KKN-PPM UMBY Gelar Penyuluhan Teknologi pengolahan pakan ternak silase dari batang pisang

Kelompok KKN – PPM 23 UMBY beberapa waktu lalu mengadakan   penyuluhan Teknologi pengolahan pakan ternak silase dari batang pisang, bertempat di balai dusun pokoh II yang di hadiri oleh   Pak Dukuh Haryono dan warga pedukuan. Kegiatan penyuluhan ini bertujuan untuk mengenalkan manfaat  batang pisang  yang sering kali masih di biarkan di pekarangan rumah maupun di kebun, padahal banyak hal yang ada disekitar kita memiliki manfaat yang tidak kita duga.


Tajuk utama dalam pembuatan silase dari batang pisang ini ialah memanfaatan batang pisang yang tidak digunakan setelah diambil pisangnya dan menjaga pakan ternak ketika musim kemarau tiba disaat rumput sulit untuk dicari. Hal pertama yang kami lakukan ialah melakukan survei terkait kondisi geografis dusun serta melakukan wawancara eksklusif dengan menghubungi Pak Dukuh selaku pemimpin di dusun Pokoh II yang didalamnya tertuang beberapa pertanyaan krusial mengenai rata-rata pekerjaan penduduk, rata-rata pendidikan dan bagaimana sumber daya pohon pisang di wilayah dataran tinggi seperti dusun Pokoh II.


Hasil yang kami dapatkan ialah rata-rata pekerjaan penduduk sebagai buruh tani ada pula disalah satu warga yang memiliki ternak hanya sebagai tabungan saja dan buruh pabrik, sedangkan rata-rata pendidikanmya kebanyakan dari mereka ialah siswa lulusan kejuruan yang tidak memiliki pekerjaan tetap. Demi meningkatkan produktifitas peternak di dusun Pokoh II kami mengembangkan teknologi pengolahan pakan ternak (silase) dari batang pisang, harapannya adalah kedepannya banyak peternak yang memanfaatkan batang pisang sebagai pakan ternak dan supaya peternak tidak bingung lagi mencari pakan yang berkualitas.


Pakan menjadi faktor utama usaha peternakan. Tersedianya pakan yang cukup kualitas, kuantitas dan kontinuitas sangat berpengaruh terhadap keberhasilan usaha peternakan. Saat ini industri pakan di Indonesia sangat tergantung bahan pakan impor, padahal Indonesia memiliki banyak sumber pakan yang sangat berpotensi. Oleh karena itu, perlu adanya penelitian untuk mencari bahan pakan alternatif yang ketersediaannya melipah, berkualitas dan kontinuitasnya terjamin. Salah satu peluang bahan pakan alternatif yang bisa dimanfaatkan secara optimal adalah pemanfaatan limbah industri pertanian.


Pakan merupakan setiap  bahan yang dapat dimakan, disukai, dicerna dan tidak membahayakan bagi kesehatan ternak. Agar bahan dapat disebut dengan pakan maka harus memenuhi persyaratan tersebut. Pakan  adalah bahan yang dapat dimakan, dicerna dan diserap baik secara keseluruhan atau sebagian dan tidak menimbulkan keracunan atau tidak mengganggu kesehatan ternak yang mengkonsumsinya


Silase adalah hijauan pakan yang disimpan dalam keadaan segar dengan kadar air 60-70%, dihasilkan melalui proses fermentasi dalam kondisi an aerob (tanpa oksigen) pada kelembaban yang tinggi. Gedebok pisang atau batang pisang merupakan salah satu dari pohon pisang, gedebok pisang umumnya hanya dianggap sebagai limbah perkebunan, tidak banyak yang mengetahui bahwa gedebok pisang bisa digunakan untuk pakan ternak setelah difermentasikan. Fermentasi gedebok pisang adalah salah satu cara pemanfaatan dan pengawetan bahan pakan ternak, sehingga pada musim kemarau peternak tidak akan kesulitan bahan pakan.


Penyuluhan ini diadakan untuk menambah informasi mengenai manfaat batang pisang pada masyarakat melalui fermentasi batang pisang. Melihat penyuluhan yang diadakan ternyata warga Dusun Pokoh II memiliki antusiasme terhadap pembuatan fermentasi batang pisang. Hal ini dikarenakan masih jarang diketahui warga bahwa batang pisang  memiliki banyak manfaat bila di fermentasi bagi ternak besar, sapi, kambing maupun domba. Warga Dusun Pokoh II berharap setelah diadakan penyuluhan fermentasi pakan ternak dari tim KKN-PPM UMBY 23, masyarakat dapat meningkatkan kesejahteraannya, dan dapat memanfaatkan batang pisang sebagai pakan ternak dan juga mengurangi biaya beli pakan.