><span style="font-family:Georgia,serif;"><span style="font-size:18px;">&ldquo;Forum ini membuka ruang pertukaran gagasan antara akademisi Indonesia dan Malaysia mengenai desain kurikulum, penerapan pendekatan STEM, serta strategi pembelajaran yang sesuai dengan perkembangan teknologi,&rdquo; tambah Dr. Putri.</span></span></p>

<p style="text-align:justify; margin-bottom:11px">&nbsp;</p>]]></description>
                                                                    <category><![CDATA[Headline]]></category>
                
                <author><![CDATA[ Farida Dian Farida Dian ]]></author>
                
                <pubDate>Wed, 17 Jun 2026 08:07:51 +0700</pubDate>
            </item>
                    <item>
                <title><![CDATA[Kunjungi Dua Raksasa Pangan, Mahasiswa THP UMBY Bedah Teknologi Produksi Modern]]></title>
                <link><![CDATA[https://mercubuana-yogya.ac.id/news/kunjungi-dua-raksasa-pangan-mahasiswa-thp-umby-bedah-teknologi-produksi-modern-1.html]]></link>
                <description><![CDATA[<p style="text-align:justify; margin-bottom:11px"><span style="font-family:Trebuchet MS,Helvetica,sans-serif;"><span style="font-size:18px;"><span style="line-height:normal">Program Studi Teknologi Hasil Pertanian (THP) Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) baru saja melaksanakan Kuliah Lapang II pada 3&ndash;6 Juni 2026. Kegiatan ini diikuti oleh 40 mahasiswa dan 3 dosen pendamping dengan mengunjungi dua raksasa industri pangan nasional, yakni PT Ajinomoto Indonesia di Karawang dan PT Indofood di Bekasi.</span></span></span></p>

<p style="text-align:justify; margin-bottom:11px"><span style="font-family:Trebuchet MS,Helvetica,sans-serif;"><span style="font-size:18px;"><span style="line-height:normal">Ketua Program Studi THP UMBY, Ichlasia Ainul Fitri, S.TP., M.Sc., menjelaskan bahwa Kuliah Lapang II merupakan mata kuliah wajib yang dirancang untuk menjembatani teori di ruang kelas dengan praktik nyata di industri.</span></span></span></p>

<p style="text-align:justify; margin-bottom:11px"><span style="font-family:Trebuchet MS,Helvetica,sans-serif;"><span style="font-size:18px;"><span style="line-height:normal">&quot;Melalui kegiatan ini, kami ingin memberikan pengalaman belajar yang nyata. Pembelajaran di kelas adalah fondasi, namun pemahaman mahasiswa akan semakin kuat ketika melihat langsung bagaimana teknologi pengolahan, sistem mutu, dan standar keamanan pangan diterapkan di industri berskala besar. Kunjungan ke PT Ajinomoto Indonesia dan PT Indofood diharapkan dapat memperluas wawasan mahasiswa serta mempersiapkan mereka menjadi lulusan yang siap menghadapi tantangan dunia kerja,&quot; ujar Ichlasia.</span></span></span></p>

<p style="text-align:justify; margin-bottom:11px"><span style="font-family:Trebuchet MS,Helvetica,sans-serif;"><span style="font-size:18px;"><span style="line-height:normal">Saat berkunjung ke PT Ajinomoto Indonesia di Karawang, rombongan UMBY diterima langsung oleh pihak manajemen. Di sini, mahasiswa mendapatkan edukasi mendalam mengenai aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), profil perusahaan, hingga fakta ilmiah seputar keamanan Monosodium Glutamate (MSG). Tak hanya itu, mahasiswa juga diajak melihat langsung proses produksi di lini manufaktur Saori.</span></span></span></p>

