Relawan Unwama Temukan Retakan Tanah

DI SUMBERHARJO SEPANJANG 200 METER

Tanah pemukiman penduduk di dusun Nglepen Sumberharjo Prambanan Sleman pasca bencana gempa bumi, menyisakan retakan tanah sepanjang kurang lebih 200 meter dengan kedalaman 4,5 meter serta lebar retakan mencapai 30 meter. “Bahkan, amblesnya tanah tersebut memakan korban 6 rumah penduduk, 3 sepeda motor serta berbagai alat elektronik dan rumah tangga. Hingga kini ke 6 rumah yang terperosok itu ditinggalkan pemiliknya mengungsi di dusun Sengir,”, tutur Humas Universitas Wangsa Manggala Gandung Sunardi SP, Sabtu (10/6) mengenai hasil temuan relawan Unwama di daerah itu. Rubiman, warga Nglepen saat ditemui tim relawan Unwama saat menyalurkan bantuan untuk korban gempa di dusun Umbulsari Sumberharjo Prambanan menjelaskan, amblesnya tanah tersebut secara pelan-pelan selama 10 menit setelah terjadi gempa bumi hebat 27 Mei lalu pukul 05.55. “Untung warga sempat melarikan diri dan tidak ada korban jiwa,” kata Rubiman bersyukur. Kerusakan rumah di dusun Nglepen ini menurut Rubiman 100 persen. Selain itu hampir seluruh tanah di dusun itu retak-retak kecil sepanjang 2,3 meter dengan kedalaman hingga 40 Cm. Bahkan sebagian rumah penduduk sudah miring dan telah bergeser 1-2 meter dari tempat semula. Dengan telah ditemukannya retakan tersebut, 15 kepala keluarga masih bingung mau memindahkan anggota keluarganya ke mana. “Yang jelas, tanah di pedusunan kami sudah sangat mengkhawatirkan akan terjadi longsor,” tambah Rubiman. Tidak tertutup kemungkinan, jika terjadi gempa susulan yang hingga kini masih dirasakan, tanah akan bergerak melorot ke dusun Sengir yang terletak persis di bawahnya (Humas) Dimuat juga di KR : Minggu, 11 Juni 2006