Generasi Millenial Menjadi Kunci Kemajuan Pertanian

Mahasiswa akan menjadi penentu kemajuan pertanian di masa yang akan datang, maka kaum muda intelektual khususnya mahasiswa  harus mampu dan mau berinovasi serta  kreatif,  yang sangat bermanfaat bagi kelangsungan pertanian di masa yang akan datang.


Hal itu diutarakan Kepala Direktorat Pembibitan dan Produksi Ternak, Dirjen Peternakan dan Keswan Kementrian Pertanian RI, Ir. Sugiono, MP pada seminar nasional dengan tajuk Creating Agropreneur In Millennial Era  Based on Sustainable Agriculture. Seminar ini diselenggarakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Agroindustri (FAI)  Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) pada sabtu (5/10) di Auditorium Kampus 3 Jln Ringroud Utara Depok Yogyakarta.


Seminar yang di buka langsung oleh dekan fakultas Agroindustri UMBY, Ir. Wafit Dinarto, M.Si ini menghadirkan 5 pembicara selain Ir. Sugiono juga mengundang tokoh  yang berkompeten di bidang pertanian dan kewirausahaan yaitu  Ir. Sugeng Purwanto, MMA dari Dinas Pertanian dan ketahanan pangan DIY,  Ir Sugeng Wahyudi, Sekjen GOPAN (Gabungan Organisasi Peternak Ayam Nasional) yang juga Alumni UMBY, Bapak To Suprapto founder Jogjo Tani Yogyakarta, Alfi Irfan founder dari ceo Agrisocio dan moderator oleh Agus Setiyoko, M.Sc,  dosen muda Ilmu Pangan UMBY


Sementara itu, Ir Sugeng Purwanto, MMA   menambahkan bahwa membangun pertanian memang amat penting. Terlebih di era revolusi industri yang ke-empat ini atau biasa disebut juga Industri 4.0. Revolusi industri ini ditandai dengan penggunaan mesin-mesin otomatis yang terintegrasi dengan jaringan internet. Sektor pertanian juga perlu beradaptasi dengan teknologi 4.0 untuk menjawab tantangan ke depan. Pasalnya, pertanian tak mungkin bisa mencukupi kebutuhan penduduk yang terus bertambah tanpa teknologi


Di era millennial ini, sistem informasi pertanian dan mekanisasi pertanian menjadi tools yang sangat strategis bagi institusi pendidikan khusunya dikalangan mahasiswa agroindustry   dalam upaya menghasilkan lulusan yang adaptif terhadap teknologi, yang siap terjun ke dunia kerja dan wirausaha agribisnis, berorientasi ekspor serta menjadi agents of changes dalam pembangunan pertanian, utamanya penyebaran informasi pertanian bagi stakeholders dan modernisasi pertanian


Ketua panitia Bayu Mahardika menyatakan seminar diikuti oleh   380 peserta dari berbagai daerah, bahkan perwakilan dari Universitas Hasanuddin Sulawesi Selatan juga hadir.


“Diharapkan  seminar ini akan mampu memotivasi bagi generasi muda  khususnya mahasiswa untuk tertarik menjadi pengusaha-pengusaha di bidang pertanian dari hulu sampai hilir.  Karena kenyataan dilapangan sekarang ini petani-petani muda di Indonesia semakin berkurang” tegasnya.