KKN UMBY Ajak Komunitas Difabel “Pinilih” Unjuk Potensi

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) menggandeng komunitas disabilitasl yang diberi nama  “Pinilih” untuk   menggali potensi warga difabel di Kecamatan Sedayu agar semakin mandiri dan berkembang.


“Nama pinilih sendiri dalam bahasa jawa adalah terpilih, maksudnya keluarga difabel adalah orang-orang yang terpilih karena keterbatasannya untuk berjuang lebih kuat dari masyarakat non difabel. Terpilih oleh Tuhan, bukan sebagai kutukan apalagi buangan bahkan lebih disayang Tuhan” tutur MbakTri panggilan sehari-hari Maria Tri Suhartini, SE. selaku Ketua Paguyuban (komunitas) Pilinih. Menurutnya  bahwa penyandang disabilitas di Kecamatan Sedayu yang terdata ternyata cukup besar lebih dari 100 orang dan mungkin masih ada yang belum terdata juga.


Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat UMBY, Awan Santosa SE, M.Sc mengatakan semester ini UMBY menerjukan 508 mahasiswa KKN yang terdiri regular, tematik dan mandiri, dan KKN penugasan khusus. Ada 2 kelompok KKN yang bertugas khusus untuk terjun di komunitas difabel pinilih ini.   Selama 1 minggu ini 2 kelompok KKN  ini sudah melakukan pemetaan dan sosialisasi dengan paguyuban Panilih sebelum diterjukan secara resmi pada 27 Januari 2020.


Dosen pembimbing KKN di paguyuban panilih  Rina Dwiarti, SE, MM dan  Nanda Yunika Wulandari, S.Psi., M.Psi., Psikolog  berharap semoga KKN UMBY di paguyuban Pinilih ini benar-benar membawa manfaat, bisa membatu saudara-saudara yang berkebutuhan khusus. Setelah pemetaan dan sosialisasi dengan paguyuban pinilih maka dalam KKN ini  selain melakukan program pendataan yang sistematis dan inovatif juga program utamanya adalah  berfokus pada usaha-usaha produktif serta pendampingan psikologis.


“Yang pertama terkait dengan usaha produktif yang sudah dirintis selama ini, artinya dalam keadaan yang seperti itu mereka sudah menjalankan usaha-usaha produktif/bisnis maka KKN ini kita harapkan bisa memberikan memberikan dorongan agar mereka bisa  skill up arahnya ke pengembangan industri kreatif berbasis disabilitas bahkan dimungkinkan ada usaha bersama saudara-saudara kita disabilitas milik desa, semacam BumDes Disabilitas” tutur Awan.


Program studi unggulan di UMBY salah satunya fakultas psikologi yang akreditasi A sejak lama, sehingga mahasiswa KKN dari Fakultas Psikologi dapat memberikan motivasi dari   pendekatan psikologis bagi saudara-saudara disabilitas, sehingga akan mendorong saudara-saudara disabilitas di daerah Sedayu semakin percaya diri untuk mandiri. Sebagian besar anggota PINILH di Sedayu bekerja di bidang informal dan belum mendapatkan ilmu dan pengalaman bagaimana pengembangan usahanya. Harapannya pembekalan ilmu market online ini,dan kepercayaan diri maka income bisa bertambah yang efeknya kesejahteraan penyandang disabilitas meningkat.


Maria Tri Suhartini, SE lebih lanjut mengatakan  merasa sangat senang adanya KKN tematik dari UMBY yang akan berlangsung 27 Januari– 26 Februari 2020. Yang sejak pertengahan Januari sudah melakukan pemetaan dan sosialisai pada paguyuban pinilih.  Selain menambah asupan energi untuk mengembangkan forum dengan kegiatan-kegiatan positif bagi anggota, juga menambah amunisi untuk memperjuangkan kesetaraan penyandang disabilitas Sedayu.


“Kepedulian sektor pendidikan UMBY sangat kami perlukan agar cita-cita kami Sedayu menjadi inklusi, peduli pada kelompok rentan agar bisa  penyandang disabilitas tidak terdiskriminasi dan turut berpartisipasi dalam pembangunan Indonesia semakin tersuarakan semakin luas” tegas Tri penuh semangat.


Camat Sedayu, Sarjiman, SIP, ME berharap adanya KKN khusus disabilitas ini akan semakin membentuk pribadi-pribadi penyandang disabilitas di wilayah Sedayu bisa berdaya secara ekonomi, percaya diri karena bertemu banyak pihak dan akhirnya kesejahteraan dan kemandiri tercapai. Bagi forum sendiri, bisa semakin kuat dan berkembang sebagai wadah teman-teman penyandang disabilitas Sedayu.