<p style="text-align:justify; margin-bottom:11px"><span style="font-family:Trebuchet MS,Helvetica,sans-serif;"><span style="font-size:18px;"><span style="line-height:normal"><img alt="" src="https://mercubuana-yogya.ac.id/storage/photos/559/WhatsApp Image _1781495077.jpeg" style="width: 550px; height: 309px;" /></span></span></span></p>

<p style="text-align:justify; margin-bottom:11px"><span style="font-family:Trebuchet MS,Helvetica,sans-serif;"><span style="font-size:18px;"><span style="line-height:normal">Public Relations PT Ajinomoto Indonesia, Tria Anggita, menyambut positif kunjungan edukatif ini. Menurutnya, kolaborasi antara akademisi dan industri sangat penting untuk memberikan gambaran dunia kerja kepada calon profesional.</span></span></span></p>

<p style="text-align:justify; margin-bottom:11px"><span style="font-family:Trebuchet MS,Helvetica,sans-serif;"><span style="font-size:18px;"><span style="line-height:normal">&quot;Kami berharap mahasiswa dapat memperoleh wawasan luas mengenai proses produksi pangan, manajemen mutu, serta inovasi yang kami lakukan. Semoga pengalaman ini menjadi bekal bermanfaat bagi mereka dalam mempersiapkan diri memasuki dunia profesional,&quot; ungkap Tria.</span></span></span></p>

<p style="text-align:justify; margin-bottom:11px"><span style="font-family:Trebuchet MS,Helvetica,sans-serif;"><span style="font-size:18px;"><span style="line-height:normal">Sementara itu, pada kunjungan ke Divisi Noodle PT Indofood di Bekasi, mahasiswa berkesempatan membedah proses produksi mi instan dalam skala industri masif. Mahasiswa mengamati langsung seluruh tahapan produksi; mulai dari pencampuran bahan baku, pembentukan dan pengukusan mi, proses penggorengan, pengemasan, hingga sistem pengendalian mutu (<i>quality control</i>) yang ketat sebelum produk dilempar ke pasar. Kegiatan ini juga memberikan gambaran mengenai pentingnya efisiensi proses produksi, inovasi produk, dan manajemen mutu dalam mendukung daya saing industri pangan nasional.</span></span></span></p>

<p style="text-align:justify; margin-bottom:11px"><span style="font-family:Trebuchet MS,Helvetica,sans-serif;"><span style="font-size:18px;"><span style="line-height:normal">Sepanjang rangkaian kunjungan, antusiasme peserta terlihat tinggi pada sesi diskusi bersama para praktisi. Isu-isu seputar efisiensi proses, inovasi produk, hingga peluang karier di industri pangan modern menjadi topik yang paling banyak digali oleh mahasiswa.</span></span></span></p>

<p style="text-align:justify; margin-bottom:11px"><span style="font-family:Trebuchet MS,Helvetica,sans-serif;"><span style="font-size:18px;"><span style="line-height:normal">Galang Yosafat, salah satu mahasiswa peserta Kuliah Lapang, mengaku kegiatan ini memberikan perspektif baru yang sangat berharga bagi motivasi belajarnya.</span></span></span></p>

<p style="text-align:justify; margin-bottom:11px"><span style="font-family:Trebuchet MS,Helvetica,sans-serif;"><span style="font-size:18px;"><span style="line-height:normal">&quot;Kami bisa melihat langsung bagaimana teori perkuliahan diimplementasikan di lapangan. Pengalaman ini membuka wawasan dan memotivasi kami untuk terus mengembangkan kompetensi sebagai calon profesional di bidang pangan,&quot; kata Galang.</span></span></span></p>

<p style="text-align:justify; margin-bottom:11px"><span style="font-family:Trebuchet MS,Helvetica,sans-serif;"><span style="font-size:18px;"><span style="line-height:normal"><img alt="" src="https://mercubuana-yogya.ac.id/storage/photos/559/WhatsApp Image _1781495102.jpeg" style="width: 550px; height: 309px;" /></span></span></span></p>

