Mahasiswa Prodi BK UMBY Finalis International Youth Conference 2020

Mahasiswa Bimbingan Konseling (BK) Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) membanggakan institusi melalui keikutsertaannya dalam forum bertaraf internasional, International Youth Conference 2020.  Konferensi ini menjadi ajang yang sangat bergensi bagi mahasiswa karena mewadahi adu gagasan mengenai upaya strategis yang perlu dilakukan untuk mencapai SDGs (Sustainable Development Goals). 


Kegiatan tersebut berlangsung sejak Februari sampai September 2020.  Tentunya bukan proses yang singkat bagi peserta konferensi sampai akhirnya terpilih 20 paper terbaik dari berbagai kampus di dalam dan luar negeri.  Delegasi prodi BK UMBY menjadi salah satu yang mendapat predikat 20 best paper bersanding dengan peserta lain dari Universitas Hasannudin, Universitas Indonesia, Universitas Prasetya Mulya, Universitas Kristen Satya Wacana, Al-Ahzar University, Butler University, Universitas Diponegoro, Universitas Jember, Universitas Pertamina, Universitas Negeri Semarang, Universitas Padjajaran, Universitas Negeri Surabaya, Universitas Brawijaya, dan  Institut Teknologi Sepuluh  Novermber.


Rifaldi, delegasi prodi BK UMBY menuturkan bagaimana ketatnya persaingan selama mengikuti agenda tersebut.  “Tema yang diambil oleh delegasi dari kampus-kampus lain sangat menarik.  Ini pengalaman pertama mengikuti ajang internasional yang membanggakan sekaligus menguji mental”, paparnya. Dalam kegiatan tersebut, Rifaldi mengangkat isu mengenai kesetaraan dalam pilihan karir. Menurutnya terkadang yang menjadi tantangan dalam pemilihan karir perempuan yaitu karena masih adanya stereotype mengenai ruang gerak  perempuan yang yang sebatas dapur, sumur, dan kasur.


Luky Kurniawan, M.Pd., Kaprodi BK UMBY menyatakan kebanggaannya atas pencapaian Rifaldi dalam forum internasional tersebut.  Menurutnya, kemauan mahasiswa untuk keluar dari zona nyaman merupakan kunci pengembangan kapasistas diri. Di luar prestasi akademik yang salah satu indikatornya adalah indeks prestasi, mahasiswa perlu membangun bargaining position melalui keikutsertaaannya dalam berbagai forum untuk mengasah softskill dan hardskill.  Hal ini penting karena mau tidak mau mahasiswa akan dihadapkan pada persaingan kerja yang semakin ketat saat lulus nanti.

0 Komentar :

  • Belum Ada Komentar

Isi Komentar :