FIKOMM UMBY dan USM Bahas Komparasi Media Indonesia-Malaysia

Internet dan media sosial memberikan pengaruh yang signifikan dalam perkembangan industri media di Indonesia dan Malaysia. Kini, sebagian besar media massa di Indonesia dan Malaysia telah bergeser dari semula menggunakan media konvensional seperti media cetak dan penyiaran, menjadi media online.


Hal tersebut mengemuka dalam kegiatan Lecture Exchange atau pertukaran pengajar antara Fakultas Ilmu Komunikasi dan Multimedia Universitas Mercu Buana Yogyakarta (FIKOMM UMBY) dan School of Communication Universiti Sains Malaysia (USM), Senin (04/11/19) lalu.


Dalam kesempatan tersebut, dosen komunikasi dari USM, Dr. Mohamad Saifudin menuturkan, sejumlah media cetak di Malaysia banyak yang telah tutup dan berpindah ke media online. Hal tersebut juga sejalan dengan pola konsumsi khalayak media di Malaysia yang kini telah bergeser.


"Sebagian besar masyarakat di Malaysia aktif menggunakan media sosial dan internet untuk mencari berita dan informasi. Inilah yang membuat perubahan besar dalam industri media di Malaysia yang kini banyak berbasis media online," tuturnya.


Hal senada juga diungkapkan oleh Dekan FIKOMM UMBY, Didik Haryadi Santoso, M.A. Menurutnya, generasi millenial di Indonesia sudah jarang membeli koran atau menonton televisi, namun sebagian besar waktunya dihabiskan dengan mengakses media online.


"Di Indonesia, media online juga mendominasi konsumsi utama generasi millenial sekalipun keberadaan media konvensional tetap diminati," ungkapnya.


Didik menambahkan, perubahan besar industri media juga menjadikan sekat antara berita yang benar dan berita bohong seringkali sulit dibedakan.


"Karenanya tantangan bagi akdemisi maupun generasi mendatang adalah generasi yang terliterasi. Tidak hanya sebagai konsumen pasif media namun juga mampu menyaring informasi di jagad dunia maya," tandasnya.


Kegiatan Lecture Exchange antara FIKOMM UMBY dan School of Communication USM merupakan implementasi dari nota kesepahaman yang telah disepakati bersama. Dalam kegiatan tersebut juga diperoleh beberapa kesepakatan lanjutan, diantaranya kolaborasi riset internasional, pengabdian internasional, visiting lecture internasional, publikasi book chapter internasional, student exchane dan produksi karya bersama mahasiswa.