Ratusan Mahasiswa Peserta KKN UMBY di Terjunkan Hari Ini

          Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) kembali terjunkan secara serentak sebanyak 507 mahasiswa untuk mengikuti Kuliah Kerja Nyata Program Pembelajaran Masyarakat (KKN-PPM) angakatan XXXVI. KKN Reguler sejumlah 30 kelompok diterjunkan di Kecamatan Windusari,  Kabupaten Magelang, KKN Tematik di 7 pasar tradisional di Kota Yogyakarta dan Kabupaten Sleman, KKN Mandiri di Kabupaten Bantul, KKN untuk penyandang difable di Kecamatan Sedayu serta ada juga kelompok KKN yang focus menggarap Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) di Desa Argodadi, Argosari di Kecamatan Sedayu dan KKN di BUMDES Desa Margosari, Kecamatan Pengasih Kabupaten Kulon Progogo. Kegiatan KKN-PPM ini akan dilaksanakan selama 1 bulan. Pelepasan KKN dilakukan oleh Wakil Rektor 1 Dr. Ir. Bayu Kanetro, M.P pada tanggal 27 Januari 2020 di Kampus Pusat UMBY di Jalan Wates, Sedayu, Bantul.


        Wakil Rektor Dr. Bayu Kanetro berpesan para mahasiswa KKN untuk sungguh-sungguh menjalankan berbagai program yang dibutuhkan masyarakat. Karena KKN merupakan wujud nyata sumbangsih mahasiswa dalam memecahkan berbagai permasalahan dan memberdayakan masyarakat di perdesaan dan pasar tradisional maupun BUMDES. Mahasiswa juga dibekali dengan 5 C (Colaboration, Creativity, Critical Thinking, Communication and Character).  Karakter tersebut sangat dibutuhkan mahasiswa dalam menjalankan program-program KKN-PPM di masyarakat. "KKN UMBY tersebut merupakan upaya untuk menyiapkan mahasiswa sebagai calon-calon pemimpin bangsa di berbagai bidang," kata Bayu.


        Koordinator KKN-PPM UMBY Agustinus Hary Setyawan, M.Pd mengatakan, pada KKN semester ini mengambil tema Angudi Mulyaning Bangsa. "Ini sejalan dengan visi UMBY  sebagai Universitas yang tidak saja unggul, bermutu, melainkan juga bermanfaat bagi masyarakat luas," terang Hary.


        Kepala LPPM UMBY,  Awan Santosa, SE, M.Sc sekaligus co-founder gerakan Sekolah Pasar menegaskan komitmennya untuk terus menerjunkan mahasiswa KKN-PPM di pasar-pasar tradisional, mulai focus ke penyandang difable dan juga BUMDES. “Hal ini sesuai dengan tekadnya untuk menjadikan UMBY sebagai kampus terdepan dalam mendorong kolaborasi, koperasi, dan digitalisasi baik KKN Reguler, KKN Tematik pasar tradisional maupun KKN Penugasan (untuk penyandang difable dan BUMDES) di Indonesia," tegas Awan.