Himabiko UMBY Selenggarakan Journal Club

Pandemi Covid-19 berdampak pada perubahan kehidupan normal masyarakat Indonesia. Mengatasi pandemi ini bukanlah suatu hal yang mudah, diperlukan sinergi dan kolaborasi yang kuat antara pemerintah dengan masyarakat. Keduanya perlu menjalankan perannya masing-masing sebaik mungkin. Salah satu kebijakan yang sebelumnya dilakukan adalah Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di berbagai wilayah di Indonesia. Kebijakan ini pada akhirnya membawa masyarakat pada situasi “new normal” atau adaptasi kebiasaan baru dimana mereka dituntut untuk dapat beraktivitas seperti biasa dengan menyesuaikan peraturan yang ada.


Saat ini karakteristik kondisi kehidupan new normal masyarakat Indonesia berfokus pada stay at home lifestyle. Aktivitas seperti meeting, online interview, pembelajaran jarak jauh, dan lainnya yang dilakukan via daring guna memenuhi kebutuhan pun mulai menjadi sesuatu yang umum dilakukan. Seperti halnya yang dilakukan oleh Himpunan Mahasiswa Bimbingan dan Konseling (Himabiko) Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) pada Jumat, (18/12/2020) pada acara Journal Club dengan tema “Membangun Komunikasi Efektif di Era Adaptasi Kebiasaan Baru pada Masa Pandemic Covid 19”. Dengan menghadirkan pembicara yang super hebat, Eka Anisa Sari, S.I.Kom., M.I.Kom, seorang Dosen, Presenter ADiTv sekaligus Diajeng Kota Yogyakarta pada tahun 2017.


Acara tersebut terselenggara atas kerjasama Himabiko UMBY dengan Program Studi Bimbingan dan Konseling UMBY. Kunti Mu’alima, ketua Himabiko UMBY dalam sambutannya mengatakan, Journal Club ini merupakan acara rutin per semester yang diadakan oleh Himabiko UMBY.


“Harapannya dengan diadakan kegiatan seperti ini dapat menambah wawasan mahasiswa BK UMBY pada khususnya, dan masyarakat luas pada umumnya. Semoga acara seperti ini dapat rutin dilaksanakan seterusnya,” ungkapnya.


Ketua Program Studi Bimbingan dan Konseling UMBY, Luky kurniawan, M.Pd menambahkan, di era adaptasi kebiasaan baru seperti ini menunjukan bahwa telah terjadi perubahan yang sangat besar dalam aktivitas sehari-hari, khususnya komunikasi yang terjadi di masyarakat.


“Agar dapat menyampaikan pesan dengan efektif pada situasi kebiasaan baru ini dibutuhkan kemampuan dalam menggunakan teknologi komunikasi, dan juga digital self-branding,” tutur Luky.


Digital self-branding yang baik tidak hanya diukur melalui pengalaman seseorang yang sangat banyak namun juga melalui bagaimana seseorang mampu menceritakan hal-hal tersebut dengan baik. Digital self-branding perlahan dapat terbangun melalui cerita atau konten yang menarik dan diniminati oleh banyak orang. Oleh karena itu sangat penting untuk membangun reputasi yang baik dari sekarang. Kelebihan dalam bercerita tentang diri sendiri ini pada akhirnya dapat menjadi sebuah kebiasaan komunikasi yang baru khususnya dalam memanfaatkan platform media sosial, ungkap Eka Anisa Sari, S.I.Kom., M.I.Kom pada saat pemaparan materinya.