Didampingi Fakultas Pertanian, Petani Argomulyo menuju Pebisnis

Petani di wilayah Kelurahan Argomulyo Sedayu Bantul membuka lembaran baru dalam berbudidaya tanaman produksi. Bila selama ini mereka hanya berkutat menanam padi sepanjang tahun, kini merambah ke komoditas lain yang memiliki nilai ekonomi lebih bagus. Niat petani memperbaiki cara bertani bersambut dengan keinginan Universitas Wangsa Manggala (Unwama) terutama dari Fakultas Pertanian untuk meningkatkan kesejahteraan petani.
”Selama ini petani di Argomulyo hanya mengenal pola tanam padi-padi pantun alias padi sepanjang tahun. Dari tiga kali tanam selama satu tahun, yang sekali tanam pasti tidak membuahkan hasil. Karena itu kami bertekad merubah pola tanam untuk meningkatkan pendapatan,” tutur Kabag Pembangunan Kelurahan Argomulyo Purwanto didampingi PPL Sugiyarto, Dekan Fakultas Pertanian Dr Ir F Didiet Heru Swasono MP dan staf dosen Fakultas Pertanian Ir Nursanti Widi Arimbi MP, Dukuh Sengonkarang Wakijo dan petani pioner bawang merah Bambang dan Wakijo di Bulak Sengonkarang, Sabtu (2/9).
Pola tanam dimaksud ‘Padi -Brambang – Cabe/kacang-kacangan – Brambang’. Keinginan menanam brambang muncul Kelompok Tani Sengonkarang yang kebetulan memiliki anggota yang berasal dari Sanden yang terbiasa menanam brambang dan Dukuh Sengonkarang Wakijo yang sebelum menjabat pernah menjadi pekebun di Bengkalis. Ide dari kelompok tani tersebut kemudian dijadikan program desa yang kemudian mendapat pendampingan dari Fakultas Pertanian Unwama yang berkampus di Argomulyo tersebut dan dukungan dari Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bantul.
Sebagai demplot percontohan kini sudah dibudidaya brambang seluas 5.000 meter di tanah kas desa siap panen. Dalam waktu dekat, demplot akan diperluas menjadi 10 hektar. ”Ke depan sudah dipersiapkan lahan yang perspektif untuk memperluas areal tanaman bawang merah di Argomulyo,” tambah Purwanto.
Dekan Fakultas Pertanian Dr Didiet menambahkan, pihaknya melakukan pendampingan dalam hal teknis budidaya, pemilihan komoditas, distribusi produk dan menyiapkan produk olahan guna mengantisipasi jika nanti terjadi over produksi. ”Secara umum dapat disimpulkan orientasi budidaya tanaman diarahkan pada penanganan produk secara holistik, misalnya selain menanam bawang merah, petani juga menggarap produk pupuk organik untuk kebutuhan sendiri dan untuk dijual,” tambah Didiet Heru Swasono. (Mdk)-z.