UMBY Gandeng UPSI Malaysia Gelar Webinar

Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) gandeng Universitas Pendidikan Sultan Idris (UPSI) laksanakan webinar internasional untuk berdayakan generasi muda dalam meningkatkan kesehatan mental.  Kegiatan ini dihadiri oleh sekitar 550 mahasiswa Malaysia dan Indonesia serta kalangan umum yang yang memiliki ketertarikan di bidang kesehatan mental. Hadir pada kegiatan tersebut beberapa pembicara dari UMBY, UPSI, dan praktisi. Pembicara dari UMBY adalah Dian Sartika Sari, M.Psi., Psikolog, Dr. Sri Muliati Abdullah, M.A., Psikolog, Dr. Moordiningsih, M.Si., Psikolog dan Juwandi Ahmad, S.Psi., M.Si. Sementara pembicara dari UPSI adalah Dr. Nurul Hasyimah Binti Mat Rani., Dr. Hapsah Md Yusuf, dan Prof. Madya Dr. Nurul ‘Ain Mohd Daud. Sedangkan A Zain Fahmi, S.Psi. hadir sebagai praktisi yang aktif mempromosikan masalah kesehatan mental di media sosial.


 


Di sesi pertama, Dian Sartika Sari, M.Psi., Psikolog memaparkan mengenai peran penting generasi milenial dalam perbaikan kesehatan mental melalui penggunaan media sosial.  Kemudian, Juwandi Ahmad, S.Psi., M.Si menyampaikan mengenai dampai media sosial terhadap pembentukan keyakinan dalam masyarakat. Sementara itu, A Zain Fahmi, S.Psi. memaparkan mengenai strategi menggapai cita-cita dengan penuh konsistensi komitmen melalui pemahaman kapasitas diri.


Dr. Moordiningsih, M.Si., Psikolog di sesi kedua menekankan mengenai penggunaan fasilitas teknologi dan media sosial dalam mensosialisasikan psikologi secara umum kepada masyarakat dengan cara yang unik. Dr. Moordiningsih juga menyarankan generasi muda untuk membentuk sebuah komunitas konseling kelompok sebagai cara untuk melakukan penyelesaian permasalahan. Sementara itu, Dr. Sri Muliati Abdullah, M.A., Psikolog memaparkan mengenai strategi kalangan non profesional untuk ikut serta dalam melakukan layanan konseling dengan dukungan kemajuan teknologi.


Berikutnya, Dr. Nurul Hasyimah Binti Mat Rani dari UPSI berbagi pengalaman mengenai bagaimana Malaysia melakukan sinergi konseling bersama untuk menjalin kebersamaan. Sedangkan Dr. Hapsah Md Yusuf menyampaikan beberapa kelemahan dari penggunaan konseling digital terkait masalah penyesuaian budaya serta kesiapan individu dalam menerima teknologi tersebut. Sehingga, konseling digital tidak dapat disamaratakan di setiap masyarakat karena perlu disesuaikan dengan kebutuhan individu yang akan menjadi sasaran dari konseling berbasis digital. Dr. Hafsah juga menekankan bahwa konseling digital harus diimbangi dengan kemampuan SDM dalam memahami teknologi yang digunakan agar penyerapan teknologi tersebut menjadi lebih efisien.


Dekan Fakultas Psikologi, Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY), Reny Yuniasanti, S,Psi., M.Psi., Psikolog, menyatakan bahwa menggunakan media sosial secara positif menjadi tanggung jawab kita bersama sebagai bagian dari masyarakat. Sehingga, harapannya, masyarakat dapat lebih memahami manfaat yang luar biasa dari media sosial, baik bagi diri sendiri maupun orang lain dengan cara menggunakan media sosial sebagai bentuk dukungan antar teman sebaya dalam meningkatkan kesehatan mental.