38 mahasiswa Fakultas Psikologi UMBY Lolos Ikuti Program Kampus Mengajar

(Sheilla Varadhila P., M.Psi., Psikolog, Dosen Fakultas Psikologi UMBY)


Kampus Mengajar, merupakan bagian dari kegiatan Mengajar di Sekolah program Kampus Merdeka. Ada delapan kegiatan di program Kampus Merdeka. Tujuh kegiatan lainnya adalah pertukaran pelajar, magang/praktik kerja, penelitian riset, proyek kemanusiaan, kegiatan wirausaha, dan studi/proyek independen, serta membangun desa/KKN tematik.


Sejak diluncurkannya program Kampus Mengajar, antusias para mahasiswa pun sangat tinggi tak terkecuali mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY). Hal ini terbukti dari sekian ribu mahasiswa pendaftar dari seluruh universitas di Indonesia, 38 mahasiswa Fakultas Psikologi UMBY dinyatakan lolos dan memenuhi syarat untuk mengikuti kegiatan program Kampus Mengajar. 38 mahasiswa Fakultas Psikologi UMBY ini telah mengikuti pembekalan peningkatan kapasitas dan ditempatkan di sekolah dasar di seluruh Indonesia oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.


Adanya antusias dari mahasiswa membuat beberapa dosen Fakultas Psikologi UMBY pun ikut ‘tergerak’ agar dapat senantiasa mengawal perjalanan mahasiswa dalam kegiatan tersebut dengan mendaftarkan diri sebagai DPL (Dosen Pembimbing Lapangan) di Program Kampus Mengajar. Tiga dosen Fakultas Psikologi UMBY yang lolos seleksi yaitu Sheilla Varadhila Peristianto, M.Psi., Psikolog, Nanda Yunika Wulandari, M.Psi., Psikolog, dan Annas Fitria Sa’adah, M.Phil. Motivasi utama dari para dosen yang menjadi DPL tentunya pun karena dari tujuan program Kampus Mengajar itu sendiri yang memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk belajar dan mengembangkan diri melalui kegiatan atau aktivitas di luar kelas perkuliahan. DPL memberikan bimbingan kepada mahasiswa mulai dari pra penugasan hingga akhir penugasan.


Adanya Kampus Mengajar diharapkan mahasiswa dapat membantu pembelajaran di masa pandemi, terutama untuk sekolah dasar di daerah 3T (daerah tertinggal, terdepan dan terluar di Indonesia). Kehadiran mahasiswa sangat berperan penting, yaitu sebagai bagian dari penguatan pembelajaran literasi dan numerasi, partner para guru dalam melakukan kreativitas dan inovasi dalam proses pembelajaran ke pada siswa. Kegiatan penugasan mahasiswa meliputi kegiatan awal penugasan, kegiatan penugasan dan pelaporan, serta kegiatan akhir penugasan. Kegiatan awal penugasan meliputi observasi sekolah terkait beberapa aspek, menyusun rancangan kegiatan, dan menyusun laporan awal. Kegiatan penugasan dan pelaporan meliputi kegiatan harian, kegiatan mingguan, dan penyusunan laporan akhir. Kegiatan akhir penugasan berupa serah terima kegiatan yang akan dilakukan secara nasional serentak.