UMBY Terjunkan 1.021 Mahasiswa KKN

Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) lepas mahasiswa KKN angkatan XXXV Semester Genap TA 2018/2019 secara serentak pada hari Minggu, 28 Juli 2019  di halaman Rektorat Kampus terpadu Jl. Wates km. 10 Yogyakarta.


Kegiatan KKN ini diikuti oleh 1.021 mahasiswa yang terdiri dari KKN Reguler 811 mahasiswa yang tersebar di wilayah Kecamatan Imogiri dan Kecamatan Dlingo Kabupaten Bantul.  KKN Tematik (Pasar) 123 mahasiswa yang tersebar di wilayah Pasar Kabupaten Sleman (Condong catur, Sambilegi, Gentan, Pakem), Pasar Kota Yogyakarta (Pasar Demangan, Pakuncen/Klithikan, Kranggan, Bringharjo, dan Pingit), serta KKN Mandiri 87 mahasiswa yang tersebar di Kabupaten Bantul, Kabupaten Sleman, dan Kabupaten Magelang. Kegiatan KKN dijadwalkan berjalan selama 1 bulan.


Pelepasan KKN angkatan XXXV dilakukan langsung oleh Wakil Rektor 1 Bapak Dr. Ir. Bayu Kanetro, MP. Dalam sambutannya Wakil Rektor berpesan kepada mahasiswa agar bisa belajar kehidupan bermasayarakat dengan cara menjalankan program yang bermanfaat untuk masyarakat dengan sungguh-sungguh. Belajar memecahkan masalah yang ada dimasyarakat maupun pasar tradisional, serta belajar bersosialisasi. KKN UMBY ini merupakan salah satu cara menyiapkan dan membekali mahasiswa menjadi calon-calon pemimpin bangsa diberbagai bidang dalam rangka mewujudkan cita-cita luhur Angudi Mulyaning Bangsa.


Sebelumnya, koordinator KKN XXXV Universitas Mercu Buana Yogyakarta Bapak Agustinus Hary Setyawan, S.Pd.,MA juga menyampaikan pesan kepada mahasiswa agar selalu menjaga nama baik almamater, menjadi tauladan bagi masyarakat dan berupaya mengaplikasikan visi UMBY yaitu Unggul, Mutu, dan Bermanfaat untuk semua lapisan masyarakat.


Dalam kegiatan ini Kepala LPPM UMBY Awan Santosa, SE.,M.Sc yang juga merupakan co-founder Gerakan Sekolah Pasar mengingatkan kembali bahwa UMBY berkomitmen untuk terus menerjunkan mahasiswa KKN ke pasar tradisional, dalam rangka membangun pasar tradisional menjadi pasar yang nyaman dan digemari oleh masyarakat luas dalam melakukan jual beli. Adapun program yang diupayakan adalah dengan mendorong kolaborasi, koperasi dan didigitalisasi pasar tradisional khususnya di Yogyakarta, agar mampu bersaing dengan pasar modern lainnya.