Ramadhan Berbagi Bersama HMPS Psikologi UMBY

Ramadhan Berbagi merupakan agenda rutin yang telah dirancang oleh Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Psikologi Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY). Tak terkecuali pada tahun ini, meskipun ditengah merebaknya wabah corona yang semakin menghawatirkan hal itu tidak menyurutkan perwakilan mahasiswa untuk membagikan donasi berupa makanan takjil kepada masyarakat kurang mampu dan pihak-pihak yang membutuhkan.


Pada tahun ini, Ramadhan Berbagi HMPS Psikologi diadakan bertepatan dengan hari ke-28 ramadhan. Berbeda dengan tahun sebelumnya yang mengerahkan lebih banyak perwakilan mahasiswa. Berbekal dengan handsanitizer dan masker bagi masing-masing tim donasi, pada tahun ini pembagian takjil hanya dilakukan oleh 7 perwakilan mahasiswa agar tetap memperhatian larangan berkerumun dan menjaga physical distancing, Kamis (21/05/20).


Kegiatan dimulai dengan persiapan yang dilakukan pada pukul 14.00 WIB, mulai dari menentukan titik kumpul, persiapan perlengkapan, serta mengumpulkan perbekalan yang akan dibagikan kepada saudara yang kurang mampu, setelah melakukan sholat ashar, pada pukul 15.30 tim donasi bergerak menuju titik pembagian donasi yang telah disurvey sebelumnya. Dengan menggunakan sepeda motor untuk memudahkan mobilitas, tim donasi menyusuri beberapa titik donasi seperti Jalan Kemuning, sekitaran UGM, kemudian kearah timur menuju Jalan Persatuan, lanjut ke selatan menuju Jalan C. Simanjuntak, tim donasi banyak membagikan takjil kepada beberapa petugas kebersihan, pemulung, serta pengemis yang ditemui sepanjang perjalanan. Tim donasi melanjutkan perjalanan ke arah barat menuju Jalan Jendral Sudirman kemudian ke arah selatan Tugu Pal Putih menuju Jalan Mangkubumi hingga sepanjang Jalan Malioboro dengan membagikan takjil kepada tukang becak yang mangkal di sepanjang jalan tersebut.


Seperti yang kita ketahui, dengan ditutupnya hampir seluruh kegiatan ekonomi di Malioboro yang selama ini menjadi jantung pariwisata Yogyakarta membuat beberapa usaha harus menutup sementara kegiatannya guna mencegah penularan COVID-19. Tak jauh berbeda dengan tukang becak yang kesehariannya menggantungkan hidup di jalan pun kerap tak memiliki pemasukan sama sekali karena tak menghantarkan satupun wisatawan dalam sehari. Untuk itu, besar harapan seluruh perngurus HMPS untuk tetap memupuk rasa kepedulian dengan mambantu saudara yang membutuhkan bantuan ditengah pandemi corona.


“Terimakasih mas dan mba atas sedekahnya, semoga menjadi amal dan berkah kagem panjenengan” ucapan salah satu tukang becak yang kami temui yang mengaku kerap pulang dengan tangan kosong karena sepinya job menggenjot pedal becaknya.


Banyak yang menganggap bahwa sedekah dijalan ini dilarang, karena memberikan uang kepada orang yang meminta-minta di jalanan sehingga terkena peraturan daerah. Berbeda dengan memberikan takjil di bulan Ramadhan dipinggiran jalan ketika wkatu bebuka puasa, Rasulullah SAW menganjurkan kita untuk memberikan sedekah takjil kepada siapa saja yang berpuasa dan dinilai sebagai ibadah utama karena barang siapa yang memberikan makan orang yang berpuasa data datangnya waktu adzan maghrib, maka ia akan mendapatkan pahala puasa dari orang yang diberi makan.


Eko Gandhi Wijaya selaku ketua Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Psikologi yang turut menjadi tim donasi pada sore itu menjelaskan bahwa, “Persiapan yang dilakukan teman-teman sangat singkat, hanya perencanaan H-3 hari yang sangat matang, lalu pengumpulan donasi, kemudian eksekusi. Kendati demikian, Alhamdulillah kegiatan berjalan dengan lancar. Dengan dukungan semua pihak dari dosen pembimbing dan teman-teman mahasiswa tak kurang sebanyak 70 bungkus nasi telah habis dibagikan sebelum pukul 17.30 WIB,” ucap Eko Gandhi


Ketua Tim Donasi, Nova Tio Anggara menyampaikan bahwa tantangan yang tim donasi hadapi diantaranya “Sektor pariwisata sepi, banyak warung tutup, dan mendekati lebaran beberapa rumah makan sudah tidak menerima pesanan alhamdulillah kegiatan selesai tepat waktu dan didukung dengan cuaca yang cerah meskipun diprediksi tim donasi akan bertemu dengan hujan ringan.” ucap Nova Tio Anggara


Semoga kegiatan serupa tetap dapat terlaksana pada tahun-tahun berikutnya agar dapat mengingatkan kita untuk selalu bersyukur atas nikmat sehat, nikmat waktu dan nikmat rezeki yang kita miliki. Dan semoga wabah corona di Indonesia segera mereda agar kagiatan masyarakat dapat kembali normal seperti sedia kala.