<p style="text-align:justify; margin-bottom:11px"><span style="font-family:Trebuchet MS,Helvetica,sans-serif;"><span style="font-size:18px;"><span style="line-height:normal">Melalui program <i>experiential learning</i> ini, THP UMBY terus berkomitmen memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan dunia industri. Langkah nyata ini diharapkan mampu mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga adaptif dan siap berkontribusi langsung dalam perkembangan sektor pangan nasional.</span></span></span></p>

<p style="text-align:justify; margin-bottom:11px">&nbsp;</p>]]></description>
                                                                    <category><![CDATA[Headline]]></category>
                
                <author><![CDATA[ Farida Dian Farida Dian ]]></author>
                
                <pubDate>Mon, 15 Jun 2026 10:53:09 +0700</pubDate>
            </item>
                    <item>
                <title><![CDATA[Jawab Tantangan Isu Kesehatan Mental, UMBY Angkat Sumpah 55 Psikolog Angkatan II]]></title>
                <link><![CDATA[https://mercubuana-yogya.ac.id/news/jawab-tantangan-isu-kesehatan-mental-umby-angkat-sumpah-55-psikolog-angkatan-ii-1.html]]></link>
                <description><![CDATA[<p style="text-align:justify; margin-bottom:11px"><span style="font-family:Georgia,serif;"><span style="font-size:18px;"><span style="line-height:normal">Angka permasalahan kesehatan mental di Indonesia, khususnya pada kelompok remaja dan dewasa awal, terus menunjukkan tren peningkatan yang mengkhawatirkan. Merespons darurat psikologis dan kuatnya belenggu stigma di masyarakat, Fakultas Psikologi Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) resmi melantik dan mengambil sumpah profesi 55 psikolog baru dari Program Studi Pendidikan Profesi Psikolog Angkatan II, Jumat (12/6/2026).</span></span></span></p>

<p style="text-align:justify; margin-bottom:11px"><span style="font-family:Georgia,serif;"><span style="font-size:18px;"><span style="line-height:normal">Prosesi khidmat ini dihadiri langsung oleh Ketua Umum Pimpinan Pusat Himpunan Psikologi Indonesia (PP HIMPSI), Dr. Andik Matulessy, M.Si., Psikolog, yang menyerahkan Sertifikat Kompetensi secara langsung kepada para lulusan.</span></span></span></p>

<p style="text-align:justify; margin-bottom:11px"><span style="font-family:Georgia,serif;"><span style="font-size:18px;"><span style="line-height:normal">Ketua Program Studi Pendidikan Profesi Psikolog UMBY, Dr. Sheilla Varadhila Peristianto, M.Psi., Psikolog, menegaskan bahwa ke-55 lulusan ini diterjunkan untuk merespons realitas sosial yang kian kompleks. Psikolog umum dinilai menjadi garda terdepan karena posisinya yang paling dekat dengan pemukiman warga.</span></span></span></p>

<p style="text-align:justify; margin-bottom:11px"><span style="font-family:Georgia,serif;"><span style="font-size:18px;"><span style="line-height:normal">&quot;Hari ini bukan sekadar seremoni akademik, melainkan penanda lahirnya tanggung jawab profesional dan moral. Ini adalah perjalanan tentang belajar memahami manusia, mendengar luka yang tidak selalu terlihat, serta memahami emosi yang tidak selalu mampu diucapkan,&quot; ujar Sheilla dalam sambutannya.</span></span></span></p>

<p style="text-align:justify; margin-bottom:11px"><span style="font-family:Georgia,serif;"><span style="font-size:18px;"><span style="line-height:normal"><img alt="" src="https://mercubuana-yogya.ac.id/storage/photos/559/WhatsApp Image _1781494712.jpeg" style="width: 550px; height: 365px;" /></span></span></span></p>

