BK UMBY dan MGBK, Gelar Seminar Online Launching SIMPOSIDU

Guru Bimbingan dan Konseling dituntut untuk terus beradaptasi dalam dunia pendidikan yang berjalan dinamis. Metode konvensional yang telah digunakan selama ini dalam memberikan pelayanan pada siswa disekolah, perlu dievaluasi sebagai upaya peningkatan kinerja konselor. Salah satu inovasi pelayanan yang dikembangkan Musyawarah Guru Bimbingan dan Konseling (MGBK) Provinsi Jawa Tengah  bekerja sama dengan Prodi Bimbingan dan Konseling, Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) adalah aplikasi Sistem Potensi Individu (SIMPOSIDU).


Berperan sebagai narasumber dalam seminar online launching SIMPOSIDU, Dosen Prodi Bimbingan dan Konseling, Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY), Abdul Hadi., M.Pd. memaparkan mekanisme penggunaan SIMPOSIDU sebagai instrumen pengumpulan data siswa berbasis online. Acara yang dihadiri 100 Guru BK pada jenjang SMK se-provinsi Jawa Tengah yang berlangsung Rabu, (07/07/2020)


Acara tersebut dilaksanakan menggunakan aplikasi Zoom, dan mendapat antusiasme tinggi dari peserta. Para peserta tertarik dengan aplikasi yang merupakan adaptasi dari buku catatan pribadi (CR) dimana telah dikembangkan sebelumnya oleh Abdul Hadi, M.Pd di lingkungan SMK. Aplikasi SIMPOSIDU adalah jawaban dari keresahan para Guru BK dikarenakan ruangan BK yang penuh sesak dengan buku pribadi siswa. Aplikasi tersebut menjadi ruang untuk menyimpan data base pribadi yang sangat dibutuhkan khususnya peserta didik dan tak lain untuk guru BK di sekolah menengah.


pada kesempatan launcing tersebut, dihadiri Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS), Samiran, dalam sambutannya menyampaikan bahwa “aplikasi ini merupakan aplikasi monumental dan harus didukung sebagai aplikasi karya anak bangsa yang akan sangat membantu kinerja Guru BK di sekolah. Bisa dibayangkan penghematan tempat yang terjadi dengan mengubah buku pribadi siswa selama 3 tahun menjadi sistem digital”


Secara isi, SIMPOSIDU memiliki pendataan yang lebih lengkap dari pada buku CR yang lebih dahulu dikembangkan pada tahun 2016. Ditambah lagi dalam aplikasi tersebut telah dilengkapi dengan fitur chatting secara realtime dan juga tombol darurat. Diharapkan dengan adanya fitur tersebut, akan semakin memudahkan siswa untuk mendapatkan layanan yang responsif dari guru BK.


Para guru BK yang tergabung dalam MGBK Jawa Tengah menyambut positif peluncuran aplikasi tersebut dan dalam waktu dekat akan mengaplikasikannya di instansi masing-masing. Ketua MGBK Provinsi Jawa Tengah, Winda Wibisono, S.Pd, menyatakan bahwa Asosiasi Bimbingan dan Konseling Jawa Tengah akan mengkoordinasikan dan memfasilitasi implementasi aplikasi tersebut. Diharapkan kedepan aplikasi tersebut tidak hanya diterapkan di Jawa Tengah saja, melainkan menjangkau Guru BK diseluruh Indonesia.