Sebanyak 629 Mahasiswa UMBY Ikuti Prosesi Wisuda

Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) menggelar Wisuda Program Sarjana ke-41 dan Program Pascasarjana ke-16 Tahun Ajaran (T.A) 2019/2020 periode Oktober 2019. Kali ini, wisuda diikuti sebanyak 629 lulusan yakni 610 orang Sarjana Srata 1 dan 19 orang Pascasarjana Strata 2. Wisuda diadakan di Jogja Expo Center, Rabu (23/10/2019).


“Dengan adanya wisuda ini, maka sejak berdirinya sebagai Universitas Wangsa Manggala, UMBY telah mampu mempersembahkan kepada bangsa Indonesia sebanyak 14.550 orang,” kata Rektor UMBY Dr Alimatus Sahrah, M.Si, MM saat menyampaikan sambutan. Alimatus menambahkan, keberhasilan pengelolaan Perguruan Tinggi diantaranya diukur dari persentase jumlah lulusan terhadap jumlah mahasiswa terdaftar, dan Angka Efisiensi Edukasi (AEE) yang diukur dari persentase mahasiswa yang dapat lulus tepat waktu.


“Saat ini nilai AEE rata-rata UMBY adalah 55,57 persen dan produktivitas lulusan terhadap student body sebesar 14,24 persen. Hal ini karena sebagian besar mahasiswa UMBY mampu lulus tepat waktu atau rata rata masa studi sekitar 3,5–4 tahun,” terang Alimatus. Alimatus menerangkan, dari 629 lulusan yang diwisuda periode ini yang mendapat IPK > 3.00 sebanyak 95 persen. Namun, hal yang membanggakan adalah 28 persen atau 175 lulusan berpredikat cumlaude atau dengan pujian, dengan rincian Program Studi (Prodi) Agroteknologi 15 Sarjana, Prodi Peternakan 30 Sarjana, Prodi Teknologi Hasil Pertanian 22 Sarjana.


Berikutnya, Prodi Manajemen 20 Sarjana, prodi Akuntansi 21 Sarjana, Prodi Psikologi 25 Sarjana, Prodi Teknik Informatika 10 Sarjana, Prodi Sistem Informasi 7 Sarjana, Prodi Pendidikan Matematika 9 Sarjana, Prodi Pendidikan Bahasa Inggris 6 Sarjana dan Prodi Ilmu Komunikasi 10 Sarjana.


Sementara itu, lulusan terbaik tingkat Universitas untuk Strata 1 dari Fakultas Agroindustri Prodi Peternakan dengan IPK 3,98 dengan masa studi 3 tahun 8 bulan diraih oleh Arthur Beni Sutirto. Lulusan termuda dengan usia 21 tahun, dicapai Handini dari Prodi Teknologi Hasil Pertanian. Kemudian, untuk program Magister Psikologi lulusan terbaik dengan IPK 3.65 diraih oleh Elsadi Musba.


Sedangkan, jumlah penerimaan mahasiswa baru T.A 2019/2020 adalah 2.923 orang berasal dari seluruh daerah dan provinsi di Indonesia. Mahasiswa baru asing sebanyak 6 orang, 4 mahasiswa dari Timor Leste dan 2 orang dari Kyrgiztan. Kemudian, jumlah mahasiswa aktif Prodi pada Semester Gasal T.A 2019/2020 sebanyak 9.829 dengan jumlah mahasiswa asing sebanyak 31 orang.


“Dengan adanya mahasiswa asing, menjadi salah satu parameter bagi UMBY untuk dapat menjadi perguruan tinggi yang unggul dan bertaraf internasional sesuai dengan persyaratan BAN (Badan Akreditasi Nasional),” terang Alimatus. Untuk menjawab revolusi pembelajaran era 4.0. Lanjutnya, mulai tahun akademik 2018/2019 proses pembelajaran di UMBY telah ditingkatkan dengan penerapan mata kuliah full e-learning dengan aplikasi e-learning berstandar internasional yaitu moodle. “Saat ini, tenaga Dosen di UMBY berjumlah 113 orang, persentase dosen S3 masih sekitar 13 persen. Namun, perkembangan dosen yang studi lanjut S3 cukup membanggakan yaitu sebanyak 14 orang atau 12,3 persen,” ucapnya.


 


Yayasan Wangsamanggala Rindangsari Kurniawati, MA menyatakan ke depan, kalian semua akan dihadapkan pada dunia nyata yakni kehidupan industri, jasa dan kemasyarakatan. Untuk itu, para alumni UMBY harus mampu bersaing, memiliki kompetensi yang tinggi dan kepribadian yang unggul. Kompetensi yang dimaksud berupa sertifikasi keahlian serta dalam bidang softskill yaitu sikap jujur, disiplin, tanggungjawab, kerjasama.


“Semua tantangan dalam dunia industri membutuhkan pengetahuan, ketrampilan, sikap dan kebiasaan sesuai dengan visi dan misi organisasi. Oleh karena itu, perguruan tinggi tidak sekedar menghasilkan pengetahuan atau ranah kognitif bagi mahasiswa. Namun, harus menghasilkan perilaku atau tindakan afektif,” jelasnya.


Dalam Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) nanti, ada delapan bidang profesi yang sudah mendapat Mutual Recognation Arrangement (MRA) yaitu Insinyur, Arsitek, Tenaga Survei, Dokter, Dokter Gigi, Perawat, Akuntan dan tenaga Pariwisata. “Saat ini banyak anak muda Singapura, Thailand dan Philipina mulai belajar bahasa Indonesia. Nah, hal ini harus menjadi tantangan bagi para wisudawan,” terang Rindangsari.


Setiap mahasiswa baginya, harus punya sertifikat profesi agar berguna bagi dunia industri. Kemudian, penguasaan bahasa asing mutlak diperlukan. Sebab, dengan adanya sertifikat profesi, bahasa asing serta sikap jujur, disiplin dan tanggungjawab itu, maka kita akan mampu bersaing.


“Dengan wisuda ini, semoga kalian ke depan memiliki prestasi-prestasi nyata. Karena bangsa Indonesia telah menunggu karya-karya kalian untuk bangkit menjadi bangsa dan negara yang besar, jadilah alumni UMBY yang membanggakan,” terang Alimatus Rektor UMBY dihadapan para wisuda periode Oktober 2019.