<p style="text-align:justify; margin-bottom:11px"><span style="font-family:Georgia,serif;"><span style="font-size:18px;"><span style="line-height:normal">Menjawab tantangan tebalnya tembok stigma dan rasa malu masyarakat untuk berkonsultasi ke psikolog, UMBY telah merancang kurikulum yang memaksa mahasiswanya turun tangan langsung ke lapangan sejak masa kuliah melalui program Layanan Praktik Profesi Psikologi Umum.</span></span></span></p>

<p style="text-align:justify; margin-bottom:11px"><span style="font-family:Georgia,serif;"><span style="font-size:18px;"><span style="line-height:normal">&quot;Dalam kurikulum praktik, mahasiswa melaksanakan rangkaian upaya secara promotif, preventif, dan kuratif. Langkah ini dilakukan justru untuk mengatasi stigma-stigma yang masih melekat di masyarakat, sehingga masalah kesehatan mental bisa langsung dijangkau dan ditangani oleh para calon psikolog ini,&quot; papar Sheilla menambahkan.</span></span></span></p>

<p style="text-align:justify; margin-bottom:11px"><span style="font-family:Georgia,serif;"><span style="font-size:18px;"><span style="line-height:normal">Di tempat yang sama, Sekretaris Program Studi, Dr. Martaria Rizky Rinaldi, M.Psi., Psikolog, menjamin bahwa predikat psikolog yang disandang lulusan angkatan kedua ini telah melalui validasi terukur dan supervisi yang sangat ketat.</span></span></span></p>

<p style="text-align:justify; margin-bottom:11px"><span style="font-family:Georgia,serif;"><span style="font-size:18px;"><span style="line-height:normal">&quot;Kami membentuk mereka menjadi psikolog yang siap terjun. Praktik kerja profesi mereka tersupervisi ketat. Jadi, yang mereka dapatkan bukan sekadar titel, tetapi di dalamnya tertanam kompetensi dan profesionalitas mutlak,&quot; tegas Martaria.</span></span></span></p>

<p style="text-align:justify; margin-bottom:11px"><span style="font-family:Georgia,serif;"><span style="font-size:18px;"><span style="line-height:normal">Lahirnya tenaga-tenaga psikolog baru ini sejalan dengan visi besar universitas untuk berkontribusi pada skala nasional. Rektor UMBY, Dr. Ir. Agus Slamet, S.TP., M.P., MCE., berharap bertambahnya psikolog baru ini dapat membantu negara dalam mengatasi berbagai permasalahan bangsa yang berkaitan dengan psikologi.</span></span></span></p>

<p style="text-align:justify; margin-bottom:11px"><span style="font-family:Georgia,serif;"><span style="font-size:18px;"><span style="line-height:normal">Guna mempertahankan reputasi UMBY sebagai salah satu kampus unggulan di bidang psikologi, Agus Slamet menegaskan pihak universitas terus melakukan pembenahan fundamental.</span></span></span></p>

<p style="text-align:justify; margin-bottom:11px"><span style="font-family:Georgia,serif;"><span style="font-size:18px;"><span style="line-height:normal">&quot;Langkah pertama, kami terus meningkatkan kualitas dosen hingga jenjang S3, baik lulusan dalam maupun luar negeri. Peningkatan SDM ini krusial guna menghasilkan lulusan berkualitas. Yang kedua, kami juga terus melakukan penambahan dan peningkatan fasilitas di lingkungan kampus,&quot; tutur Rektor UMBY.</span></span></span></p>

<p style="text-align:justify; margin-bottom:11px"><span style="font-family:Georgia,serif;"><span style="font-size:18px;"><span style="line-height:normal">Rangkaian acara pengukuhan ini juga diisi dengan penyerahan Surat Keterangan Lulus (SKL) oleh Dekan Fakultas Psikologi UMBY, Reny Yuniasanti, M.Psi., Ph.D., Psikolog, serta prosesi pemakaian selempang gelar psikolog. Pada pelantikan angkatan kedua ini, predikat lulusan terbaik resmi diraih oleh Annisa Rifki Damayanti, S.Psi., Psikolog. </span></span></span></p>

