PSKK Psikologi UMBY Gelar Psikoedukasi Caregiver Berdaya

Orang tua dengan anak berkebutuhan khusus menemukan tantangan yang besar dalam menerima keadaan anak yang berbeda dengan anak normal pada umumnya. Hal tersebut juga dialami oleh para orang tua yang memiliki anak dengan disabilitas di kecamatan Sedayu.


Menyikapi hal tersebut, tim peneliti, pengabdi, sekaligus dosen yang tergabung dalam Pusat Studi Keluarga dan Komunitas (PSKK) dari Fakultas Psikologi Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) yang terdiri atas Aditya Putra Kurnawan, MSH Cons selaku ketua, Nanda Yunika Wulandari, M.Psi.,Psikolog selaku Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Angelina Dyah Arum Setyanintyas, M.Psi., Psikolog selaku Koordinator Bidang Kebijakan dan Advokasi, serta tim peneliti yang terdiri dari Katrim Alifa Putrikita, M.Psi., Psikolog dan Malida Fatimah, MS. Couns dan melakukan serangkaian asesmen awal untuk mengidentifikasi kebutuhan.


Dari hasil asesmen didapatkan data bahwa orangtua terutama ibu dengan anak disabilitas memiliki rasa bersalah terhadap anak, keterbatasan pengetahuan mengenai cara merawat dan mendidik anak dengan disabilitas, kurang mendapat dukungan dari pasangan maupun lingkungan terdekat. Semua permasalahan tersebut membuat ibu dengan anak penyandang disabilitas mengalami tekanan mental yang berat sehingga beberapa diantaranya memiliki permasalahan psikologis dalam hal pengendalian emosi, seperti mudah marah; stress; kurang memiliki rasa percaya diri hingga mengalami ketakutan akan kematian maupun mengalami penyakit kronis. Kondisi tersebut menyebabkan orang terdekat/ yang berperan dalam pendampingan anak (caregiver) kurang mampu berdaya secara optimal dan mengakibatkan anak dengan disabilitas menjadi kurang mandiri hingga senantiasa bergantung pada caregiver-nya.


Berdasarkan permasalahan yang didapat saat melakukan assessment, Pusat Studi Keluarga dan Komunitas Fakultas Psikologi UMBY membuat modul pelatihan dan menginisiasi kegiatan yang bertajuk “Psikoedukasi Caregiver Berdaya”. Program pelatihan dilakukan pada hari Jumat (11/11/2022) dan Sabtu, (12/11/2022).


Kegiatan dilakukan dalam tiga sesi dimana sesi pertama Jumat (11/11/2022) berfokus pada konseling kelompok bagi caregiver anak dengan disabilitas. Kegiatan dimulai dengan pengkondisian dan perkenalan antar sesama peserta yang difasilitasi oleh Nanda Yunika Wulandari, M.Psi.,Psikolog.


“Dengan perkenalan dan kegiatan pengantar yang didesain sedemikian rupa, diharapkan masing-masing peserta menjadi saling mengenal dan timbul kedekatan hingga keterbukaan saat rangkaian kegiatan berlangsung,” ucap Nanda.


Pada sesi pertama seluruh peserta dibuat dalam kelompok-kelompok kecil agar dapat saling berbagi terkait kondisinya masing-masing yang dipandu oleh Aditya Putra Kurnawan, MSH Cons selaku fasilitator utama dan dibantu oleh Nanda Yunika Wulandari, M.Psi.,Psikolog dan Malida Fatimah, MS. Couns selaku fasilitator pendamping.


“Dengan berbagi diharapkan sesama peserta akan lebih terbuka dan menyadari bawa mereka tidak sendiri,” ujar Aditya.


Sesi kedua diadakan pada Sabtu, (12/11/2022), memiliki dua agenda yaitu psikoedukasi dan dilanjutkan dengan pelatihan keterampilan bagi caregiver anak dengan disabilitas yang dipandu oleh Katrim Alifa Putrikita, M.Psi., Psikolog dan sesi ketiga dipandu oleh Angelina Dyah Arum Setyanintyas, M.Psi., Psikolog selaku fasilitator utama dan didampingi oleh Aditya Putra Kurnawan, MSH Cons, Nanda Yunika Wulandari, M.Psi.,Psikolog dan Malida Fatimah, MS. Couns selaku fasilitator pendamping. Pada hari kedua peserta diajak untuk mengidentifikasi terkait pengetahuan seputar disabilitas sekaligus mempelajari keterampilan praktis yang dapat diaplikasikan sesegera mungkin oleh para caregiver saat dibutuhkan.


Sekitar empat puluh caregiver yang terdiri dari orangtua, kerabat, pendamping desa, serta relawan terlihat hadir dan antusias mengikuti jalannya kegiatan. Ketua dan pengurus forum kelompok difabel desa yang terdiri dari desa Argosari, Argomulyo, Argodadi, dan Argorejo, perwakilan Pukesmas Sedayu 1 dan Sedayu 2 serta perwakilan Babinkamtibmas dari Argorejo.


“Kami merasa bangga bisa mengikuti pelatihan di UMBY seperti ini. Kami (dengan kondisi yang dimiliki) merasa mendapatkan perhatian dengan secara khusus di undang ke kampus,” ujar salah seorang peserta kegiatan


Angelina Dyah Arum Setyanintyas, M.Psi., Psikolog selaku Koordinator Bidang Kebijakan dan Advokasi mengatakann bahwa secara umum, para peserta tampak antusias mengikuti keseluruhan kegiatan hingga akhir.


“Responnya peserta sangat antusias, dan di sesi akhir, peserta juga diajarkan bagaimana penanganan maupun latihan-latihan praktis yang dapat dilatihan di rumah,” ucap Angelina.

PENERIMAAN MABA

Info PMB