Webinar Implementasi Merdeka Belajar Kampus Merdeka: Tantangan, Tata Kelola, dan Kesiapan Industri

Fakultas Ilmu Komunikasi dan Multimedia (FIKOMM) Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) telah menyelenggarakan webinar yang bertema “Implementasi Merdeka Belajar Kampus Merdeka: Tantangan, Tata Kelola, dan Kesiapan Industri” pada Jum’at (10/09/21).


Pada kesempatan tersebut ikut hadir Rektor UMBY, Dr. Alimatus Sahrah, M.Si., MM., untuk memberikan sambutan dan mengucapkan rasa bangga kepada Universitas Mulawarman Samarinda dan Universitas Tribhuwana Tungga Dewi Malang karena telah hadir dalam acara webinar dan berkolaborasi dalam program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).


Juga Alimatus mengucap rasa terima kasihnya kepada AdiTV yang juga ikut berkaloborasi karena AdiTV begitu erat dengan Ilmu Komunikasi. Ada juga praktisi digital dari arahdigital.net untuk memberikan ilmu dan pengetahuan bagi dunia digital. “Teruntuk mahasiswa ini merupakan tantangan, karena Mercu Buana pada semester kali ini sudah melakukan kurikulum MBKM dan kedepannya kita sama-sama belajar.” imbuh Ibu Alimatus.


Webinar ini mengundang pembicara yaitu , Awan Santosa, SE, M.Sc sebagai Kepala Pusat Penelitian, Pengabdian Masyarakat dan Kerjasama (P3MKUniversitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY), Hani Mufidah dari AdiTV,  Boang Setiawan, S.PSi praktisi digital dari arahdigital.net dan di ikut berbicara 3 kaprodi dari 3 Universitas yaitu :  Kaprodi Ilmu Komunikasi UMBY, Rani Dwi Lestari, S.Sos, Fathul Qorib, M.I.Kom Kaprodi Ilmu Komunikasi Univ Tribhuawa Tungga Dewi, Dr. Rina Juwita, MHRIR Kaprodi Ilmu Komunikasi Univ Mulawarman,  dengan di pandu moderator Astri Wulandari, MA ketua lembaga sertifikasi profesi UMBY yang diikuti 400 an peserta baik dari dosen, mahasiswa dan masyarakat


Hani Mufidah sebagai narasumber pertama menyampaikan mengenai i kerjasama Kampus Merdeka dengan AdiTV, selaku HRD dan PIC dari AdiTV. Hani Mufidah memaparkan magang Kampus Merdeka di AdiTV step by step, menjelaskan mengenai Multimedia Journalism Program (MJP) untuk menghadapi Revolusi Industri 4.0 serta aktivitas serta program yang dirancang oleh mahasiswa di AdiTV. Tidak hanya itu, ada project mahasiswa yang magang di AdiTV baik itu group project maupun individual project. Dan juga tantangan dan hambatan dari MJP yang tentu bagi mahasiswa harus mengikuti kuliah secara full serta berkomitmen untuk mengikuti program hingga akhir.


Sementara itu, Awan Santosa, SE, M.Sc sebagai Kepala Pusat Penelitian, Pengabdian Masyarakat dan Kerjasama (P3MKUniversitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) sebagai pemateri ke-2 memaparkan tentang implementasi kampus merdeka yang  memberi kebebasan kepada mahasiswa untuk menempuh studi sesuai passion mereka melalui pilihan 8 aktivitas model kuliah di luar perguruan tinggi selama 2 semester atau setara 40 SKS. Namun begitu, MBKM juga perlu diarahkan sesuai filosofi pendidikan sebagai praktek pembebasan, atas berbagai bentuk eksploitasi, dominasi, ketidakadilan sosial, kemiskinan, ketimpangan. dan berbagai problematika sosial lain yang terjadi di berbagai bidang kehidupan. Dengan begitu mahasiswa dapat menjadi agen perubahan melalui pendidikan yang berorientasi pada inovasi sosial tersebut.


Pemateri ke-3 dengan Boang Setiawan selaku praktisi digital dari arahdigital.net menyebutkan ada beberapa soft skills untuk menyikapi era digital, ada complex problem-solving yang mana dalam era kali ini adalah musimnya multitasking, critical thinking, creativity, people management, coordinating with others, emotional intelligence, judgement and decision making, service orientation, negotiations, dan cognitive flexibility.


 Dari semua soft skills yang telah disebutkan, sebagai mahasiswa harus mau untuk mengasah skills agar siap menghadapi era digital. “Sudah bukan saatnya untuk bersantai-santai, mulai saat ini pelajari semuanya hal-hal yang keliatan sepele pasti akan kelihatn baik.” imbuhnya. Kemudian Boang juga menjelaskan bahwa dunia indsutri digital dan dunia pendidikan saling berhubungan, bagaimana tenaga kerja yang handal sangat dibutuhkan, efisiensi biaya dan juga intangible aset serta dalam dunia pendidikan ada kesesuaian program, keterserapan lulusan dan pengembangan.