<p style="text-align:justify; margin-bottom:11px">&nbsp;</p>]]></description>
                                                                    <category><![CDATA[Headline]]></category>
                
                <author><![CDATA[ Farida Dian Farida Dian ]]></author>
                
                <pubDate>Mon, 15 Jun 2026 10:39:41 +0700</pubDate>
            </item>
                    <item>
                <title><![CDATA[Dosen UMBY Jadi Dosen Tamu di Malaysia, Bedah Masa Depan Teknologi Imersif dan VR]]></title>
                <link><![CDATA[https://mercubuana-yogya.ac.id/news/dosen-umby-jadi-dosen-tamu-di-malaysia-bedah-masa-depan-teknologi-imersif-dan-vr.html]]></link>
                <description><![CDATA[<p style="text-align:justify"><span style="font-family:Tahoma,Geneva,sans-serif;"><span style="font-size:18px;"><span style="line-height:normal">Dosen Program Studi Sistem Informasi Fakultas Teknologi Informasi Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY), Dr. Ir. Putri Taqwa Prasetyaningrum, S.T., M.T., MCE., MCF., berkesempatan menjadi narasumber dalam kegiatan <i>visiting lecturer</i> di Universiti Pendidikan Sultan Idris (UPSI), Malaysia, pada Jumat (05/06/2026).</span></span></span></p>

<p style="text-align:justify">&nbsp;</p>

<p style="text-align:justify"><span style="font-family:Tahoma,Geneva,sans-serif;"><span style="font-size:18px;"><span style="line-height:normal">Kehadiran Dr. Putri di kampus tersebut memenuhi undangan resmi dari Fakulti Komputeran dan Meta-Teknologi (FKMT) UPSI. Kegiatan akademik internasional ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kolaborasi kedua universitas dalam bidang pendidikan, penelitian, publikasi ilmiah, serta pengembangan inovasi berbasis teknologi digital.</span></span></span></p>

<p style="text-align:justify">&nbsp;</p>

<p style="text-align:justify"><span style="font-family:Tahoma,Geneva,sans-serif;"><span style="font-size:18px;"><span style="line-height:normal">Dalam kuliah umum tersebut, Dr. Putri menyampaikan materi bertajuk <i>&ldquo;Exploring Immersive Technology: How VR and Gamification Shape the Future of Digital Industry&rdquo;</i>. Ia membedah pemanfaatan teknologi imersif, seperti <i>virtual reality</i> (VR), gamifikasi, <i>artificial intelligence</i> (AI), dan <i>human-computer interaction</i> (HCI) dalam merancang layanan digital masa depan.</span></span></span></p>

<p style="text-align:justify">&nbsp;</p>

<p style="text-align:justify"><span style="font-family:Tahoma,Geneva,sans-serif;"><span style="font-size:18px;"><span style="line-height:normal">&ldquo;Pengembangan teknologi imersif tidak cukup hanya berfokus pada kecanggihan perangkat. Sistem digital juga perlu dirancang berdasarkan pengalaman pengguna, tujuan layanan, keamanan, serta indikator evaluasi yang terukur,&rdquo; jelas Dr. Putri.</span></span></span></p>

<p style="text-align:justify">&nbsp;</p>

<p style="text-align:justify"><span style="font-family:Tahoma,Geneva,sans-serif;"><span style="font-size:18px;"><span style="line-height:normal">Menurutnya, pendekatan tersebut sangat krusial agar teknologi dapat memberikan manfaat nyata di berbagai sektor, mulai dari pendidikan, kesehatan, konseling, industri manufaktur, hingga layanan publik.</span></span></span></p>

