PKM UMBY Dampingi Diversifikasi Produk UMKM di Masa Pandemi

Pandemi Covid-19 berdampak luas pada sejumlah sektor kehidupan salah satunya adalah aktivitas bisnis pada UMKM. Tidak sedikit UMKM yang mengalami penurunan omzet penjualan secara drastis bahkan banyak pula yang gulung tikar. Kondisi ini  mendorong pelaku usaha untuk dapat memformulasikan strategi bisnis yang tepat. Pelaku usaha dituntut untuk mampu mengedepankan kreativitas dan inovasi agar mampu mempertahankan usahanya. Disamping itu pelaku usaha harus jeli melihat peluang pasar yang potensial untuk di garap pada masa pandemi Covid-19.


Mensikapi kondisi tersebut dan sebagai bentuk tanggungjawab dari peran perguruan tinggi dalam membantu keberlanjutan bisnis UMKM, maka tim PKM UMBY yang diketuai oleh Dr. Audita Nuvriasari, SE, MM melakukan pendampingan bagi pelaku UMKM di Desa Gamplong. Pendampingan ini diperuntukan bagi pengrajin olahan kain tenun dan serat alam. Salah satu program yang dijalankan adalah melakukan pendampingan dalam kegiatan diversivikasi produk oleh pengrajin. Audita menyampaikan bahwa diversifikasi produk ini ditujukan untuk memperluas produk yang dihasilkan UMKM dengan cara menambah jenis produk baru baik dari keragaman, desain/model ataupun fungsi produk. Diversifikasi produk sangat penting dilakukan agar pelaku UMKM dapat terus mempertahankan eksistensinya di masa pandemi Covid-19.


            Arif Jaka Triyanta sebagai pimpinan Sriti Production yang bergerak di bidang usaha kerajinan aneka olahan kain tenun menyampaikan bahwa dengan adanya pendampingan yang dilakukan oleh PKM UMBY sangat membantu menambah wawasan pengrajin khususnya dalam pengembangan produk. Semula produk yang dihasilkan oleh pengrajin adalah olahan kain tenun yang diproduksi menjadi produk home décor seperti: gorden, sprei, taplak meja, sarung bantal kursi, tas dan aneka asesoris berbahan tenun. Adanya pandemi Covid-19 kemudian pengrajin didorong untuk melakukan diversifikasi produk dengan menghasilkan produk baru yakni masker berbahan kain tenun. Dalam pendampingan yang dilakukan oleh tim PKM UMBY tidak hanya pada pengembangan produknya saja akan tetapi juga dalam pemasarannya. Saat ini Sriti Production mampu memenuhi permintaan pasar khususnya pesanana dari toko ataupun reseller kurang lebih 500 masker untuk sekali pemesanan dalam seminggu. Diversifikasi juga dilakukan pada model produk masker yakni dengan mendesain masker bolak balik dan masker 3D baik untuk hijab maupun non hijab.


Tim PKM juga mendorong pengrajin untuk mengeluarkan produk baru yang berupa produk pouch multi fungsi berbahan kain lurik untuk menyimpan hand sanitizer dan tissue. Dengan adanya beragam diversifikasi produk ini diharapkan dapat mendorong UMKM untuk lebih termotivasi dalam meningkatkan kinerja usahanya di masa pandemic Covid-19 ini, pungkas Audita.