Prodi BK UMBY Selenggarakan Stadium General bagi Mahasiswa Baru

Program Studi Bimbingan dan Konseling (BK), Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY), menyelenggarakan Stadium General yang menghadirkan 3 narasumber yang berkompeten dibidangnya. Kegiatan ini diselenggarakan secara online melalui platform Zoom. Meskipun demikian, para peserta sangat antusias dalam mengikuti acara yang dihadiri 200 peserta via daring ini. Rabu, (14/10/2020)


Kaprodi Bimbingan dan Konseling (BK), Luky Kurniawan, M.Pd., dalam sambutannya menyatakan kegiatan ini di laksanakan dalam rangka menyiapkan para mahasiswa dan juga menguatkan para konselor disekolah untuk memiliki knowledge, competence dan personality attributes.


Ketiga hal tersebut penting dimiliki para mahasiswa program studi Bimbingan dan Konseling sebagai calon konselor, dan para Guru BK di sekolah untuk menjadi seorang konselor yang profesional,” tutur Luky Kurniawan, M.Pd.,


Dr. Suwarjo, M.Si sebagai narasumber pertama menyampaikan para konselor perlu memiliki identitas diri yang jelas dan menunjukkan keaslian diri apa-adanya. “Menjadi konselor sebagai profesi helper, perlu untuk menyejahterakan diri terlebih dahulu sebelum menyejahterakan orang lain. Hal ini terkait agar konselor tidak mengorbankan privasi diri dan tidak mudah mengalami kejenuhan dalam melaksanakan pekerjaannya,” tutur Dr. Suwarjo, M.Si


Narasumber yang ke dua, Dr. Muslihati, S.Ag, M.Pd. menyampaikan pentingnya para Guru BK untuk menerapkan HOTS (Higher Order Thinking Skills) dalam membantu peserta didik agar mampu berpikir kritis dan tidak melakukan tindakan-tindakan yang akan merugikan.


“Pada pelaksanaan konseling, konselor harus menghindari ekspektasi yang terlalu berlebihan bahwa konseli akan bisa berubah dan menyelesaikan permasalahannya dengan bantuan konselor. Sebaliknya konselor harus memiliki kemampuan untuk meyakinkan para peserta didik bahwa dia memiliki potensi untuk bisa menyelesaikan masalahnya sendiri,” tutur Dr. Muslihati, S.Ag, M.Pd.


Terakhir, narasumber ketiga, Natri Sutanti, M.A, menjabarkan tentang pentingnya para konselor untuk terus melakukan evaluasi dan supervisi dalam pelaksanaan layanannya. Hal ini penting agar konselor tidak berpuas diri dan dapat terus meningkatkan kualitas pelayanannya pada para peserta didik agar semakin baik. “Konselor juga perlu memiliki indikator keberhasilan layanan untuk melihat seberapa baik layanan konseling yang telah diberikan. Hal ini dicirikan dengan konseli atau peserta didik yang mendapatkan layanan konseling merasa terbantu, menunjukkan perubahan yang positif dan konseli menunjukkan pencapaian yang baik,” tutur Natri Sutanti, M.A