Psikologi UMBY Jalin Kerjasama dengan Pusat Rehabilitasi YAKKUM

Sebagai bagian perwujudan komitmen pengabdian kepada masyarakat, pada tanggal (22/09/2020) Fakultas Psikologi Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) menandatangani kesepakatan kerjasama dengan Pusat Rehabilitasi YAKKUM Yogyakarta untuk Program Layanan Psikologi Komunitas.  Penandatanganan naskah kerjasama dilakukan oleh Dekan Fakultas Psikologi UMBY, Reny Yuniasanti, M.Psi, Psikolog., dengan Direktur Pusat Rehabilitasi YAKKUM, Chatarina Sari, SE. Penandatanganan MoU tersebut juga dihadiri oleh Wakil Dekan Fakultas Psikologi, Kepala Biro Layanan Psikologi  Fakultas Psikologi UMBY, serta Manajer Proyek Kesehatan Jiwa, Siswaningtyas Tri Nugroho, S.Sos., yang mewakili Pusat Rehabilitasi YAKKUM Yogyakarta.  


Program kerjasama antara Fakultas Psikologi UMBY dan Pusat Rehabilitasi YAKUM ini didasari atas kepedulian Fakultas Psikologi UMBY dan Yayasan YAKKUM dalam berperan serta mendampingi dan mengatasi permasalahan terkait dengan peningkatan kasus disabilitas psikososial yang dialami warga masyarakat di wilayah Yogyakarta termasuk di Kabupaten Kulon Progo.  Beberapa contoh kasus disabilitas psikososial tersebut berupa gangguan psikologis seperti skizofrenia, depresi, dan psikotik. Berdasarkan data dari Pusat Rehabilitasi YAKKUM Yogyakarta, jumlah orang dengan disabilitas psikososial di Kabupaten Kulon Progo menunjukkan angka yang cukup signifikan. Dari 5 desa dampingan YAKKUM di wilayah Kulon Progo, tercatat lebih dari 75 orang diidentifikasi mengalami disabilitas psikososial golongan berat, sedang, dan ringan.


Fakultas Psikologi UMBY bekerjasama dengan YAKKUM memberikan layanan konseling psikologi komunitas yang dilakukan oleh para psikolog UMBY dalam bentuk kunjungan rumah (home visit) dan terapi  aktivitas kelompok untuk orang dengan disabilitas psikososial di 5 Desa dampingan di Kecamatan Temon, Kabupaten Kulon Progo. Proses pendampingan dilakukan dengan bekerjasama dan berkoordinasi dengan perangkat desa dan Pusat Rehabilitasi YAKKUM untuk memastikan keamanan dan keselamatan warga dalam kondisi pandemi Covid-19. Selain itu langkah ini diharapkan juga dapat menggerakkan komunitas keluarga maupun perangkat desa untuk mendukung proses pemulihan dan rehabilitasi pasien dengan disabilitas psikososial.