<p style="text-align:justify">&nbsp;</p>

<p style="text-align:justify"><span style="font-family:Tahoma,Geneva,sans-serif;"><span style="font-size:18px;"><span style="line-height:normal"><b>Dorong Mahasiswa Memahami Teknologi Imersif</b></span></span></span></p>

<p style="text-align:justify">&nbsp;</p>

<p style="text-align:justify"><span style="font-family:Tahoma,Geneva,sans-serif;"><span style="font-size:18px;"><span style="line-height:normal">Pada kegiatan tersebut, mahasiswa FKMT UPSI diajak melihat spektrum teknologi imersif secara luas, mulai dari media interaktif berbasis aplikasi, <i>augmented reality</i> (AR), <i>mixed reality</i> (MR), hingga VR yang memungkinkan pengguna berinteraksi dalam lingkungan simulasi secara mendalam. Selain konsep dasar, Dr. Putri juga memaparkan prinsip pengembangan VR yang mencakup identifikasi masalah pengguna, penyusunan skenario, desain ruang virtual, pola interaksi, pemberian umpan balik, hingga evaluasi pengalaman pengguna.</span></span></span></p>

<p style="text-align:justify">&nbsp;</p>

<p style="text-align:justify"><span style="font-family:Tahoma,Geneva,sans-serif;"><span style="font-size:18px;"><span style="line-height:normal">&ldquo;VR tidak hanya berkaitan dengan penggunaan perangkat <i>headset</i>. Lebih dari itu, penerapan VR harus didukung oleh perancangan pengalaman yang sistematis dan evaluasi berbasis bukti agar bisa menjadi solusi yang efektif,&rdquo; jelas Dr. Putri</span></span></span></p>

<p style="text-align:justify">&nbsp;</p>

<p style="text-align:justify"><span style="font-family:Tahoma,Geneva,sans-serif;"><span style="font-size:18px;"><span style="line-height:normal">Tak hanya VR, materi mengenai penerapan gamifikasi juga menarik perhatian mahasiswa. Strategi ini memanfaatkan elemen seperti target yang jelas, tantangan, poin, level, penghargaan, serta interaksi sosial untuk mendorong keterlibatan pengguna secara berkelanjutan.</span></span></span></p>

<p style="text-align:justify">&nbsp;</p>

<p style="text-align:justify"><span style="font-family:Tahoma,Geneva,sans-serif;"><span style="font-size:18px;"><span style="line-height:normal"><b>Angkat Kasus &#39;VR Therapy&#39; dan &#39;Bully Buster&#39;</b></span></span></span></p>

<p style="text-align:justify">&nbsp;</p>

<p style="text-align:justify"><span style="font-family:Tahoma,Geneva,sans-serif;"><span style="font-size:18px;"><span style="line-height:normal">Untuk memberikan gambaran riil, Dr. Putri memaparkan studi kasus dari hasil penelitian dan pengabdian kepada masyarakatnya tentang penerapan teknologi digital, salah satunya adalah pemanfaatan VR untuk mendukung layanan bimbingan dan konseling (<i>VR Therapy</i>). Teknologi ini digunakan untuk membangun simulasi yang aman sekaligus membantu proses refleksi pengguna.</span></span></span></p>

<p style="text-align:justify">&nbsp;</p>

<p style="text-align:justify"><span style="font-family:Tahoma,Geneva,sans-serif;"><span style="font-size:18px;"><span style="line-height:normal">Studi kasus lainnya yang menarik perhatian adalah <i>Bully Buster</i>, sebuah inovasi layanan digital yang mengintegrasikan analisis teks, pelaporan anonim, edukasi literasi digital, serta sistem pendukung keputusan untuk menangani persoalan perundungan (<i>cyberbullying</i>).</span></span></span></p>

<p style="text-align:justify">&nbsp;</p>

<p style="text-align:justify"><span style="font-family:Tahoma,Geneva,sans-serif;"><span style="font-size:18px;"><span style="line-height:normal">Melalui studi kasus ini, mahasiswa UPSI diajak memahami bahwa inovasi digital tidak hanya memerlukan kemampuan pemrograman.</span></span></span></p>

