Gelar Vaksinasi, UMBY Bersiap Kuliah Tatap Muka

Sebanyak 230 dosen dan tenaga kependidikan Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY)  melakoni penyuntikan vaksinasi covid-19 pada rabu, 7 April 2021 di Bale Lantip STMIK Akakom, Jl Raya Janti, Yogyakarta.


Wakil Rektor bidang sumberdaya UMBY, Tutut Dewi Astuti, M.Si, Ak, CA, CTA mengatakan  ini merupakan langkah awal, dalam mempersiapkan perkuliahan secara tatap muka. Ia menjelaskan, pelaksanaan vaksinasi itu dilakukan guna mempersiapkan perkuliahan secara luar jaringan (luring) atau tatap mukapada semester ganjil 2021-2022 ini.


“Perkuliahan luring dan hibrid (kombinasi luring dan daring) kita pelan-pelan, nanti setelah dinyatakan aman kita siap luring,  aktivitas luring ini nantinya juga  akan dibarengi dengan penerapan protokol kesehatan yang sesuai standar,” ungkap Tutut Dewi Astuti.


Penerapan Protokol kesehatan harus tetap diperhatikan dalam kegiatan vaksinasi. Mulai dari Memakai masker, Menjaga jarak, Mencuci tangan, Menghindari kerumunan, Mengurangi berpergian.


“Menghindari kerumunan juga menjadi perhatian dalam pelaksanaan program vaksinasi UMBY. Poin ini harus ditegakkan, karena potensi penularan bisa sangat tinggi pada lingkungan yang berkerumun,” tegasnya.


Widarta, S.E., M.M. selaku Humas UMBY menambahkan, proses pasca vaksin – 1, yang dilaksakan pada 5 Mei 2021. Penerima vaksin diwajibkan memperhatikan kondisi fisiknya selama kurun waktu tertentu.


“Apabila ada tanda-tanda reaksi vaksin yang mengganggu seperti bengkak, kemerahan, atau perdarahan di area penyuntikan, muntah, diare, pingsan, kejang, sesak napas. Maupun demam tinggi lebih dari satu hari, pembesaran kelenjar di ketiak atau bagian tubuh lain, lemah otot, penurunan kesadaran. Serta gejala lain yang sebelumnya tidak ada, maka penerima vaksin disarankan untuk dapat menghubungi fasilitas kesehatan terkait, untuk dapat menyampaikan keluhannya,” tutur Widarta, S.E., M.M