Prodi BK UMBY, Upsi Malaysia dan Perkama Internasional Selenggarakan Workshop Internasional PFA

Indonesia merupakan salah satu negara yang rawan bencana, khususnya bencana alam seperti gempa bumi, tsunami, tanah longsor, letusan gunung berapi, banjir dan kekeringan. Hal ini semakin diperburuk dengan adanya pandemi Covid-19 yang sampai saat ini masih menjadi perhatian berbagai pihak. Indonesia sendiri juga termasuk dalam negara yang cukup banyak memiliki kasus positif Covid-19 sampai tahun 2021 ini. Resiko bencana alam sekaligus pandemi Covid-19 menjadi tantangan ganda yang cukup berat bagi pemerintah maupun masyarakat baik secara ekonomi, sosial, kesehatan maupun mental. Merujuk pada resiko bencana yang ada, tim join community service (pengabdian masyarakat) dari Program Studi Bimbingan dan Konseling (BK) Univeritas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) menginisiasi Workshop Internasional. Workshop ini diselenggarakan dengan menggandeng Universiti Pendidikan Sultan Idris, Malaysia dan PERKAMA Internasional.


Workshop ini mengambil tema “Reduksi Bencana dan Pelatihan Psychological First Aid (PFA)” dengan sasaran peserta guru atau praktisi bimbingan dan konseling, guru bidang studi dan mahasiswa dari berbagai penjuru Indonesia dan Malaysia. 1336 peserta bergabung mengikuti kegiatan workshop yang dilaksanakan secara online melalui Zoom dan live streaming Youtube selama dua hari yaitu Kamis dan Jumat tanggal 6-7 Mei 2021. Hari pertama berupa pemaparan dasar materi PFA oleh Ketua Program Studi Bimbingan dan Konseling sekaligus ketua pengabdian Luky Kurniawan, M. Pd., dan dilanjutkan materi oleh Dr. Pau Kee serta Prof. Madya Dr. Aslina Ahmad dari UPSI. Sementara di hari kedua materi berupa simulasi dan diskusi yang di pandu oleh Ruly Ningsih, M. Pd., dan Natri Sutanti, M.A., dosen prodi BK, serta Nanda Yunika Wulandari, M. Psi. dosen prodi Psikologi UMBY.


Dato Dr. Abd. Halim Mohd. Hussin selaku Presiden PEKAMA Internasional dalam sambutanya menyampaikan bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat bagi guru baik bimbingan dan konseling maupun mata pelajaran serta calon guru untuk meningkatkan pengetahuan dan kompetensi dalam mendukung siswa secara psikologis. Hal yang serupa juga disampaikan oleh Dr. Ir. Bayu Kanetro selaku Wakil Rektor Bidang Akademik UMBY yang memberikan sambutan sekaligus membuka Workshop Internasional ini secara resmi. Dr. Bayu juga menyampaikan bahwa workshop PFA ini sangat relevan dengan posisi Indonesia dan Malaysia yang secara geografis terletak di ring of fire, sehingga harus selalu siap siaga terhadap potensi bencana.


Dalam materinya, Luky Kurniawan M. Pd., menekankan bahwa PFA ini merupakan intervensi awal yang dapat digunakan untuk membantu secara langsung korban-korban bencana maupun orang dalam keadaan krisis sehingga mereka dapat terhindar dari stress psikologis yang lebih parah. Lebih lanjut Ruly Ningsih, M. Pd., menyampaikan bahwa dalam PFA kita harus memastikan bahwa kita memperhatikan keadaan psikologis kita sendiri sebelum membantu orang lain agar keduanya sama-sama selamat dengan baik. Salah satu guru Bimbingan dan Konseling SMP N 25 Jakarta di akhir sesi juga menyampaikan apresiasi untuk kegiatan ini. “Materi yang disampaikan dari hari pertama sampai kedua sangat bermanfaat untuk bisa saya terapkan di sekolah” kata Maria Rosita.