Peran Mahasiswa Bersama UMKM Di Era Revolusi Industri 4.0

Kemajuan teknologi begitu pesat, salah satunya ialah digitalisasi dari segi pemasaran hingga proses administrasi. Tekhnologi merupakan hal yang tidak bisa dihindari dan masyarakat serta internet merupakan dua hal yang tak terpisahkan, maka dari itu, anak muda memiliki peranan yang penting dalam menumbuhkan perekonomian melalui tekhnologi digital. Demografi Indonesia menjadikan salah satu momentum untuk mengembangkan usahanya dengan teknologi.


Anak muda merupakan aspek yang diharapkan bersinergi dalam menciptakan ekonomi Indonesia yang lebih baik. Mencermati perekonomian dan peran serta anak muda dalam menumbuhkan ekonomi di era 4.0 juga dengan implementasinya dalam perkembangan bisnis maka dalam rangka Dies Natalis Fakultas Ekonomi UMBY, Program Studi Manajemen bekerja sama dengan Himpunan Mahasiswa Program Studi  Manajemen menyelenggarakan seminar nasional dengan tema“The First Young Business: Peran Pemuda Bersama UMKM Untuk Negeri Di Era Revolusi Industri 4.0pada 31 Oktober 2019 di Auditorium kampus 3 UMBY .


Acara dibuka langsung oleh wakil dekan Fakultas Ekonomi, Mushawir , SE, MM, dalam sambutannya diingatkan agar mahasiswa   memperdalam dan mengembangkan pengetahuan tentang Ilmu UMKM.,   motivasi lebih pada mahasiswa untuk berani berwirausaha, sehingga mahasiswa menyadari akan pentingnya entrepreneur untuk kemandirian perekonomian bangsa Indonesia.


Mendatangkan Royke Sahetapi.MM,.MsC. (Raja UMKM Jakarta ), Sarah Salsabila Keihl.S.IP (CEO 7 Branch Restaurants) dan Agus Mulyono, Sp. MT (Kepala Bidang Kewirausahaan KUKM) dipandu oleh moderator Lia Amalia. Acara ini diikuti oleh lebih dari 400 peserta juga dihadiri oleh dekan, kaprodi manajemen, turut hadir dari dosen-dosen program studi manajemen dan akuntansi serta perwakilan dari Lembaga Kemahasiswaan seperti BEM FE UMBY, Himpunan Mahasiswa Akuntansi UMBY serta Himpunan Mahasiswa Manajemen


Pemateri di awali dari Kepala Bidang Kewirausahaan KUKM DIY yaitu Agus Mulyono Sp., MT yang menyampaikan berbagai program dari Dinas Koperasi dan UKM serta kesempatan-kesempatan bagi para pengusaha untuk memulai usahanya. Dinas koperasi dan UKM DIY juga memiliki berbagai program seperti incubator UMK, Diklat, pelatihan branding produk, fasilitas label halal, pendanaan program bagi pemula, elgalitas dan penyediaan co-working space.


Dilanjutkan pemateri kedua yaitu Royke Sahatepi, MM,. M.Sc menyampaikan bahwa pemuda haruslah bermental emas, memiliki kreativitas dan tau potensi di lingkungannya untung dapat mengembangkan usaha dan membantu dalam penciptaan lapangan pekerjaan, dengan prinsip menjadi INVESTOR dan Kolaboras kita invest lalu pekerjanya setor di harapkan menjadi role bisnis baru yang memudahkan untuk mengawali berwirausaha.


Pemateri yang terakhir yaitu Sarah Salsabila., S.IP atau yang sering di kenal sebagai Sarah Keihl memberikan gambaran bagaimana kita harus menjadi manusia yang visioner dan menangkap setiap peluang dengan baik dan enuh inovasi. Sarah Keihl juga menjelaskan untuk memulai berwirausaha sejak dini, melatih diri untuk tidak dimanjakan oleh hasil kerja keras orang tua, harus memulai survive sejak dini, belajar gagal, belajar sukses hingga akhirnya mendapatkan momentum terbaiknya