UMBY Bangun Rumah Produksi Growol Guna Lestarikan Pangan Lokal

Indonesia kaya akan keanekaragaman. Termasuk keanekaragaman makanan yang tersebar dari ujung Sabang hingga Merauke. Tak terkecuali pangan lokal yang ada di Jawa, sebut saja Growol. Growol merupakan makanan tradisional daerah Kulon Progo Daerah Istimewa Yogyakarta yang terbuat dari ketela atau singkong.


Mengangkat pangan lokal, Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) bekerjasama dengan Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti) mengembangkan potensi di wilayah Dusun Sangon Kalirejo Kokap Kulon Progo sebagai sentra produksi Growol. Kerjasama ini telah dirintis dari tahun 2013 hingga sekarang. Awal mula pendampingan yang dilakukan UMBY di Dusun Sangon hanya mampu memproduksi Growol sebanyak 100kg per minggu hingga saat ini telah mencapai lebih dari setengah ton per minggu.


Kepala Dusun Sangon, Sudarman menuturkan hambatannya dalam memproduksi Growol yakni tenaga kerja yang masih menjadikan pembuatan Growol ini sebagai sambilan karena terbentur ketersediaan bahan pokok pembuatan Growol.


Mengatasi hal tersebut Dinas Pertanian dan Pangan Kulon Progo telah memprogramkan budidaya ubi kayu di Dusun Sangon pada 2018 mendatang. Sehingga hal tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap program yang dikembangkan UMBY guna melestarikan dan mengembangkan pangan lokal.


Melalui Program Hibah Desa Mitra tahun 2017-2019, UMBY melakukan pembangunan rumah produksi Growol di Dusun Sangon. Pembangunan rumah produksi Growol ditandai dengan peletakan batu pertama yang dilakukan oleh Rektor UMBY, Dr. Alimatus Sahrah, M.Si.,MM., Rabu (26/07/17). Pada kesempatan tersebut sekaligus peresmian nama kelompok pengrajin Growol di Dusun Sangon. Rektor UMBY memberi nama ‘BUANA MEKAR’ dengan maksud bahwa industri masyarakat binaan UMBY dapat merekah, berkembang, dan mengharum hingga nasional bahkan kancah internasional.


Pembangunan ini diharapkan menjadikan proses produksi memenuhi standar sanitasi sehingga produk Growol bisa mendapatkan sertifikasi dari pihak terkait seperti dari Dinas Kesehatan, Badan Pengawas Obat dan Makanan, serta Majelis Ulama Indonesia. Produk turunan Growol seperti beras analog berpotensi dipasarkan secara luas sehingga sertifikasi penting dilakukan. Berdasarkan penelitian dosen UMBY melalui hibah Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) tahun 2015-2016 Growol telah diformulasi menjadi beras analog dengan merk dagang Rastelo. Rastelo bermanfaat untuk mencegah kegemukan dan diabetes. Program penelitian yang diimplemetasikan dalam program pemberdayaan masyarakat desa mitra UMBY pada akhirnya diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan pengrajin growol dan masyarakat Dusun Sangon pada umumnya.


Hadir pada peresmian tersebut Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) sekaligus Ketua pelaksana Program Desa Mitra, Dr. Ir. Bayu Kanetro, MP., Sekretaris Desa Kalirejo mewakili Kepala Desa Kalirejo dan perwakilan Kecamatan Kokap, Dinas Pertanian dan Pangan Kulon Progo serta masyarakat Dusun Sangon Kalirejo. Mercu Buana...Lebih Baik

0 Komentar :

  • Belum Ada Komentar

Isi Komentar :