<p style="text-align:justify">&nbsp;</p>

<p style="text-align:justify"><span style="font-family:Tahoma,Geneva,sans-serif;"><span style="font-size:18px;"><span style="line-height:normal">&quot;Pengembang juga wajib memperhatikan aspek empati, privasi, keamanan psikologis, kemudahan penggunaan, serta kepercayaan pengguna,&quot; pesan Dr. Putri.</span></span></span></p>

<p style="text-align:justify"><span style="font-family:Tahoma,Geneva,sans-serif;"><span style="font-size:18px;"><img alt="" src="https://mercubuana-yogya.ac.id/storage/photos/330/Dosen UMBY Jadi_1781255482.jpeg" style="width: 675px; height: 506px;" /></span></span></p>

<p style="text-align:justify">&nbsp;</p>]]></description>
                                                                    <category><![CDATA[Headline]]></category>
                
                <author><![CDATA[ Fitriana Fitriana ]]></author>
                
                <pubDate>Fri, 12 Jun 2026 16:11:27 +0700</pubDate>
            </item>
                    <item>
                <title><![CDATA[Lewat Game Edukatif, Dosen UMBY Bantu Anak-Anak PMI di Malaysia Jago Calistung]]></title>
                <link><![CDATA[https://mercubuana-yogya.ac.id/news/lewat-game-edukatif-dosen-umby-bantu-anak-anak-pmi-di-malaysia-jago-calistung-1.html]]></link>
                <description><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><span style="font-family:Verdana,Geneva,sans-serif;"><span style="font-size:16px;">Keterbatasan akses pendidikan bagi anak-anak Pekerja Migran Indonesia (PMI) di luar negeri memicu kepedulian sivitas akademika Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY). Tantangan tersebut dijawab tim dosen Program Studi Pendidikan Matematika, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UMBY dengan menggelar Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) internasional di Malaysia, baru-baru ini pada Senin-Kamis (1-4 Juni 2026).</span></span></p>

<p style="text-align: justify;"><span style="font-family:Verdana,Geneva,sans-serif;"><span style="font-size:16px;">Dalam aksi ini, UMBY bersinergi dengan dua mitra lokal, yaitu Sanggar Bimbingan (SB) At Tanzil Serdang dan SB Al-Ikhlas Sungai Penchala. Agenda internasional ini diinisiasi oleh Dr. Nuryadi, M.Pd., bersama dua dosen anggota, Nafida Hetty Marhaeni, M.Pd., dan Naela Faza Fariha, M.Sc. Kolaborasi lintas negara ini juga didukung penuh oleh mitra strategis dari Universiti Pendidikan Sultan Idris (UPSI) Malaysia, Assoc. Prof. Dr. Mazlini binti Adnan.</span></span></p>

<p style="text-align: justify;"><span style="font-family:Verdana,Geneva,sans-serif;"><span style="font-size:16px;">Ketua Tim PkM UMBY, Dr. Nuryadi, menjelaskan bahwa fokus utama program ini adalah memperkuat kompetensi dasar literasi dan numerasi, atau yang lebih dikenal dengan istilah Calistung (Baca, Tulis, Hitung). Tim mengidentifikasi bahwa pendekatan belajar konvensional sering kali membuat anak-anak di sanggar bimbingan cepat bosan.</span></span></p>

<p style="text-align: justify;"><span style="font-family:Verdana,Geneva,sans-serif;"><span style="font-size:16px;">&ldquo;Oleh karena itu, kami menerapkan metode pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT). Melalui TGT, siswa tidak hanya belajar secara individu, tetapi juga diajak bekerja sama dalam tim, berkompetisi dalam permainan edukatif, dan mengikuti turnamen akademik yang menantang,&rdquo; papar Nuryadi.</span></span></p>

