Prodi BK UMBY adakan Talkshow Menyambut Panggilan Berkontribusi Kampus Mengajar

Kampus Mengajar merupakan kegiatan mengajar di sekolah yang merupakan bagian dari program Kampus Merdeka. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Anwar Makarim menjelaskan tujuan diadakannya Kampus Mengajar adalah untuk menghadirkan mahasiswa sebagai bagian dari penguatan pembelajaran literasi dan membantu pembelajaran di masa pandemi, terutama untuk SD di daerah 3T.


Selasa, 20 April 2021 Program studi bimbingan dan konseling (BK) Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) mengadakan acara Talkshow bertajuk Persiapkan dirimu! Menyambut Panggilan Berkontribusi “Kampus Mengajar” secara daring. Acara tersebut menghadirkan dua narasumber yang sangat luar biasa. Narasumber pertama yaitu Bapak Joko Susilo. Beliau merupakan Founder  Komunitas Gunungkidul Menginspirasi, serta seorang penulis, peneliti, dan pegiat sosial. Narasumber kedua adalah Bapak Nandar Pamungkas, S.Pd.Gr. yang merupakan guru bimbingan dan konseling di SMP N 2 Banguntapan, serta alumni dari SM3T Kalimantan Barat. Acara diikuti oleh seluruh mahasiswa BK UMBY dan mahasiswa umum luar UMBY dan juga para guru bimbingan dan konseling dari beberapa sekolah di Yogyakarta maupun luar Yogyakarta.


Dalam pembukaan dan sambutannya, Luky kurniawan, S.Pd., M.Pd, Kaprodi BK UMBY, mengajak teman-teman mahasiswa dari seluruh Indonesia dan mahasiswa BK UMBY khususnya untuk ikut berkontribusi, beraksi, berkolaborasi, dan berkreasi untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di Sekolah Dasar, terutama yang berada di daerah 3T, sekaligus mengasah kepemimpinan, kematangan emosional, dan kepekaan sosial.


Joko susilo dalam pemaparan materinya menceritakan pengalamannya mengenai kepemimpinan dan sosio pendidikan dari daerah pinggiran. Joko menambahkan, “kita bisa membayar orang untuk bekerja dan bersuara, tapi kita tidak bisa membayar orang untuk berempati dan berintegritas diri, dan komunikasi terbaik adalah berbagi”.


Sementara itu, Nandar Pamungkas menjelaskan pelayanan BK di daerah 3T. Menurutnya banyak kasus unik yang terjadi di daerah 3T. sehingga menuntut guru BK untuk lebih berinovasi dan memberikan pelayanan yang maksimal ditengah keterbatasan. Menurutnya, pendidikan tidak hanya suatu proses transfer ilmu pengetahuan dari guru kepada peserta didik, melainkan bagaimana seorang guru juga dapat menanamkan nilai-nilai moral serta akhlak yang baik.


Melalui kegiatan talkshow ini, harapannya mahasiswa tergerak dan termotivasi untuk mengikuti kampus mengajar. Bagaimana seseorang dapat terus berproses menjadi manusia seutuhnya, dan bagaimana kita sebagai manusia bisa berguna bagi manusia yang lainnya merupakan makna pendidikan setelah mengabdi di daerah 3T, imbuh Luky Kurniawan, Selasa (20/4/2021).