Mahasiswa Magister Ilmu Pangan UMBY Ikuti Kuliah Umum Ketahanan Pangan

Guna menambah bekal dan wawasan mahasiswa, prodi Magister Ilmu Pangan (MIP) Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) selenggarakan Kuliah Umum Ketahanan Pangan, Sabtu (04/01/20). Bertempat di Fakultas Agroindustri Kampus I UMBY, tema yang diangkat dalam kuliah umum yakni Ketahanan Pangan di Era Industri 4.0, dengan menghadirkan dosen tamu peneliti dari Kelompok Penelitian Teknologi Pangan Fungsional BPTBA LIPI yang juga anggota pokja ahli Dewan Ketahanan Pangan DIY, Yuniar Khasanah, S.TP., M.Sc. Sedangkan pengampu mata kuliah Ketahanan Pangan yakni Dr. Ir. Didiet Heru Swasono, MP.


Kaprodi MIP, Dr. Ir Siti Tamaroh, CM. M.P, menyatakan bahwa perlu strategi khusus menghadapi era industri 4.0, terkait dengan ketahanan pangan. “Strategi khusus untuk menghadapi era industri 4.0 ini harus dipahami oleh mahasiswa Magister Ilmu Pangan. Harapannya para mahasiswa mampu memiliki pemecahan terhadap permasalahan sektor pertanian di era industri 4.0 ini,” ujar Siti Tamaroh.


Disampaikan oleh Yuniar Khasanah bahwa revolusi industri 4.0 melahirkan sebuah inovasi yang mendobrak kebiasaan masyarakat saat ini. Di bidang pertanian, dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas, meminimalkan limbah, serta dapat mengurangi upaya yang lebih merepotkan dalam pengelolaan tanaman. Namun, terlepas dari banyaknya tantangan yang dihadapi pertanian Indonesia haruslah mengikuti perkembangan zaman yaitu pertanian yang berbasis teknologi agar dapat menyokong kemajuan pertanian sehingga terciptalah petani Indonesia yang sejahtera serta masyarakat yang dapat mengonsumsi hasil pertanian yang berkualitas. Untuk mewujudkan hal tersebut perlu adanya dukungan dari pemerintah, kerjasama berbagai lembaga dan juga peran aktif masyarakat.


Transformasi pertanian tradisional ke pertanian modern merupakan implementasi dari revolusi industri 4.0 di bidang pertanian. Revolusi industri 4.0 sektor pertanian yang akan datang sedang bereksperimen dengan model dan inovasi bisnis baru, yaitu: pertanian presisi, pertanian vertikal, pertanian pintar (smart farming), big data, sensor dan drone, alat analisis, internet pertanian, dan otomatisasi alsintan (alat dan mesin pertanian) adalah beberapa teknologi yang mendukung industri 4.0. Pemanfaatan Internet of Thing (IoT) dalam internet pertanian adalah untuk menghubungkan benda-benda sekitar kita dengan internet melalui smartphone maupun gadget lainnya.


Revolusi industri saat ini memasuki fase keempat atau dikenal dengan revolusi industri 4.0. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang sangat pesat memberikan dampak yang besar terhadap kehidupan manusia. Banyak kemudahan dan inovasi yang diperoleh dengan adanya dukungan teknologi digital. Revolusi  industri 4.0 akan mempengaruhi proses produksi di berbagai bidang, diantaranya sektor pertanian. Dampak positif yang dirasakan adalah proses usaha tani akan menjadi semakin efisien, sehingga terjadi efisiensi, peningkatan produktivitas, dan daya saing. Kondisi ini sangat mendukung tercapainya ketahanan pangan. Namun, disisi lain, penggunaan teknologi akan mengurangi banyak keterlibatan manusia dalam proses bisnis yang dilakukan. Hal ini berdampak pada peningkatan pengangguran. Untuk itu, dibutuhkan SDM yang memiliki karakter yang kuat, menguasai teknologi dan selalu ikut dalam perkembangan jaman.