<p style="text-align: justify;"><span style="font-family:Verdana,Geneva,sans-serif;"><span style="font-size:16px;">Anak-anak diajak bermain Tebak Angka Cepat dan Ice Breaking Hitung Berantai. Melalui tebakan angka interaktif ini, mengasah fokus dan logika dasar tanpa merasa tertekan, sehingga suasana kelas terasa tidak kaku, jenuhnya hilang, dan mereka jadi lebih bersemangat.</span></span></p>

<p style="text-align: justify;"><span style="font-family:Verdana,Geneva,sans-serif;"><span style="font-size:16px;">Kehadiran metode TGT ini disambut penuh antusias oleh para siswa di kedua sanggar bimbingan. Pengelola SB Al-Ikhlas Sungai Penchala, Lina Murniati, A.Md., mengakui efektivitas inovasi pembelajaran yang dibawa oleh tim UMBY tersebut.</span></span></p>

<p style="text-align: justify;"><span style="font-family:Verdana,Geneva,sans-serif;"><span style="font-size:16px;">&ldquo;Permainan matematika yang dikemas dalam bentuk kompetisi ringan terbukti efektif memecahkan hambatan psikologis siswa terhadap pelajaran berhitung. Di saat yang sama, kemampuan membaca dan menulis mereka juga ikut menguat secara terintegrasi,&rdquo; ungkap Lina.</span></span></p>

<p style="text-align: justify;"><span style="font-family:Verdana,Geneva,sans-serif;"><span style="font-size:16px;">Dari sudut pandang akademisi lokal, Assoc. Prof. Dr. Mazlini binti Adnan dari UPSI memberikan apresiasi tinggi terhadap implementasi metode ini di lapangan. Menurutnya, pendekatan berbasis permainan sangat relevan dengan psikologi anak-anak PMI yang membutuhkan atmosfer belajar yang ceria namun tetap berbobot.</span></span></p>

<p style="text-align: justify;"><span style="font-family:Verdana,Geneva,sans-serif;"><span style="font-size:16px;">&ldquo;Pendekatan yang ceria tapi tetap berbobot membuktikan munculnya motivasi belajar, tidak butuh metode yang rumit, melainkan cukup diawali dengan menghadirkan kebahagiaan di dalam kelas,&rdquo; terang Mazlini.</span></span></p>

<p style="text-align: justify;"><span style="font-family:Verdana,Geneva,sans-serif;"><span style="font-size:16px;">Menutup rangkaian kegiatan, Nuryadi menegaskan bahwa program ini merupakan komitmen jangka panjang UMBY dalam mendukung ketercapaian hak pendidikan anak-anak Indonesia di mana pun berada.</span></span></p>

<p style="text-align: justify;"><span style="font-family:Verdana,Geneva,sans-serif;"><span style="font-size:16px;">&quot;Kemitraan ini menegaskan komitmen UMBY dalam memperluas jangkauan pengabdian hingga ke level internasional, serta memastikan bahwa standar pendidikan bagi anak-anak Indonesia di luar negeri tetap terjaga dengan baik,&quot; pungkas Nuryadi.</span></span></p>

<p style="text-align:justify; margin-bottom:11px"><span style="font-family:Verdana,Geneva,sans-serif;"><img alt="" src="https://mercubuana-yogya.ac.id/storage/photos/1/Lewat Game Edukatif, Dosen UMBY Bantu Anak-Anak PMI di Malaysia Jago Calistung (1)_1781227667.jpeg" style="width: 700px; height: 394px;" /></span></p>

<p style="text-align:justify; margin-bottom:11px">&nbsp;</p>]]></description>
                                                                    <category><![CDATA[Headline]]></category>
                
                <author><![CDATA[ Farida Dian Farida Dian ]]></author>
                
                <pubDate>Fri, 12 Jun 2026 08:28:51 +0700</pubDate>
            </item>
            </channel>
</rss>