FE UMBY Terus Berikan Pendampingan UMKM di Masa Pandemi

Sektor UMKM menghadapi sejumlah permasalahan usaha terkait dengan dampak pandemi Covid-19, seperti: penjualan yang menurun drastis, kesulitan permodalan, penumpukan barang akibat rendahnya minat beli, pengurangan jumlah tenaga kerja dan lain-lain. Tentu saja pemerintah telah melakukan sejumlah upaya untuk membantu memulihkan keberlangsungan usaha pada sektor UMKM. Sejumlah kebijakan telah ditempuh seperti: Bantuan Tunai Langsung (BTL), restrukturisasi dan subsidi suku Bunga kredit bagi UMKM, relaksasi pajak, belanja di warung tetangga dan lain-lain.


            Tidak hanya peran pemerintah akan tetapi perguruan tinggi juga memiliki tanggungjawab besar dalam mendampingi UMKM khususnya pada masa pandemic Covid-19 baik melalui program pengabdian kepada masyarakat yang dapat dilakukan dalam bentuk pendampingan, penyuluhan maupun pelatihan. Fakultas Ekonomi UMBY turut berperan serta dalam pendampingan UMKM binaan untuk tetap mampu bertahan di masa pandemic Covid-19.  Salah satu sentra UMKM binaan FE UMBY adalah pengrajin di Desa Gamplong, Kecamatan Moyudan, Kabupaten Sleman.


            Dr. Audita Nuvriasari, SE, MM selaku Dekan Fakultas Ekonomi dan pelaksana Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) menyampaikan bahwa pendampingan terhadap UMKM binaan FE UMBY dilakukan baik secara online ataupun offline. Sejumlah kegiatan yang telah terlaksana adalah penyuluhan dan pelatihan pemasaran on-line yang ditujukan untuk meningkatkan daya tarik dan efektifitas promosi melalui media pemasaran elektronik.


“Disamping itu adanya kegiatan pendampingan untuk pengembangan produk baru agar dapat memenuhi permintaan konsumen pada masa pandemic covid-19, seperti: produksi masker berbahan lurik, furniture atau homedecor berbahan alam dengan desain yang unik dan simple. Kesemua produk tersebut dihasilkan oleh pengrajin binaan FE UMBY. Untuk meningkatkan aktivitas pemasaran juga diberikan stimulant tools promosi yang berupa katalog produk” tutur Audita.  


            Aktivitas pendampingan ini berdampak positip bagi UMKM binaan dimana pengrajin dapat memahami strategi pemasaran online dan mengimplementasikannya untuk mendongkrak penjualan. Pengrajin berani beralih dari produk lama ke produk baru dengan menghasilkan produk yang beragam sesuai peluang bisnis yang ada pada masa pendemi Covid-19.


“Kondisi tersebut menunjukkan Pendampingan ini akan terus dilakukan oleh FE UMBY, mengingat kerjasama dengan UMKM selaku mitra binaan telah berlangsung dari tahun 2013 hingga saat ini, sehingga diharapkan dapat terus membantu UMKM dalam meningkatkan kinerja usahanya”, imbuh Audita.