Implementasi Merdeka Belajar, UMBY-UM Purworejo Teken kerjasama

Wacana merdeka belajar yang dirancang oleh meteri pendidikan dan kebudayaan Bapak Nadiem Makarim perlahan-lahan mulai diterapkan oleh instansi pendidikan. Salah satu Implementasi ini ditandai dengan adanya nota kesepakatan atau Memorandum of Understanding (MoU) antar perguruan tinggi.


Salah satu yang dilakukan oleh program studi Pendidikan Matematika Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) adalah mengadakan MoU dengan Universitas Muhammadiyah Purworejo (UM Purworejo) pada Senin, 16 November 2020 bertempat di UM Purworejo. Penandatanganan dilakukan oleh dekan FKIP UMBY, Nuryadi, S.Pd, M.Pd dengan dekan FKIP UM Purworejo Yuli Widiyono,  M.Pd.


Implementasi merdeka belajar ini akan mulai diterapkan tahun depan atau semester genap sesuai dengan kesiapan keduabelah pihak. Kesepakatan ini berbentuk kerjasama yang resiprokal atau saling berbalas. Dimana akan ada pertukaran mahasiswa dari UMBY dan UM Purworejo dengan jumlah mahasiswa yang sama untuk mengikuti program perkuliahan yang telah direncanakan.


“Hal ini dilakukan agar dapat mensiasati faktor pembiayaan. Jika ada 5 mahasiswa dikirimkan untuk tugas belajar di pendidikan matematika UMBY maka kami harap akan ada 5 mahasiswa pula yang masuk di kelas kami pada mata kuliah yang sejenis”, ujar Riawan Yudi Purwoko, S.Si, M.Pd selaku ketua program studi pendidikan matematika Universitas Muhammadiyah Purworejo.  


Melania Eva Wulanningtyas sebagai ketua program studi pendidikan matematika UMBY juga menyatakan kegiatan perkuliahan nanti akan meliputi mata kuliah-mata kuliah yang berada pada semester 5, 6, dan 7 sehingga pada semester 8 mahasiswa sudah kembali ke kampus masing-masing.


Tidak hanya itu, ada kerjasama lain dalam bidang penelitian yang juga dilakukan pada pertemuan kali ini. Kerjasama ini disepakati melalui bendera fakultas dan diwakili oleh Dekan masing-masing yaitu Nuryadi dari FKIP UMBY dan Yuli Widiyono.


“Meski tidak semua program studi dapat terakomodir, semoga kerjasama antar fakultas ini tetap dapat dilaksanakan dengan sebaik-baiknya. Setidaknya bagi program studi pendidikan matematika dan program studi pendidikan bahasa Inggris.” Tambah Nuryadi dalam sambutannya.