Fikomm UMBY Berbagi Seri ke-8, Pandemi Covid-19 dan Pertarungan Opini Publik

Fakultas Ilmu Komunikasi dan Multimedia (Fikomm) Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) menyelenggarakan Fikomm berbagi seri ke-8 dengan tema “Covid-19 dan Pertarungan Opini Publik. Menghadirkan Jaka Lelana, Produser Eksekutif Trijaya FM Jakarta yang juga aktif sebagai dosen,  serta M.Nastain selaku perwakilan dari Fikomm Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY), Rabu, (01/07/2020)


Fikomm Berbagi Ilmu seri ke-8 ini diikuti oleh 100 peserta Zoom Meeting yang berasal dari mahasiswa DIY dan luar DIY, pegawai BUMN dan pelaku UMKM. Tak hanya web conferencing, Fikomm Berbagi Ilmu juga memfasilitasi peserta yang tidak tertampung kuota meeting dengan streaming Youtube yang diikuti oleh lebih dari 200 peserta.


Sampai saat ini, fenomena Pandemic Covid 19 di masyarakat dimaknai secara beragam. Informasi yang beredar di ruang public menampilkan narasi yang berbeda-beda bahkan terkadang berseberangan. Kemampuan masyarakat untuk memverifikasi informasi sehingga tidak terjebak pada informasi palsu atau hoax. Persepsi yang terbentuk di masyarakat berkaitan dengan wabah covid-19 memiliki linieritas dengan efektifitas penanganan pandemic.


Jaka Lelana, menanggapi hal ini seabagi sebuah tugas besar bagi para professional dalam memproduksi informasi yang tepat dan akurat serta sosialisasi yang massif kepada masyarakat. Hal ini dilakukan sebagai pondasi dalam membentuk opini masyarakat, didasarkan pada data yang akurat. Media menyediakan diri sebagai parter pemerintah dalam menyebarkan informasi edukasi kepada masyarakat. Hal ini dapat dijadikan sebuah gerakan pada media.


Sementara, Nastain berpendapat bahwa pembentukan opini di masyarakat dipengaruhi oleh beberapa factor. Diantaranya latar belakang budaya masyarakat, nilai-nilai yang diyakini serta ada factor pengalaman dan pengetahuan. Baginya setiap individu bertanggung jawab terhadap persepsi yang dibentuknya.


Kelas Online Fikomm Berbagi Ilmu Seri ke-8 ini diharapkan masyarakat memiliki kemampuan untuk berperan dalam membentuk budaya media yang sehat. Salah satunya dengan memilah informasi sebelum disebarluaskan melalui media social. Kredibilitas sumber media menjadi prioritas dalam mencari informasi, khususnya terkait pandemic Covid 19. Bukan hanya memutus mata rantai penularan virusnya, namun menjadi tanggung jawab bersama untuk turut memutus informasi hoaxnya.