Lagi, Mahasiswa UMBY Berbagi Sembako untuk Masyarakat

Sebagai bentuk dukungan dan kepedulian ditengah pandemi Covid-19 yang melanda negeri ini, Keluarga Mahasiswa Kelas Karyawan Program Studi Teknologi Hasil Pertanian (THP) Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) merasa terpanggil untuk turut membantu masyarakat yang terdampak, terutama di wilayah Yogyakarta dan sekitarnya.


Dengan tema “Kita Peduli, Kita Memberi Arti #2”, mahasiswa  menggalang donasi yang kemudian disalurkan dalam bentuk paket sembako dan juga masker. Penggalangan donasi telah dilakukan selama 10 hari yang dipublikasikan melalui media sosial.


“Alhamdulillah, selama 10 hari penggalangan donasi, setidaknya sebanyak 150 paket sembako telah siap untuk kami bagikan hari ini. Bukan hanya paket sembako, kami juga membagikan masker kain pada tiap-tiap paket tersebut,” tutur Dian Angraeni selaku koordinator acara, disela-sela pembagian sembako, Minggu (17/5/20).


Dimas Prihantoro, selaku Ketua Penggalangan Donasi menambahkan bahwa  kegiatan sosial kedua dari Keluarga Mahasiswa Kelas Karyawan Program Studi Teknologi Hasil Pertanian (THP) Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY), sebelumnya telah  melakukan kegiatan di salah satu Panti Asuhan di daerah Bantul pada Bulan Suci Ramadhan, namun dikarenakan Ramadhan tahun ini kita semua tengah berada dalam pandemi Covid-19 maka kegiatan kami lakukan dengan pembagian paket sembako kepada masyarakat dan mahasiswa terdampak.


Kegiatan ini juga mendapat dukungan penuh dari Prof. Dr. Ir. Dwiyati Pujimulyani, M.P selaku Ketua Prodi Teknologi Hasil Pertanian (THP) Universitas Mercu Buana Yogyakarta UMBY.  Pembagian paket dimulai dari kawasan Tugu Jogja yang dilanjutkan dengan menyusuri jalan hingga menuju Jalan Kusumanegara. Target pemberian sembako adalah tukang becak, pemulung, pedagang keliling, ojek online dan masyarakat lain yang membutuhkan. Beberapa mahasiswa terdampak yang tidak bisa mudik serta diberhentikan dari pekerjaannya juga diberikan bantuan.


“Semoga dengan sedikit bantuan ini masyarakat dapat sedikit terbantu untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan semoga pandemi ini segera berakhir, karena kami juga rindu berkegiatan dan kuliah seperti biasanya” ungkap Dimas.


Salah satu pedagang angkringan yang tidak mau disebutkan namanya mengatakan bahwa sejak pandemi ini  dagangan sepi, omset turun drastis hampir 90%.


“Alhamdulillah dapat bantuan dari mahasiswa, sedikit dapat meringankan kebutuhan sehari-hari  karena kalau jualan saja sekarang nombok”, jelasnya.


Panitia mengucapkan terimakasih kepada para donatur yang telah memberikan bantuan sehingga kegiatan ini dapat berjalan dengan lancar.


 “Kami juga mengucapkan banyak terimakasih kepada para donatur, mulai dari mahasiswa, dosen, hingga masyarakat umum yang tergerak hatinya untuk turut ambil bagian dalam kegiatan positif ini. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan kesehatan dan rejeki yang berkah untuk para donatur sekalian,’ imbuh Dian, mewakili teman-teman panitia kegiatan.