Dosen Agroteknologi Latih Santri Budidaya Anggrek

Menggandeng Pondok Pondok Pesantren Tahfizh Qur’an Yatim Nurani Insani (PTQNI) tim pengabdian kepada masyarakat UMBY dosen prodi Agroteknologi Dra Umul Aiman, M.Si ., Ir. Bambang Sriwijaya, M.P., dan mahasiswa Imam Wahyuda melakukan pelatihan budidaya anggrek dari botolan, Minggu (10/10/21). Pondok pesantren ini beralamat di Sumbergamol, Balecatur, Kec. Gamping, Kabupaten Sleman, dengan jumlah santri saat ini kurang lebih 192 yang terdiri 100 santri putra dan 92 santri putri.  Mengingat kondisi pandemi saat ini, pelatihan dibatasi dengan jumlah 8 anak siswa SMA dan SMP.


 


Pelatihan budidaya diawali dengan mengenalkan terlebih dahulu tanaman anggrek  meliputi beragam jenis yang sering ditanam dengan spesifitas masing-masing, kondisi lingkungan  yang ideal untuk anggrek sekaligus dijelaskan pengelompokan tanaman anggrek.  Pada saat menjelaskan jenis anggrek, para santri ditunjukkan anggrek yang dimaksud sehingga santri akan langsung paham dan mengetahui jenisnya. “Saat pelatihan, kami membawa langsung anggrek-anggreknya sehingga para santri dapat mengetahui langsung,” jelas Umul Aiman.


 


Santri melakukan praktek secara langsung budidaya anggrek botolan yang diawali dengan penjelasan cara mengeluarkan bibit sampai penanaman pada wadah tanam.  Masing-masing santri mempraktekkan cara mengeluarkan bibit anggrek dari botolan dengan menggunakan kawat yang telah dibengkokkan dan mencatan ID bibit yang ditanam. Setelah keseluruhan bibit dikeluarkan dari botol, bibit-bibit tersebut dicuci dengan air bersih  sampai sisa media yang berupa agar tidak ada yang tersisa atau menempel pada tanaman. Bibit selanjutnya direndam pada larutan fungisida selama 10-15 menit. Tujuan perendaman ini agar tanaman terhindar dari penyakit utamanya jamur, yang sering mengakibatkan gagalnya penanaman bibit dari botolan.


Setelah direndam bibit ditiriskan dengan menggunakan koran bekas sampai tanaman benar-benar kering.  Sambil menunggu tanaman kering, santri diajak menyiapkan media yang terdiri atas arang, cacahan pakir dan moss hitan/ akar kadaka. Media tersebut terlebih dahulu direndam dengan pupuk dan vitamin B1. Tanaman yang telah tiris, selanjutnya ditanam dengan menggunakan 3 macam wadah yaitu gelas bekas air minum kemasan, trey dan soft pot ukuran kecil untuk seedeling. 


Perawatan yang dilakukan  setelah  seedling ditanam adalah dengan menyiram menggunakan air bersih yang tidak mengandung kaporit. Penyiraman seyogyanya dilakukan setelah 2-3 hari tanam dengan menggunakan spray halus 2 kali sehari atau melihat kondisi lingkungan. Setelah 2 minggu tanaman tersebut bisa dipupuk dua kali seminggu dan sesekali ditambahkan juga vitamin B1 yang tujuan utamanya adalah untuk menghindarkan tanaman agar tidak stress.


Tidak hanya pengenalan jenis anggrek, tim pengabdian ini juga memberikan pengetahuan tentang potensi ekonomi anggrek yang sangat tinggi. Anggrek potensial untuk usaha yang menjanjikan apabila ditekuni dengan baik. Dari mulai bibit yang masih botolan, seedling , anggrek remaja, anggrek dewasa yang siap berbunga serta anggrek yang berbunga dan pasca berbunga, merupakan fase perkembangan anggrek yang potensial untuk dijual. Selain itu, anggrek juga merupakan tanaman yang indah dengan warna dan bentuk bunga beragam ditunjang habitus dan  pertumbuhannya yang aesthetic ,sehingga merupakan salah satu tanaman hias yang  hampir semua orang menyukainya.


 


“Apabila para santri tekun menggeluti budidaya ini, nantinya perekonomian dapat meningkat karena banyak sisi yang dapat dikembangbiakkan untuk dijual,” terang Bambang Sriwijaya.