UMBY Gelar Acara Dies Natalis Ke-33

Diusianya yang ke-33 ini Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) terus menorehkan prestasi yang membanggakan. Atas prestasi yang diperoleh tersebut, UMBY merayakan puncak Dies Natalis ke-33, di Kampus Pusat, Jln Wates Km. 10 Yogyakarta, yang dihadiri oleh pejabat instansi se Kecamatan Sedayu, dan warga masyarakat serta keluarga besar UMBY.


Ketua Panitia Dies Natalis UMBY ke-33, Dr. Kamsih Astuti, M.Psi mengatakan sebelum acara puncak dies tahun ini, UMBY sudah dan akan  menyelenggarakan 48 agenda. Diantaranya, bersifat kebersamaan, forum ilmiah dengan seminar Nasional dan Internasional.


"Kemudian, ada juga berbagai lomba, jalan sehat, ziarah dan kunjungan ke mantan pimpinan Universitas Wangsa Manggala,"  kata Kamsih Astuti dalam siaran pers kepada TIMES Indonesia, Selasa (1/10/2019).


Rektor UMBY Dr. Alimatus Sahrah, M.Si, M.M mengatakan dalam era disrupsi sekarang ini, di mana perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan informasi demikian cepatnya. Maka tuntutan untuk senantiasa berinovasi adalah hal yang tak terhindarkan. Itulah sebabnya UMBY akan menggelar Innovation Summit di bulan November 2019.


“Di era industri 4.0 ini mahasiswa tidak hanya bisa dibebani dengan ilmu teoritis saja, tapi juga harus dengan inovasi di masing-masing bidang. Kalau perguruan tinggi tidak berproses mengikuti perkembangan jaman maka cepat atau lambat bisa ditinggalkan, karena sekarang yang dilihat adalah apa output dan outcome nya,” terang Alimatus.


Alimatus menambahkan, perguruan tinggi harus membawa dampak dan memberika. inovasi kepada masyarakat. Jika hal itu tidak dilakukan, maka artinya perguruan tinggi telah gagal.


"Jadi kita mau berbusa-busa saat mengajar tapi kalau tidak ada dampak dan inovasi pada masyarakat itu sama dengan nol. Kita berbicara mahasiswa lulus kompetensinya apa. Nah, ini yang ingin kami wujudkan ke depan adalah inovasi," imbuhnya.


Alimatus menjelaskan, untuk mewujudkan kampus inovasi, UMBY akan terus berupaya maksimal untuk mewujudkan lulusan yang memiliki kompetensi dan keahlian yang sinkron dengan dunia kerja.


"Untuk setiap lulusan kita sudah ada LSP (Lembaga Sertifikasi Profesi) sehingga setiap bidang harus memiliki ikatan dengan profesi masing-masing dan ada sertifikasinya," kata Alimatus usai acara puncak Dies Natalis ke-33 dengan tema Penguatan Kearifan Lokal dalam Revolusi 4.0 untuk Menuju Keunggulan UMBY yang Berwawasan Global. Selain itu, UMBY juga ada RKD (Rencana Kerja Dosen) dan setiap semester ada LKD (Laporan Kinerja Dosen).


"Dosen harus terus berupaya untuk meningkatkan kapasitasnya melalui riset dan pengabdian. Begitu pula terhadap mahasiswa didorong untuk perolehan prestasi mengikuti lomba olahraga dan lomba ketrampilan seni lainnya," ucapnya.


Tahun 2019 ini jumlah mahasiswa baru mencapai 3000 orang jika dibandingkan pada tahun-tahun sebelumnya, sehingga total student body UMBY saat ini adalah 10.000 mahasiswa. Kemudian, jumlah Program Studi (Prodi) dari sebelumnya ada 6 Prodi dan sekarang menjadi 16 Prodi yakni 13 Strata 1 dan 3 Strata 2.


“Kita sudah dapat akreditasi A di 3 Prodi yakni Psikologi, Akuntansi dan Manajemen dan tahun 2020 mimimum ada penambahan 7 Prodi yang mendapat akreditasi,” tutur Alimatus


Nantinya, setiap Prodi harus punya minimal 40 dosen S3. Sementara ini Dosen UMBY yang lulus S3 masih 25-30 persen saja. Utuk mencapai itu UMBY punya beasiswa ke luar negeri untuk mengejar program S3.  


“Tantangan ke depan yang sudah menunggu adalah upaya untuk mempertahankan prestasi yang telah diraih, dan meningkatkan prestasi menjadi semakin baik. Berharap agar kita selalu memperbahurui komitmen inovasi dan terus meningkatkan kinerja untuk mewujudkan hari depan lebih baik,” kata Rektor UMBY  ini